Raisya vasty prayoga. seorang baby siter di kediaman keluarga besar nugraha. Wanita itu di minta untuk menikah dengan salah satu anaknya yang bernama Argantara Nugraha. Seorang perwira yang terkenal dingin dan angkuh.
bagaimanakah perjalanan pernikahan Rara dan Arga? ikuti kelanjutan kisah mereka di "Istri Pilihan Mama"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersikaplah dewasa
" Kamu lapar ra?" Tanya arga pada rara
Wanita itu masih terdiam, Menundukkan wajahnya yang merah menahan ras malu. beberapa detik kemudian rara mengangkat wajahnya dan tersenyum ke arah arga
" Iya kak, aku lapar" ucapnya cengengesan
Mendengar jawaban rara, akhirnya arga menepikan mobilnya di sebuah rumah makan yang memang dekat dengan posisi mereka, rumah makan sederhana namun pengunjungnya cukup ramai.
" Ayo turun" pekik arga dingin
Tak menyahut, rara hanya mengikuti perintah arga untuk segera turun dari dalam mobilnya, Setelah sampai di dalam rumah makan, Arga memanggil salah satu pelayan di sana,
" Mau pesen apa ra?" Tanya arga pada rara
" Bakso ada gak kak? kalau ada aku mau bakso saja"
Tak menjawab pertanyaan rara, arga langsung memesan 2 porsi bakso dan juga 2 jus jeruk.. 5 menit kemudian pelayan itu sudah kembali dengan membawa nampan yabg berisi 2 porsi bakso juga jus.
" Terimakasih mbk" ucap rara lembut
Rara menyantap bakso dengan sangat lahap, sampai kuahnya belepotan kemana-mana, arga yang melihat itu hanya bisa menggeleng kepala dengan tingkah istri mudanya, " Astaga kenapa dia makan seperti orang kesurupan begitu, bikin malu saja" batinnya
Sudah banyak pasang mata yang memperhatikan cara makan rara, ada juga beberapa dari mereka yang membicarakan wanita itu. padahal apa salahnya dengan cara makan rara. toh itu terserah dia mau makan seperti apa
" Eh liat deh wanita itu. kok makannya gitu banget ya. seperti orang yang tak pernah makan saja" ucap salah satu dari mereka
" Eh tapi liat deh. itu pria yang di depannya tampan sekali ya. tapi sayang bawa wanita kok cara makannya malu-maluin"
Mendengar itu tangan arga mengepal, namun rara yang belum menyadari jika dirinya jadi bahan omongan masih tetap menyantap baksonya hingga habis tak tersisa. Arga mengusapkan sisa saos yang menempel pada bibir rara,
" Malu-maluin banget ya. cantik sih, tapi cara makannya seperti orang yang tidak makan berhari-hari"
Arga memukul meja sangat keras, membuat mereka yang ada di sana langsung berhenti membicarakan rara, Entah kenapa arga merasa tidak terima mendengar istrinya di omongin seperti itu. arga mencoba menahan amarahnya, tapi semakin di biarkan mereka semakin menjadi saja.
Braakkkkk..
" Sekali lagi saya mendengar kalian membicarakan istri saya, saya robek mulut kalian satu-satu" ucapnya murka. semua orang yang ada di sana seketika menunduk, karna mendengar keributan seperti itu membuat pemilik rumah makan itu menghampiri meja rara.
Saat ini arga memang sedang tidak menggunakan seragam tentaranya, jadi tidak ada satu orangpun yang tau tentang arga yang seorang kapten militer. pemilik rumah makan itu berdiri di belakang tubuh arga, pria itu merasa tidak asing dengan seseorang yang ada di depannya..
" Berani sekali kalian membicarakan istriku.!!! siapa saja tadi yang sudah lancang membicarakan istri saya, biar ku robek mulut musuknya" teriak arga lagi.
" Mohon maaf atas ketidak nyamananya pak" ucap pria itu. mendengar suara di belakangnya membuat arga membalikkan tubuhnya.
" K...kapten arga!" pekik bimo salah satu anggota arga
Mendengar suara bimo yang memanggilnya dengan sebutan kapten arga membuat semua orang yang ada di sana jadi semakin takut, tidak ada satu orangpun yang berani mengangkat wajahnya. Mereka semua tau tentang kapten arga, dia adalah salah satu anak nugraha, orang yang paling berpengaruh di kota ini. selain itu arga adalah seorang kapten yang sangat di segani, di takuti dan di hormati
" Astaga, kita berurusan dengan orang yang salah" ucap salah satu dari mereka.
" Maaf kapten, saya akan pastikan jika hal ini tidak akan pernah terjadi lagi,"
" Pecat mereka yang sudah berani membicarakan istri saya, kalau sampai saya tau mereka masih bekerja di tempat ini, maka saya akan menghentikan paksa bukanya rumah makan ini" pungkasnya dingin dan langsung membawa rara pergi dari tempat itu
" Ayo kita pergi dari sini sayang" ucapnya lembut dan menggandeng tangan rara, namun sebelum pergi, arga mengambil dua lembar uang berwarna merah dari dalam dompetnya lalu meletakkan di atas meja di sampingnya
Rara sendiri masih diam tak bersuara, setelah sampai di dalam mobil, arga mengambil nafas berat lalu menatap rara dengan tajam. mendapat tatapan tajam seperti itu tentu saja membuat rara ketakutan, memang bukan pertama kali rara mendapat tatapan tajam seperti itu. namun kali ini ada rasa amarah yang tersirat dalam diri arga.
" Bisa tidak kamu bersikap lebih baik. setidaknya tidak membuatku malu, ingat ra, kamu sudah menjadi anggota keluarga nugraha, istri dari argantara" bentaknya dingin.
Rara menundukkan kepalnya, dadanya terasa begitu sesak mendapat bentakan dari suaminya. perlahan air mata itu jatuh membasahi pipi rara. Satu kata yang bisa di katakan pada suaminya. yaitu maaf
" Maaf kak" lirihnya pilu
Hanya itu yang bisa rara katakan. arga sendiri yang melihat rara meneteskan air mata, entah kenapa ada rasa iba dari dalam hatinya. pria itu mendekat ke arah rara lalu membawanya dalam dekapanya.
" Maafkan aku, bukan maksudku ingin membentakmu" ucapnya lembut sambil membelai rambut rara.
Rara tak menjawab, wanita itu jadi semakin terisak dalam dekapan arga, entah kenapa hatinya terasa begitu perih saat mendengar perkataan dari suaminya. perkataan yang menurut rara cukup menyakitkan.
" Lihat aku ra, tatap mataku. aku hanya mau kamu bersikap lebih elegan, jangan seperti tadi. kamu bukan lagi baby sitter, kamu sudah menjadi nyonya arga, jadi aku mohon untuk mengerti, tolong mengerti aku, bersikapah lebih dewasa sedikit saja" ucapnya lembut.
Rara menatap mata arga. jantungnya berdegup begitu kencang, apalagi saat arga menggenggam tangannya, keringat dingin sudah mulai membasahi wajah rara,
" Sekali lagi maafkan aku ra, cup..." ucapnya lembut sambil meninggalkan satu kecupan singkat pada bibir rara.
dulu aja gak menginginkan anaknya, anaknya di uang begitu saja, sekarang sudah besar mau di ambil secara paksa.
bukannya di episode sebelumnya Queen dan William saudaraan.
trus di part ini Queen saudaraan juga dengan lexan, trus sekarang Queen dan William gak saling kenal.
??????