Tara yang tidak tega melihat sang kakak selalu saja menangis setiap malam karena akan dijodohkan oleh kedua orang tua mereka dengan laki-laki yang tidak mereka kenal sama sekali membuatnya bertekad untuk menggantikan sang kakak.
Akan tetapi, disaat Tara sudah siap dengan gaun putih dan riasan wajah yang sudah langkap tiba-tiba saja gadis yang baru saja berusia 19 tahun itu malah ingin membatalkan niatnya untuk menjadi pengantin pengganti sang kakak.
Apakah yang akan terjadi? Apa Tara berhasil membatalkan acara yang sangat sakral itu? Apa malah sebaliknya Tara akan tetap menjadi pengantin pengganti untuk sang kakak?
Cuss!! Langsung dibaca saja kalau penasaran! Jangan lupa tekan bintang lima supaya ramah lingkungan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjadi Salah Paham
"Mau kemana Gio?" tanya Arzan ketika melihat Gio melewati ruang makan dengan begitu santainya, tanpa melirik kiri dan kanan dulu tadi.
Sedangkan Gio yang ditanya langsung menghentikan langkah kakinya. Dan menoleh ke arah sumber suara. "Om, aku ada kerjaan mendadak, tidak apa-apa kan, aku pergi dulu?"
Arzan mengerutkan dahi. "Bukankah ini malam pertama kamu, lalu kenapa kamu ingin pergi meninggalkan Tara?"
Ketika mendengar itu detak jantung Gio menjadi tidak beraturan. "Hmm, kata Tara malam ini dia datang bulan," jawaban Gio pembuat Yana yang sedang minum terlihat langsung saja menyemburkan air minum itu. "Iya, kata Tara tadi. Malam ini dia sedang datang bulan," ucap Gio mengulang kalimatnya untuk yang kedua kalinya. Karena laki-laki itu pikir jawaban yang pertama tadi kata-katanya kurang tepat.
"Tara tidak datang bulan," sahut Tika tiba-tiba yang terlihat sedang menuruni anak tangga. "Karena Tara selalu datang bulan setiap awal bulan, bukan pertengahan bulan seperti ini."
Gio yang mendengar itu merasa usahanya untuk berbohong sia-sia saja, karena Tika mengatakan itu secara langsung.
"Apa jangan-jangan kau g@y oleh sebab itu, kamu tidak ingin menyentuh Adikku malam ini?" tanya Tika yang malah mengira Gio, laki-laki g@y yang tidak menyukai wanita.
"Tika, duduk makan dan jangan mengatakan apapun lagi," ucap Arzan ketika ia melihat ke arah Gio yang hanya diam saja. Mendengar pertanyaan nyeleneh Tika.
"Papa harus memastikan laki-laki itu normal atau …." Tika sengaja menjeda kalimatnya.
"Duduk makan malam, karena kamu tidak berhak membahas itu!" Suara Arzan membuat Tara yang menuruni anak tangga menjadi kaget. Sehingga langkah kaki gadis itu terhenti di tengah-tengah tangga. "Jangan ikut campur masalah rumah tangga adikmu, mau Gio, laki-laki g@y atau miskin seperti katamu itu bukan urusan kamu."
Tara menutup mulutnya karena ia menjadi salah paham, sebab ia mengira Gio benar-benar laki-laki G@y. "Apa ini juga salah satu alasan Kak Tika menolak Gio?" Tara bertanya-tanya di dalam benaknya. "Jika benar maka, aku sudah menikah dengan laki-laki jadi-jadian," sambungnya membatin. Tara lalu terlihat kembali menuruni anak tangga dengan pikiran yang terus saja mengarah kepada Gio.
"Tara, ajak suamimu makan malam dulu, Sayang," kata Yana sambil tersenyum setelah tadi wanita itu sempat tersedak oleh air yang ia minum.
"Apa itu sebabnya dia mendorongku tadi, secara tiba-tiba, ketika aku memeluknya?" Tara melamun hingga gadis itu mengabaikan kalimat sang ibu. "Pantesan saja, dia terlihat sedikit berbeda dari laki-laki normal pada umumnya, toh karena dia g@y."
Yuna yang melihat putrinya melamun segera menghampiri Tara sambil berkata, "Tara, jangan melamun terus nanti kamu kesambet." Akan tetapi meski Yana berkata seperti itu Tara sama sekali masih belum merespon. "Tara," panggil Yana sekali lagi.
Salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu dengan cepat menepuk pundak Tara. "Non, Nyonya memanggil Anda," ucapnya pelan yang berbisik di telinga Tara.
Tara yang sedang melamun langsung menatap ibunya. "I-iya, Ma, ada apa?"
"Ajak suami kamu untuk makan malam sayang, jangan malah bengong di sana," jawab Yana.
Tara melihat ke arah Gio yang masih betah berdiri setelah laki-laki itu tadi di tuduh g@y.
(Jangan lupa Like dan Komen kalau mau Author rajin buat Up😊).
*tara beruntung dapat gio sedangkan gio musibah dapat tara
*tara adalah istri laknat berkali2 dia meminta cerai, melukai perasaan suaminya, pembangkang, durhaka, kasar, tidak sopan sama sekali, inti tata tidak ada bagus nya sama sekali jadi istri yang lebih parah tata tidak pernah merasa bersalah dan minta maaf dan novel ini juga selalu membela kelakuan tara
*gio karakter dibuat bodoh, diperlakukan semena2 oleh tara tapi kayak lelaki bodoh yang selalu mengemis cinta kayak tidak ada wanita lain saja
*realita tidak akan ada mertua yang mau menantu kayak tara
*coba survey lelaki pasti 100% bakalan nggak akan mau punya istri kayak tara
sara saya bagi novelis wanita kalian belajar dulu bedakan mana salah mana benar dan kalian introveksi diri dulu akui kalau kalian juga bisa salah, belajar minta maaf dan belajar peka terhadap perasaan pasangan kalian baru buat novel
soalnya di novel kalian pemeran utama wanita selalu berbuat semaunya dan banyak melakukan kesalahan tapi kesalahan itu kalian bela bahkan kalian benarkan, bahkan kat maaf pun kalian tidak berani buat, dalam novel pemeran utama wanita adalah cerminan pemikiran kalian dan sudut pandang kalian (novelis) kalian kalian selalu menempat diri kalian diposisi pemeran utama wanita
renungkan lah
kk bikin emosi jiwa nie.q udh pngn berhnti bc tp ya bgni cerita kk sllu bikin q penasaran.lm2 bs dartink nie😃😃😃
😄😄😄😄sia2 udh berlari jauh smpe berasa 5L.mlah ketemu sm clon suaminya
hadeeh jngn smpe di siksa sm gio