NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: Virzha

Stella Medison seorang putri angkat dari keluarga konglomerat. Dimalam pernikahan kakaknya, Stella dijebak hingga tidur bersama Xander Oliver, calon suami kakak angkatnya sendiri.

Stella dibuang keluarganya dan dipaksa menikah dengan Xander untuk balas dendam.

"Bencilah aku sekuat dan sepuas yang kamu mau, aku akan menerima setiap luka yang kau berikan" ~ Stella Medison.

"Aku tidak akan berhenti membencimu sebelum air matamu habis" ~ Xander Oliver.

Akahkah Stella kuat menghadapai segala siksaan batin dam fisik dalam rumah tangganya? Sedangkan dia juga mempunyai penyakit yang mematikan?

Simak ceritanya hanya di novel ini ya...

JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE, KOMEN, FAV DAN VOTENYA KARENA ITU SANGAT BERHARGA BAGI AUTHOR.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Hati Yang Terluka.

Xander baru bangun dari tidurnya saat waktu sudah sangat siang, kepalanya masih terasa berdenyut pusing dan tubuhnya sangat lemas. Sepertinya ia kelelahan karena belakangan ini terlalu memforsir dirinya bekerja, ia melakukan itu untuk melupakan sejenak rasa sakit hatinya, namun ternyata tidak semudah yang ia bayangkan.

Xander lalu turun dari ranjangnya, perutnya terasa panas karena belum makan apapun sejak tadi pagi. Saat ia akan turun, ia melihat kamar Stella yang tertutup rapat, mungkin wanita itu belum pulang mengajar, pikirnya.

Tujuan Xander langsung menuju ke dapur, ia ingin mencari apa saja yang bisa dimakannya. Biasanya jika dia sakit begini, Joana pasti akan menemaninya dan mencoba membujuknya untuk minum obat. Ah, lagi-lagi bayangan manis itu muncul membuat hati Xander kembali mengharu biru.

Pandangan Xander lalu bertumpuk pada sebuah kertas kecil yang di selipkan di bawah piring. Xander segera mengambilnya, sebuah kertas yang ditulis oleh Stella.

Untuk Xander.

Hari ini aku pergi ke Panti Aushan. Mungkin pulangnya lumayan sore. Aku sudah memasak makanan kesukaanmu. Kalau sudah dingin, kau bisa menghangatkannya dengan Microwave. Jangan sampai telat makan, semoga cepat sembuh ...

Stella♥️

"Cih, wanita itu selalu saja bertingkah sok baik. Apa dia pikir, aku akan mau memakan makanan yang dia buatkan," gumam Xander berdecih saat melihat banyaknya makanan yang di masak Stella.

Xander langsung saja pergi dari sana tanpa menyentuh makanan itu sama sekali. Ia lebih baik kelaparan daripada harus memakan masakan yang di buat Stella.

Namun terkadang pikiran tidak sejalan dengan situasi yang ada. Karena beberapa jam kemudian, perut Xander terasa sangat lapar hingga rasanya sangat perih. Ia mencoba menghubungi Asistennya untuk mengirimkan makanan, tapi sialnya teleponnya sama sekali tidak di angkat.

"Kemana Luke sialan itu, berani sekali tidak mengangkat teleponku," gerutu Xander sangat kesal sekali rasanya.

Akhirnya dari pada ia malah semakin sakit, Xander terpaksa memakan makanan yang di buat Stella. Toh, wanita itu juga tidak tau, pikir Xander.

Saat pertama kali menyuapkan makanan itu ke mulutnya, Xander langsung terkejut dengan rasanya yang sangat enak. Padahal makanan itu sudah dingin, tapi tak mengurangi kenikmatan rasa di dalamnya. Xander sampai sangat lahap menyuapkan makanan itu ke mulutnya, ia bahkan sampai menambah lagi sampai dua kali.

"Ini benar-benar enak," gumam Xander merasa perutnya begitu kekenyangan.

Terdengar suara bel Apartemennya berbunyi, Xander terdiam sesaat, siapa yang datang ke Apartemennya di hari libur seperti ini? Apa mungkin Stella sudah pulang? Tapi kenapa harus menekan bel? Pikirnya.

Dengan langkah malas, Xander berjalan untuk membukakan pintu. Saat pintu itu terbuka sempurna, ia terkejut saat melihat sosok orang yang datang.

"Joana ..." ucap Xander menatap Joana dengan penuh kerinduan.

"Kenapa?" ucap Joana mengigit bibirnya, menahan dirinya untuk tidak menangis di hadapan Xander. Kedatangannya kesini ingin memastikan apakah benar kalau Xander sudah menikahi Stella.

"Kamu masuk dulu," kata Xander tidak tau apa alasan yang membawa Joana kesini.

"Masuk kemana? Kedalam tempat yang sudah menjadi saksi cinta kalian berdua? Xander ... kenapa kau begitu tega menikah dengan Stella," ucap Joana tak bisa lagi membendung air matanya, perih saat membayangkan kalau pria yang dicintainya sudah punya wanita lain.

Xander terlihat kaget saat mendengar ucapan Joana. Darimana wanita ini tau tentang pernikahannya? Padahal pernikahan itu hanya kedua orang tuanya yang menjadi saksi. Tidak ada orang lain, selain dirinya dan juga Stella. Apa mungkin wanita itu yang mengatakannya kepada Joana?

"Joana ... aku bisa menjelaskan semuanya. Kamu masuk dulu," kata Xander membimbing Joana masuk ke dalam Apartemen. Tak enak rasanya jika nanti ada orang yang melihat mereka seperti ini.

Joana masih menangis sesenggukan, ia memang marah kepada Xander dan Stella, tapi bukan berarti dia rela jika harus melepaskan Xander begitu saja. Kalau bukan karena orang tuanya, Joana mungkin tidak akan membatalkan pernikahan mereka.

"Jadi benar kalian sudah menikah?" tanya Joana berharap kalau itu semua tidak benar.

Xander menghela nafasnya. Ia memegang lembut kedua lengan Joana agar menatap dirinya.

"Maafkan aku, saat itu aku tidak memikirkan apapun. Aku hanya marah dengan keadaan dan menganggap kalau Stella itu wanita yang bersalah dalam semua masalah kita. Sampai sekarang pun aku masih menganggap dia seperti itu," kata Xander menjelaskan perlahan.

"Kau benar menikahnya?" Joana mengejar jawaban itu dari mulut Xander.

"Maafkan aku," Xander hanya bisa menunduk penuh penyesalan.

Joana menggelengkan kepalanya tak percaya, tangisnya semakin pecah saat mendengar kenyataan yang sangat menyakitkan ini.

"Kau jahat! Kenapa kau menikahinya Xander! Kau jahat, kenapa kau mudah melupakanku begitu saja!" teriak Joana memukul dada Xander seraya mengencangkan tangisnya yang terdengar sangat pilu.

"Tidak, aku tidak pernah melupakanmu Joana. Aku hanya mencintaimu," kata Xander memeluk Joana, mencoba menenangkan wanitanya yang histeris itu. Ia tak tega melihat Joana sangat terpukul seperti ini.

"Kalau aku mencintaiku, kau tidak akan menikahinya Xander! Kau pembohong!" Joana berontak dari pelukan Xander.

"Tidak, itu tidak benar. Aku menikahinya hanya karena ingin balas dendam, tidak lebih dari itu sayang. Maafkan aku, maafkan aku ... " ucap Xander mengeratkan pelukannya kepada Joana,tak perduli wanita itu terus berontak meminta di lepaskan.

Awalnya Joana masih berontak, tapi lama-lama kekuatannya melemah, tangisannya pun mereda seiring waktu. Xander tak henti mengucapkan kalimat permintaan maafnya dan menciumi rambut wanita itu berkali-kali.

"Maafkan aku, maafkan aku ... Aku tidak pernah bermaksud mengkhianatimu, maafkan aku,jangan menangis sayang," ucap Xander mengusap air mata yang membasahi pipi Joana.

"Apakah kau benar-benar tidak mencintainya?" tanya Joana memandang Xander dengan sendu.

"Tidak," ucap Xander sangat tegas.

"Apakah kau juga tidak pernah menyentuhnya selama kalian menikah?" tanya Joana lagi.

Kali ini berhasil membuat wajah Xander berubah, bagaimana mungkin ia mengatakan kalau ia memang sudah menyentuh Stella, bahkan bisa dikatakan sering, karena Xander selalu melakukan hal itu sebagai bentuk hukuman kepada Stella.

Joana bisa melihat hal itu. Joana tersenyum miris, ia melepaskan tangannya dari Xander.

"Kau memang sudah melupakanku Xander," kata Joana langsung saja bangkit, ia ingin secepatnya pergi dari sana.

"Jangan pergi Joana, dengarkan aku dulu, " Secepat mungkin Xander mengejar Joana dan memeluk wanita itu dari belakang.

"Jangan pergi ... aku hanya mencintaimu Joana, hanya mencintaimu, tidak akan pernah ada tempat untuk siapapun di hatiku, termasuk Stella ..." ucap Xander memeluk Joana dengan erat hingga membuat wanita itu mematung seketika.

Namun, tanpa mereka sadari ada sosok wanita yang menatap pemandangan itu dengan hati yang tercabik. Stella hanya bisa mengigit bibirnya, menyamarkan isak tangis karena hatinya yang diiris-iris saat melihat suaminya dengan gamblang menyatakan perasaanya kepada wanita lain.

Happy Reading.

Tbc.

Jangan lupa dukungan like dan komen ya guys...

1
Nelpika Ajja
si bulol malah nyalahin Joana doang ,itu suami Lo kalau ngak ngeladenin si Joana juga ngak bakalan ada drama perpelakoran iniii🤣🤣
Nelpika Ajja
pantekkk👍
Nelpika Ajja
ini yang namanya bulol (bucin tolol),udah disakitin berkali kali tapi tetap masih cinta..
Febrianti Febri
iya kesel sama steela ga suka karakter kaya gitu sok kuat mati aja sekalian stella
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙂𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya😌
total 1 replies
Febrianti Febri
cinta loh itu buta stella udh di sakitin masih aja cinta goblok itu nama nya kaya ga ada pria lain aja
Febrianti Febri
biar si xander jadi gila aja di tinggal stella
Febrianti Febri
setelah ko bodoh banget anak yg loh lahirin siapa yg urus kalo loh mati ga mikir apa suami loh aja ogah punya anak dari loh ,,yg ada anak loh sengsara kalo loh mati
OnyaF
Penulisnya adalah contoh orang yg mau diinjak2 harga dirinya. Ga bisa membuat karakter yg disukai oleh orang dewasa.
OnyaF: Ya fakta sih, Tulisan hasil imajinasi. Dan imijinasi mu tentang karakter utama wanita menunjukan kualitas dirimu sebagai wanita. Kembali ke komen pertamaku hehehe😍👍
total 2 replies
Ra~~~~~
gila ya Stella anak nya udah 4 aja nih
Ra~~~~~
balas dendam kek buat istri kau bodoh kali pun
Ra~~~~~
sumpah pengen ku gampar mukanya iya😠😠😠😠
Ra~~~~~
jahat sekali kau xander, penyesalan akan menantimu
Erus Miati
makin seru ceritany
Asiani
Luar biasa
watashi tantides
Nahkan tripple nyesel deh Xander, malangnya Stella🥺
watashi tantides
Nyesel kan lo dasar suami kejam!
watashi tantides
Sakit banget jadi Stella😭💔
guntur 1609
biadab kau xander
guntur 1609
sdh mulai bucin kau kan tanpa kau sdari
꧁☯𝒞𝒾𝓃𝒹𝓎☯꧂
kok gak ada ya kak di "F"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!