Pernikahan atas dasar cinta adalah pilihan setiap umat manusia, tetapi bagaimana jadinya jika di dalam kata cinta dan pernikahan itu ada orang ketiga?
Begitulah kisah Bima dan Nadia, kehidupan rumah tangga yang sangat harmonis telah mereka rasakan hingga pada akhirnya Bima memutuskan untuk mendua lalu membuat pernikahan mereka berujung perceraian.
Disaat sedang patah hati, Nadia di pertemukan oleh seorang pria dewasa dan karena kebersamaan mereka akhirnya benih-benih cinta pun mulai tumbuh. Namun, sebuah kejutan mengangetkan Nadia yang mana ternyata pria itu adalah Ayah dari selingkuhan Bima.
Bagaimana kisah Nadia selanjutnya?
So Stay Tune 🥰
Follow Ig: ningsihartono ❣️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Pembalasan Untuk Suamiku
Satu minggu kemudian.
Bima dan Nadia sedang jogging bersama di area kompleks perumahan elit milik Bima. Bima yang saat itu hanya memakai kaos oblong tanpa lengan terlihat sangat menawan dan tampan, di tambah dengan keringat yang mengucur di wajah serta tubuhnya semakin membuat Bima macho di mata para wanita.
Sementara Nadia, dia hanya berpakaian biasa dan rambut di kuncir satu ke atas hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang sangat mulus dan putih tanpa noda sedikitpun.
Nadia berlari pelan di samping Bima bahkan sesekali mereka berbicara.
Keduanya pun berhenti tepat di dekat penjualan air mineral.
"Sayang, kok kita tadi bisa lupa gak bawa air minum ya?" Bima mengusap keringat yang singgah di dahinya.
"Iya, Mas. Aku juga lupa." sahut Nadia sambil mengatur nafas.
Hari ini adalah hari minggu, jam juga sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi yaitu waktunya mereka berdua pulang.
"Aku ingin membeli air mineral dulu disana sebelum kita pulang, tenggorokanku terasa kering." pinta Bima dengan lembut.
Nadia pun mengangguk. "Pergilah."
Bima berlari kecil ke arah penjual minuman yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.
Setelah sampai di tempat itu, Bima segera membeli satu botol air mineral berukuran besar untuk dirinya dan juga Nadia, selepas itu dirinya pun langsung berniat untuk kembali menghampiri Nadia tetapi ada sesuatu hal yang menghentikan langkahnya.
"Tunggu sebentar, saya lupa meletakkan dompet dimana." ucap seorang wanita cantik nan seksi kepada penjual minuman.
Penjual itu pun hanya menunggu. "Jika Anda tidak punya uang sebaiknya bawa saja air mineral ini, Mbak. Tidak masalah bagi saya, hitung-hitung bantu sesama." ucapnya tulus.
"Eh, jangan Pak! Sebentar, saya ingat-ingat dulu dimana saya meletakkannya." gumam sang wanita.
Bima kembali ke lokasi penjualan minuman.
"Bagaimana ini? Haus banget tapi dompet entah jatuh dimana." gerutu sang wanita mencoba mengingat.
"Berapa harga air mineral miliknya, Pak?" Bima bertanya kepada sang penjual sambil menunjuk wanita seksi itu.
"Lima belas ribu, Mas."
Bima segera mengeluarkan lembaran kertas berwarna hijau yaitu uang dua puluh ribu.
"Kembaliannya ambil untuk Bapak saja." ujar Bima dengan senyum tipis.
Setelah penjual itu mengucapkan terima kasih, Bima pun menghampiri sang wanita.
"Permisi, Mbak. Ini minuman Anda, saya sudah membayarnya dan Anda tidak perlu takut menerima minuman ini."
Wanita seksi itupun seperti terhipnotis dengan ketampanan yang Bima miliki, dia terdiam sejenak sebelum suara Bima kembali membuyarkan lamunannya.
"Terima kasih."
tanpa rasa ragu, wanita tersebut langsung menerima satu botol air mineral dari tangan Bima.
"Maaf jika saya merepotkan, padahal kita tidak pernah bertemu.'' ucap wanita itu dengan suara yang dibuat sehalus mungkin.
"Tidak masalah." Bima menanggapi dengan singkat.
Bima ingin membalikan tubuhnya dan ingin segera pergi tetapi lengannya di cekal oleh wanita itu.
"Perkenalkan, saya Cherly." wanita muda itu mengulurkan tangan sebelah kanan, terlihat dari wajahnya jika wanita itu masih berusia dua puluh tiga tahunan.
Bima hanya tersenyum tipis tanpa menerima uluran tangan dari Cherly.
"Kalau begitu, saya permisi.''
"Tunggu!" wanita itu mengejar Bima dan dia segera berdiri di samping Bima.
"Ini nomor ponselku. Jika kamu butuh sesuatu atau sekedar ingin berkenalan lebih jauh denganku maka kamu bisa menghubungi nomor itu. Ya, mungkin saja kita bisa menjadi teman." Cheryl menyodorkan kertas kecil kepada Bima.
Bima menolak. "Maaf, istri saya lebih segalanya daripada Anda." lanjutnya dengan ucapan pedas.
Hal itu mampu membuat wajah Cherly yang tadinya merona kini berubah menjadi masam.
Terlihat Nadia berjalan ke arah Bima dengan senyum mengembang.
"Kenapa lama sekali?" Nadia langsung bertanya ketika sudah berada di dekat Bima.
"Tidak pa-pa, ada masalah kecil tadi." jawab Bima dengan wajah tenang.
Nadia melirik wanita seksi berpakaian ketat yang berada di samping Bima.
"Mas?" tanyanya dengan kode.
Bima menggeleng. "Ayo kita pulang, disini banyak nyamuk." dia segera menggenggam jemari Nadia.
Mereka berdua pergi dari area penjualan minum.
Cherly mendengus kesal ketika mendengar kata sindiran dari Bima, dia yang awalnya sudah percaya diri tinggi sekali malah jatuh ke laut yang sangat dalam.
Dia berpikir jika semua pria akan tergoda dengan penampilan cantik serta tubuh seksinya, tetapi itu semua diluar dugaan karena Bima sama sekali tidak tergiur dengannya.
•
•
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN
TERIMA KASIH BANYAK 🥰
🏵️🏵️
SAMBIL MENUNGGU UP, MAMPIR KE NOVEL TEMAN OTHOR JUGA YUK 🤗**
Blurb:
Jihan mengantarkan ibu mertuanya untuk melayat ke rumah teman pengajiannya. Namun ketika berada di rumah duka ada seorang anak kecil memanggilnya ‘Mamah’.
Abrisam seorang suami yang sangat mencintai istrinya. Namun takdir menentukan lain, istri yang sangat dicintainya meninggal dunia. Meninggalkannya dan anak mereka yang bernama Alika.