Cinta adalah samudera kehidupan menuju puncak kebahagiaan. Mencintai dan di cintai adalah suatu kebutuhan hakiki setiap manusia begitu pun yang dirasakan oleh Bella dan Brian.
Berawal dari pertemuan tak sengajanya siapa sangka mereka jadi terbiasa bersama dan menjalin bahtera yang bahagia sebagai pasangan suami istri. Tapi siapa sangka suatu ketika kebahagiannya pupus karena suatu keadaan yang menguji Rumah tangganya yang telah terjalin beberapa tahun.
"Bella apa aku bisa untuk setia di saat keadaan memaksaku untuk berpaling, aku butuh perhatian dari seseorang tapi aku masih mencintai dan menyayangi mu maafkan aku sayang" ucap Brian di sela kesedihan melihat istri tercintanya yang lemah tak berdaya.
"Maafkan aku sayang, aku bukan selingkuh tapi hanya butuh" ucap nya lagi.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Brian dan Bella, akan kah mereka bisa bahagia setelah nanti sang istri kembali lagi?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafasya Alfindra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 6
"Bella! kau sedang apa? Jangan bilang, kau cemburu melihatnya," ucap seseorang yang berada di belakang Bella.
"Eh Bapak!" ujar Bella mengalihkan pertanyaan dari dosen pembimbingnya.
Dosen pembimbingnya Bella bernama Arya, ia berumur 27 tahun dan masih lajang. Dari awal Arya diangkat menjadi dosen, Arya sudah melabuhkan hatinya kepada Bella. Arya selalu memperhatikan gerak-gerik Bella selama ini selama dikampus, tapi Arya tidak berani mengungkapkannya sama sekali kepada Bella. Dengan alasan tidak mau Bella terbebani, akan perasaan yang telah tumbuh dihatinya.
Arya masuk keruangannya, disusul Bella dibelakangnya.
"Bel! Bolehkah, Bapak bertanya padamu?" ujar Arya dengan sangat hati - hati kepada Bella.
Bella pun merasa bingung, dengan arah pembicaraan dosennya saat ini. Bella merasa takut, kalau ternyata Arya masih menanyakan perihal yang sama, sebelum mereka masuk keruangan tadi.
"Bapak, mau bertanya apa?" jawab Bella dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Arya seakan mengerti dan paham dengan apa yang dirasakan Bella saat ini. Arya hanya bisa tersenyum, melihat reaksi dari wajah Bella dan mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut kepada Bella, karena Arya tidak ingin membuat wanita yang di cintainya merasa tidak nyaman saat di dekatnya.
"Ya sudah, Bapak periksa dulu," ujar Arya dengan tersenyum kepada Bella sehingga Bella bisa bernapas lega.
****
Sedangkan ditempat lain, Brian yang baru saja selesai mata kuliahnya berjalan menuju kantin kampus bersama temannya.
Saat akan duduk, mata Brian secara tidak sengaja melirik kearah wanita yang duduk bersama seorang pria di kursi sebelah pojok. Dia seakan cemburu menyaksikan wanita yang di cintai beberapa hari ini, sedang bersenda gurau serta tertawa lepas dengan seorang dosen pria. Hatinya seakan sakit menyaksikan itu semua, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mendengar dan menatap dari kejauhan wanita nya sedang tertawa lepas bersama salah satu dosennya.
Orang bilang, cemburu itu, tanda kita mencintai seseorang. Akan tetapi bagi Brian dan Bella, ia tidak pernah mengetahui perasaan apa yang saat ini yang mereka rasakan, mereka hanya merasakan sakit hati saat Brian atau pun Bella bersama dengan orang lain, karena saat ini mereka hanya sibuk dengan egonya masing-masing.
Tidak berselang lama pesanannya pun datang, tapi Brian tidak juga kunjung memakan makanannya. Matanya seakan fokus menatap Bella dari kejauhan, ia hanya memainkan sendok tanpa enggan menyuapkan ke mulutnya, sehingga ada sebuah tepukan pada punggung Brian mengagetkannya.
"Shitt ....!" ujar Brian terkejut.
"Lu kenapa bro!" ujar Arka yang berada di sebelah Brian.
"Palingan, teman kita, lagi cemburu Bro," jawab Aditya dengan begitu enteng, sehingga semua mata menatap Aditya meminta jawaban dari ucapannya.
Aditya yang notabennya seorang playboy, paham betul dengan apa yang dirasakan temannya saat ini. Meskipun Brian tidak menyadari akan perasaannya kepada Bella. Tapi Aditya sangat yakin, kalau Brian sudah mulai jatuh cinta dengan Bella, dan Brian merasa cemburu saat wanita yang di cintainya bersama pria lain. Karena pada saat mata Brian fokus menatap Bella dikejauhan, secara tidak sengaja Aditya juga mengikuti ekor mata Brian tanpa sepengetahuan Brian. Sehingga Aditya begitu sangat yakin kalau ada cinta di mata temannya itu.
"Maksud lu apa bro?" tanya Arka yang tidak paham arah pembicaraan Aditya.
"Tidak apa-apa!" ujar Aditya dengan santainya sehingga membuat Arka mendengus kesal dengan temannya itu.
"Lu bikin gue penasaran bro!" ujar Arka kesal.
Brian hanya menatap temannya tanpa menjawab sedikitpun dan mulai menyantap makanannya karena memang daritadi perutnya sudah minta diisi.
"Hai Brian," ujar Milla yang baru datang.
Brian yang sedang makan pun keselek karena terkejut dengan kedatangan Milla.
"Kamu pelan-pelan dong, Bri," ujar Milla sambil menepuk pungggung belakang Brian.
Bella yang menyaksikan Milla memegang punggung Brian, merasa sesak dadanya. Rasa cemburunya seakan menumpuk ke ubun-ubun, tapi ia hanya bisa memendam tanpa harus mengucapkan.
Matanya seakan perih melihat Brian dan Milla selalu bersama, tapi Bella berusaha untuk tidak meneteskan air matanya. Bella menahan luka di hatinya, tapi ke egoisannya seakan mengabaikan perasaannya.
Arya yang mengetahui Bella sedang menahan tangisnya, hanya bisa diam. Ingin rasanya Arya memeluk Bella untuk sekedar menenangkan Bella saat ini. Tapi Arya urungkan niatnya, karena saat ini mereka sedang ada di area kampus.
"Bel!" ujar Arya.
"Maaf pak! ada apa?" jawab Bella.
"Bapak mau bayar dulu ya," ujar Arya berjalan menuju kasir.
Selesai membayar makanannya, Arya dan Bella berjalan beriringan melewati Brian dan teman-temannya. Bella yang sedang menatap Brian, bersamaan dengan itu Brian juga sedang menatap Bella. Sehingga secara tidak sengaja Brian dan Bella saling tatap. Ada rasa rindu dari tatapan keduanya, karena ego keduanya yang berlebihan membuat ia hanya bisa memandang dari kejauhan.
****
"Aku antar ya, Bri," ucap Milla.
" Kamu pulang aja, aku nanti pulang sama Arka atau sama Aditya nanti," jawab Brian.
"Kalau begitu, aku pulang dulu ya!" ucap Milla yang tidak mau mamaksa Brian. Karena Milla tahu, Brian orangnya tidak bisa di paksa.
"Ya," jawab Brian dengan begitu cuek.
Saat Milla pergi, dari kejauhan Brian dapat melihat Bella berjalan sendiri. Brian tersenyum senang, karena inilah waktu yang tepat untuk ia berbicara dengan Bella.
Brian pun bersembunyi, agar Bella tidak mengetahui keberadaannya. Karena Brian merasa, kalau sampai Bella mengetahui keberadaannya, tentu saja Bella akan menghindari Brian.
"Bella, tunggu!" ucap seseorang memanggil Bella.
............
Jangan lupa like dan komennya ya All!..