NovelToon NovelToon
JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

JAMUR. Janda Muda Dibawah Umur

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Janda / Tamat
Popularitas:765.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ramanda

Kehidupan Alisha Fakhira seketika berubah, saat dirinya dijadikan sebagai pelunas hutang keluarganya. Iyaa gadis kecil yang baru beranjak 16 tahun itu dipaksa menikah pada seorang rentenir yang memiliki 4 Istri dan Alisha, menjadi istrinya yang 5. Akan tetapi statusnya sebagai istri hanya berlangsung satu hari saja. Karena diimalam pertamanya, sang suami malah meninggal dunia.

Karena telah dituduh sebagai pembawa sial. Alisha di usir oleh keempat para istri sang rentenir. Bukan hanya mereka saja yang mengusir dirinya. Bahkan keluarganya, juga ikut mengusir dirinya. Karena merasa bingung akhirnya Alisha memutuskan pergi ke kota, untuk mengadu nasib disana.

Bagaimanakah kehidupan Alisha dikota?
Akankah ia menemukan cintanya disana? Yuk ikuti ceritanya, In shaa Allah tak kalah seru dengan novel author yang lainnya loh 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JANDA MUDA.

*•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜 Mutiara Hikmah 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••*

Yakinlah, Allah tidak akan memberikan suatu cobaan kecuali sesuai dengan kemampuan dari hamba-Nya tersebut.

PERCAYALAH!..Disaat dirimu ikhlas dengan keadaanmu. Ridha dengan takdirmu. Sabar dengan kesulitan mu. Dan senantiasa berprasangka baik. Maka tunggulah Allah tengah merencanakan kebaikan untuk hidupmu.

Takdir itu memang Milik Allah, tapi usaha dan Do'a itu milik kita, maka teruslah berdoa diiringi usaha kerasmu sampai Bismillahmu menjadi Alhamdulillah.

__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__

*•••••••••••••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ ••••••••••••••••••*

Setelah melakukan perjalanan selama tiga jam. Akhirnya mobil pekap milik Azis, berhenti tepat di depan sebuah warung yang bertuliskan Warung Gado-gado Mbok Suminah. Warung itu juga terlihat begitu sederhana. Namun karena warung sederhana itu berdiri didekat kawasan perkantoran, membuat warung itu tak pernah sepi dari pengunjung. Bahkan, mereka rela mengantri hanya ingin memakan gado-gado buat Mbok Suminah.

Seperti saat ini Warung itu terlihat begitu ramai. Sehingga Alisha dan Azis harus menunggu keadaan warung sepi dahulu. Dan karena tak ingin membuat Mbok Suminah merasa bersalah, Azis sengaja tak turun dari mobilnya, begitu juga dengan Alisha. Membuat Alisha, sedikit bingung, melihat Azis tak kunjung turun dari mobilnya.

"Loh katanya kita sudah sampai, tapi Kok kita tidak turun Mang?" tanya Alisha bingung.

"Sabar Neng, sebentar lagi aja kita turunnya. Soalnya warung Mbok Suminah sedang rame banget Neng! Takutnya kalau kita udah turun pasti si Mbok langsung menghampiri kita dan melupakan para pembeli dan kasihan nanti merekanya Neng," jelas Azis Yang sepertinya ia tahu benar sifatnya Mbok Suminah itu.

"Oh begitu ya Mang? Emangnya sudah berapa kali sih Mamang kemari? Kok bisa lihat kayaknya Mamang seperti tahu banget bagaimana Mbok Sumi itu, ya?" tanya Alisha dengan wajah penasarannya.

"Iya Neng, Mamang tahu banget, orang beliau kakak Mamang yang paling tua Neng," balas Azis, membuat mata Alisha langsung berbinar.

"Wah, Maa shaa Allah...senang banget dong Mamang ya? Karena memiliki seorang Kakak? Pantasan, saja Mamang rela ke kota, hanya untuk mengantarkan sayuran saja," ujar Alisha, yang terlihat ia juga ikutan Senang.

"Iya Neng Alhamdulilah Mamang Emang Senang. Apalagi, Mbakyunya Mamang itu orangnya penuh kasih. Jadi walaupun Mamang sudah tidak memiliki Orang tua, tapi sosok Mbakyu, sudah seperti ibu bagi Mamang. Makanya Mamang, nggak bisa menolak setiap kali beliau meminta diantarkan Sayuran, dari desa kita. Yaa walaupun sebenarnya Mamang tahu, itu hanya alasan Beliau saja, padahal..." ucap Azis, memberikan penjelasan pada Alisha. Namun perkataannya langsung disambung oleh seorang wanita paruh baya.

"Iyoo..Itu karena Mbayunya kangen karo adik lanangnya, (laki-laki, dalam bahasa Jawa) yang kalau tak diminta tolong, tidak mau menjenguk Kakaknya! Huh, dasar Adik lanang yang tidak punya perasaan! Masa harus Mbayunya yang nyuruh datang, barulah dia datang! Nih, rasano hukuman dari Mbayumu!" sambung Wanita itu, seraya ia menjewer telinganya Azis. Dan seketika Azis pun langsung terpekik.

"AW..Aw..Aw..ampuuun.. sakit Mbayu!" pekik Azis seraya ia berusaha melepaskan tangan wanita yang sedang menjewer telinganya.

"Rasano! Makanya, jadi seorang Adik itu harus pengertian! Tidak harus dimintai tolong dulu baru datang!" balas Wanita itu, yang sudah pasti wanita itu adalah Suminah, pemilik warung gado-gado tersebut.

"Iyo, Iyo! Yo Maaf toh Mbak, namanya Adik lanangmu Iki juga punya keluarga Mbak, yang harus di nafkahi," ujar Azis memberikan alasan, mengapa ia tidak sempat mengunjungi sang kakak.

"Huh, alasan wae! Yo wes, ayo masuk! Padahal sudah datang, mbo yo masuk nopo. Iki kok malah harus didatangi dulu sih!" ujar Suminah, terlihat sedikit kesal seraya ia berjalan menuju ke warungnya yang tak berapa jauh dari, tempat terpakirnya mobil Azis.

"Iya, iyo loh Mbak, sebentar lagi tak masuk," balas Azis, seraya tersenyum lembut pada kakaknya yang sempat melirik ke arahnya, lalu ia memasuki warungnya. Setelah kakaknya tak terlihat lagi, "Maaf ya Neng, jangan salah sangka sama Mbok Sumi, beliau memang terkadang judes, tapi orangnya baik banget kok, jadi kamu jangan sungkan-sungkan ya sama Mbok Sumi," jelas Azis, karena ia takut, kalau Alisha merasa tidak nyaman, melihat hal tadi.

"Iya Mang, Lisha tahu kok, jadi Mamang tidak usah khawatir ya?" balas Alisha, seraya ia tersenyum manis, pada Azis.

"Alhamdulillah.. ya sudah kalau begitu ayo kita Masuk Neng," ajak Azis seraya ia membuka pintu mobilnya dan kemudian ia langsung turun dari mobil pekapnya.

"Mari, Mang," balas, Alisha lagi, lalu ia pun ikutan turun, lalu ia juga mengikuti langkahnya Azis, yang terlihat ia sudah mulai berjalan menuju ke warung gado-gado milik kakaknya itu.

"Assalamu'alaikum Mbak," ucapnya setelah mereka, berada di depan pintu masuk warung tersebut.

"Wa'alaikumus masuk Leh," balas Suminah, yang nada bicaranya sudah mulai melembut, tidak seperti tadi, yang terdengar sangat ketus.

"Iyo Mbak," balas Azis, yang kemudian ia pun memasuki warungnya Suminah, dan tetap Alisha membuntutinya dari belakangnya.

"Oh iya, sopo gadis cilik ini Leh? Bukan Istri muda kamukan Leh?" tanya Suminah, seraya ia memandangi wajah Alisha, dengan tatapan penuh penasaran.

"Astaghfirullah Mbak! Ngurus satu istri saja aku ra becus, kok Yo kawin meneh. Gila apa aku Mbak," sangkal Azis seraya ia duduk di salah satu bangku pengunjung, yang biasa dipakai untuk para pelanggannya Suminah.

"Lah, lalu Iki anak gadis sopo yang kamu bawa-bawa ini? Apa dia sudah nggak sekolah lagi, opo Leh?" tanya Suminah yang terlihat masih penasaran pada Alisha.

"Dia Alisha Mbak, Anake Kang Marwan dan Almarhum Rianti. Dia sudah nggak sekolah lagi, setelah kemarin itu dinikahin oleh juragan Bambang Mbak," jelas Azis apa adanya.

"Oooh Anaknya almarhum Rianti toh. Sek-sek kue tadi ngomong opo, dia sudah dinikahi juragan Bambang? Lah lalu kenapa kamu bawa-bawa istri rentenir itu Leh! Apa kamu sudah bosen hidup Yoo! Kuekan tahu sendiri, tuh bandot tua kalau sudah murka nyawa orang, jadi nggak berharga Leh!" balas Suminah, yang wajahnya terlihat ada kecemasan, karena ternyata ia tahu tabiat sang rentenir Bambang itu.

"Jangan khawatir soal itu Mbak! Karena rentenir itu sudah nggak bakalan bisa membunuh orang semaunya lagi. Soalnya dia sudah dipendam ketanah Mbok," jelas Azis, seraya ia mengambil gelas yang berada di atas meja yang berada tepat dihadapannya.

"Dipendam? Maksud mu opo toh Leh?" tanya Suminah semakin penasaran.

"Iya mbak, rentenir Bambang sudah meninggal, setelah ia menikahi Alisha Mbak. Kualat dia tuh pada sama Rianti, padahal dia pernah ditolong oleh Rianti, eeh bukannya membalas kebaikannya, kok malah menikahi Anak gadisnya," jelas Azis yang sepertinya ia tahu riwayat orang tuanya Alisha.

"Innalilahi wa innailaihi Raji'un, ya Allah, Jadi gadis kecil ini sudah menyandang gelar Janda dong? Astaghfirullah kasihan banget kue Ndok, di umur masih kecil, sudah menjadi Janda muda"

...•••••••✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ 💜✰⁞ᮬ᭄ ཻུ۪۪۪۫ ֯͜ •••••••••...

Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏.

1
ceuceu
Walaw alisha janda tetep harus pakai wali,lagian alisha janda perawan masih di bawah umur mana bisa nikah di KUA.
maksa bgt ceritanya.
ceuceu
Alisha punya ayah nek,ga bisa aembarangan nikah sekarang tanpa wali,sama egoisnya nenek sama gibran.
kasiham alisha hidupnya selalu d atur oleh uang/Frown/
ceuceu
Gibran batu
ceuceu
Walaw perbuatan nining tdk di benarkan krn membunuh,tapi ga ada jalan lain untuk menghentikan kedzoliman suaminya,jg menyelamatkan alisha
dilema ya bu nining/Scowl//Frown/
ceuceu
dari bab awal ceritanya menarik
Erina Munir
bpke sama mboke teko yoo
Erina Munir
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Erina Munir
hahaaaa...ternyata ohh twrnyataaa...🤣🤣🤣🤣 bapake karo mboke...
Erina Munir
laah bukannya d penjara tuh nenek lsmpir
Erina Munir
hahaaa aya2 waee
Erina Munir
yaah elaah tdi yg betinanya sekarang yg jantan dateng...hadeehhh
Erina Munir
semoga mobilnya banya kempeess
Erina Munir
waah ult bulu nongol lgii...hadeehh...nyampe juga k sono dia
Erina Munir
covok daah...dua2nya ga bnee....
Erina Munir
haahhh...bisa begituu
Erina Munir
/Rose//Rose//Rose//Rose/
Erina Munir
asiiik ...ketemy niih yeee
Erina Munir
naah..itu nmnya orang 3 dlm rmh tangga bahayaa neek....masalah banget neek
Erina Munir
🤣🤣🤣🤣 lieeuur ngeladenin nenek n kakek
Erina Munir
hahaa baru k tauan deeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!