Mohon dukungannya🙏
Klarybel terlahir dari keluarga yang terpandang. Apa pun yang dia inginkan pasti akan di kabulkan oleh kedua orang tuanya. Hidup Klarybel sudah terbilang sempurna. Dari paras yang cantik, Dan juga semua serba bisa.
Namun satu hal, yang tak dapat di kabulkan oleh orang tuanya. Yaitu Cinta, mommy dan daddy Klarybel, tak merestui hubungannya dengan pria yang dia cintai. Karena pria itu adalah uncle Klarybel.
Hingga suatu hari, Klarybel harus berpisah dengan orang yang di cintainya. Klarybel pergi jauh hanya untuk menempuh pendidikan, dan masih tetap mencintai orang yang sama. Yaitu uncle-nya.
Sedangkan mommy Klarybel tak merestui hubungan mereka karena mempunyai alasan tersendiri. Yang di sembunyikan dari Lerry.
Apakah setelah mendapat restu mereka akan kembali berpisah jika mengetahui yang sebenarnya?
Ayo simak ceritanya!
Dukung author ya🤗 dengan vote sebayak banyaknya, like dan juga komen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 7
Sebelum membaca mohon Klik vote dulu di menu utama, Dan juga beri nilai penulis dengan Klik bintang ya😁
Jangan lupa like👍
☆☆☆
Hari ini Lerry berangkat ke london untuk perjalanan bisnis selama seminggu, bersama Fita.
Mereka tiba di bandara dan sudah di tunggu oleh orang kepercayaan Tedy. Lerry dan Fita menginap di sebuah hotel. Lerry memilih kamar agak jauh dari Fita, dia malas Fita selalu saja memaksa untuk tidur bareng.
"Sayang aku keluar sebentar ya, Kamu istrahat dulu aja." Pinta Fita.
"Iya kamu jangan lama lama di luar," Lerry segera masuk ke dalam kamar, meninggalkan Fita sendirian.
Fita melangkahkan kakinya keluar hotel, dia masuk ke dalam mobil yang sudah di sediakan oleh orang kepercayaan Lerry. Fita melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Fita menghentikan mobilnya di sebuah Caffe Shop, dia tersenyum sinis.
"Ternyata sangat mudah menemuimu aku pikir itu sulit." Fita melangkahkan kakinya masuk ke dalam Caffe itu.
"Hay, kita bertemu lagi ..." Sapa Fita.
"Kau tunangannya uncle Klarybel kan?" Tanya Valen memastikan,Fita mengangguk Mengiyakan.
"Boleh aku duduk di sini?" Fita melirik kursi kosong di depan Valen.
"Silahkan"
"Apa kakak ada perjalanan bisnis di sini?"
"Tidak! aku memang berinisiatif menemuimu." Ucap Fita seraya tersenyum.
Valen mengangkat satu alisnya, dia heran dengan wanita ini. Sudah punya tunangan masih saja menemui pria lain.
"Maksudnya?"
"Aku tertarik padamu, dan sepertinya kau dan Ybel tidak cocok." Balas Fita.
"Maaf kak saya permisi, soanya sudah ada janji sama seseorang." Pamit Valen beranjak dari duduknya meninggalkan Fita.
☆☆☆
Sementara itu Klarybel bersama kedua sahabatnya berada di sebuah restoran mewah.
Grisa dan Keyla mengunjungi Klarybel, kebetulan mereka belum ada jadwal masuk kampus.
"Apa Al gak ada jadwal pemotretan hari ini?" Tanya Grisa heran, karena biasanya jadwal Valen selalu padat.
"Gak tau juga sih, tuh anak kaya aneh deh. Atau jangan jangan karena ada Key ya?" Seru Klarybel.
"Iya benar. Tuh Key hargain pengorbanan Al," timpal Grisa.
Keyla memutar bola matanya malas, "Apaan sih kalian berdua, sukanya gangguin aku mulu."
Klarybel dan Grisa tertawa terbahak bahak, Mereka sangat suka menggoda Keyla.
"Maaf ya, aku lama ..."
"Gak apa-apa Al, santai aja!" Ucap Grisa.
"Hay Key, apa kuliahmu lancar?" Tanya Valen.
"Iya, alhamdulillah lancar."
"Sellin aku mau nyampein sesuatu." Ucap Valen, masih menatap wajah Keyla.
"Al, kalau ngomong itu lihat orangnya, bicara sama Ybel kenapa lihat muka aku?" Protes Keyla.
"Aku kangen sama kamu Key, teramat sangat." Ucap Valen, sedangkan wajah Keyla sudah sangat merah. Bagaikan kepiting rebus.
Klarybel melihat wajah sahabatnya yang merona karena malu langsung mengalihkan pembicaraan. "Apa yang ingin kamu sampein?"
"Tadi tunangan unclemu nemuin aku, katanya dia tertarik sama aku. Dan kita berdua gak cocok, kalau di lihat dia kayanya suka sama aku. Jadi kamu harus beritahu ke uncle mu."
"Iya Ybel, kasihan uncle Ley hanya di manfaatin sama tuh orang." Sambung Grisa.
"Lah biarin aja, gak usah ambil pusing." Ketus Klarybel.
"Gak bisa gitu Ybel, dia tuh uncle kamu. Kasian doang." Balas Keyla.
"Mending kamu samperin deh uncle kamu, dia di hotel depen ini. Tadi aku melihatnya sebelum ketemu kalian." Ucap Valen memerintah, Grisa mengerti situasi itu. Valen ingin berduaan dengan Keyla.
Grisa menarik tangan Klarybel, "Aku mau nemanin Ybel ketemu sama unclenya. Kamu di sini dulu Key temani Al." Kemudian mereka berdua meninggalkan Keyla dan Valen.
Sepeninggalnya Klarybel dan Grisa, suasana menjadi canggung. Valen menatap wajah cantik Keyla, "Kau tenang aja, aku gak bakal tergoda dengan wanita bekas orang lain."
"Apaan sih Al, jangan mulai lagi deh."
"Key aku serius, kenapa kau selalu menganggap bahwa aku hanya bercanda."
Keyla terdiam, dia mencerna kata kata Valen. Dia sudah terbiasa dengan candaan Valen.
"Key, aku sangat merindukanmu. Aku ingin kau selalu di sampingku, "
"Aku selalu di samping kamu dan juga Ybel sama Risa, karena kita berempat itu sudah sahabatan." Ucap Keyla lembut, tapi tentu saja itu sangat menyakitkan bagi Valen. Dia selalu berusaha menyakinkan Keyla, akan tetapi Keyla selalu menganggapnya hanya sebagai seorang sahabat saja.
☆☆☆
Grisa menyuruh Klarybel ke kamar Lerry, sedangkan dia menunggu di loby hotel. Klarybel berjalan menuju kamar yang sudah di tunjukan oleh staf di hotel itu.
Setiba di depan kamar Klarybel menghentikan langkahnya, Klarybel mengetuk pintu. Tak lama kemudian Lerry membuka pintu.
"Ybel kenapa gak kabarin uncle dulu kalau mau datang?" tanya Lerry.
Klarybel tak berkutik, dia langsung masuk ke dalam kamar Lerry. Dia sangat malu melihat penampilan Lerry saat ini, Lerry hanya menggunakan celana boxer tanpa memakai kaos. Dengan dada dan perut sixpack yang terekspos membuat wajah Klarybel semakin memerah.
Lerry memang unclenya, tapi biar bagaimana pun mereka berdua pernah menjalin hubungan asmara. Bagi Klarybel takan terlupakan.
"Sayang ada perlu apa? apa ada masalah?" tanya Lerry khawatir.
"Kenapa harus manggil sayang sih, bisa bisa aku kembali suka sama uncle. Mana tubuhnya sangat sexy lagi. Andai saja bukan uncle pasti udah aku godain. Batin Klarybel sambil menelan susah salivanya.
Dengan wajah yang memerah Klarybel menatap wajah Lerry, "Ybel hanya ingin memberitahu satu hal."
Lerry berjalan menghampiri klarybel, "Apa?" tanya Lerry duduk di dekat Klarybel.
Deg...
Jantung Klarybel berdetak tak beraturan, dia melirik Lerry dengan wajah memerah.
"Uncle harus jaga kak Fita baik-baik, karena dia menggoda pria lain di luar sana."
"Ybel kamu gak usah mengurusin hubungan uncle, Uncle sayang sama dia. Jadi gak usah memengaruhi uncle lagi, Fita itu wanita baik baik. Kamu itu udah punya pacar masih saja mencintai uncle."
"Kurang ajar, ini sunggu keterlaluan. Dia sudah menghinaku dan merendahkan harga diriku." Gerutu Klarybel.
"Persetan dengan Fita, kalau dia tak menggoda pacarku tidak mungkin aku mendatangimu. Kau bahkan terlalu percaya diri, aku bukan memengaruhimu melainkan ingin memberi pelajaran pada wanita yang telah menggoda pacarku." Maki Klarybel geram.
Lerry terkejut dengan tingkah Klarybel, karena sebelumnya dia tak pernah berkata kasar. Namun dengan cepat Lerry mengubah ekspresi keterkejutannya. "Lalu kenapa saat melihatku tadi mukamu sangat merah, bukannya kau terpesona dengan tubuhku yang dulu pernah kau nikmati?" Lerry tersenyum menyindir.
Sebelum menjalin hubungan Lerry dan Klarybel pernah tidur bersama. Lerry sempat menyetubuhi Klarybel, tapi itu hanya setengah tidak sampai menembus selaput darah Klarybel, karena usia Klarybel saat itu masih 16 tahun.
"Kenapa diam? apa kau baru sadar kalau sudah tak perawan lagi?" Tanya Lerry tersenyum sinis.
"Jangan membahas masa lalu, sekarang kau harus menjaga tunanganmu itu. Agar tak menggoda pacarku lagi." Ucap Klarybel, dan langsung meninggalkan kamar itu.
"Ya allah kenapa dulu aku begitu bodoh mau di tiduri pria brengsek itu. Bagaimana ini aku sudah tidak perawan lagi?" Gumam Klarybel berjalan menuju lift.
Tanpa mereka sadari, di luar kamar ada yang mendengar perdebatan di itu.
..........
^Selamat membaca^