Ria seorang gadis berdarah Aceh yang berasal dari keluarga sederhana. Saat duduk di SMP ia menemukan cinta pertamanya.
Di masa SMA Ria membentuk sebuah persahabatan antara dua perempuan dan satu laki-laki. Laki-laki tersebut berasal dari keluarga yang kaya raya, diam-diam laki-laki ini mulai jatuh cinta kepadanya. Bahkan, ketika Ria mendapatkan beasiswa kuliah ke Jakarta ia selalu mengikuti kemana Ria pergi.
BUGH...
Ria terjatuh di kamar kosnya.
Apa yang terjadi dengan Ria?
Siapakah yang akan menjadi belahan jiwanya?
Cinta pertama atau sahabatnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farida Ariani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 Bom Meledak
Dengan santai Dayat jalan menuju ke arah dimana Aku dan Bang Akbar duduk.
"Maaf ya Bang, ini perpustakaan bukan cafe. Saya harap Abang bisa menjaga ketenangan dan kenyamanan siswa yang lain". Jelas Dayat kepada Bang Akbar.
Mendengar Dayat mengatakan hal itu, dengan spontan Aku menarik tangan Liani dan mengajaknya keluar untuk segera meninggalkan perpustakaan.
Dayat dan Bang Akbar melihat kami melintasi melewati mereka dan menghilang di balik pintu Perpustakaan.
Di luar ruangan perpustakaan Aku melepaskan tangan Liani. Kami masih jalan melangkah bersama.
"Kamu kenapa Ria?". Tanya Liani heran.
"Aku tidak suka melihat orang beradu mulut apa lagi sampai berkelahi. Makanya Aku segera mengajakmu keluar untuk meninggalkan mereka". Jelasku pada Liani.
"Sekarang kita mau kemana?". Tanya Liani kembali.
"Temani Aku ke kamar mandi ya,,, please...???". Bujukku pada Liani.
Liani hanya mengacungkan jempolnya tanda setuju.
Sementara itu, di dalam kelas siswa siswi sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang sibuk belajar, ada yang sibuk godain teman, dan ada yang hanya santai-santai bahkan tertidur di mejanya sendiri.
"Arif... ada lihat Ria?". Tiba-tiba Dayat berbisik di telinga Arif yang sedang santai di kursinya.
"Kamu mengagetkan Aku Yat,,, Bukannya tadi Ria ke Perpustakaan bersama Liani???". Jawab Arif sedikit kesal karena merasa dikagetkan oleh Dayat.
Dayat terdiam...
Dia mencoba menenangkan pikirannya sendiri dengan membolak-balik balik buku yang berada di atas meja.
Sepuluh Menit Kemudian
Aku dan Liani sampai di dalam kelas. Aku sengaja bertukaran tempat duduk dengan Liani. Aku duduk di kursi tepat sebelah mejanya Mita. Dan Liani duduk di kursi yang berada di sebelah mejanya Dayat.
Dayat melihat ke arah Liani,,, dan juga melihat ke arahku. Lalu dia pura-pura sibuk membaca buku di tangannya.
Tiba-tiba Liani berdiri dan duduk di kursi yang kosong pada meja Mita, sepertinya ada sesuatu yang ingin ditanyakan langsung kepada Mita. Karena Kursi Liani duduki tadi telah kosong. Dayat dengan bebas melihat ke arahku tanpa ditutupi oleh tubuh Liani lagi.
Aku tahu Dayat memperhatikanku dari tadi.
Guru kamipun masuk kedalam kelas. Jam pelajaran terakhir telah selesai.
Aku langsung keluar kelas dan disusul Liani dari belakang. Liani melewatiku. Dia ingin mengambil sepeda itu sendiri tanpa harus ke temani.
"Kamu tunggu disitu, biar Aku saja yang ambil sepedamu". Pinta Liani.
Lalu dia masuk sendiri ke area parkiran sepeda.
" RIA TUNGGU.....!". Dayat memanggilku dari belakangnya.
Segera Ku balik tubuhku dan menghadap ke arahnya. Ku lihat dia ngos-ngosan bernafas tidak teratur seperti orang yang baru saja dikejar setan.
Aku terdiam...
"Ria.... Aku minta maaf,, Aku tahu, Aku banyak berbuat salah kepadamu. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi". Sambung Dayat lagi.
"Kamu kenapa Dayat? Aku tidak marah kok... Lagian kamu tidak berbuat salah". Jawabku sambil tersenyum manis.
"Aku tahu kamu kecewa melihat tingkahku hari ini...". Jelasnya lagi dengan menundukkan wajahnya dan melihat ke bawah dimana sepatunya berada.
"Aku tidak marah Dayat.....". Jelasku.
"Benarkah???? Makasi ya Ria... Aku harap kamu masih mau menjadi teman baikku". Harapnya dengan muka sedikit memelas.
"Iya ... Aku pulang ya...". Jawabku sembari duduk dibelakang Liani dan kami berjalan mengendarai sepeda menjauhi Dayat.
"Apa yang ada dalam pikiran Dayat?". Hatiku berkata.
"Ria..... semakin lama semakin aneh saja Ku lihat tingkah si Dayat itu kepadamu. Sepertinya dia masih mengharapkan cintamu Ria...". Tanya Liani tapi tidak butuh jawaban dariku.
Aku hanya diam sepanjang jalan hingga sampai di rumah.
Suara Azan berkumandang
Aku segera berwudhu' dan memakai mukenaku yang berwarna cream ditaburi bunga-bunga kecil berwarna pink.
Selesai Shalat. Aku berdo'a.
"Ya Allah....
Jika Aku jatuh cinta,,,
Jatuh cintakanlah Aku kepada seseorang yang juga jatuh cinta kepada-Mu...
Agar cintanya kepadaku tidak sebesar cintanya kepada-Mu...".
"Ya Allah....
Jika Aku boleh melabuhkan cintaku...
Tolong labuhkanlah cintaku kepada seseorang yang juga melabuhkan cintanya kepada-Mu...
Agar labuhan cintanya kepadaku tidak sebesar cintanya kepada-Mu..."
"Tolong bantu hamba untuk menjaga cinta ini Ya Allah....
Tolong jaga cinta ini sebelum waktunya tiba...".
"Aamiin Allahumma Aamiin". Kututupi wajahku dengan kedua telapak tanganku....
😁
suka banget sama karya kaka
salam dari *make sure you love me*
karya baru kak..
Tentang Kenangan💙 disini
Salam dari ❤️Sepenggal Kisah di Negeri Jiran❤️
di tunggu feedbacnya.. 😊