NovelToon NovelToon
Godaan Sugar Daddy

Godaan Sugar Daddy

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:118.6k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Tasya baru saja selesai menempuh pendidikan sekolah menengah atas. Namun, saat ia hendak mengumumkan hasil nilai terbaiknya ia justru dihadapkan dengan kematian kedua orang tuanya yang meninggal dalam kecelakaan tragis. Sehingga pupuslah sudah cita-cita Tasya untuk menjadi designer interior.

Di saat Tasya ingin mencari pekerjaan, ia justru sering bertemu dengan Dave. Seorang lelaki yang cukup matang, tetapi justru tertarik dan ingin memiliki Tasya.

Dengan berbagai cara Dave selalu menolong Tasya secara sembunyi. Akankah Tasya mampu lolos dari cengkeraman ataukah justru terjerat cinta tulus dari Dave?

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apakah bisa bersatu di atas semua perbedaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7. PEDEKATE

Tasya begitu gembira ketika ia menemui banyak kemudahan saat bekerja. Padahal semua itu terjadi karena bantuan Dave, sayangnya ia sama sekali tidak perduli dan tahu.

"Ternyata bekerja tidak sesulit yang aku pikirkan," ucapnya dengan senang.

Hari ini Tasya sedang menikmati pekerjaan barunya. Ia sudah tidak boleh lagi bekerja di bar karena Raya melarangnya. Ia sama sekali tidak tahu jika Dave lah yang melarangnya bekerja di sana.

Flash back on.

"Kamu tahu, kenapa aku memberimu uang?"

"Nggak paham, Om. Memangnya kenapa, ya?"

"Tentu saja karena aku tahu jika teman kamu itu tidak pantas bekerja di Bar. Ia adalah anak orang kaya bukan?"

"Loh, kok Om tahu?"

"Tentu saja tahu, karena sebenarnya aku sahabat dari kedua orang tuanya."

"Ha-ah!"

Terlihat sekali jika Raya begitu terkejut dengan kenyataan yang baru saja ia dapatkan. Ia tidak menyangka jika ada teman kedua orang tua Tasya yang begitu baik padanya.

Ada banyak hal yang seharusnya ia lakukan demi melindungi Tasya. Akan tetapi Raya tidak mempunyai apapun kecuali membantunya untuk mendapatkan pekerjaan itu.

"Oke, terus apa yang harus aku lakukan ketika menerima uang ini?"

"Bilang sama Tasya kalau dia dipecat dari Bar."

"Dih, sejahat itukah aku? Emangnya Om nggak tau kalau Tasya itu sangat kritis. Ia bisa menyadari kalau ada ketidakberesan akan sesuatu hal. Akan tetapi ia tidak menunjukkan secara langsung agar kita tidak curiga."

"Oh, ya? Kalau begitu itu adalah tugasmu sebagai sahabatnya. Bukankah kamu menganggap jika Tasya adalah sahabat kamu?"

"Ok, semua ini aku lakukan demi rasa persahabatan dengan Tasya. Tidak ada niatan lain."

"Sip, aku tunggu kabar baiknya."

Sepulang pertemuan dengan Dave, Raya segera kembali ke kost. Ia ingin menyampaikan sesuatu hal pada Tasya. Tentu saja hal ini berkaitan dengan pekerjaan Tasya.

"Maaf ya, Sya. Kalau saat ini aku harus melakukan hal ini. Mau kamu membenciku terserah. Yang terpenting saat ini adalah kamu keluar dari Bar dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik."

Raya segera melangkahkan kakinya menuju tempat kost. Dilihatnya saat ini Tasya sedang menjemur pakaian. Ada rasa tidak tega melihat Tasya yang biasa dimanjakan dengan segala materi harus mengalami kejadian yang membuatnya harus menjadi orang biasa.

"Hai, kamu sudah pulang?"

"Sya, gue mau ngomong penting sama kamu. Sebelumnya aku minta maaf sama kamu karena semalam kamu justru hampir saja dilecehkan di bar."

"Nggak apa-apa, 'kan ada yang bantuin."

"Akan tetapi itu tidak selamanya, Sya. Gue harap kamu mengerti. Oh, ya ini yang pesangon yang diberikan oleh Pak Bos buat kamu. Mulai saat ini kamu nggak usah berkerja di bar lagi. Nanti aku carikan pekerjaan yang lebih baik."

"Ma-maksunya aku dipecat?"

Raya mengangguk.

"Tapi, kenapa pesangonnya banyak sekali?"

"Itu sebagai permintaan maaf dari Pak Bos. Dia tahu kamu anak orang paling penting di negeri ini, makanya dia nggak mau mencoreng nama baik Papa Mama kamu."

Deg. Ucapan Raya barusan sungguh membuat Tasya menyadari jika dirinya tidak pantas untuk menyalahkan Raya. Sahabatnya tahu jika pekerjaan yang dilakukan olehnya tidak sepantasnya dikerjakan oleh Tasya. Maka dari itu Raya meminta maaf.

"Gue lihat di blok sana sedang membutuhkan kasir toko. Kayaknya kamu lebih cocok di sana deh?"

"Oh, ya?"

"Iya, nanti aku temani kamu kesana."

"Siap, makasih."

Flash back off.

Sejak saat itu Tasya benar-benar berhenti bekerja di bar dan lebih memilih untuk menjadi kasir di sebuah toko minimarket.

Nyatanya ia begitu mudah mendapatkan banyak pekerjaan. Tasya sendiri tidak tahu jika sesungguhnya ada seseorang yang membantunya di belakang.

Betapa marahnya Karen saat mengetahui jika Tasya mendapatkan pekerjaan.

"Enak saja kamu bisa hidup dengan tenang?"

"Lihat saja, akan aku buat kau sengsara!"

Lala yang kebetulan satu mobil dengan Karen menegurnya.

"Lu masih gangguin Tasya?"

Karen menoleh, "Iya, memangnya kenapa? ada yang salah?"

"Enggak sih, tapi dia kan nggak pernah berbuat ulah sama lu."

"Enak aja, lu nggak tau apa-apa, jadi nggak usah ikut campur!" seru Karen pada Lala.

Lala yang notabene satu-satunya sahabat Karen hanya bisa menghela nafasnya karena rupanya sikap Karen sama sekali tidak pernah berubah.

Tanpa banyak kata, Karen mengambil ponsel dan meminta salah satu orang untuk membayar salah satu karyawan dari mini market agar ia membuat ulah. Satu-satunya rencana Karen adalah membuat Tasya bisa dipecat dari sana.

Dengan senyum mengembang, Karen meninggalkan tempat itu. Sementara itu Brodi yang masih mengawasi Tasya dari kejauhan melihat satu ketidakberesan di sana.

"Tunggu, mau apa lagi dia?"

Rupanya beberapa saat berlalu, dengan wajah sedih Tasya keluar dari mini market itu. Dengan cepat Brodi menelpon Dave. Mengatakan semuanya.

"Cepat pecat karyawan yang memfitnah Tasya. Nggak mungkin Tasya mencuri, dia masih baru. Mana mungkin ia hafal dimana letak uang kasir. Lagipula hanya orang Lama yang paham akan hal itu."

"Tapi sebelum kejadian tadi, ada seorang wanita yang masuk kesana dan mengatakan dia kehilangan uang juga. Dari cctv rupanya waktu itu Nona Tasya ke toilet."

"Nah, kan ada yang tidak beres. Pokoknya pecat karyawan itu dan bawa kembali Tasya!"

"Baik, Bos."

Dave memandangi foto Tasya dari ponsel pribadinya. Sebuah ponsel yang hanya ia simpan di tempat rahasia. Bahkan sang istri tidak berani menyentuhnya.

"Aku heran, kenapa aku begitu melindungi kamu. Padahal baru beberapa hari bertemu tetapi sikapmu membuatku ingat pada sikap papamu. Sama-sama keras kepala."

"Namun, apapun itu aku suka padamu Tasya Matteo."

Saat Tasya masih berjalan di trotoar ia tiba-tiba saja bersin. Tentu saja rasa gatal di hidungnya membuat Tasya gerah.

"Pasti ada yang lagi ngomongin gue, tapi siapa?"

Lagi dan lagi Tasya tidak mendapati siapapun. Dalam keadaan seperti ini ia sungguh merindukan kehadiran sang mama.

"Ma, Pa. Seandainya kalian masih ada, apakah aku akan terlunta-lunta di sini?"

Menapaki jalan setapak di pinggir trotoar membuat langkah kakinya semakin melambat. Keringat mulai membasahi kening. Ia mengusap dengan segera.

"Mana panas, nggak ada minuman. Haus tau!"

Tiba-tiba saja sebotol air mineral berada di hadapannya.

"Minuman? Eh, milik siapa?"

Rupanya tangan Dave masih memegang botol tersebut.

"Haus, nih minum!"

"Eh, makasih Om, Pak. Enaknya panggil apa, ya?" ucap Tasya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Nggak kerja, Om?"

"Nggak, lagi pengen keluar."

"Oh."

"Memangnya kamu ngapain juga di sini?"

"Habis dipecat, Om!"

"Ha-ah, dipecat siapa?"

"Dipecat sama manager, katanya aku nyuri!" ucap Tasya sambil menenggak minuman miliknya.

"Ya sudah, temani Om aja di sini!"

"Wkwkwk, bengek. Untung wajah Om nggak tua-tua banget!"

"Memangnya aku tua, ya?"

"Sedikit," cicit Tasya dengan jemari yang menggambarkan ucapannya.

"Terserah deh, yang penting kamu nyaman."

"Siap, Om. Ya sudah yuk jalan, Tasya lapar!" ucapnya jujur.

Dengan senang hati Dave pun mengajak Tasya pergi. Dari kejauhan Brodi mengusap dadanya seraya bersyukur.

"Pedekate, aman. Saatnya tidur nyenyak."

......................

Uhuy, yang lagi pedekate siapa? pasti senyum-senyum sendiri. Sambil nunggu update jangan lupa mampir ke sini ya. Makasih

1
Juniaty Simbolon
Ok
Qaisaa Nazarudin
Lha TAMAT gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Aku lebih mendukung Tasya sama Alvino aja,Dave memang tampan dan Mampan,Tapi plin plan dan Bego,Saat mau bercerai aja dia Tegas ,Udah sejauh ini berjuang demi Tasya,Tapi dengan melakukan satu keBODOHAN mengakibatkan Tasya pergi..
Qaisaa Nazarudin
Malas aku baca tentang Laura dan Dave,Skip aja..
Qaisaa Nazarudin
Kalo gitu Loe nikahin aja Al,Biar bisa tinggal satu rumah,Biar gak ribet nyari2 rumah kos lain lagi..
Qaisaa Nazarudin
Masih Virgin apanya,udah selingkuh sekian lama gitu,Mungkin masih Birgin versinya Dave kali karna Dave belum pernah menyentuhnya..
Qaisaa Nazarudin
Lha udah cerai ternyata,Terus ngapain.lagi tinggal satu atap?? Gimana dgn kakeknya Dave saat tau Dave menceraikan Laura..Heran aku orang2 kaya,udah kaya,perusahaan maju,Masih aja serakah sampai rela menular kebajagiaan anak/cucu demi harta..Gila.. hujung2 nya saling menyakiti,Atau istri yg tersakiti.. ckk 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Wow berarti Dave kecil cinta pertamanya Mama nya Tasya ya..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Noh kenapa Tasya gak ngerakam bukti, Tasya mending kabur aja deh,biarkannKaren jadi penebus hutang mereka..
Qaisaa Nazarudin
Ckk swpupu apaan kek gini,Harta dan kekayaan HASIL NGERAMPAS Hak orang lain aja Bangga,Bikin malu aja..
Jetva
Dev..berikan saza foto" perselingkuhan Laura...biar mantan mertuamu tau seperti apa putri kesayangan mereka...
Jetva
Tasya n Dave korban org yg sama...mungkin mereka berjodoh walau beda usia yg banyak..
namia khira
luar byasa
dewi
mkasih ceritany.
Lidwinaa
keren bngettt thor.lanjut
Lidwinaa
lnjut thor.smngat up thor
Riyanti
Waaahhh.. karyanya sudah banyak. Tq ya sudah singgah di novel perdanaku. Aku juga akan segera singgah dinovel²mu yang lainnya. Semangat juga untukmu. Sukses terus 👍
Lidwinaa
lanjut thor.smngat
Lidwinaa
smngatt up Trus thor.jangan lama2 up thor
Lidwinaa
lanjut thor.smngat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!