Allard Junior Anderson adalah satu-satunya pewaris perusahaan properti raksasa di Indonesia dan Amerika. Baginya Milly Lynelle Harrison, wanita cantik yang lahir tepat di hari ulang tahunnya adalah kado terindah dari Tuhan.
Milly hanya untuk Allard dan Allard hanya untuk Milly.
Namun yang terjadi, Milly harus merelakan hatinya hancur berkeping-keping melihat Allard tunangannya sedang bermesraan dengan wanita lain.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Allard dan Milly?
Akankan janji untuk saling menjaga di sepanjang usia akan berakhir hanya karena sebuah pengkhianatan yang tak berdasarkan cinta?
"Kuizinkan kau untuk hancurkan hatiku. Hancurkan saja berkali-kali, hingga tak tersisa sedikitpun cinta untukmu. Cintaku terlalu berharga untuk pengkhianatanmu yang murahan!" gumam Milly.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6 . Sabar , 1 tahun lagi
5 tahun kemudian .
Tap .. tap .. tap ..
Derap langkah seorang siswi junior high school terdengar di tengah- tengah lorong yang di ujungnya terdapat pintu menuju lapangan basket Global International senior high school .
Gadis cantik yang biasanya nampak ceria dengan senyum manis serta rambut hitam
legam yang terurai ,kini berjalan menghentakkan kakinya dengan bibir yang terus bersungut-sungut . Semua orang sudah tau siapa yang ingin ditemui oleh gadis bernama lengkap Milly Lynelle Harrison .
Siapa lagi jika bukan Allard Junior Anderson . Membuat siswa pria lainnya lebih baik memilih untuk tidak berani mendekati Milly .
Brak ...
Milly mendorong keras pintu masuk .
" Jun ... , " teriaknya dari pinggir lapangan .
Al segera menghampiri gadis yang sedang cemberut dengan sorot mata tajam yang tengah menatapnya .
" Ada apa Ly , kenapa membuat keributan . " Ujar Al .
" Apa kamu yang mengeluarkan namaku dari anggota climbing ? " tanyanya .
" Iya . "
" Jun ! " pekik Milly .
" Gak usah teriak Lily , aku ada di hadapanmu kenapa harus teriak , " tegur Al .
" Kenapa lagi Jun ? Kemarin aku ikut kelompok cheers kamu larang , aku ikut kelompok jurnalis kamu juga larang , sekarang aku ikut climbing gak boleh juga . Aku bolehnya apa Jun ? " tanya Milly dengan kesal .
" Cari yang lain Ly , masih banyak kegiatan sekolah yang lain . Di Climbing itu terlalu berbahaya dan juga anggotanya kebanyakan pria , "Jelas Al .
" Tapi .... , "
" Tidak ada tapi - tapi . Kamu masih ada kelas gak ? " Tanya Al .
Milly menggeleng .
" Cari es krim yuk , " ajak Al .
Seketika wajah cemberut Milly berubah menjadi wajah bahagia lengkap dengan senyuman manis merekah disana .
Dengan Al yang merangkul pundak Milly , keduanya berjalan menuju tempat Al memarkirkan mobilnya .
Hanya Al yang tahu bagaimana cara menangani Milly disaat Ia kesal , sedih , bahkan marah .
Begitulah Milly , gadis berusia 13 tahun yang kini terdaftar sebagai siswi tahun pertama di Global International Junior high school .
Gadis berwajah cantik yang terkenal karena latar belakang keluarganya dan juga otak cerdasnya . Tidak hanya itu , siapapun yang megetahui Milly pasti akan tahu , siapa pria yang bernama Allard Junior Anderson .
Tidak jauh beda dengan Milly , nama belakang Anderson yang terkenal di hampir seluruh wilayah benua Amerika .
Pemuda tampan berusia 18 tahun ini sebentar lagi akan menyelesaikan pendidikannya sebagai pelajar di Global International Senior High School .
Keduanya terkenal sebagai pasangan . Yah hanya pasangan . Belum ada yang mengetahui apakah mereka pasangan kekasih atau tunangan karena perjodohan .
Yang pasti , bagi pria sebaiknya berpikirlah 100 kali jika berniat mendekati seorang Milly Harrison , yang akan kalian hadapi adalah singa pemarah .
Dan untuk wanita , percuma saja jika ingin mendekati Al . Karena Al dan Milly bagai Bumi dan Matahari . AL hanya akan berputar mengelilingi Milly , mataharinya .
3 tahun berlalu lagi.
Milly tetap menjadi matahari dalam kehidupan seorang Allard .
Namun bagi Milly , masa - masa remajanya yang harusnya dipenuhi dengan kenangan bersama banyak teman hanya akan menjadi sebuah harapan .
Saat Al dan Kelvin mulai pendidikannya di universitas , Milly pikir pengawasan pada dirinya akan mulai berkurang .
Tapi ternyata dugaannya salah .
Kedua pria itu , terutama Al selalu punya cara untuk mengekang Milly .
Hingga suatu malam , saat itu Milly hendak menghadiri pesta ulang tahun temannya di salah satu club malam .
" Dad.... please , boleh yah ? " rajuk Milly .
" No sweetheart , berbahaya bagi gadis sepertimu berkeliaran saat malam hari . Dan juga Al dan Kelvin sedang keluar kota , tidak ada yang akan menemanimu , " tolak Daddy Robert .
Milly tidak gentar , ini satu satunya saat yang tepat untuk pergi tanpa adanya Al dan Kelvin .
Dan juga sebenarnya malam ini dia sudah janjian dengan teman prianya bernama Max .
" Daddy , " Milly memasang wajah cemeberutnya.
" Daddy , aku tidak mau sekolah lagi . Aku malu, bahkan hanya untuk pergi ke pesta ulang tahun temanku saja , aku tak boleh . " rajuknya .
" semoga daddy luluh , please god . " doa Milly dalam hati .
Daddy mengehela napasnya , " Oke ... baiklah , Milly boleh pergi tapi harus kembali sebelum pukul 11 malam . Supir akan mengantar dan menjemputmu . " Titah Daddy .
Milly memeluk Daddynya . " Thank you Daddy . "
Milly hendak beranjak keluar dari ruang kerja Daddy Robert .
" Sweetheart , ingat No Alcohol , No Free \*\*\* . " Peringat Daddy .
Milly mengangkat jempolnya tanda Ia mengerti .
" Dan Milly , jangan lupa kabari Al jika kamu akan pergi . " ucap Daddy sebelum Milly berhasil menutup pintu ruang kerjanya .
Daddy Robet menatap foto mendiang istrinya, " sayang putri kita sudah tumbuh dewasa . Benar katamu , Al banyak membantuku menjaganya . Semoga mereka berdua benar-benar berjodoh. "
Dari luar club malam Milly bersama Penny mengagumi tempat yang baru pertama kali mereka kunjungi .
Namun saat kakinya mulai memasuki dalam club, aroma alkohol dan rokok sangat mengganggu indra penciumannya .
Max yang memang tertarik pada Milly sudah merencanakan malam ini jauh juah hari . Ia sudah mengatur rencana agar malam ini Milly menjadi miliknya seutuhnya .
" Hai Milly , cantik sekali kamu malam ini . " pujinya membuat wajah Milly bersemu .
" Duduk disini saja Milly, biar aku mudah menjagamu . " ucap Max .
Malam semakin larut , Milly mulai panik karena jam malamnya sudah lewat .
" Guys , aku pulang duluan yah . "
" Eh ... Mil kamu mau kemana ? Minum dulu lah 1 gelas saja . " Bujuk Max .
Milly melihat ke arah Penny yang sepertinya berhasil dipaksa menegak minuman itu .
" Milly , ini minumlah . " Max yang sudah kesal dengan penolakan Milly sedikit memaksa dengan satu tangan mendorong tengkuk Milly .
Air mata Milly menetes , Ia menyesal telah berbohong pada Daddy nya .
Dalam keadaan seperti ini , Ia merutuki dirinya yang senang ketika Al pergi . Dan lihatlah sekarang Ia dalam bahaya .
" Br*ng**k ! " Teriaknya murka .
Al segera mendekat dan menendang perut Max , " jangan sekali kali kau berani menyentuhnya dengan tangan kotormu .
Al segera menarik Milly dalam pelukannya , membawa gadisnya keluar dari tempat yang seharusnya belum boleh Ia datangi .
Sementara Kelvin membantu Penny .
Al mengendarai mobilnya secepat yang Ia bisa .
Emosi memenuhi pikirannya kini .
" Jun.. pelankan mobilnya , aku takut . " Cicitnya.
Sementara Al tetap menulikan telinganya . Ia memacu mobilnya ke bawah jembatan di jalan yang cukup sepi .
Setelah mobil berhenti , Al menoleh ke Milly .
Ia lihat Milly menangis , emosinya semakin menjadi saat menyadari Milly menangis karena ulahnya .
Ia turun dari mobil , menutup pintu dengan keras membuat Milly terperanjat .
Milly ikut turun , " Jun... , " panggilnya .
" Siapa pria tadi ? Kenapa dia berani menyentuh mu ? "
" Dia seniorku di sekolah . Dia yang mengundangku ke club , katanya acara ulang tahunnya . " Jawab Milly jujur .
" Sejak kapan kamu dekat dengannya ? "
" Hemm , sebulan terakhir . "
" Apa hubungan kalian ? Apa kaliam berkencan ? " tanya Al .
Milly menggeleng .
" Apa kau menyukainya? Kau punya perasaan padanya ? " cecar Al .
Milly menunduk .
" Tidak . Aku hanya ingin tau bgaimana rasanya memiliki kekasih , aku juga hanya ingin ada pria yang menyayangiku sebagai seorang wanita , bukan sebagai adik . " Ujar Milly .
Al mengusap wajahnya kasar .
" Astaga Milly , apa semua kasih sayangku , perhatianku masih tak cukup untuk menunjukkan bagaimana perasaanku padamu ? "
Milly bungkam .
" Milly aku sayang kamu , aku cinta kamu . Bahkan sudah dari dulu , jauh sebelum kita mengerti apa itu cinta . Perasaan ini sudah ada untukmu . " Ucap Al .
" Tapi kau , kau tak pernah memintaku un.......mmmuuaamcchh , " ucapan Milly harus terhenti karena Al mengecup bibirnya .
Hanya kecupan tapi sukses membuat Milly mematung .
Al memeluk Milly , " sabarlah Lily , 1 tahun lagi dan ku pastikan kau akan jadi milikku . " ucapnya lirih .
Milly mengangguk dan tersenyum dalam dekapan Al .
.
.
.
.
"Sekuat kemampuanku untuk menunggu, itu pula harapanku padamu."
.
.
.
.
To be continue