NovelToon NovelToon
White Love In You

White Love In You

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:10.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rniehamizan

ini cerita sedih tentang seorang istri yang tak di cintai suami nya, karena dia hanyalah istri yang di pilih keluarga nya bukan hatinya.

setelah perceraian terjadi, pria itu baru menyadari betapa pentingnya gadis itu untuknya.

perjuangannya untuk mendapatkan cintanya kembali akankah berhasil? menikahinya untuk kedua kalinya. atau malah cintanya tak terbalas karena si gadis mencintai pria lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

Reva tengah sibuk di dapur, karena tadi Adam baru saja menelpon kalau dia mengajak Calvin untuk makan malam. Adam sempat berpesan jangan terlalu banyak menyiapkan makan malamnya karena Adam seperti biasa ingin memesan makanan nya di luar.

Saat terdengar suara mesin mobil masuk ke halaman rumahnya, Reva langsung berlari meninggalkan dapur dan segera membuka pintu untuk menyambut Adam dan Calvin.

"malam..Reva." Sapa Calvin ramah, tersenyum lebar hingga memperlihatkan deretan giginya yang putih.

"malam juga. kau mau langsung makan? aku sudah selesai memasak." Reva balas tersenyum membiarkan Adam yang berdiri di samping Calvin, karena biasanya juga begitu.

Melihat Calvin yang di sambut ramah oleh Reva membuat Adam mendengus kesal.

perlakuan macam apa itu? mengabaikan suami sendiri dan begitu ramah pada pria lain..Rutuknya.

Adam tak sadar kalau umpatan dalam hatinya adalah sebuah kecemburuan.

Reva menyendokkan nasi dan juga sayur ke piring Calvin. Dia juga sesekali melirik Adam yang kini sibuk memakan seafood yang dia pesan tadi.

"kau tak makan ini? ini sangat lezat." Calvin melihat Adam yang memasang wajah menyedihkan, karena sesekali dia seperti menahan kekesalan nya entah kesal terhadap apa.

"Reva, jika kau istriku. aku akan merasa sangat beruntung."

"uhuk...uhuk.." Adam tersedak begitu mendengar ucapan Calvin. Wajahnya memerah menahan sakit di tenggorokan nya.

"ini.. minumlah." Reva menyodorkan segelas air yang langsung di teguk habis oleh Adam.

"kau baik-baik saja?" Reva sangat khawatir karena wajah Adam yang begitu merah.

"jangan pedulikan aku. urus saja dia." Ketus Adam lalu beranjak dari duduknya.

"mas, makanan mu belum habis." Teriak Reva.Adam tak peduli dia tetap pergi. Hatinya kesal dan tak tahu apa alasannya.

Calvin hanya tersenyum penuh kemenangan. Dia sukses membuat Adam kesal. Calvin tahu sebenarnya Adam sudah menyimpan rasa pada Reva, hanya dia nya saja yang tak peka pada perasaan sendiri.

"aku tahu, Adam selalu memperlakukan mu dengan buruk." Ucap Calvin saat melihat Reva diam.

"umm..dia melakukan nya karena ada alasan."

Jawab Reva.

"seharusnya saat orangtua kita merencanakan perjodohan ini aku menolak saja. soal nya aku tahu Adam sudah memiliki kekasih, tapi aku dengan sengaja malah menjadi orang ketiga di antara mereka."

"tapi.. aku lebih setuju kalau kau yang menjadi istri Adam."

"ehh.. apa? apa alasannya?" Tanya Reva tak menduga kalau Calvin sangat mendukung hubungan nya dengan Adam.

"ya, hanya menurut ku saja. tapi, jika memang Adam tak pernah mau menerima mu, kau bisa datang pada ku. hatiku akan senang." Calvin tersenyum tipis. Dia tipe pria yang blak-blakan. Reva ikut tersenyum, rasanya nyaman saat bicara dengannya.

Di mata Calvin, Reva adalah wanita yang sangat baik. Dia tak akan merebutnya dari Adam secara kotor, meskipun dia menyukai Reva dari pandangan pertama tapi bukan berarti dia harus merebut nya secara paksa dari Adam. Dia akan melihat dulu sampai kapan Adam akan seperti ini, jika memang nanti Adam akan mencintainya maka itu hal yang baik bagi Reva. Calvin pun tak akan masalah dengan itu, dia hanya akan menerima Reva jika Adam membuang nya.

"apa perlu ku bantu?" Tanya calvin saat Reva membereskan meja makan.

"tidak perlu. kau temui saja mas Adam."

Reva mencuci semua piring kotor setelah membersihkan meja makan. Dia terlihat sangat terampil melakukan nya. Setelah di rasa cukup rapi dan bersih Reva pun langsung bergegas ke ruang tamu, membawa beberapa buah yang sudah dikupas dan di potong kecil-kecil di atas piring. Tak lupa dua gelas teh hijau hangat.

matanya melirik Calvin yang seperti bersiap akan pulang.

"eh.. kau sudah mau pulang." Reva menyimpan nampan berisi makanan penutup itu di atas meja.

"iya, aku takut kemalaman." Jawab Calvin. "dan.. thanks, makam malamnya sangat enak."

"iya, lain kali kita makan malam bersama lagi."

"ehem...." Adam berdehem keras seperti di sengaja. Calvin pun tersenyum mengerti.

"ya, sudah aku pulang. Adam.. aku pulang."

"ya.. hati-hati di jalan." Reva mengantarkan Calvin sampai di depan pintu keluar.

Adam menarik napasnya, entah kenapa rasanya begitu kesal dan ingin sekali memarahi Reva karena terlalu dekat dengan Calvin. Tapi dia sendiri bingung, marah karena alasan apa?

"mas, ada apa? ku lihat dari pulang tadi sampai sekarang raut wajah mas seperti yang kesal?"

"apa urusan mu. jangan pedulikan aku." Ketus Adam. Reva duduk di samping Adam yang menaikan kakinya sebelah terlihat begitu angkuh dan dingin.

"apa mas kesal karena aku belum mengatakan soal keinginan kita untuk bercerai sama ibu?"

Adam melirik Reva sekilas. Dia dapat mencium wangi bunga rose dari tubuh Reva karena posisinya sangat dekat.

"apa kau memang ingin bercerai?" Adam malah balik bertanya membuat Reva mengeryit.

"tentu saja. bukankah mas yang bilang padaku dulu kalau mas ingin bercerai dengan ku dan segera menikah dengan Jessy.?"

Skakmat. Adam terdiam.

"mas sudah membawa Jessy kerumah ini, itu artinya mas sudah tak sabar kan ingin segera menikah dengan nya?"

Rahang Adam mengeras. Ia tak suka mendengarnya. Semua ucapan Reva membuatnya seperti suami yang selingkuh saja. Karena dia pikir hubungannya dengan Jessy bukanlah perselingkuhan, sebelum Adam menikah mereka sudah menjalin hubungan.

"aku sudah salah, menjadi orang ketiga di antara kalian." Ucap Reva selanjutnya.

"katakan padaku apa mas benar ingin menikah dengan Jessy.... secepat mungkin.?" Suara Reva tercekat. Hatinya sakit, hanya saja dia terus berpura-pura tidak terjadi apapun.

Adam merasa ragu dengan jawaban yang akan dia lontarkan. Dulu dia memang begitu sangat menginginkan Jessy menjadi istrinya, tapi sekarang dia seperti ragu. Adam merasa seperti seorang pengecut sekarang, tak punya pendirian.

"mas, apa aku begitu tak pantas mendapatkan cinta mas meski hanya sedikit?"

Adam masih diam. Reva kemudian tersenyum saat melihat Adam menatapnya, senyuman yang akhir-akhir ini terlihat sangat manis di mata Adam. Tapi lagi, Adam segera menepis pikirannya.

"aku sangat mencintai Jessy, sebelum kau datang pun aku dan Jessy sudah merencanakan pernikahan ini. Tapi kacau karena ulahmu, meskipun saat itu ku bilang aku sudah punya pacar dan memintamu untuk menolak perjodohan ini, kau seolah tuli bahkan dengan antusias menyatakan kalau kau ingin menikah secepatnya."

Reva tertohok. Iya, dia salah karena waktu itu begitu egois tak memikirkan perasaan Adam. Tapi saat ini dia mulai menyadari kesalahannya, karena menikah tanpa adanya cinta itu sangat menyakitkan. Dan dia ingin menghilangkan rasa sakit ini.

"iya, waktu itu aku egois, maaf kan aku mas."

"sekarang lebih kau pikirkan cara untuk membuat ku menikah dengan Jessy tanpa harus menceraikanmu."

"maksud mas,?"

"aku tak ingin ibu jatuh sakit karena perceraian kita. kau akan tetap jadi istri ku."

"dan kau tetap menjadi kan Jessy juga sebagai istri kedua mu?" Tanya Reva.

"ya." Jawab Adam dengan entengnya.

Lidah Reva terasa kelu untuk bertanya lagi. Dunianya terasa hancur seketika, kenapa Adam malah memilih jalan seperti ini. Apa Adam tak peduli dengan Reva. Dia hanya memikirkan perasaan nya juga perasaan Venty. Dia hanya mengambil ke untungan untuk nya saja.

Reva menahan diri untuk tidak menangis sekarang. Setidaknya Adam tak boleh melihatnya yang cengeng. Dengan cepat Reva bangun, berdiri membelakangi Adam.

"terserah padamu saja mas, aku setuju saja. asal kau tak membenci ku lagi." Lirihnya lalu pergi.

Adam melihat Reva yang berjalan meninggalkan nya. Dia meringis saat ingat kata-kata yang dia lontarkan tadi. Kenapa dia malah menolak bercerai dan ingin berpoligami. Adam merutuki sikapnya yang labil. Dia begitu ingin menikah dengan Jessy tapi hati kecilnya tak mau Reva pergi dari sisinya. Dan juga Adam takut membuat Venty marah lalu mencabut semua haknya.

Adam terlalu takut,selama ini Adam selalu menggantungkan hidupnya pada Venty. meskipun sudah menikah Adam tetap membutuhkan venty sebagai ibunya. Katakan saja Adam memang anak mami, meskipun di luar sangat dingin dan kejam tapi saat dihadapkan dengan venty dia lebih mirip anak kucing yang kelaparan.

1
Laili Dwi Agustina
karyanya bagus tapi kenapa off ditengah jalan /Sob/
Moch Firman
markutet mphi
Moch Firman
apakah authornya ini Army
Moch Firman
V kamu ngapain di sini
Moch Firman
mphi ngapain kamu di situ
Memelia Paixao
mantannya vante muncul
Memelia Paixao
saingan baru Adam nih😀😎
Memelia Paixao
thor buat reva pergi yg jauh
피롷
pantes kya ga asing sama nama vante🤣🤣🤣🤣cuma 1 yg pernah ngomong bgtu🤣🤣🤣
피롷
heh markutet disini😭😭😭
🍃༺𝕳𝖚𝖏𝖆𝖓༻🥬🍒
JEJAK
la lauce🌷🌿
nangis aku bacanya bang😭😭😭😭
Hasanah Ana
mantap
amalia gati subagio
some body new 4 R, plz 😈
amalia gati subagio
beehhhh carakternya si A dangkal yack 🤓💪💪
amalia gati subagio
telmi, heeeh...segitu terharu dpt perhatian si L ma V, apa ortu lo gak perhatian ma lo R. 😈 hmmmm next 🤓💪💪
amalia gati subagio
why......😈🤓💪💪💪💪
amalia gati subagio
dunia halu, penasaran endingnya 😁😈
amalia gati subagio
aduh....bab berapa ya 🤓
amalia gati subagio
Bab si R sadar zalim dgn dirinya membiarkan si A menyakitinya & pergi itu Bab berapa ya 😁💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!