Bagaimana jika tiba-tiba kehidupanmu berubah saat ditinggalkan orang terkasihmu?
Hancur? sudah pasti
Apakah sama dengan yang Aurora alami saat tiba-tiba papa yang begitu ia sayangi dan kekasih yang ia cinta pergi?
sudah pasti iya
Akankah ia bisa bangkit? kembali menata hati dan membuka untuk cinta yang baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"Om mesum"
Rendy meambil tas gadis disampingnya yang jatuh dan menarik tangan gadis itu untuk menjauh.Tangan keduanya terus saling menggenggam dengan mata Ara yang hampir copot karna syok perlakuan lelaki asing didepannya begitu gentleman.
Ara pun tak berani menoleh ke belakang,takut jika Alan masih menatapnya.Sungguh ia takut perasaannya goyah untuk melupakan cinta pertamanya.
Bruk
Tiba-tiba Ara menubruk punggung lebar dihadapannya sampai ia terpental,untung saja sebelum ia terjerembab lengan seseorang menahan tubuhnya.
Mata keduanya saling mengunci.
Degh
Degh
Tiba-tiba dada Rendy berdebar hebat menatap manik mata coklat dihadapannya yang tengah mengerjap-ngerjap.Hidung mancung dan bibir sedikit tebal membuat gadis dihadapannya ini sangat seksi.
"Shit"umpatnya dalam hati karna bisa-bisanya pikirannya travelling dalam keadaan seperti ini.
"Aww…"jerit Rendy tiba-tiba merasakan kakinya tengah diinjak kuat oleh gadis cantik itu.
"Dasar om mesum,masih aja cari kesempatan.Sadar umur om"ucap Ara marah langsung menegakkan kembali badannya.Menatap marah pada lelaki dewasa mesum ini.
"Siapa yang mesum sih.. udah ditolongin bukannya terimakasih malah nuduh-nuduh"
"Aku gak nuduh ya.. Emang om tu mesum,dari tadi matanya jelalatan kesini...sini…"tutur Ara tanpa sadar menunjuk-nunjuk bagian badannya yang terus diikuti oleh mata Rendy.
"Aish.. dasar mata keranjang"teriaknya lagi dengan menyilangkan tangannya menutupi dada.
"Apa-apaan dia ini malah jelalatan"batin Ara penuh dengan amarah.
"Kamu yang nunjuk-nunjuk..salahnya aku dimana,kan kamu sendiri yang ngasih tau" sahut enteng Rendy menatap wajah cantik dihadapannya.
"Hih.. diem" ucap Ara menyadari kebodohannya,memanyunkan bibirnya cemberut."Udah ah aku pergi"pamitnya.
Tangannya dicekal kuat sebelum ia beranjak "Kamu gak mau terima kasih tadi udah dibantu akting?" Tanya Rendy dengan tangan yang masih mencekal lengan Ara.
"Oh,iya aku lupa..Terimakasih buat aktingnya dan aku harap kita gak akan lagi ketemu setelah ini dan kalau nolongin orang tuh jangan pamrih"sahut Ara menghempaskan tangan Rendy lalu pergi meninggalkan Rendy yang malah tersenyum menatap punggung gadis cantik yang semakin menjauh.
"Cute"gumamnya.
💜
💜
💜
Pagi harinya di kediaman Keluarga Sanjaya semua tengah berkumpul untuk melakukan perjalanan untuk ke suatu tempat.Ara dan Rafa bahkan sudah meminta izin untuk tak masuk sekolah hari ini.Waktu masih menunjukkan pukul empat pagi.
"Mami beneran udah kuat?"tanya Rafa melihat sang mami tak ingin menggunakan kursi roda dan mengatakan ingin berjalan.
"Hhmm.. mami kuat sayang"sahut mami Rain lembut,tak ingin kedua anaknya mencemaskan dirinya.Hari ini Niko bersama sang istrinya pun datang dari Dubai,ingin ikut bersamanya juga melakukan perjalanan.
Suara bell dari arah luar membuat ketiga manusia yang menyiapkan barang mereka untuk pergi menatap pintu utama.
"Biar Rafa yang buka"ucap Rafa beranjak dari duduknya.
Saat pintu terbuka,terlihat jelas lelaki dewasa dengan menggandeng wanita yang tengah hamil disebelahnya tersenyum pada Rafa.
"Ayah..Bunda"ucap Rafa langsung memeluk tubuh kedua orang tua angkatnya juga yang baru saja tiba.
"Gimana keadaan kamu Raf,sehat?"tanya ayah Niko saat memeluk tubuh putranya.
"Rafa sehat yah"
"Bunda sehat??"tanya Rafa lagi beralih memeluk tubuh wanita dewasa yang tampak cantik dengan hijab warna coklat susu itu.
"Bunda baik nak"sahut bunda Ais.
"Mari masuk ayah bunda,mami ada didalam"ucap Rafa lagi mempersilahkan kedua sahabat bundanya itu masuk.
Niko berjalan lebih cepat dengan membawa koper besar milik dia dan sang istri.Ia meedarkan pandangannya melihat beberapa foto keluarga yang berjejer manis di ruang tamu.
Rayyan memang menempatkan foto-foto keluarga disetiap ruangan,katanya agar ia bisa terus memandang wajah orang-orang yang dia sayang dan cintai.
Sampai pada akhirnya pandangannya menemukan sang sahabat yang sangat ia sayang tengah duduk bersama putrinya tengah menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca membuat Niko ingin berlari dan memeluk tubuh sahabatnya itu.
"Niko"panggil lirih Raina pada sang sahabat.
"Hhmm.. aku datang"sahut Niko berlutut dihadapan sang sahabat membuat air mata Raina seketika jatuh.Raina menumpahkan tangisnya dihadapan Niko,ia menangis mengeluarkan semua beban hati dan pikirannya.
"Ko,apa aku egois.. Aku masih belum bisa melepas semuanya"ucapnya sesegukan dengan air mata yang terus mengalir.
Niko menggenggam tangan sahabatnya lalu merengkuh tubuh wanita dua anak itu dengan penuh kasih sayang. "Ini semua takdir Rain,yang sabar..Aku yakin kamu bisa lewatin ini semua.Kamu wanita hebat"sahut Niko memberi semangat.Malangnya nasipmu pikir Niko mengingat berapa kali sahabatnya ini mengalami keterpurukan.
Greb
Tiba-tiba seseorang ikut berpelukan dan langsung menumpahkan tangisnya juga,siapa lagi jika bukan Amel.Ketiga sahabat itu berpelukan bak teletubbies tanpa menghiraukan orang lain,sudah lama sekali mereka tak pernah berkumpul bersama saat Niko memutuskan menikah dengan wanita yang ia cinta dan tinggal di Dubai.Sedangkan Amel juga sibuk dengan keluarganya membuat ketiganya hanya melepas rindu secara virtual.
"Akur rindu kita kayak dulu"ucap ibu-ibu baperan ini.Adakalanya Amel sangat merindukan kebersamaan mereka tapi hanya bisa ia pendam mengingat kesibukan dan jarak yang sangat jauh untuk mereka bersama.
"Hhmmm..aku juga"sahut serak Niko yang tadi ikut menangis bersama Raina.
Ketiganya merenggangkan pelukan mereka,saling tersenyum menatap satu sama lain.
"Ais kamu jangan salah sangka ya..kita real sahabat kok"Amel berucap melihat Ais yang hanya mematung menatap mereka.Apalagi keadaan Ais sekarnag tengah mengandung kadang mood ibu hamil berubah-ubah.
Wanita itu tersenyum "Gak mungkinlah,Cuma awalnya aku merasa cemburu saat Niko selalu menceritakan dan mengagumi kalian..Tapi aku tau,setelah menerima Niko aku harus berbagi kasih sayang karna dia seperti memiliki tiga istri.Aku juga senang liat persahabatan kalian,kalian tu saling melengkapi"tutur wanita yang tengah hamil tua itu.
"Bunda,sini duduk"sela Ara yang melihat bundanya terus berdiri.
"Bunda sampe lupa duduk kalo liat mereka lagi manis begitu"
"Emang mami,ayah sama mama sweet terus"sahut Ara yang juga senang jika melihat kedua sahabat maminya itu datang.
"Yaudah,sekarang kita berangka mereka udah nunggu.Udah kan sedih-sedihannya?"tiba-tiba Bang Edo membuat semuanya melihat pada lelaki dewasa yang berdiri disamping Rafa.
Mereka menghapus air mata lalu mulai beranjak,sampai badan Rain kembali lemas membuat semua panik.
"Aku gapapa.. mungkin emang perlu pakai kursi roda lagi"ucapnya tersenyum kecut.Ia tak tega melihat kedua anaknya panik dengan menatapnya sedih.
"Beneran mami gapapa?"tanya Rafa sekali lagi.
"Iya sayang,mami gapapa..Rafa jangan khawatir"
Rafa ikut tersenyum melihat maminya Rain menatapnya dengan senyuman.
💜
💜
💜
Para koki yang tengah memasak itu sibuk dengan kegiatannya masing-masing,tak terkecuali sang koki tampan yang tengah membuat makanan untuk sarapan para tamu yang hadir.
Peluhnya dipipinya yang tengah memasak itu membuat kesan menawan pada kepala koki itu.
"Chef,semua tamu sudah hadir"ucap sang asisten koki memberitahu.
"Oke,semua sudah clear.. segera kita sajikan"sahutnya lalu menyelesaikan masakannya dan disajikan pada piring yang sudah disiapkan.
Asistennya menata semua sajian itu ke troli untuk membawa di ruangan untuk acara sarapan mereka.
Rendy memperbaiki tampilannya sebelum keluar.Lalu tersenyum menatap cermin memperlihatkan lesung pipinya.
Hari ini ia dipanggil oleh petinggi perusahaan untuk menyajikan hidangan yang lezat untuk menemani berlayar petinggi perusahaan terkenal itu dengan keluarga besar.
Saat pintu restoran dalam kapal pesiar itu terbuka terlihat tiga meja bundar sudah dipenuhi dengan para tamu.
Chef Rendy mengembangkan senyumnya,melangkahkan kakinya bersama troli yang asistennya bawa.
"Selamat pagi tuan."sapa chef Rendy melihat tuannya tengah menelfon.
Ia mematikan panggilannya "Oh chef,selamat pagi.. Tolong hidangkan masakan terbaikmu untuknya"sahut tuannya siapa lagi jika bukan Arasyie Elang Wardhana yang memiliki kapal pesiar mewah itu.Ia menyiapkan semua ini untuk menebar bunga dilokasi kejadian kemalangan itu.Setidaknya Rain bisa mengucap salam perpisahan pada suami tercintanya.
"Tentu tuan"sahut Chef Rendy lalu membungkukkan badan dan berlalu pergi.Sampai pandangannya tertuju pada wanita yang sangat ia kenal.Mantan bosnya dulu.
"Selamat pagi bu Rain"sapa chef Rendy menundukkan kepalanya.
Mami Rain yang tengah ngobrol dengan Amel dan Niko,mendongak pada seseorang yang memanggilnya.
"Chef Rendy"ucap mami Rain.
Chef Rendy menoleh lalu menganggukkan kepalanya. "Iya bu.. Saya Rendy calon mantu ibu yang keep anak ibu dari orok"sahutnya bercanda pada wanita yang masih terlihat kesedihan dimatanya.
Raina tersenyum kecut,biasanya jika seperti ini ada sang suami yang melayangkan tatapan tajam pada chef yang umurnya hampir sama dengannya ini.
Bahkan dulu saat Chef Rendy menggendong putrinya yang umurnya belum genap satu tahun,chef berwajah manis itu selalu berceloteh ingin menikahi bayi yang berada di gendongannya itu.
"Masih jadi chef ternyata dia"cletuk Niko juga yang mengenal chef Rendy karna sering makan di restoran sang sahabat bersama sang istri.
"Iya dong pak Nik,keahlian saya cuma masak"sahutnya terkekeh.Niko hanya tersenyum lalu menggelengkan kepala.
"Gimana kabar kamu chef,baik? Udah menikah?" Tanya mami Rain lagi,karna setelah anak kembarnya berumur 1 tahun chef Rendy harus terbang ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya.
Rendy tersenyum kecut "Kabar baik bu,sudah lah bu..Kelamaan nunggu anak ibu besar terpaksa saya menikahi wanita lain"sahutnya enteng.
Karna ucapan chef brewok dihadapannya Rain bisa tersenyum,semua menatap wanita yang tengah bersedih tadi dengan tatapan lega.Akhirnya sekarang mami bisa tersenyum kembali.
"Bu,saya turut berduka cita atas meninggalnya bapak"ucapnya membungkukkan kepala.
Rain hanya mengangguk.
"Kalau gitu saya kembali ke pantry bu,jika ada tambahan bisa langsung hubungi saya"
"Makasih chef Rendy.Oh iya.. kamu sudah bertemu putra putriku?"tanya mami Rain.
Chef Rendy menggeleng.
"Rafa,Ara sini nak"ucap mami Rain memanggil kedua anaknya karna mejanya berbeda dengan meja Rain.
Hanya Rafa yang datang menghampiri maminya.
"Ya mi"ucap Rafa.
"Ara mana kak?"tanya mami Rain tak melihat putri cantiknya.
"Ara kembali ke kamar mi.. dia gak enak badan katanya"sahut Rafa.
"Benarkah.. setelah ini mami ke kamarnya"ucap mami Rain.
"Gak usah kata dia gak mau diganggu dulu" sahut Rafa
Seketika mami Rain paham dengan apa yang sedang dirasakan putrinya saat ini.
"Chef ini anakku Rafa"ucap mami Rain mengenalkan Rafa pada chef Rendy.
"Rafa ini chef Rendy,kamu masih ingat?"tanya mami pada sang putra.
Rafa menggeleng pelan membuat mami Rain dan Chef Rendy tersenyum.
"Jelaslah bu dia gak inget sama saya,kan dulu masih bayi" sahut Chef Rendy "Saya koki yang dulu kerja di restoran mami sama papi kamu" lanjutnya meulurkan tangan.
Rafa mengangguk lalu bersalaman dengan chef Rendy.
"Mata ini"batin chef Rendy melihat manik mata yang mengingatkannnya dengan seseorang.
Setelah saling kenal dan mami Rain akan mempertemukan nanti dengan putrinya,chef Rendy pun kembali ke pantry dengan bayangan seseorang yang sekarang memenuhi kepalanya.
"Kira-kira lagi apa ya dia.Apa lagi balet"gumamnya lalu tersenyum "Ck,gue dikatain om mesum..dasar gadis menyedihkan"lanjutnya senyum-senyum sendiri menyandarkan badannya pada kursi yang berada di pantry.
Tanpa ia sadari semua bawahannya tengah memandangnya dengan tatapan kebingungan.
...💜💜💜💜...
...Hay semua,semoga menikmati ya sama cerita sang balerina cantik ini💜...
...Jangan lupa kasih love,like,komen nya ya ...
...Kalau boleh kasih bunga mawarnya juga dong buat Ara 🌹🌹🌹...
...Biar amma tambah semangat nulisnya 😁...
...Salam Sayang Amma Nada 💜🌹...