Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
"Oke kalau gitu gue cabut dulu ya, bye dua monyet kecil" Nayara mengatakannya tepat didepan wajah Yasa dan Gio lalu bergegas lari keluar kelas dengan tertawa kencang.
"Sialan lo,naya" Yasa dan Gio serempak berucap dengan wajah kesal.
Kenzo menatap wajah kesal kedua temannya itu sedangkan Bara menatap kepergian Naya yang menghilang dibalik pintu.
Nayara keluar gerbang dengan wajah sumringah karena sudah berhasil mengejek yasa dan juga Gio.
"Lucu banget sih muka mereka tadi hahaha"
Sepanjang jalan nayara merasakan seperti ada yang mengikutinya, saat menoleh dia sama sekali tidak melihat siapapun terkecuali sebuah mobil mewah yang berkendara dengan cukup pelan.
"mungkin cuman perasaan gue aja"
Ia kembali melanjutkan langkahnya hingga sekitar 100 meter,mobil hitam yang sejak tadi dibelakangnya berhenti tepat di sampingnya.
"Apa jangan-jangan mereka mau nyulik ya? coba aja kalau berani, bakal gue bikin bonyok muka mereka"
Saat kaca jendela depan turun,nayara mengamati siapa pria yang berada di balik kursi kemudi menggunakan jas layaknya orang kaya dan kacamata hitam yang bertengger di atas hidung mancung pria itu.
"Nona Naya!"
Nayara terkejut dengan apa yang dia dengar, tunggu bagaimana pria ini bisa tau namanya sedangkan dia sama sekali tidak mengenal pria yang berada di dalam mobil tersebut.
"Paman siapa? kenapa bisa tau nama aku?"
"Nona tidak mengenali saya" Victor melepaskan kacamatanya.
Ya nayara ingat sekarang itu adalah pria yang menyelamatkannya saat di dermaga bersama paman tampan itu.
"Paman yang nolongin aku waktu di dermaga itu kan bersama paman kulkas dua pintu itu?"
Victor ingin sekali tertawa mendengar ucapan gadis dihadapannya ini, tapi ia tahan karena saat ini, orang yang disebut kulkas dua pintu itu berada di kursi penumpang dengan wajah seram yang terlihat menakutkan.
"Iya nona, apa anda sibuk? tuan saya ingin membicarakan sesuatu"
Mendengar itu, awalnya nayara merasa senang tapi ia langsung tersadar bagaimana pria yang ia tolong tersebut pergi begitu saja dari rumahnya tanpa berpamitan atau mengucapkan terima kasih sama sekali, ia langsung terlihat kesal.
"Oh.. Memangnya apa yang ingin dibicarakan paman kulkas dua pintu itu padaku? menurutku sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan diantara kami. Dia menyelamatkan ku dan aku juga menyelamatkan nya,bukankah itu impas"
Nayara berbicara dengan memperlihatkan wajah kesalnya.
"Jika nona tidak keberatan, apa nona bisa ikut saya terlebih dahulu ke suatu tempat untuk berbicara dengan tuan xander" Victor berbicara dengan lembut.
"Um..maaf ya paman aku nggak bisa,soalnya aku harus pergi bekerja, kalau aku terlambat masuk kerja nanti aku di pecat jadi sampai jumpa..... " Nayara sejenak berpikir mengingat nama pria di hadapannya ini.
"Victor... Nama saya Victor, nona"
"Oh ya, terima kasih sebelumnya paman sudah menyelamatkanku, maaf saat itu aku lupa mengatakannya,sekali lagi Terima kasih ya paman dan.. Sampaikan salam aku ke paman kulkas dua pintu itu, berterima kasih lah jika sudah ditolong orang lain...baiklah sampai jumpa paman victor." Gadis itu bergegas pergi sambil bersenandung sepanjang jalan menuju cafe tempatnya bekerja.
setelah kepergian gadis itu, suasana didalam mobil terasa lebih suram. bagaimana tidak, nayara secara tidak langsung menyindir pria tersebut, walau ia tidak tahu bahwa orang yang dibicarakan nya sedang berada didalam.