Cerita ini merupakan penggabungan dua novel othor yang ketiga dan ke empat. Cinta dalam nestapa dan janda kembang. Mana yang belum tau silahkan mampir!
Ziara Puteri Hariawan
Gadis cantik mirip sang Ummi yang berdarah keturunan Aceh asli seolah dirinya selalu dipermainkan oleh Takdir.
Bagaimana tidak, setiap laki-laki yang berniat ingin menikahinya pasti berulah disaat mereka akan melangsungkan pernikahannya.
Ziara sering ditinggal begitu saja tanpa ada kabar ketupusan apapun dari pemuda itu hingga ia harus menahan kecewa berulang kali.
Hingga pada akhirnya Ziara pasrah akan keputusan sang Nenek yang menjodohkannya dengan salah satu kenalannya.
Zidan Putera Ar Reza
Kehidupannya pun sama seperti Ziara selalu di permainksn oleh Takdir. Akankah mereka sanggup bertahan dalam ikatan takdir yang membelenggu mereka menjadi sepasang suami istri?
Ataukah keduanya memilih mundur?
Inilah Kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak salah
Mama Rani yang berdiri tidak jauh dari pintu gerbang mesjid itu menitikkan air matanya melihat putra sulungnya, Abang dari almarhumah Zahra begitu rapuh dan terluka lantaran di tipu oleh calon istrinya.
Wanita yang ia jodohkan dengan anak rekan bisinis Papa Reza. Mama Rani tidak menyangka jika calon istri Zidan bisa sejahat itu padanya.
Tega menipunya hingga ketahuan saat tadi siang mereka semua kekantor sahabat Zidan yang bernama Jerry. Sahabat seperjuangan dari SD, SMP hingga Mereka pesantren bersama.
Hal yang tidak pernah di duga sama sekali oleh Jerry bahwa istrinya tega menipu mereka berdua orang yang sudah bersahabat selema puluhan tahun bahkan sudah dianggap Abang olehnya.
Tapi dengan teganya istrinya sendiri menipu dua orang yang bersaudara sekaligus bersahabat itu.
Wanita itu sengaja ingin menghancurkan persahabatan mereka dengan cara menikahi keduanya dan akan menimbulkan masalah untuk ke depan nya.
Pantas saja Zidan merasa curiga saat melihatnya pernah bergandengan tangan berjalan di mall. Tetapi wajah lelaki itu tidak terlihat jelas olehnya.
Mama Rani mendekatinya dan duduk disampingnya. "Nak.."
Zidan terkejut. Ia segera membuka matanya dan melihat mama Rani kini sedang menangis melihatnya.
"Loh? Mama kok kesini? Papa mana?" tanya nya dengan segera mengusap air matanya yang terus saja mengalir deras di pipinya dan juga sang Ibunda.
"Hiks.. Maafkan Mama, sayang. Maaf.. Mama salah mencarikan jodoh untukmu. Maaf.." lirihnya dengan menunduk dihadapan putra sulungnya itu.
"Nggak Mama. Mama nggak salah sama Abang. Abang belum berjodoh, itu saja. Allah sedang memantaskan diri ini untuk seseorang nan jauh disana. Abang yakin, pasti ada seorang gadis shalihah yang sudah Allah siapkan untuk Abang. Allah sengaja memberikan rasa akit ini sekarang, karena rasa sakit ini akan digantikan dengan yang lebih baik. Lebih baik tahu sekarang kan? Daripada sudah terlanjur nantinya? Bagaimana kalau seandainya Abang juga menikahi Istri Jerry? Pastilah keadaan akan lebih kacau lagi. Tapi Tak apa. Abang ikhlas. Mama tidak perlu memikirkan hal ini. Jodoh Abang sudah disiapkan oleh Allah. Kalaumemang sudah waktunya, Abang pasti bertemu dengannya. Mama jangan mengatakan kalau Mama bersalah dalam hal ini. Abang hanya kecewa, itu saja. Ya?"
Mama Rani semakin tersedu. Dengan segera Zidan memeluknya dengan kuat. Mereka berdua menangis bersama di kaki mesjid.
Menagisi rasa hati yang kecewa akibat perbuatan seorang wanita yang salah mereka pilih.
Sementara di kediaman Jerry, saat ini istrinya Anna sedang di sidang oleh seluruh keluarga.
"Apa tujuan mu menikahi putra kami, Anna salsabila?! Apakah ingin mengeruk hartanya sama seperti yang kau lakukan pada keluarga Zidan?! Huhh?" seru Ibu Yuni mertua Anna.
Jerry memegangi tangan paruh baya itu dengan mengusapnya lembut. Takut darah tinggi sang Ibu kumat.
Anna tidak menyahut. Ia menunduk dan memilih diam. Begitupun dengan kedua orang tuanya.
Mereka tidak bisa berkata apapun saat ini, karena apa yang anak mereka lakukan sesuai dengan yang mereka perintahkan.
"Tahukah kamu Anna? Zidan itu sudah kami anggap anak kami sendiri dan juga Jerry sangat menyayanginya. Ia menganggap Zidan Abangnya sendiri. Karena jika bukan karena Zidan, ia tak akan bisa menikahi kamu wanita yang haus akan harta!"
Deg!
"Menyesal saya menjadikan kamu menantu saya. Untuk ke depannya kita lihat seperti apa. Untuk sekarang, lebih baik kamu pisah kamar dari Jerry sampai anak itu lahir! Anak itu akan kami ambil dan kami carikan ibu pengganti yang baik yang bisa membimbingnya menjadi anak yang sholeh. Saya tahu, putra saya pun tidak sesholeh yang terlihat, tetapi saya tetap berusaha menjadikannya lelaki sholeh seperti yang almarhum bapak nya inginkan! Saya akan tinggal disini. Keptusannya akan keluar setelah anak dalam kandungan mu itu lahir. Ini kesalahan mu, jadi kamu harus menangggungnya. Tega-tegaya kamu menipu dua orang lelaki sekaligus! Kurang apa mereka sama kamu? Huh?"
"Ingat ini Anna! Ketika ada seseorang yang menerima mu apa adanya tanpa melihat masa lalu mu seperti apa, maka jangan buang kesempatan itu. Karena ke depannya belum tentu kamu mendapatkan pemuda yang sama sepertinya. Sebaiknya kalian berdua pulang. Keputusan ini akan keluar setelah cucu saya lahir! Ini merupakan penipuan untuk keluarga kami. Jangan coba-coba untuk kabur dari daerah ini. Karena saya sudah melaporkan kasus ini kepihak polisisan dan kalian bebas pun karena Zidan. Bebas bersyarat!"
Deg!
Ketiga orang itu memejamkan matanya. Menyesal sudah tiada guna. Nasi sudah menjadi bubur tidak mungkin bisa kembali seperti semula lagi.
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ
“Semoga Allah memberkahimu ketika bahagia dan ketika susah dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Daud, no. 2130; Tirmidzi, no. 1091. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).