Baca season pertama juga ya judulnya Akhir Yang Bahagia.
Cyra Alesia Wijaya gadis manis berjilbab yang cukup ceria, punya keluarga yang semuanya baik membuat Cyra merasa hidupnya sempurna.
Tapi suatu kejadian membuatnya berubah jadi gadis murung, kejadian yang gak bisa diceritakannya pada siapapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7
2 minggu berlalu, Cyra turun dan langsung menyapa Ayah dan Bundanya.
"Ayah, Bunda," sapa Cyra masih dengan wajah murungnya.
"Pagi-pagi udah rapi, mau kemana?" tanya Ayahnya
"Cyra mau ke toko buku sebentar," ucap Cyra
"Mau Ayah antar?" tanya Ayahnya
"Gak usah, Cyra mau naik taxi, kan depan rumah kita gampang cari taxi, assalamu 'alaikum," ucap Cyra sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
Hana menatap kepergian putrinya dengan wajah sedih.
Cyra sudah keluar dan langsung memanggil taxi, saat di dalam taxi Cyra memakai maskernya biar wajahnya gak terlalu terlihat.
Cyra minta diantar ke apotik, karna tidak terlalu jauh makanya jadi cepat sampai.
Cyra turun dari taxi, "Pak saya cuma bentar, tunggu ya,"
"Iya Mbak," ucap supir taxi
Cyra berjalan pelan menuju apotik, Cyra melihat ke kiri ke kanan, takut ada orang yang dikenal.
Tangannya bergetar karna ragu ingin masuk atau tidak.
Tapi lama-lama Cyra buru-buru masuk ke apotik.
"Cari apa?" tanya orangnya
"Mbak ada gak alat untuk, hem..." ucap Cyra gugup
"Ya untuk apa?" tanya Mbak apotik
"Itu untuk tes kehamilan," ucap Cyra masih gugup
"Oh ada, ini Mbak," Mbak apotik memberikan tespack
"Berapa?" tanya Cyra
"15ribu," kata Mbak apotik
Cyra langsung membayarnya dan buru-buru memasukkannya ke tas.
Cyra langsung keluar dan masuk kembali ke taxi.
"Pak ke toko buku," kata Cyra
Supir taxi kembali menjalankan mobil menuju toko buku.
Taxi berhenti di depan toko buku, Cyra langsung turun.
"Pak saya cuma bentar, jadi tunggu lagi ya," ucap Cyra
Supir taxi mengangguk.
Cyra membuka maskernya dan langsung berjalan masuk ke toko buku.
Cyra berjalan sambil melihat-lihat buku, saat buku yang dicarinya sudah ketemu, Ia langsung ke kasir untuk bayar.
"Terima kasih Bu," ucap Cyra
Cyra melihat buku itu sambil berjalan keluar dari toko lalu menuju taxi.
Cyra masuk ke dalam taxi.
Cyra melihat bukunya lalu membukanya dari halaman pertama.
Perlahan air mata Cyra menetes saat membuka buku tentang seorang wanita baik-baik yang pasti akan jadi istri yang baik pula.
Cyra buru-buru menghapus air matanya.
Cyra gak mungkin bisa jadi istri yang baik buat Bang Rendy karna Cyra bukan wanita baik-baik batin Cyra
Cyra menutup bukunya karna rumahnya sudah dekat.
Sesampainya di depan rumah Cyra langsung menarik nafas lalu turun dari taxi.
Cyra membuka pagar dan berjalan masuk ke rumah.
"Assalamu 'alaikum," ucapnya sambil berjalan masuk
"Wa'alaikumussalam, kok cepat banget?" tanya Ayahnya yang baru mau keluar.
Cyra mencium tangan Ayahnya.
"Ini sudah dapat bukunya," ucap Cyra
"Ayah mau ke tempat latihan panjat tebing sama Bang Alwi, mau ikut gak?" tanya Arka
"Gak ah Yah, Cyra mau baca buku saja," ucap Cyra
"Ya sudah Ayah pergi dulu, Bunda ada di kebun jadi kalau ada apa-apa langsung ke sana saja," ucap Arka
Cyra mengangguk.
Cyra langsung naik ke kamarnya, Ia membuka sepatu dan tasnya lalu langsung mengambil tespack di dalam tas.
Perlahan Cyra masuk ke kamar mandi lalu menguncinya.
Cyra melihat cara memakai tespack lalu langsung mencobanya.
Cyra memejamkan mata saat akan melihat hasilnya, tangannya bergetar saat memegang alat itu, perlahan Cyra membuka mata lalu melihat hasilnya.
Cyra bernafas lega saat melihat hasilnya cuma garis satu.
Tapi walaupun garisnya cuma satu, Cyra tetap sedih karna sekarang hal yang paling berharga dalam hidupnya sudah direnggut.
Cyra duduk sambil menunduk, air matanya kembali menetes.
Wajah orang itu masih terlihat jelas diingatannya.
Cyra kembali membungkus bekas tespack ke dalam plastik lalu berjalan keluar kamar sambil menghapus air matanya.
Cyra langsung berjalan keluar rumah dan membuang bekas itu di tong sampah luar pagar sambil melihat ke kiri ke kanan.
Cyra kembali masuk ke dalam rumah.
Cyra berjalan menuju dapur lalu keluar menuju kebun.
Bundanya memanen kacang panjang, Cyra langsung mendekat dan ikut membantu.
Hana melihat mata sembab Cyra lagi.
Hana sengaja gak bertanya takut Cyra jadi sedih lagi.
"Cyra kacang panjangnya kan banyak, nanti Cyra antar ya ke panti asuhan depan," ucap Hana
"Iya Bunda," ucap Cyra
Cyra kembali memetik kacang panjang.
"Bunda lusa kami sudah akan pergi ke kampung," kata Cyra
"Ah iya, karna perginya gak sama Ayah dan Bunda jadi dengerin kata Kak Alwi," ucap Hana
"Ya Bunda," kata Cyra yang masih dengan wajah murungnya.
Hana sudah selesai mencuci kacang panjangnya.
"Ini Cyra diantar ke panti," ucap Hana
Cyra mengangguk lalu mengambil kacang panjang dari tangan Bundanya.
Cyra langsung pamit pergi, saat Cyra berjalan pergi, Hana langsung menitikkan air mata melihat tingkah Cyra yang gak seceria dulu.
Mana Cyra Bunda yang dulu batin Hana
Hana duduk di bangku.
Apa yang sebenarnya terjadi sama Cyra, perubahannya yang seperti ini rasanya gak mungkin jika tidak terjadi apa-apa batin Hana.
Pulang dari panti, Cyra langsung kembali masuk ke kamar.
Cyra kembali membuka buku yang dibelinya tadi.
Semua yang tertulis di buku ini sama persis kayak sifatnya Bunda batin Cyra
*
Malam hari Cyra yang baru selesai sholat Isya mendengar ada suara mobil datang.
Cyra berjalan menuju teras kamarnya dan melihat Rendy bersama Orang tuanya datang.
Jantung Cyra langsung berdetak cepat, senyum pun terlihat di wajahnya tapi beberapa detik kemudian senyum itu langsung hilang.
Cyra kembali sedih saat mengingat kejadian yang menimpanya.
Di ruang tamu Rendy dan kedua orang tuanya sudah duduk di ruang tamu.
Orang tua Cyra juga duduk di depan mereka.
Farel Papanya Rendy langsung mulai bicara.
"Kedatangan kami ke sini berniat ingin melamar Cyra untuk Rendy, mereka sudah kenal dari kecil, dan sepertinya juga sudah saling suka, jadi kami ingin meminta Cyra untuk Rendy," kata Farel
"Ya, dari kecil Cyra sudah suka banget sama Rendy dan sekarang mereka sudah dewasa akan ada baiknya jika mengikat mereka dengan pernikahan," ucap Arka
"Tapi biarkan Cyra memikirkannya dulu," kata Rendy sambil tersenyum.
Bu Hera datang menyuguhkan minuman dan kue untuk semuanya.
"Cyra pernah bilang jika yang mengkhitbahnya Bang Rendy maka dia akan mau menikah muda," ucap Hana yang seketika itu juga membuat semuanya tersenyum.
"Iya tapi gak ada salahnya ditanya lagi," kata Mamanya Rendy
"Iya nanti ditanya lagi, kita ngasih jawabannya besok," ucap Arka
Sudah lama Bang Rendy menunggu cyra dewasa, semoga kita bisa menikah secepatnya batin Rendy
Rendy langsung meminum teh di depannya.
"Sekarang Cyra mana?" tanya Rendy
"Dia sepertinya lagi gak enak badan jadi cuma diam di kamar," kata Hana
Apa salah Alwi sampai ada musuh, penasaran🤔
like
sub
give
iklan
star
komen
paket lengkap tersemat
cya yo
😘😍😘😍😘😍
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
maka jadilah.
QS. al Baqoroh 216.
cha yo kk dwi nt k-2 mu stlh hana
😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍