NovelToon NovelToon
Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: fieThaa

"Menikahlah dengan wanita pilihan Kakek. Anggaplah ini sebagai permintaan terakhir Kakek kepada kamu, Askara."

Sebuah permintaan yang terlontar dari mulut pria paruh baya yang sudah tak berdaya, yaitu Genta Wiguna.

Ghattan Askara Wiguna adalah pria yang mencoba meninggalakan tanah air demi dua misi. Misi pertamanya sudah berhasil, yaitu menjadi pengusaha sukses. Namun, tidak dengan misi kedua. Bayang wajah wanita yang telah membuat hatinya porak poranda masih selalu melekat di hati dan kepalanya. Ternyata, mengikhlaskan itu tidak semudah yang dibayangkan.

Kali ini, Aska dihadapkan dengan sebuah permintaan sang kakek yang sudah lemah dan melekat berbagai alat medis di tubuh pria yang banyak membuatnya berubah.

Apa Askara akan mengabulkan permintaan terakhir sang kakek? Atau dia memilih untuk menunggu wanita yang dia cintai yang tak lain adalah istri dari mantan sahabatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Jawaban

Di lain tempat, seorang wanita tengah duduk seorang diri di sebuah kafe kekinian yang bernama Jomblo's cafe. Tempat di mana dulu dia bekerja. Setelah hampir tiga tahun tak datang ke tempat itu, ternyata sudah banyak perubahan yang ada di kafe tersebut. Bibirnya tersenyum ketika ada bagian tembok yang dihias dengan grafiti yang sangat indah. Tiga pria yang tengah tersenyum bahagia dengan saling merangkul.

"Sahabat itu saling merangkul, bukan saling memukul. Saling menyayangi bukan saling menyakiti. Jadilah sahabat sejati bukan sahabat yang tak tahu diri."

Sebuah Quotes yang berada di atas gambar grafiti tersebut. Seperti sindiran keras untuknya dan juga pria yang pernah menjadi sahabat dari ketiga orang yang berada di grafiti tersebut.

"Aku yang tersakiti, aku juga yang harus pergi. Betapa tidak adilnya dunia ini." -Askara-

Bulir bening itupun menetes tatkala dia membaca sebuah Quotes yang ditulis oleh Askara, pria yang masih dia cinta. Dia memilih duduk di meja samping jendela. Memesan choco ice dengan roti bakar spesial. Namun, semuanya itu tidak dia sentuh. Dia malah menikmati alunan lagu dari penyanyi kafe.

🎶

Malam ini aku menanti 

Kedatanganmu mengisi sepiku 

Lama terasa waktu bergulir 

Karena dirimu tak bersamaku 

Oh, Tuhan, tolonglah

Bawa dia kembali 

Bersamaku di sini, menjagaku selalu 

Dengarlah doaku yang tak pernah meminta 

Bawa dia kembali bersama

Walau hanya sesaat 

Masih terasa hembus napasmu 

Saat ku gundah kau lipur laraku 

Kini terasa semakin dalam 

Rasa rinduku pada dirimu

Oh, Tuhan, tolonglah

Bawa dia kembali 

Bersamaku di sini, menjagaku selalu 

Dengarlah doaku yang tak pernah meminta 

Bawa dia kembali bersama

Walau hanya sesaat 

🎶

Juno mengerutkan dahi ketika melihat sahabatnya tengah mematung di undakan anak tangga menuju lantai bawah. Ponselnya tengah dia arahkan kepada seorang pengunjung.

"Lagi apa lu?" Sergahan dari Juno membuat Ken menoleh sebentar. Namun, dia kembali fokus ke layar ponsel miliknya.

Juno yang penasaran memilih mendekat ke arah Ken dan melihat apa yang tengah Ken rekam. Mata Juno melebar melihatnya.

"Mata gua gak salah liat 'kan?" Juno benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

"Mata lu belum buta, No," sahut Ken.

Juno menggelengkan kepalanya melihat yang sudah lama tidak dia lihat.

"Dia sudah sangat berubah." Ken berbicara.

"Ya, gua udah ketemu sama dia."

Juno baru sadar ternyata Ken tengah melakukan sambungan video dengan sahabatnya yang tengah berada di Melbourne.

"Aska!"

Wajah sendu yang terlihat itu mencoba menyunggingkan senyum ke arah Juno. Ada kebahagiaan juga kesedihan di malam ini. Serta kebimbangan yang luar biasa.

"Dia sendiri ke sini, Ka." Ken mencoba memberikan info kepada Aska.

"Terus, gua harus liat datang ke kafe kalian dengan sahabat kalian itu?" sanggahnya.

"Ka." Kini Juno yang memegang ponsel Ken. Dia menatap lamat-lamat wajah Aska dari balik sambungan video. "Jujur sama perasaan lu. Rebut dia dan jadikan dia pendamping hidup lu." Petuah dari Juno untuk Aska. Namun, Aska hanya tersenyum perih.

"Apa yang dikatakan si Juno benar, Ka. Gua sangat melihat dia tidak bahagia," papar Ken.

Hembusan napas kasar keluar dari mulut Askara yang masih betah berada di landasan helikopter di lantai atas rumah sakit. Duduk seorang diri berteman angin yang berhembus.

"Gua udah dijodohin sama Kakek gua."

"Apa?" balas Ken dan Juno secara bersamaan dengan nada yang sangat terkejut.

.

Semua orang menunggu jawaban dari Askara. Suasana pun berubah menjadi hening.

"Adek-"

"Kalau kamu ragu kamu boleh menolak, tapi Kakek tidak janji akan bisa menyaksikan kamu mengucapkan ijab kabul di depan penghulu," potong kakek Genta.

"Terima aja, Om. Apa yang dipilihkan orang tua pasti yang terbaik untuk anaknya." Sebuah kalimat yang terlontar dari keponakannya yang sudah memasuki usia sembilan tahun.

Semua orang menoleh kepada Aleena, tetapi dia seakan acuh dan bersikap biasa. Echa menggelengkan kepala menandakan bahwa putrinya tidak boleh berbicara kembali.

Sebelum menjawab dengan serius, Aska menarik napas panjang terlebih dahulu.

"Adek mau menerima perjodohan yang Kakek lakukan. Adek ingin menikah disaksikan oleh Kakek, sama seperti Kakak dan Abang."

Alasan yang membuat semua orang terenyuh mendengarnya. Mereka menatap pilu ke arah Aska. Hanya demi itu, Aska mampu mengorbankan kebahagiaannya.

Sebenarnya setelah sambungan video antara Aska juga Ken berakhir. Aska mencoba menimbang-nimbang lagi jawaban yang harus dia berikan. Apalagi melihat wajah Jingga yang terlihat sendu mendengar lagu dari Mahalini yang berjudul Bawa Dia Kembali, itu membuat hati Aska ragu. Namun, dia tidak boleh menjadi pria yang terus tenggelam dalam duka.

Sudah hampir tiga tahun, dia masih belum bisa melupakan seseorang yang belum tentu mencintainya, sebesar cinta yang dia punya.

"Ketika hati dan tubuh ini sudah lelah, serta tidak ingin mencari wanita lagi. Aku serahkan semuanya kepada-Mu, Tuhan. Aku akan menyerahkan rezeki, jodoh dan mautku hanya kepada-Mu. Aku tahu, Engkau sudah menuliskan jalan takdirku sedari Engkau memberikan nyawa pada segumpal daging yang tumbuh di rahim ibuku."

Hembusan napas berat keluar dari mulutnya. Dia membuka ponselnya. Foto Aska dan Jingga yang menyambutnya, masih menjadi gambar pembuka di layar utama. Dia tersenyum kemudian membuka pengaturan ponsel.

"Bismillah."

Tangannya sudah mengganti foto untuk wallpaper ponselnya dengan wajah si keponakan yang sangat tampan sedang tertawa bersamanya.

"Kamu adalah pelipur lara, Uncle. Empin si bocah tampan."

Sebuah keputusan yang sudah sangat matang Aska ambil. Walaupun dia juga sadar diri, nantinya dia akan menemukan jalan yang sulit, yaitu mencintai wanita yang tidak dia cintai. Namun, dia berharap cinta itu akan datang dengan cepat dan dia bisa melupakan Jingga secepatnya juga.

"Adek, apa kamu serius?" Ayanda sudah memasang wajah tak percaya sekaligus tak rela.

"Iya, Mom." Jawaban Askara sungguh sangat serius.

Lengkungan senyum pun terukir di wajah senja kakek Genta Wiguna. Akhirnya, dia bisa bernapas dengan lega.

"Kapan keluarga kita akan bertemu dengannya juga keluarganya, Ayah?" Giondra sengaja menanyakan perihal itu karena dia sangat penasaran dengan wanita pilihan ayahnya.

"Iya, Kek. Setidaknya ada perkenalan antara Adek dan juga calon istri Adek."

Aksa yang mendengarnya merasa perih. Itu bukan ucapan tulus, melainkan ucapan yang sangat terpaksa yang keluar dari mulut Askara.

"Semuanya sudah Kakek urus dan atur. Kalian hanya tinggal duduk manis dan menunggu waktu saja."

Gio dan Aska saling tatap, mereka tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh kakek Genta. Seharusnya sebelum terjadi pernikahan, ada acara lamaran, pertunangan barulah menuju pernikahan. Namun, prosesi itu seolah dihilangkan oleh kakek Genta.

"Persiapkan diri kamu, Askara." Perkataan kakek Genta sangat serius. "Satu bulan lagi kamu akan menikah."

Terkejut, sudah pasti. Ucapan dari kakek Genta sungguh tak terduga.

"Kalian akan dipertemukan ketika akad dilangsungkan."

...****************...

Komen dong ....

1
dwi'x
Luar biasa
Ray Aza
asli sy makin bingung dgn respon aska... tlg ksh tau salah bian dibagian mana as? dia jg sama2 ga sadar spti jingga sm2 korban si mel spti jingga... liyer euy...
Ray Aza
sampe sini.... sy msh gagal paham. letak kesalahan bian kpd jingga dibagian mana????
Ray Aza
dari sini...
Qaisaa Nazarudin
Apa Jingga di JODOHKAN dengan sahabat Aska sendiri ya? Gak mungkin kan Jingga selingkuh..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Title janda juga kadang belum tentu udah bolong,Kalo emang bolong juga udah emang terangan title nya udah ada,Lha apa kabar yg title gadis tapi serasa JANDA..
Ucie
jodoh emang kejutan....💥💥💥
Yus Nita
😄😃😃😃😆😆
Yus Nita
kepeleset lidah Aq baca nama anak cewek bang Azka 😊😊😊
Yus Nita
makanya lg sehat jangan belagu
udah taksempur abDi lu sadar.,
atau ngemis y.. minta di akui.. 😁😁😁
Yus Nita
😄😄😄😄😄😄😄
Yus Nita
tak selama ny mendung itu kelabu...
pasti ada sinar setelah ny..
Yus Nita
skakmatbuat Rifal
Yus Nita
klrga Wiguna dlm kurun waktu yg tak jauh jarak ny dari kakek Genta.
Yus Nita
kok si Eki sama emak ny blom dpt karma y..
padahal udah banyak hati yg mereka sakiti..
Yus Nita
lah emang ny si Eki stress bin serakah harta udah sembuh dari depresi ny..
Yus Nita
sabar y Thor...
orang sabar rezeki ny luas 😊😊😊
Yus Nita
masak cantek2 dan Nak orang kaya mau jadi peslor kamu key...
jangan y dek y.
Yus Nita
😄😄😄😄😄😄
Yus Nita
sejak sekarang.. hamidi kaleee.. 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!