Aisyah adalah mahasiswi Kedokteran semester 7 di salah satu Universitas ternama di Jakarta, ia di jodohkan oleh orang tuanya dengan anak teman papanya. Ferro adalah lelaki yang tampan, dermawan, dan juga sangat baik, tetapi dibalik sifatnya yang seperti itu ia sangat dingin dan cuek terhadap semua wanita, ia bekerja sebagai seorang CEO diperusahaan milik orang tuanya. Awal mula mereka bertemu adalah saat acara reuni Papanya, masing-masing pemilik perusahaan membawa anak mereka, dan kebetulan Ayah Aisyah adalah sahabat Papanya Ferro.
Bagaimana cerita selanjutnya setelah pertemuan itu?
Yuk simak cerita selanjutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqy Pramudhya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Pertengkaran
Saat mereka berjalam meninggalkan toko perhiasan itu tiba tiba perut Aisyah berbunyi meminta makan. Ferro mendengar suara perut itu langsung menatap Aisyah
"Kamu laper? " tanya Ferro
"Iya nih mas, aku tadi aku belum sempat makan sebelum ke rumah kamu" jawab Aisyah sambil memegang perutnya
"Bodoh banget sih kamu, kenapa kamu gak makan dulu" gerutu Ferro
"Ayo cari makan" ajak Ferro
"Gak aku gak laper" ketus Aisyah
"Gimana gak laper perut kamu udah bunyi kayak gitu masih bilang gak laper dasar bodoh gak bisa bedain apa laper atau gak" dengan nada sedikit tinggi Ferro dan Aisyah hanya diam dengan mata yang berkaca kaca
Karna nada bicara Ferro yang sedikit tinggi semua orang yang berada di sana melihat ke arah mereka. Karna malu Aisyah bergi meninggalkan Ferro dengan berlari sambil menangis menuju parkiran
Dia berdiri di samping mobil Ferro sambil terus menangis. Ferro menghampiri gadis tersebut dan berdiri di depannya
"Aku minta maaf atas kejadian tadi" ucap Ferro
Aisyah hanya menangis dan tidak menjawab yang di ucapkan Ferro tadi
"Aku minta maaf atas sikapku yang sudah tidak baik terhadap kamu, aku minta maaf atas semuanya yang pernah ak lakukan ke kamu" ucap Ferro
"Aku sedang pusing memikirkan pesta pernikahan kita dan urusan kantor jadi ak tidak dapat mengendalikan emosiku" jelas Ferro
Aisyah yang tadi diam saja kini tangisannya mulai mereda dan mulai bicara dengan Ferro
"Mas gak perlu memikirkan pernikahan kita, karna aku tau kita tidak saling mencintai dan pernikahan ini karna terpaksa" ucap Aisyah yang masih terisak
"Aku juga gak terlalu berharap cinta dari mas, karna aku tau mas gak akan mencintai aku" sambung Aisyah
"Walaupun aku sudah mencintai mas saat kita pertama kali bertemu, aku akan kubur rasa cinta ini dalam dalam dan gak akan mengingatnya lagi" kembali Aisyah berkata sambil terisak
Ferro yang mendengar ucapan calon istrinya itu merasa dadanya sesak karna istrinya tidak akan mencintainya
"Tapi walaupun pernikahan kita ini tanpa cinta aku akan berusaha untuk menjadi istri yang berbakti kepada mas, aku akan menjalankan semua tugasku sebagai seorang istri" sambung Aisyah setelah tadi terdiam sejenak
Ferro hanya diam dan mengajak Aisyah untuk makan saja karna dia tau kalau Aisyah sudah sangat lapar
"Sudah jangan nangis lagi, ayo makan" ajak Ferro dan hanya di balas anggukan dari Aisyah
Sesampainya mereka di restoran mereka langsung mencari tempat duduk dan memesan makanan. Mereka makan tanpa ada yang saling bicara, dan setelah makan mereka langsung menuju parkiran untuk segera pulang ke rumah Ferro
Di dalam mobil tidak ada satu pun kata yang keluar dari mulut mereka satu sama lain. Akhirnya mobil masuk ke dalam gerbang rumah Ferro
Mereka pulang di sambut oleh Bu Ratih dan Pak Firman dan mereka menyalami Bu Ratih dan juga Pak Firman
"Gimana sayang sudah beli cincinnya?" tanya Bu Ratih
"Sudaha ma" jawab Aisyah sambil menunjukkan cincin mereka kepada calon mama mertuanya itu
"Wah bagus sekali cincinnya, mama sangat suka sekali melihat kalian tambah akrab seperti ini " ucap mama Ratih sambil tersenyum
"Ma pa aku langsung ke kamar ya soalnya aku mau sholat dzuhur dulu" izin Ferro
"Iya sayang" jawab mamanya
Ferro pun berlalu meninggalkan semuanya dia menuju lantai dua untuk mandi dan berwudhu setelah itu ia berganti pakaian dan langsung menunaikan sholat dzuhur karna waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang
.
.
.
Bersambung
.
.
.
Author mohon maaf apabila dalam penulisan novel ini terdapat kesalahan penulisan dan gaya bahasa yang tidak sesuai, karena ini novel pertama author jadi author mohon dukungan readers sekalian. Terima kasih 🙏☺
mohon diperhatikan .. biar jln ceritanya lebih mengalir gak berasa loncat2
hehee...mf y Thor..✌️