Kisah seorang gadis bernama Adelia Maheswari yang kehilangan tunangannya dihari pernikahannya, dan mengharuskan dia menikahi lelaki arogan, dingin dan kaku dihari itu juga.
Apakah aku bisa jatuh cinta dengan lelaki kasar, dingin dan arogan seperti dia. Lelaki yang telah merenggut kebahagiaanku?
Ikuti kisah mengharukan mereka ya, di lengkapi dengan kisah komedi, cinta manis, cemburu dan perasaan terharu membuat kalian baper, meleleh dan senyum - senyum sendiri.
IG: dewimutiawitular922
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adelia Kembali
🌹SELAMAT MEMBACA🌹
Pukul 8:00 pagi.
Adelia sudah sampai di Indonesia bersama Rian dan temannya Rian yang bernama Jhon.
Jhon adalah orang asli Malaysia yang suka traveling ke negara – negara yang membuat ia penasaran. Karena pertemanannya dengan Rian, membawa ia traveling ke Indonesia.
Adelia menarik kopernya bersama Rian dan Jhon. Mereka semua berdiri di depan bandara menunggu taksi menuju rumahnya.
“Wow...ini Indonesia.” Sahut Jhon sambil tersenyum lebar melihat sekitarnya yang sangat ramai.
Adelia ikut tersenyum melihatnya yang sangat senang sampai di Indonesia.
“Kamu tinggal di rumah saja dulu. Besok baru ku bawa jalan – jalan di kota ini.” Sahut Rian sambil tersenyum memegang bahu Jhon.
“Okay ya. You two must take me to a nice place here.” Balasnya sambil tersenyum.
“Iya kak. Tenang saja, kami berdua akan membawa Kak Jhon wisata disini.” Sahut Adelia sambil tersenyum.
Tiba – tiba beberapa taksi berjejer di depan mereka. Adelia melambaikan tangannya memanggil salah satu taksi yang ada di depannya.
Supir Taksi keluar dari mobil dan berjalan menghampiri mereka bertiga.
Pak Supir meraih koper milik Adelia. “Silahkan nona.” Mempersilahkan Adelia berjalan kearah mobilnya.
Disana Adelia masuk ke dalam taksi disusul Rian dan Jhon, sedangkan Pak Supirnya memasukkan semua barang – barang mereka ke dalam bagasi mobilnya. Ia masuk ke dalam mobil setelah memasukkan semua barangnya.
Di dalam mobil.
“Mau kemana nona?” Tanya supir taksinya.
Adelia memajukan tubuhnya ke depan. Disana ia berpegangan di kursi depan yang di duduki Jhon.
“Apa bapak bisa antar di dua alamat berbeda?” Tanya Adelia.
“Bisa nona.” Balasnya sambil melihat ke samping kirinya.
“Baiklah.”
Adelia menengok melihat Rian yang sedang duduk di belakang.
“Sayang...aku suruh Pak Supirnya mengantarmu pulang dulu yah.”
“Pak...antarkan ke Jln. Merpati saja ya.” Sahut Rian dengan suaranya yang sedikit keras agar Pak Supir bisa mendengarnya.
Adelia langsung duduk kembali di samping Rian.
“Loh....sayang. Kenapa kamu malah menyuruh supirnya mengantarku ke rumah?”
Rian mengelus kepala Adelia dengan lembut.
“Adelia sayang. Kamu pikir, aku akan membiarkanmu pulang sendiri.” Ucapnya dengan suaranya yang terdengar lembut.
“Tapi kan ada Kak Jhon. Dia masih baru disini.”
“No problem Adelia, relax. Okay.” Sahut Jhon sambil tersenyum melihat Adelia dan Rian di belakang.
Adelia hanya diam melihat Jhon.
Ia lalu menghela nafasnya dengan pelan.
”Haaa....baiklah.”
Adelia kemudian bersandar di lengan pacarnya, sedangkan Rian mengusap – usap lembut pipi kekasihnya itu sambil tersenyum.
“Tidurlah sayang.” Ucapnya pada Adelia.
“Bagaimana aku bisa tidur. Aku yang di antar duluan ke rumah?”
“Oke...kamu beritahu dulu Pak Supirnya, dimana alamat lengkap rumahmu?”
“Iya.” Kembali menegakkan tubuhnya melihat Pak Supir Taksinya.
“Pak....ke jalan ini ya.” Menunjukkan alamat yang ada di HP-nya.
“Oh...baik nona.”
Adelia kembali menyandarkan kepalanya di lengan pria yang sangat di cintainya itu. Ia memejamkan matanya disana sambil memeluk lengan pacarnya.
Tiba – tiba ia teringat sesuatu, ia membuka matanya dan menyandarkan dagunya di lengan pacarnya dengan mesra.
“Kak Rian.” Panggilnya mesra.
“Eem..” Balasnya yang tengah sibuk membuka Handphone-nya.
“Kak Rian tidak lupa kan. Kalau besok harus ketemu paman dan bibiku.”
Rian menghentikan kesibukannya lalu menatap wajah imut wanitanya itu.
“Iya...aku tidak lupa.” Sambil memegang atas kepala Adelia dengan lembut.
“Terima kasih sayang.” Tersenyum senang.
Rian langsung mencium kening Adelia dengan lembut. Adelia hanya memejamkan matanya menerima ciuman kening pacarnya yang selalu memanjakan dirinya itu.
“Letakkan kepalamu disini.” Menepuk – nepuk kedua pahanya.
Adelia langsung meletakkan kepalanya disana lalu memejamkan matanya, sedangkan Rian mengelus – ngelus kepala wanita yang sangat di cintainya itu dengan lembut.
Selama satu jam perjalanan menuju rumah Adelia. Akhirnya mereka sampai tepat di depan rumah Adelia.
Rian memegang bahu Adelia mencoba membangunkannya.
“Sayang....ayo bangun. Adel sayang.”
“Eem” Membalikkan kepalanya melihat Rian. “Sudah sampai ya.” Mengucek – ucek matanya.
“Iya....kita sudah sampai rumahmu.”
“Oh..”
Adelia bangun dan sudah melihat rumahnya di jendela kaca mobil. Ia kemudian turun dari mobil, sedangkan Rian masih tetap duduk sambil menggeser tubuhnya ke pinggir jendela untuk melihat Adelia.
Pak Supirnya tadi menurunkan koper di bagasi mobilnya. Ia menarik kopernya kearah Adelia.
“Apa ini milik Anda nona?” Tanya Supir Taksinya.
Melihat kearah Pak Supirnya. “Iya pak..terima kasih ya.” Sambil meraih kopernya.
“Iya nona.”
Kembali melihat Rian. “Sayang...aku masuk dulu ya. Jangan lupa datang besok ke rumah.”
“Iya....”
“Oke....hati – hati di jalan.” Ucapnya sambil tersenyum. “Kak Jhon....hati – hati ya.” Melihat Jhon yang masih duduk di depan.
Jhon mengeluarkan kepalanya di jendela mobil. “ Okay.” Menaikkan jempol tangannya sambil tersenyum.
“Kak Rian...aku masuk ya.” Kembali melihat Rian.
“Adel....kamu lupa sesuatu.” Sambil menunjuk – nunjuk pipinya di depan Adelia.
Adelia langsung mencium pipi pacarnya itu.
“Maaf sayang. Aku lupa.” Sambil tersenyum.
“Masuklah.”
Adelia mengangguk. “Iya.”
Adelia masuk ke dalam rumahnya sambil melambaikan tangannya pada Rian begitupun dengan Rian. Ia membalas lambaian tangan Adelia. Ia lalu menyuruh supir taksinya melajukan mobilnya meninggalkan rumah Adelia.
Adelia masuk ke dalam rumahnya sambil menarik kopernya.
Ia membuka pintu rumahnya. “Bibi, paman. Aku pulang.” Teriaknya.
Paman dan bibinya keluar dari dalam. Mereka terlihat sangat senang melihat keponakannya itu sudah kembali. Bibinya langsung berlari memeluk Adelia yang sudah ia anggap sebagai putrinya itu.
“Adel sayang. Akhirnya kamu kembali. Bibi sangat merindukanmu.”
Ia melepaskan pelukannya sambil memegang kedua bahu Adelia.
“Kamu kok terlihat sangat kurus sih sayang.”
“Ah...masa sih bi.” Memegang kedua pipinya.
“Sudah bu..... Adel baru datang. Biarkan dia istirahat dulu.” Sahut Pak Ferdi.
Adelia langsung berlari kearah pamannya saat pamannya itu bicara.
Ia memeluk pamannya untuk melepaskan rindunya selama empat tahun ini.
“Paman....aku merindukan paman.”
“Paman juga rindu nak.”
Adelia melepaskan pelukannya sambil menatap pamannya. “Bagaimana keadaan paman selama empat tahun ini?”
“Baik nak.”
“Tekanan darah paman sudah tidak kambuh lagi kan.”
“Masih sayang, tapi masih bisa ditangani.” Sahut bibinya.
“Oh ya. Kamu tidak pulang sama kakakmu.” Tanya Pak Ferdi.
“Kakak masih ngurus sesuatu disana. Beberapa hari lagi baru pulang.”
“Oh..begitu.” Balas pamannya.
“Ya sudah...ngobrolnya di lanjutkan nanti saja. Biarkan Adelia istirahat dulu.” Sahut bibinya.
“Baiklah. Istirahatlah nak. Kamu pasti lelah.”
“Iya paman.”
“Bibi akan masak makanan kesukaanmu. Nanti bibi bangunkan ya.”
“Iya bi.”
Adelia berjalan masuk ke dalam kamarnya sambil menarik kopernya. Ia melemparkan tubuhnya dikasurnya dan langsung memejamkan matanya disana karena memang ia sangat lelah dengan perjalanan panjang dari Amerika.
Bersambung.
baru novel ini yang ceritanya tidak bikin saya pusing.... tQ Thor berhasil membuat saya sedih, menangis, halu, dan berakhir bahagia... salam dari Aceh 😘😘
tp semakin kesana semakin gregetan Juga Alur Ceritanya N akhir cerita sdh mulai mengandung bawang 😄😂 tp tatap seru ceritanya n endingnya bahagia juga ❤️😍👍👍