Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Stare That Ruined Everything
Lo masih marah?" Tanya vahan hati hati
Billby tidak bergeming. Kepalanya pun masih ia sembunyikan di lipatan kedua tangan yang ada di atas meja
"Gue minta maaf ya.. omongan itu, emang agak keterlaluan. Tapi, gue gak ikutan kok.. kalo soal temen temen gue, mereka bisa bilang gitu karena mereka belum kenal sama Lo" lanjut vahan lagi
Sebelum vahan sempat melanjutkan ucapannya billby langsung menghentikan dengan satu kata yang terdengar sangat dingin "diam" hanya itu
Tidak bisa.
Vahan harus meminta maaf kepada billby apapun caranya. Jangan sampe mereka di drop out.
"Gue..bener bener minta maaf. Tapi,"
Billby menegakkan tubuhnya, lalu menatap vahan dengan sinis "gak denger aku bilang diam?"
"Lo gak mau maafin? Gue harus apa? Apa-"
"Sekali lagi kamu ngomong, aku injek kaki kamu" peringat billby tidak main main
Vahan menggaruk tengkuknya gelisah.
Kalau vahan sadar, sebenarnya billlby juga sedang gelisah. Ia yakin Jack tidak akan diam begitu saja.. ia akan memantau billby, entah dari CCTV ataupun secara langsung
Jangan sampai Jack tahu kalau belakangan ini dia ada berinteraksi dengan teman nya. Apalagi, laki laki. Entah akan seribet apalagi hidupnya. Dan,vahan pun akan kena imbasnya
Hufttt..billby jadi menyesal karena kemaren pake acara ngambek ngambekan segala. Niat,mau ngerjain vahan eh, malah susah sendiri.
Sekarang alasan apapun yang ia berikan, vahan tidak akan percaya. Ia akan menganggap kalau billby masih merajuk
"Gue jamin, setelah ini temen gue gak akan ngomongin hal jelek jelek lagi tentang Lo" hmph. Vahan masih tidak menyerah rupanya. Pantes saja ia selalu juara satu karena ternyata memang orangnya pantang menyerah
Billby menggoyang goyangkan kakinya, sudah gatal sekali ingin menginjak cowok itu. Namun,ia rasa ada baiknya memberi vahan satu kesempatan lagi
Setelah menarik napas. Billby berbicara dengan tenang "denger baik baik ya.. aku gak marah. Kalo kamu gak bahas soal ini,aku dah lupa. Dan, sekarang tolong jangan ajak aku bicara dulu. Aku punya alasan. Tapi, yang pasti alasannya bukan karena aku marah"
Billby melanjutkan,"kalo kamu gak bisa disuruh diem pake mulut, aku bakal main tangan"
"Apa lagi alasannya kalo bukan karena Lo marah? Gue bener bener minta maaf.. semua manusia bisa khilaf" ujar vahan dengan nada yang sangat memohon
Mendengar itu billby menarik napas. Ia tidak menggubris. Ia bahkan sudah kembali menelungkupkan kepalanya di atas meja
"Nanti temen temen gue mau minta maaf,lo-" lagi lagi ucapan vahan terpotong. Tapi, kali ini bukan dengan ucapan melainkan injakan maut di kakinya
BRAK! Arghh..
Billby menggebrak meja sambil bangkit dari duduknya lalu menginjak kaki vahan sekuat tenaga.
Karena suara itu semua orang menoleh ke belakang. Tapi, billby tidak perduli "gak ngerti bahasa manusia ya?"tanya billby dengan tatapan kesal juga marah.
Mex yang melihat itu langsung menghampiri keduanya"Lo keterlaluan bill-arghhhh"
Ucapan Mex terpotong karena tiba tiba saja vahan menginjak kakinya. Hadehh..jadi, injek injekan.
"Lo gak tau apa apa diem aja ya"ucap vahan sinis
Mex melotot tidak terima "gue ngebantuin Lo ini"
Vahan menimpali "gue kali yang lagi ngebantuin Lo. Eh, sekarang Lo malah ikut nimbrung tanpa tahu kejadiannya. Daripada jadi makin rumit mending balik ke bangku Lo"
Mex menunjuk vahan tapi tidak mengatakan apa apa lalu ia kembali ke tempat duduknya sesuai perintah vahan.
Lalu setelah nya terdengar suara bel masuk yang sangat nyaring. Sudah seperti sirine polisi. Karena ini sekolah tertib, jadi hanya dengan suara bel tersebut semua siswa langsung anteng. Meskipun guru belum masuk kelas
•••
Kantin
"Kenapa dia malah marah marah sih?"omel Mex sambil menusuk nusuk daging di nampannya dengan wajah BT.
"Gimana gimana? Dia siapa maksud Lo? Billby?" Tanya Afghan yang sudah pasti tidak tahu apa apa
"Udah deh, itu urusan gue. Sekarang kalian fokus makan aja" tutur vahan yang sebenarnya juga bad mood seperti Mex. Namun, vahan itu orangnya gak terlalu berekspresi. Atau hampir bisa di bilang dingin. Jadi, tidak ada yang menyadari kalau vahan sedang dalam kondisi yang kurang baik
"Jadi, dia belum maafin? Ternyata selain nyebelin juga pendendam ya" ungkap Afghan yang langsung mingkem karena mendapat tatapan dingin dari vahan
•••
Kini waktu istirahat telah habis. Para siswa segera kembali ke kelasnya dengan teratur.
Vahan menatap billby yang sedang tertidur. Ia terus memikirkan cara apa yang kira kira bisa membuat gadis itu luluh?
Karena terlalu fokus dengan pikirannya sendiri,ia sampai tidak sadar kalau ada guru yang masuk ke kelasnya. Bahkan ocehan guru tersebut juga tak mampu menyadarkan vahan dari lamunannya tentang gadis itu
Di ruangan lain,lebih tepatnya di ruang guru.. Jack mengecek CCTV kelas 3A, kelas billby. Sebenarnya ia sudah berniat untuk langsung memantau billby begitu ia tiba di sekolah tadi pagi.
Namun, mendadak ada urusan yang membuatnya lupa. Dan kini saat teringat, Jack langsung mengeceknya.. hmm,semoga saja si Jack sialan ini tidak memeriksa CCTV yang kemaren kemaren
Saat Jack menatap ke pojokan kelas bagian belakang lewat CCTV, ia mengerutkan dahi.
Disitu terlihat Billby sedang tertidur dengan menelungkup kan kepalanya di atas meja. Namun, siswa yang ada di sebelah billby sibuk menatapi ponakan imutnya itu.
Jack mengepalkan tangannya menahan amarah. Mana di depan sudah ada guru lagi. Tapi, bukannya mendengarkan penjelasan guru, laki-laki itu malah..
"Arghhh..sialan"umpat Jack lirih
Tidak bisa di biarkan
Ia memperhatikan guru yang ada di kelas billby untuk mengenalinya "Bu Raisa.."gumam Jack sambil mencari kontak orang tersebut
Jack kembali ke tempat duduknya lalu mulai mengirim pesan kepada Bu raisa
Kembali ke kelas 3A
"Vahan"panggil Bu Raisa
Setelah berlalu beberapa detik,Bu Raisa mengulang panggilan itu lagi dengan nada yang lebih tegas "vahan"
Satu kelas sudah menoleh ke belakang. Namun, cowok itu masih sibuk dengan pikirannya sambil memandangi gadis di sebelahnya
"Vahan!" Teriak Bu Raisa sambil memukul mejanya dengan spidol
"Ha? Saya bu?" Tanya vahan terkejut. Apalagi ia lihat seisi kelas sedang menatapnya
"Ya kamu!" Balas bu Raisa sedikit membentak
Vahan menghela napas. Sepertinya ini hari sial
"Iya Bu.. ada apa?" Tanya vahan seperti orang bodoh
"Kamu itu yang selalu juara satu kan? Kamu tahu sekolah kita gak cuman ngelihat nilai? Tapi juga kelakuan sehari hari?"omel bu Raisa
Vahan menganggukkan kepalanya. Karena hanya itu yang bisa ia lakukan
"Kamu tahu apa yang baru kamu lakukan?" Tanya Bu Raisa dengan wajah galak
Vahan menelan ludahnya
"Saya ngejelasin capek capek. Kamu malah sibuk nge lihatin siswi di sebelah kamu"lanjut Bu Raisa yang gak ada capek capek nya
Vahan sendiri sudah panas dingin. Aura aura bakal di skors ini mah
"Ngapain kamu ngelihatin billby? Kamu juga pengen tidur?"
Ting! Sebuah notifikasi muncul di hp Bu Raisa. Membuat layar ponselnya menyala beberapa detik.
Bu raisa mengecek ponselnya. Pesan dari Jack. Segera bu Raisa membukanya
Pak Jack
|Siswa di sebelah billby gak mengikuti kelas dengan baik. Bukannya fokus belajar malah sibuk natapin ponakan saya.skors seminggu
Hmm..ini bukan lagi hal aneh,batin Bu raisa