NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Kabar Dari Tante Teresha

Ddrrtt.... Ddrrtt.... Ddrrtt....

Tertera nama Tante Teresha di layar gawai selagi nada dering panggilan itu masih berbunyi.

'Tante Teresha telepon, ada apa ya? Bukannya seminggu lalu barusan telepon,' gumamku sedikit heran.

Tante Teresha adalah adik mamaku. Yang berarti beliau adalah bibiku. Daripada menduga, lebih baik segera kuangkat panggilan telepon dari Tante Teresha agar rasa penasaranku terjawab.

"Halo Tante," sapaku dengan halus.

"Andy Sayang! Bagaimana kabar kamu, Ndy? "

Seulas senyum tipis tersungging menyertai rasa senangku ketika mendengar suara Tante Teresha. Sedangkan Yolanda yang belum berangkat bekerja, sesekali memperhatikan di sela kegiatannya merias wajah.

"Baik Tante. Kabar Tante bagaimana?"

"Kabar Tante baik, Ndy. Meera, Ricky dan Om Anton juga baik."

"Senang mendengarnya. Oh ya, kemarin Meera menang lomba melukis ya, Tante. Selamat ya buat Meera. Maaf aku belum bisa jenguk Mama dan Tante waktu libur kerja minggu kemarin."

"Ya Sayang, tidak apa-apa. Tante mengerti kok. Omong-omong bicara soal Mamamu. Ada yang mau Tante katakan sama kamu, Andy."

Entah mengapa firasatku mulai tak enak. "Tentang Mama? Memangnya Mama kenapa, Tante?"

"Begini Ndy...."

Tante Teresha terdengar ragu melanjutkan ucapannya. Seolah ada hal yang menghalangi niatnya untuk bicara. Namun, wanita yang nyaris berumur paruh baya itu berhasil menyingkirkan hal tidak enak yang membebaninya.

"Begini Ndy. Tante sebenarnya merasa khawatir dengan kondisi Mamamu belakangan ini. Mamamu sering merasa nyeri di dada, pusing, mual dan juga muntah."

Akhirnya firasat tidak enakku terjawab sudah. "Mama sakit ya, Tante? Tapi kenapa Mama tidak pernah cerita, ya?"

"Itu karena Mamamu tidak mau kamu jadi kepikiran, terus pulang kampung untuk menjaganya. Lalu kuliah kamu bagaimana nanti."

Helaan napas beratku menguar dari dada yang mulai serasa sesak. "Ya ampun, Mama! Kalau Mama tidak cerita, aku bisa lebih kepikiran lagi."

"Mamamu juga bersikeras bilang sama Tante supaya tidak memberitahu kamu, Ndy. Jadi Tante diam-diam menelpon kamu sekarang."

"Terima kasih ya, Tan. Sudah mau kasih tahu tentang sakit Mama. Jadi Mama sudah diperiksa ke dokter, belum?"

"Nah itu dia, Ndy. Awalnya Mamamu tidak mau ke dokter. Katanya takut kalau tahu apa penyakitnya. Tapi Tante bilang kalau tidak tahu sakitnya apa, bagaimana bisa mengobatinya? Akhirnya Tante paksa Mamamu pergi ke dokter. Tante juga ikut menemani."

"Terus dokter bilang apa?"

Cukup lama Tante Teresha mau menjawab pertanyaanku kali ini.

"Yang sabar ya, Andy Sayang. Mamamu sakit jantung koroner."

"A-apa? Sakit jantung? Kenapa bisa separah itu?"

Sontak aku terkesiap bukan kepalang. Mataku jadi berkaca-kaca. Bulir-bulir air mata mulai membendung di pelupuk bagian bawah, berencana ingin membanjiri pipiku dengan tetesan-tetesan kesedihan.

Yolanda yang sedari tadi menyimak, turut mendekat. Ingin juga mendengar pembicaraanku dan Tante Teresha yang sudah bernuansa serius bercampur haru biru.

"Dokter menyarankan apa untuk nyembuhin Mama, Tante?"

Suaraku bergetar mengiringi air mata yang akhirnya berjatuhan jua.

"Dokter bilang Mamamu harus segera dioperasi, Andy. Namanya operasi bypass jantung."

"O-operasi?"

"Ya Andy. Cuma itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan Mamamu."

"Aku mau Mama dioperasi, Tante. Aku mau Mamaku sembuh. Tante sudah tanya sama Dokter berapa biayanya?"

"Sudah Andy. Tapi biaya operasinya mahal. Seratus lima puluh juta rupiah."

"Apa! Se-seratus lima puluh juta?"

Kencang sahutanku mengulangi ucapan Tante teresha. Bukan berniat kasar, tetapi aku terlalu syok mendengar nominalnya. Sepuluh juta saja aku tidak pernah memegang uangnya. Apalagi seratus lima juta, mana punya aku uang sebanyak itu.

"Iya Andy. Tante dan Om Anton cuma bisa bantu kasih uang tiga puluh juta saja untuk operasi Mamamu. Karena Om Anton baru berhenti bekerja dari perusahaan. Uang tabungan kami sudah dipakai buat modal usaha. Dan sisanya cuma tinggal segitu."

"Jadi biaya kekurangannya tinggal seratus dua puluh juta lagi ya, Tante?"

"Iya Ndy. Mamamu pernah bilang sama Tante kalau kamu bekerja di perusahaan multinasional. Bisa tidak kalau kamu pinjam uang di perusahaan itu?"

"Bisa tidak, ya? Aku belum tahu, Tante. Apalagi aku cuma bekerja magang. Bukan karyawan tetap. Tapi besok pas kerja, akan kutanyakan sama HRD-nya ya, Tan."

"Ya Sayang. Jangan terlalu sedih dan jangan bilang Mamamu dulu kalau kamu sudah tahu sakitnya Mama ya, Ndy. Takutnya Mamamu malah jadi kepikiran."

"Iya Tante. Terima kasih Tante dan Om sudah mau menjaga Mama dan mau membantu biaya operasinya. Aku akan berusaha mencari sisa uangnya."

"Iya Andy. Kamu juga ya, walaupun sudah tahu masalah ini, tapi harus tetap menjaga kondisi kesehatan. Jangan terlalu bersedih terus jadi tidak mau makan. Tante tidak mau kamu sakit."

"Aku akan tetap bersabar dan tabah. Sekali lagi terima kasih Tante sudah sayang sama mama dan Andy."

"Kamu itu keponakan Tante. Sudah Tante anggap seperti anak Tante sendiri."

"Terima kasih, Tante."

"Sudah dulu ya, Ndy, teleponnya. Tante kabari lagi kalau ada sesuatu tentang Mamamu."

"Iya Tan."

"Dah Andy!"

"Dah Tante!"

Tut.... Tut.... Tut....

Dengungan di gawai mengakhiri obrolan dramatisku bersama Tante Teresha. Yolanda segera beringsut mendekat dengan raut risau yang tergambar jelas di wajahnya. Sudah sejak tadi gadis itu ingin bertanya apa gerangan penyebab aku bersedih.

Namun, Yolanda cukup sopan untuk tidak memotong dan memilih bersabar. Membiarkanku menyelesaikan percakapan dengan Tante Teresha lebih dulu.

"Ada apa, Ndy?" tanyanya lembut.

Refleks aku menoleh dengan sorot mata terluka.

"Mamaku, Yol!"

Tak sanggup lagi aku berpura-pura tegar, menahan duka di dada. Lekas kuhempas rasa sesak itu, mengalir bersamaan dengan air mata yang tercurah deras lagi.

Manik mata Yolanda berputar mengitari wajahku yang telah basah. Tangan kanannya mendarat di bahuku hendak menabahkan.

"Kenapa sama Mamamu, Ndy?"

Sambil sesenggukan kujawab. "Ma-maku sakit jantung dan harus dioperasi."

"Sabar ya, Ndy. Pasti Mamamu akan sembuh kok."

Sebagai seorang teman setia, ia dengan lembut mengusap kepalaku. Merasa ikut bertanggungjawab mengemban masalah yang sedang kuhadapi. Aku pun serta-merta memeluk Yolanda, ingin menyandarkan duka laraku barang sejenak.

Berat sekali rasanya hidupku ini. Sudah tak pernah mengenal sosok ayah sedari kecil dan kini ibuku yang menjadi orang tua tunggal sakit pula. Aku bahkan tak punya saudara kandung selain Yolanda, yang sudah kuanggap sebagai saudara sendiri.

"Iya Yol. Aku juga mau Mamaku sembuh. Tapi dari mana aku mendapat uang seratus lima puluh juta untuk biaya operasi Mama?"

"Berapa biaya operasinya, Ndy?"

Perlahan aku menjauh dari pelukan Yolanda. Bersitatap muka dengannya.

"Seratus lima puluh juta. Tapi Tante Teresha mau bantu bayar biaya operasinya tiga puluh juta. Sisanya tinggal seratus dua puluh juta lagi."

Keprihatinan Yolanda tunjukan. Ia pun menghela napas panjang. Merasa cemas juga memikirkan masalahku.

"Kalau saja aku orang kaya, tidak perlu kamu pinjam uang, Ndy. Aku pasti langsung kasih ke kamu uangnya. Tapi maaf, temanmu ini juga orang miskin. Tidak punya uang sebanyak itu."

Yolanda ikut bersedih dan menangis. Kami berdua menangis bersama-sama. Merana sebab nasib kurang mujur yang kami alami.

"Ini bukan kesalahanmu, Yol. Kamu adalah teman suka-dukaku. Selama ini kita selalu bersama waktu susah mau pun senang. Terima kasih kita selalu begini."

Aku memeluk erat Yolanda. Kami berpelukan seperti kakak dan adik. Cukup lama hingga kemudian saling melepaskan diri.

"Terus sekarang bagaimana, Ndy? Kamu mau cari ke mana sisa uang untuk biaya operasi Mamamu?"

Kuhela napas dalam-dalam dengan pandangan menunduk. Sedikit kurasakan kelegaan setelahnya.

"Besok aku mau tanya sama HRD di perusahaan magangku, Yol. Bisa atau tidak aku pinjam uang. Mudah-mudahan dikasih pinjam ya."

"Iya, Andy Sayang. Aku juga berdoa supaya usahamu berhasil."

Senyuman pelik terbit di bibirku dan Yolanda. Kami berpikiran positif semampu kami. Berharap ada keajaiban di esok hari.

Semoga!

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!