NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar

Terpaksa Menikahi Wanita Bercadar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Pernikahan Kilat / Pelakor / Tamat
Popularitas:178.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: Khairin Nisa

Khadijah seorang wanita muslimah bercadar dan begitu taat pada agama harus menelan pil pahit ketika ia di jebak oleh salah satu temannya.

Khadijah yang malang pun kehilangan kesuciannya oleh lelaki asing yang tidak ia kenal.

Siapakah lelaki asing itu?
Lalu bagaimana dengan nasib Khadijah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulus Tanpa Perawatan

“Kenapa kamu masih berdiri di luar!” hardik Datta yang melihat jika Khadijah masih juga belum bergeming dari tempatnya berdiri sekarang. Datta kembali mengingat apa yang telah ia lakukan pada Khdijah malam itu dan ia pun menduga jika Khadijah pasti merasa takut berada satu ruangan dengannya.

“Aku tak akan pernah menyentuh kamu, bahkan kita juga akan tinggal di dalam ruangan kamar  yang terpisah. Aku tak akan mengulang hal yang sama jadi kamu jangan cemas, lebih lagi kamu bukanlah perempuan tipe ku, jika bukan karena pengaruh minuman juga aku tak akan mau menyentuh kamu,” kata Datta kemudian masuk kedalam apartermennya begitu saja tanpa menutup pintu.

Khadijah meneteskan air matanya ketika melihat apa yang terjadi sekarang. “Ya Allah, tabahkan hati hamba supaya dengan begitu mudah bisa menerima apa yang telah engkau tetapakan dan juga engkau gariskan pada kehidupan Hamba ini,” batin Khadijah meminta kekuatan hati supaya ia bisa menjalani kehidupan barunya dan setidaknya sekarang Umi Amira sudah mendapatkan perawatan yang semestinya karena kedua mertuanya membantu membayar semua keperluan rumah sakit.

Khadijah mengucapkan salam kemudian masuk kedalam rumah ini. Datta terlihat berdiri di depan salah satu kamar kemudian lelaki itu mengatakan jika ini adalah kamar Khadijah. Khadijah menyeret kopernya masuk kedalam kamar itu kemudian perempuan tersebut kembali keluar dari kamarnya guna untuk memasak makan siang.

“Berjalan saja lurus ke depan nanti di sana ada dapur,” kata Datta yang melihat Khadijah baru saja keluar dari ruangan kamarnya.

“Baik,” jawab Khadijah patuh. Khadijah tak mau berlama-lama ada di dekat Datta jadi ia langsung menjawab cepat supaya lelaki itu lekas menghilang dari pandangannya.

“Sudah ada di dalam rumah saja masih pakai kaca mata dan juga sarung tangan, sungguh berlebihan sekali,” kata Datta kemudian menjatuhkan tubuhnya di sofa. “Apakah aku sebaiknya memesan makanan saja, nanti jika masakan Perempuan itu tidak enak, bagaimana?” tanya Datta pada dirinya sendiri.

Di dapur.

Saat ini Khadijah sedang sibuk mencuci sayuran dan juga buah-buahan yang tadi sempat ia beli di supermarket dan setelah semuanya itu bersih, Khadijah mulai memasukkannya ke dalam kulkas dan ia tata dengan sangat rapi sekali. Khadijah mulai membuat makan siang untuknya dan juga Datta. Khadijah tidak tahu apakah lelaki itu mau makan dengannya karena yang terpenting sekarang ia membuatkan makan siang untuk lelaki yang baru saja resmi menjadi suaminya.

Selang beberapa waktu terlihat makanan ini sudah matang semua dan Khadijah pun mencari keberadaan suaminya.

“Dimana lelaki itu,” batin Khadijah dengan melangkah mengitari ruangan ini. “Aku malas sekali membangunkannya, tapi aku harus melakukannya karena dia sekarang sudah menjadi suamiku,” batin Khadijah.

Saat ini Khadijah berdiri di ruangan kamar lelaki itu dan ia hendak mengarahkan punggung tanggannya untuk mengetuk pintu tapi Khadijah urungkan. Khadijah melihat jika pintu ruangan ini terbuka dan terdengar teriakan Datta yang terkejut melihatnya.

“Astaga! Apa yang kamu lakukan di depan ruangan kamar ini? Kamu itu memakai baju warna hitam dan mirip seperti hantu,” ujar Datta dengan mengusap dadanya sendiri. Hampir saja Datta kena serangan jantung mendadak ketika melihat sesok berwarna hitam berdiri depan pintu kamarnya, Datta masih belum terbiasa tinggak dengan perempuan bercadar jadi wajarlah jika ia kaget tadi.

“Saya tidak bermaksud untuk mengejutkan Anda, tapi saya hanya ingin mengatakkan jika makan siang telah siap.” Tanpa menunggu jawaban dari Datta, Khadijah langsung meninggalkan lelaki itu begitu saja.

“Dia takut padaku, tetapi masih memaksa dirinya untuk mengatakan jika makan siang sudah siap,” batin Datta di dalam hatinya.

“Mau saya ambilkan makanan apa?” tanya Khadijah ketika mereka berdua sudah duduk di meja makan yang sama. Khadijah sebisa mungkin mencoba untuk menahan getaran yang ada pada dirinya, rasa takut akan sikap Datta masih tersimpan begitu rapi sekali di memori internal otak Khadijah.

“Aku bisa mengambilnya sendiri,” kata Datta yang mendengar getaran suara Khadijah.

“Baik,” jawab Khadijah.

Tanpa sengaja Datta melihat ke arah tangan Khadijah yang nampak putih dan juga bersih tanpa noda. Khadijah lupa tidak mengunakan sarung tangan karena ia baru saja selesai memasak dan setelah makan juga akan langsung mencuci piring dan juga membersihkan dapur, jadi membuat Khadijah lupa menutupi punggung tangannya.

“Anjir, dia nampak putih sekali bahkan tangannya itu nampak terawat, apakah selama ini ia melakukan perawatan yang jauh lebh mahal dari Felishia?” tanya Datta di dalam hatinya dengan mata yang tidak henti menatap keindahan punggung tangan istrinya.

Datta merasakan sesuatu yang ada di bawah sana mulai tegap sempurna seakan sudah siap melakukan tugasnya. Shith! Apa ini yang terjadi? Baru kali pertama Datta merasakan ledakan gairan yang begitu besar hanya dengan melihat ke arah tangan seseorang perempuan.

Khadijah melirik sekilas ke arah Datta yang masih juga tidak menyentuh makanan yang telah ia buatkan, Khadijah saja sudah menghabiskan makanan yang ada di dalam piringnya. Perempuan itu langsung bangkit dari posisi duduknya kemudian berkata,

“Maaf jika masakan yang Khadijah buat terlalu sederhana hingga Anda tak berselera untuk memakannya,” kata Khadijah dengan mengambil piring yang ada di hadapan Datta.

Ucapan Khadijah membuat lamunan Datta buyar dan lelaki itu langsung mengenggam tangan Khadijah. Khadijah yang terkejut langsung menarik tangannya dan mundur menjauh ketakutan.

“Aku tak bermaksud untuk menyentuh kamu, tapi aku belum makan jadi kembalikan piring itu,” ujar Datta yang tak ingin membuat Khadijah semakin merasa ketakutan. Entah mengapa melihat Khadijah menjauh darinya itu sungguh membuat Datta merasa kecewa! Kecewa? Yang benar saja, sepertinya otak Datta memang sedang tidak berfungsi dengan benar sekarang.

“Maafkan saya,” kata Khadijah kemudian dengan perlahan ia mendekati meja Datta dan menaruh piring itu kembali ke tempatnya. “Saya akan mencuci piring, setelah makan taruh saja piringnya di atas meja nanti akan saya bersihkan juga,” kata Khadijah tanpa melihat Datta.

“Aku bisa memanggil pelayan, kamu tak perlu repot membersihkan rumah, aku takut jika kamu akan mengeluh jemari dan juga kuku kamu kasar karena aku paksa untuk membersihkan rumah,” kata Datta. Waktu itu Felisia pernah mengeluh ketika Datta memintanya untuk membuatkan satu cangkir kopi, kekasihnya itu takut jika telapak tangannya akan kasar dan juga kukunya yang habis perawatan akan rusak karena melakuakn pekerjaan dapur.

“Saya tidak pernah melakukan perawatan apapun selama ini, saya juga sudah terbiasa sejak dari kecil diajarkan untuk mandiri agar tak merepotkan orang lain.” Setelah bicara Khadijah langsung melangkah pergi begitu saja meninggalkan Datta yang masih bengong sendiri.

“Dia tak pernah melakukan perawatan, tapi wajahnya sudah begitu cantik sekali,” batin Datta. Datta yang baru saja sadar dengan apa yang ia katakan langsung memukul bibirnya sendiri. Hahahah Datta awas loh kamu jatuh cinta kalau terus begini.

1
Arifin L
bagus
Arifin L
bagus
Intan Nuraeni Hardodi
Kecewa
Intan Nuraeni Hardodi
Buruk
Intan Nuraeni Hardodi
hhhhhhhhhh lucu deh ngeliat tingkah laku datta 🤭🤭
Wulan Sari
lho kok sudah selesai?ada lanjutannya ga nih...
ayo Thor lanjut dong biyar sampai punya anak kembar atau biyar happy end gt di tunggu...
salam sehat selalu 💪👍❤️🙏
Wulan Sari
ceritanya menarik nih salam sehat selalu Thor 💪👍 trimakasih 🙏
Marshela Shela
lanjutkan kak
Ria nur Rabiah
Luar biasa
Cis Siu
gantung
Evi
lah sudah tamat thoor
Evi
ttp semangat berkarya thoor
Evi
ceritanya bagus aq suka
Evi
jahat banget
Evi
oh Uda pernah nyobain toh
Evi
ttp semangat berkarya thoor
tanaya nur hapsari
bagus
Ina Defilia
yang semangat ya Thor
Ina Defilia
lanjut Thor seru nih
Ina Defilia
jangan sampai Felisa yang datang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!