NovelToon NovelToon
Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: aulina alfiana

Dokter Keenan Hardikusuma, tidak sengaja bertemu dengan gadis cantik yang menjadi pasien nya dan pertemuan itu menimbulkan benih benih cinta diantara keduanya.


Tetapi, setelah ada benih benih cinta....masa lalu Dokter itu datang, yang membuat sang Dokter dilema.


Lantas, siapa yang akan dipilih?? gadis cantik yang datang saat hatinya terluka, atau menerima kembali wanita masa lalu nya??


Ikuti saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Lagi

"Bos, gue dah dapat apa yang lo mau" ucap Dimas asisten Dokter Keenan di telpon.

Yah, beberapa hari yang lalu Keenan memang meminta Dinas untuk mencari tau tentang Ervania. Keenan begitu penasaran dengan sosok Erva, yang entah lah....bisa membuat jantung nya berdetak kencang, seperti dulu ia bertemu dengan Amira.

"Lo dimana?ke ruangan gue sekarang."

"Bentar lagi bos.", jawab Dimas yang entah saat ini ada di mana, yang bikin penasaran Keenan saja.

Dimas dan Keenan adalah sahabat sejak SMP. Bahkan orang tua Dokter Keenan sudah menganggap Dimas sebagai anak mereka sendiri, karena sejak SMP Dimas sudah ditinggal oleh orang tuanya.

Dimas masuk ruangan Dokter Keenan, dan seperti biasa...di sambut dengan sorot mata yang tajam dan tidak ada manis manis nya.

"Ini bos", ucap Dimas dengan menyodorkan sebuah amplop kepada Dokter Keenan, dan tentu saja itu adalah informasi mengenai Ervania.

"Menarik", kata Dokter Keenan yang sudah membaca amplop tadi, dan tentu saja itu seperti yang di ucapkan.

'Semoga Lo dapat melupakan Amira, dengan adanya gadis keci itu.', batin Dimas yang sudah melihat perubahan wajah Dokter Keenan.

...********...

Malam hari di kediaman Gunawan.

Erva sejak pulang dari rumah sakit tadi merasa gelisah. Buku pelajaran yang dibaca itupun hanya dibolak balikkan saja, rasanya tidak mood sama sekali untuk belajar.

"Mengapa bayangan dokter itu sih yang ada dalam otakku", gumam Erva dengan memainkan bolpoin nya.

Ponsel Erva berdering, menandakan ada panggilan masuk. Cukup lama Er tidak mengangkat panggilan telpon itu. Dengan tidak ada alasan, ya alasannya karena nomernya belum ke save, dengan kata lain nomer baru yang ujung ujungya ngajak kenalan. Sampai panggilan ke 5, Er akhirnya mengangkat telpon itu karena sudah berisik.

"Hallo" , suara Er lirih karena sudah mengantuk.

"Heh bocil"

"Eh eh...bocil, om..om ngapain ganggu malam malam"

"Cuma mau bilang saja, tadi tante Hana tidak jadi ngambil resep".

"Terus gimana Om Dokter?"

"Om...om...gue bukan om elu".

" Ih galak banget sih...entar cakepnya ilang loh Om".

"Berarti Lo ngakuin kalo gue cakep haaaaa".

"Geer...dasar Om Dokter sedeng, dan setengah gila.", ucap Erva dengan menggelengkan kepala nya, mendengar ucapan absurt dari Dokter gila itu.

"Besok Lo ke ruangan gue, ambil tuh obatnya, udah gue tebusin sekalian".

"Aduhhh Om Dokter baik banget, makasih banyak ya, besok Er traktir deh ya".

"Terserah Lo aja deh cil, dah sono bobok".

Klik

Keenan mematikan sambungan telepon nya, dan tanpa sadar Dokter Keenan pun bibirnya tersenyum manis, entah lah.... baru telpon dengan Erva, hatinya sedikit terhibur, dan sejenak bisa melupakan mantan tunangan nya yang masih ada di dalam hatinya sampai saat ini.

...***********...

"Mah, Er sekolah dulu", pamit Erva.

"Sarapan dulu Er".

"Gak keburu mah, aku udah telat".

"Yaudah nanti jangan lupa maem di kantin ya".

"Siap Mah" , jawab Er sambil mencium tangan mama dan papa nya.

Pagi ini, Er sangat senang sekali entah apa yang menyebabkan gadis cantik itu tersenyum di sepanjang jalan. Pagi ini, ia membawa mobil nya sendiri tanpa bantuan sopir. Tiba tiba dari arah kejauhan nampaklah sosok laki laki berdiri disamping mobil.

"Aduh sial...mengapa ban nya kempes sih, mana gue gak bawa ban cadangan lagi", ucap Dokter Keenan sambil melihat jam dipergelangan tangannya.

Er yang mau melintas di jalan itu, tiba tiba menghentikan mobil, kemudian menepi tepat didepan mobil Dokter Keenan, dan ia keluar dari mobil.

"Loh Om dokter, kenapa mobilnya?", tanya Erva yang sudah menghampiri Dokter Keenan.

"Eh Lo cil, ni bannya kempes, mana gue gak bawa ban cadangan lagi" . Dokter Rizal menepuk jidatnya sendiri, antara untung atau buntung bertemu dengan Erva.

Erva nampak sedang berpikir, ia pun tersenyum dengan menunjukkan deretan gigi putih dan juga senyum nya yang sangat manis, yang membuat Dokter Keenan itu kelabakan, terpesona dibuatnya.

"Maaf Er gak bisa bantuin Om, soalnya juga ak gak bawa ban cadangan, jadi gini aja Om baiknya, Om Dokter anterin aku ke sekolah, nanti mobil nya Om bawa gak apa apa, terus mobil Om tinggal aja di sini nanti biar di bawa orang bengkel papa saja, gimana?".

Tanpa berpikir panjang, Dokter Keenan menyetujui ide Er karena juga sudah siang, dan ada Operasi sebentar lagi.

"Oke cil, mana kunci mobilnya".

"Nih om..tangkap".

Mobil Er melaju meninggalkn mobil Dokter Keenan yang kempes ban nya. Dokter Keenan nampak tersenyum sambil melirik wajah Er yang manis.

"Om bisa agak cepat dikit gak? aku bentar lagi telat nih".

"Jangan panggil Om!".

"Sorry kak, cepetan dikit ya? tapi enakan Om deh, lebih nyaman."

'Aduh, nyaman...mulut gue apa apaan sih!!', batin Erva yang sudah keceplosan ngomong nya.

'Dia nyaman sama gue???', Dokter Keenan juga ikut ikutan membatin, apa benar gadis cantik yang ada di sampingnya itu nyaman dengan nya.

"Nah itu lebih bagus c....."

"El kakak, bukan bocil" ucap Er.

"Iya deh iya"

Tanpa terasa mereka sudah sampai di gerbang sekolah Erva, dan beruntung gerbang belum ditutup.

"Er kakak makasih ya, nanti kakak jemput pulang sekolahnya".

"Gak usah kak, nanti malahan ngrepotin kakak".

"Gak ada penolakan Er, pulang jam berapa nanti?".

"Jam 2 kak, yaudah aku masuk dulu ya".

Mobil yang dikendarai Dokter Keenan itu pun segera meninggalkan gerbang sekolah Er.

Erva berjalan tergesa gesa karena bel akan segera berbunyi. Dari belakang Er dikejutkan oleh seorang laki laki.

"Sayank baby, kangen deh", ternyata yang di belakang Erva adalah Romi.

"Sayang sayang pale lu peyang Rom", kata Er sambil menyingkirkan tangan Romi yang merangkul pundak nya.

"Yank tadi aku lihat mobil kamu di jalan xx itu dibawa siapa yank?" tanya Romi, karena setau Romi mobil itu adalah mobil kesayangan Er jadi tidak sembaramg orang bisa membawanya.

"Oh itu tadi dibawa Dokter Keenan."

"Dokter Keenan?? siapa dia yank?", tanya Romi kepo.

"Hem..ya Dokter lah...kepo amat sih, dah ya aku masuk kelas dulu".

"Yank..yank..yank tunggu dulu".

Ketika Romi mau mengikuti Erva masuk kelas, tiba tiba bel berbunyi yang menandakan akan dimulainya pelajaran hari ini. Erva dan Romi tidak satu kelas.

Waktu pelajaran pun selesai. Setelah seharian merima pelajaran, akhirnya pukul 14.00 pun tiba. Yang artinya saatnya untuk pulang.

Tiba tiba ponsel Erva bergetar. Karena masih di sekolah, maka Erva selalu mengubah profil ponsel nya menjadi mode getar.

0821345****

[Er..kakak nanti jemputnya agak telat, ini kakak baru selesai, tungguin kakak.]

Erva membaca pesan dari Dokter Keenan, ia pun senyum senyum sendiri seperti orang gila.

Karena merasa akan terlambat, maka Dokter Keenan memberi kabar ke Erva kalau telat jemput. Senyum Erva seketika pecah, entah bagaimana rasa dan perasaannya sekarang terhadap Dokter muda nan tampan itu. Apalagi setelah kejadian kemarin siang.

Erva menunggu Dokter Keenan di depan sekolah. Tiba tiba Romi datang menghampirinya.

"Sayang, pulang bareng yuk?" ucap Romi yang berusaha menarik tangan Er untuk masuk ke mobilnya.

"Gak Rom, aku nunggu jemputan", ups sambil menutup mulutnya.

Sebelum melanjutkan pertanyaan Romi, mereka berdua dikejutkan oleh seorang laki laki tampan yang turun dari mobil Er, ya siapa lagi kalau bukan Dokter Keenan. Dokter Keenan menghampiri Romi dengan gaya cool nya.

"Maaf Er, kakak terlambat, tadi banyak pasien", ucap Dokter Keenan dengan senyum yang memabukkan.

"Gak apa apa kak, aku juga baru keluar".

Romi yang berada di samping Erva, dan mendengarkan interaksi antara mantan pacar nya dengan Dokter Keenan pun merasa panas.

"Ehemm" Romi membuka suara dengan harapan agar dikenalkan dengan sang Dokter.

"Oh iya kak, kenalin ini Romi, dan Romi ini Dokter Keenan," ucap Erva.

"Romi, tunangan Erva," ucap Romi sinis sambil menjabat tangan Dokter Keenan.

"Keenan."

"Eh bukan kak, Romi jangan ngawur deh kamu", ucap Erva yang gak terima kalau Romi mengaku sebagai tunangannya.

"Loh bener kan by, kemarin kan dah aku lamar".

"Iya Lo lamar tapi gue tolak", puas Lo.

"Dan aku akan terus ngejar kamu, apapun caranya", ucap Romi dengan nada mengancam, lalu pergi meninggalkan kedua orang itu.

"Udah udah kakak ayok pulang, jangan dengerin Romi kak."

Erva juga menarik tangan Dokter Keenan, dan membawa nya masuk ke dalam mobil.

1
Selvy Anton
Luar biasa
Desak Putu
labil,bikin neg bacanya 🙈
Desak Putu
apapun alasannya,masa lalu ttplah masa lalu,lebih baik satu hati yg terluka drpd bnyk hati yg tersakiti dan kecewa 🙈
Desak Putu
plin plan ,JK bnr ada laki2 spt keenan tlng dibuat amor saja thor,egois dan nyebelin,umbar kata cinta sama sini 🙈🙈🙈
Desak Putu
jadi malas lnjut baca klo 🙈
Lisa Icha
Aku nonggol Di sini ya Thor
Siska Ristian
𝘚𝘶𝘮𝘱𝘢𝘩 𝘨𝘦𝘥𝘦𝘬 𝘨𝘸 𝘭𝘪𝘢𝘵 𝘴𝘪 𝘦𝘳𝘷𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯 𝘨𝘸 𝘵𝘢𝘣𝘰𝘬 𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢
Susi Wati
Biasa
Susi Wati
Kecewa
Erin Sitepu
suka karya mmu Thor🙂
Sri Rahayu
sudah masuk disini....mana lajutan nya Thorr....ditunggu ga muncul2 🙏🙏🙏
Lanny Kusumawati
Kecewa
Lanny Kusumawati
Buruk
Vha Chi Nak Bontot
yang erva dan suami nya aja gk jelas gk d lanjut lagi ???
Nayla Sasha
trs kisahnya erva dngn suaminya gk di lnjutin lgi thorrrr
Retno Putri Astrini
😂😂😂😂😂😂
Retno Putri Astrini
Luar biasa
Retno Putri Astrini
kayak bocahhh dpaksa pulang emaknya 😂😂😂
Retno Putri Astrini
🤬🤬🤬🤬
Retno Putri Astrini
🤬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!