NovelToon NovelToon
Inilah Aku!

Inilah Aku!

Status: tamat
Genre:Teen / Contest / Chicklit / Tamat
Popularitas:648.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggrek

JANGAN DIBACA!!!
ASLI, BUKAN TIME TRAVEL, YA!
HANYA KISAH ASAL PENUH PERKETYPOAN!
KALAU UDAH BACA, YA JANGAN NYESEL! BISA MENYEBABKAN MUAL DADAKAN, GANGGUAN SUSAH TIDUR, DIABETES BERLEBIHAN, DAN BUCIN DADAKAN.

(Gejala di atas berdasarkan survey dari zaman kuno hingga saat ini).

Bagai bulan yang tertutup awan, aku harus membuang semua hal tentangku, semua jati diriku, dan melanjutkan hidup sebagai kembaranku sendiri.

Terasa susah. Namun, itulah yang harus kulakukan. Hanya karena paksaan sang ayah dan juga kesalahan yang sepenuhnya bukan milikku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggrek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah kamar.

Sebelum matahari menggantung di ufuk timur, para pelayan telah bangun dan melakukan tugas mereka masing-masing. Desita dan suaminya bangun cukup siang, jam menunjukkan pukul delapan lebih empat puluh lima menit. Selepas mandi dan berganti pakaian santai, keduanya menuju meja makan.

Sebelum mulai sarapan, Desita memanggil semua pelayan yang bekerja di rumahnya. "Karena insiden kemarin, saya dan suami saya sepakat mengizinkan kalian pergi pagi ini!" kata Desita membuka mulutnya.

"Terimakasih sudah melayani kami dengan tulus selama ini," tambah Hermansyah disertai senyum simpul.

"Justru kami yang merasa sangat senang karena pernah bekerja di sini, tuan, nyonya! Semoga ke depannya hanya akan ada kebahagian untuk keluarga tuan dan nyonya!" kata kepala pelayan sambil membungkuk sopan.

"Kami permisi, tuan, nyonya!" sambung yang lainnya berpamitan.

Para pelayan tersebut meninggalkan rumah keluarga Ferdinan, suasana semakin sepi karena hanya ada tuan dan nyonya Ferdinan saja di meja makan.

"Aku kira aku suka kedamaian, ternyata terlalu sepi tak enak juga, ya?" kekeh Desita pelan, matanya melirik ke sekeliling ruangan. Ruangan itu terlalu besar untuk mereka berdua tempati.

"Ekhem, kamu sudah mengatakan pada Ana untuk pindah ke tempat Rian, ma?" tanya Hermansyah sambil menatap istrinya.

"Belum, nanti saja! Aku masih ingin menikmati pagi yang indah dengan sarapan yang tenang, bukannya melihat wajah yang membuatku jengkel!" gerutu Desita.

"Apa anak itu sudah dapat sarapannya? Bukankah semua pelayan sudah kita suruh pergi?" kata sang suami lagi.

"Ayolah pa, seseorang tak akan mati hanya karena melewati satu kali waktu makan saja!" ucap Desita enteng.

"Lagian, kalau dia lapar, dia bisa mencari makanan sendiri," lanjut wanita itu tak peduli.

Yah ..., kamu benar!" kata Hermansyah setuju. Keduanya melanjutkan sarapan pagi yang tertunda.

...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...

Di kamarnya, Adriana telah selesai mandi dan merapikan tempat tidurnya sendiri. Seperti biasa dia duduk di dekat jendela dan menatap ke luar. Gadis kecil itu tahu waktu makan pagi telah lewat beberapa menit yang lalu, tapi dia tak peduli mengapa sarapan untuknya belum juga diantarkan. Dia terus saja asyik menatap ke luar jendela untuk waktu yang cukup lama, hingga pintu kamarnya terbuka dengan sedikit kasar.

"Ikut aku!" titah Desita saat melihat Adriana menengok menatap dirinya.

Adriana mengikuti sang Ibu dalam diam, tak ada rasa penasaran sedikitpun tentang ke mana dirinya akan dibawa. Dia tetap mengikuti langkah Nyonya Desita dengan tenang.

Desita berhenti di depan pintu kamar berwarna biru muda, tangannya membuka pintu kamar tersebut dengan pelan. Sangat berbeda dengan cara dia membuka pintu kamar Adriana tadi. "Mulai sekaran kamu akan tidur di sini, biasakan memakai pakaian Rian, jangan coba-coba merusak apapun milik Rian, dan jangan hubungi siapapun untuk dimintai tolong!" kata Desita mengingatkan sekaligus mengancam, tangan wanita itu terulur memberikan sebuah ponsel.

"Itu milik Rian dan sekarang akan jadi milik kamu, ada beberapa nomor telepon teman Rian di dalamnya," jelas Desita menatap lurus Adriana.

"Aku akan menyuruh seseorang untuk merapikan potongan rambutmu nanti. Ingat, jangan berbuat macam-macam! Kamu harus membayar dan menebus dosa karena telah membuat putra kami tiada!" lanjut Desita membuang pandangan ke arah lain.

"Tentu, nyonya! Saya tak akan bertindak lebih selain sebagai pengganti!" kata Adriana datar.

"Bukankah sudah kukatakan, hapus kata nyonya! Sekarang kamu adalah Rian!" delik Desita tak suka mendengar Adriana memanggilnya dengan panggilan nyonya.

"Sesuai keinginan anda, mom!" balas Adriana menarik salah satu sudut bibirnya sedikit ke atas, gadis kecil itu sedang tertawa mengejek saat ini.

"Begitu lebih baik!" kata Desita cukup puas.

Saat Desita akan meninggalkan kamar baru Adriana, dia berhenti dan berbalik. "Ah, satu lagi. Jika ada teman Rian yang menelepon, jangan diangkat. Kirimkan saja pesan singkat sebagai balasan tak bisa mengangkat panggilannya. Untuk alasannya, kamu pikirkan sendiri saja!" stelah mengatakan itu, Desita pun segera keluar dari kamar anaknya.

Adriana mengedarkan pandangannya, menatap ke sekeliling kamar. "Kamarmu terlalu bagus, kak!" katanya lirih dengan perasaan sedih. Adriana bukan sedih karena perbedaan antara kamarnya dan sang kakak. Dia sedih karena merindukan kakaknya yang tak akan bisa dia temui lagi.

"Aku merindukanmu, kak!" lirih Adriana seraya naik ke atas kasur kakaknya, dia menarik napas panjang, berharap bau sang kakak masih menempel di bantal atau seprai yang digunakan saat ini. Dia merindukan aroma kakaknya, aroma kehangatan yang penuh dengan kasih serta perhatian. Mata gadis kecil itu terpejam, tanpa tahu ponsel yang tadi diberikan oleh Desita berdering tanpa suara. Tertera nama pemanggil di layarnya yang bertuliskan 'Si Bodoh', dan Adriana tak tahu sama sekali.

...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...

"Ternyata papa ada di sini," kata Desita yang menyusul suaminya ke ruang baca.

"Padahal tadi aku kira papa ada di kamar," lanjut wanita itu menarik asal salah satu buku yang ada di dekatnya. Dia duduk dan mulai membolak-balik halaman buku yang dia ambil barusan.

"Papa bosan di kamar terus, ma," balas Hermansyah tetap fokus dengan buku di tangannya.

"Bagaimana Ana?" lanjut pria itu bertanya.

Desita menutup buku di tangannya dengan cukup kasar, sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. "Panggil dia Rian, pa! Sekarang dia Rian, Ana sudah gak ada!" kata Desita cepat.

Hermansyah melambaikan tangannya, seakan mengatakan tak masalah. "Tak apa, tak akan ada yang mendengar dan paham juga," kata pria itu membela diri.

"Tetap saja! Mama tak mau kalau semuanya ketahuan bahkan sebelum dimulai!" bantah Desita tak suka.

"Ingat pa, dia Rian! Ana yang pergi meninggalkan kita dan Rian akan tetap hidup dan menjalani hari serta membuat kita bangga seperti sebelum-sebelumnya!" lanjut Desita kemudian berlalu meninggalkan sang suami dengan emosi yang memuncak. Wanita itu tak ingin bertengkar hanya karena gadis kecil tak berharga itu, makanya dia cepat-cepat pergi meninggalkan ruang baca.

Hermansyah menghela napas panjang, dia memegang tengkuknya yang tegang. "Aku hanya takut kita sudah melakukan hal yang salah dan menyesal nantinya, ma," lirih Hermansyah dengan mata terpejam.

"Tapi bukan berarti aku menerima dan memaafkan apa yang sudah Ana perbuat," lanjut Hermansyah dengan bisikan yang lebih pelan lagi.

"Apa dia bisa menggantikan posisi Rian dan menjadi seperti Rian? Bagaimanapun juga dia bukan Rian, semirip apapun dia dengan Rian, bukan?!" pria itu merasa umurnya bertambah tua dalam sekejap saja. Jujur, dia bingung menyingkapi apa yang akan mereka lakukan pada gadis kecil itu. Di satu sisi dia setuju, tapi di satu sisi dia merasa semua tak benar. Kepala Hermansyah serasa pecah menjadi dua saat ini.

1
Mearly Early Mey
👍👍👍💯💯
HNF G
karma krn udah menzolimi anak kandung sendiri 😏
HNF G
huaaa.... bs lgsg naik darah nih ana😄😄😄😄😄😄😄
ayang bebeb disuruh jd tukang parkir 😝😝😝😝
HNF G
apa lagi tambah ale sm anwar😂😂😂
HNF G
ihh.... dasar gilak😄😄😄
HNF G
waahh... parah nih... gak bpk gak emak, dua2nya gak ngenalin anak kandung sendiri 😅😅😅🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
HNF G
hahahaha.... mati kutu si herman
HNF G
Herman aneh ya, masa gak ngenalin anaknya sendiri sih🙄🤔🤦‍♀️
HNF G
calon mantumu pak😄😄😄
HNF G
gara2 liat postingan Diego pst el protes keras gegara cemburu 😂😂😂😂😂
HNF G
cerita dr awal mula km diculik dan rian yg asli meninggal.
HNF G
bener tuh...... goblok koq diborong sendiri, udah gitu gak ngenalin anaknya pula😅😅😅😅🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
HNF G
hahahaha..... dasar orang aneh gak kenal sm anak sendiri 😂😂😂🤦‍♀️
HNF G
koq gak ada yg curiga kl wajahnya mirip rian ya???
HNF G
jgn2 ntar dikira oplas ganti kelamin 🤭🤭🤭
HNF G
kasihan..... dia merasa belok🤭🤭🤭
HNF G
semoga ktm ana/rian versi ciwi🤭
HNF G
ngaca lo...... harusnya elo yg masuk RSJ😡😡😡
HNF G
dasar gila tuh orang 😡😡😡
HNF G
hayoh loooo.... mulai deh benih2 cinta tumbuh dan bersemi🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!