NovelToon NovelToon
Retrouvailles

Retrouvailles

Status: tamat
Genre:Contest / Ketos / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Net Profit

📢📢 WELCOME DI AREA BAWANG GORENG😭😭

Kamiya Maulida harus merelakan kebahagiaan yang selama ini ia bangun hancur, demi mewujudkan wasiat terakhir sang ibu. Tahun ke tahun ia berusaha menghapus semua kenangan indah yang makin lama nampak semakin nyata. Bahkan sosok sempurna di depan matanya tak bisa menggantikan satu nama yang tetap tersimpan apik di hati.

"Gue nggak pernah pengen lu pergi, Mi. Tapi kalo lu nggak percaya sama kebahagiaan yang gue tawarin lu boleh pergi. pergilah, gue tetep di sini. tapi jika suatu saat lu kembali, gue pastiin perasaan ini bukan buat lu lagi. gue pastiin nggak akan ada 'kita' lagi." Ardi Rahardian.

"Aku dan kamu pernah bersama, bahagia. Berada di fase dunia milik berdua, yang lain ngontrak. Karena suatu hal aku pergi, membiarkanmu merasakan ditinggal pas sayang-sayangnya. Jika kini aku kembali, bisakah kamu dan aku menjadi kita?" Kamiya Maulida.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enam

"Maafkan aku.”

Dengan dahi yang basah karena keringat dan nafas yang tersengal, Miya menyalakan lampu kamar dan mengambil ponsel yang terletak di samping bantal tempat dia berbaring. Miya menyalakan ponsel yang selalu dalam mode pesawat setiap kali dia terlelap, masih tengah malam.

Hal ini bukan kali pertama terjadi, bahkan hampir setiap tengah malam ia selalu terbangun dan tak jarang berlanjut tak tidur hingga pagi menjelang. Alasan mengapa hal ini selalu terjadi adalah karena sosok yang ia tinggalkan empat tahun silam tak pernah hilang dari ingatannya barang sehari pun.

“Apa kamu masih inget aku?”

Miya menempelkan bantal ke kepala ranjang kemudian duduk bersandar di sana. Dengan cahaya temaram dari lampu tidur gadis yang dulu berambut sebahu kini memiliki rambut panjang. Poni rata yang dulu sengaja ia potong sama dengan sahabat satu servernya si Freya kini sudah tak ada lagi.

Miya menyelipkan rambutnya ke belakang telinga, memandangi kamar luas dengan nuansa pink tanpa satu pun pernak pernik kpop yang dulu selalu ia gilai. Bukannya ia sudah taubat jadi fangirl oppa-oppa kesayangannya, tapi keadaan yang membuat seorang Kamiya Maulida berubah.

Sejak ibunya kembali menghadap pada sang khalik dengan wasiat yang tak mungkin tak ia wujudkan, memaksa dia meninggalkan dunia bahagianya dan berakhir di negara orang. Jika kalian kira hidup Miya jadi menderita, jawabnya tidak. Gadis yang kini memiliki rambut panjang itu selalu terlihat bahagia. Miya tinggal dengan Tante Wilona, saudara sepupu dari mendiang ibunya.

Semenjak Ibu Miya wafat, Miya ikut dengan keluarga Tante Wilona sesuai dengan wasiat yang ditinggalkan ibunya sebelum menghembuskan nafas terakhir. Keluarga Tante Wilona selalu memperlakukannya dengan baik, bahkan sangat baik. Wanita paruh baya itu sangat menyayanginya. Tante Wilona bukan wanita tamak harta yang mengurusnya untuk mengambil alih semua warisan yang ia miliki seperti di sinetron.

Miya mengambil gelas berisi air putih di atas nakas yang berada di samping ranjang, meneguknya hingga tandas kemudian meletakan kembali ke tempat semula. Kini tangan kanannya membuka laci nakas, mengambil benda pipih yang sudah tak ia gunakan sejak lama. Ponsel berwarna pink dengan case salah satu personel Treasure yang dulu sangat ia kagumi.

Ponsel yang selalu dalam mode pesawat sejak saat pertama kali ia memasuki burung besi dan tak pernah ia aktifkan lagi sampai saat ini. Bukan tanpa alasan, ia hanya ingin mengubur semua kenangan indah disana, meski nyatanya gagal. Hampir setiap malam saat ia terbangun selalu memandangi satu persatu deretan gambar dan video yang masih tersimpan di galeri.

Seperti saat ini, Miya kembali menempelkan jari telunjuknya hingga kunci ponsel terbuka dan memperlihatkan gambar dirinya dengan rambut yang masih sebahu dengan seorang lelaki yang sedang menggendong balita.

Miya menyentuh layar ponselnya tepat di wajah lelaki itu seolah tangannya benar-benar sedang menyentuh sosok yang sedang tersenyum itu.

“Aku kangen kamu, Daddy nya Retha.” ucap Miya lirih.

“Mommy juga kangen kamu Retha. Sekarang kamu pasti udah gede yah, kesayangannya Mommy.” Imbuhnya seraya menyentuh gambar balita dalam gendongan seorang lelaki.

Jarinya kembali beralih ke sosok tampan yang sedang tersenyum. Lagi, lagi dan lagi Miya menyentuh wajah itu seolah benar-benar menyentuh sosok yang selalu ia rindukan hingga lelehan air matanya membasahi pipinya.

“Kamu Ardi ku! Ardi Rahardian nya Kamiya Maulida.” Ucapnya disela isak tangis yang ia tahan.

Disaat-saat seperti ini pikirannya selalu melayang ke masa lalu. Dimana ia, Freya dan Ardi berbalut baju putih abu hingga akhirnya mereka kuliah di tempat yang sama.

“Jadi lu belum ngerjain tugas Bu Tita? Semalem lu ngapain?”

“Ya sama kayak lu lah. Menatap suami masa depan.”

“Fre kasih tau yah kalo udah cerai sama suami yang sekarang, gue mau daftar. Masa dari kelas sepuluh masih antri aja.”

“Arka… Ardi… jadi Ardi adeknya kak Arka, tunangan lu Fre?”

“Ardi lu pasti bisa ngadepin semua ini! Semangat.”

“Eh gini aja, nanti gue hamil bakal minta lu jadian sama Ardi deh.”

“Gini loh Mi do’anya. ‘tuhan buatlah aku dan Ardi berjodoh. Kalo Ardi bukan jodohku, jodohkanlah dengan aku. Pokoknya jodohnya harus aku.’ Gitu doanya Mi.”

Miya tersenyum dengan deretan kenangan yang baru saja diingatnya, “Freya kamu apa kabar? Masih suka sama Asahi nggak? Masih gesrek kayak dulu nggak? Kangen kamu sahabat satu serverku.”

Kini air matanya kembali menetes ketika melihat foto dirinya bersama Ardi, Freya, Arka dan tentu saja ada si caby di gendongan papanya. Foto yang diambil saat wisuda sarjana Arka.

Ingatannya selalu tertuju pada Ardi setiap kali menatap wajah Retha. Iya, Aretha Rahardian si caby pemersatu Ardi Rahardian dan Kamiya Maulida. Bagaimana Ardi dan Miya berjuang bersama-sama memenuhi keinginan Arka, Papanya Retha yang ngidam parah saat itu.

Mulai dari keliling toko buah mencari kedondong manis yang membuat Miya berpura-pura jadi wanita hamil hingga akhirnya penjualnya memberikan kedondong secara cuma-cuma pada meraka. Ditambah lagi dengan realisasi rencana ngidam Freya yang menginginkan Miya dan Ardi berpacaran. Pacaran pura-pura yang akhirnya berujung pada pacaran beneran.

“sekarang gue mau jujur sama lu, Mi. gue cinta sama lu. gue mau lu jadi bibinya si caby.”

“Jadi gimana? Mau nggak jadi bibinya si caby?”

“Maaf karena gue terlalu lama menyadari perasaan ini. Kamiya Maulida, I love you.”

Kata-kata ungkapan cinta Ardi yang masih tersimpan jelas di memorinya. Miya menyeka pipinya yang basah karena isakan tangis. Dia meletakan kembali ponsel pink itu ke laci nakas.

“Ardi kamu apa kabar?”

“Ardi, apa kamu masih inget aku? Apa rasamu untukku masih sama seperti dulu?”

“Ardi, maafin aku karena ninggalin kamu …”

“Ardi, kamu selalu menjadi pemillik hatiku.”

Ingin sekali rasanya Miya mengucapkan kalimat itu langsung ke Ardi, tapi ia tak akan mampu. Bahkan untuk sekedar mengaktifkan ponselnya yang dulu pun ia tak berani. Miya tahu dia tak akan bisa mewujudkan wasiat mendiang sang ibu jika kembali menjalin komunikasi dengan Ardi.

“Ardi… ada yang bilang hidup itu selalu penuh dengan ujian, begitu pula dengan cinta. Ada kalanya cinta akan memudar karena bosan, tapi itu tak berlaku untuk kita. Dua tahun kita bersama, bukan aku atau kamu yang berubah. Tapi keadaan yang memaksa semua ini.” Ucap Miya lirih sebelum akhirnya ia kembali terlelap dalam lelap.

.

.

.

.

Hadoohhh aku yang haha hihi jadi tukang bawang kayak gini. Nggak kuat… nggak kuat aku tuh… Ardi…

Dukung aku dengan like, komen dan favoritkan. Kalo mau kasih bunga juga boleh banget.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jesi di suruh ke rmh tuh buat ngejelasin boar miya ga slh phm lg tp malah bikin huru hara baru, dasar somplakk.😆
Alfi Alfi
Luar biasa
Irni Yusnita
baru baca kayaknya bagus ceritanya Thor bukannya ceritamu selalu ok👍
Fina Fitriani
makinnn seruuuu... tp sayang harusnya aku bacanya urutan ya dr ortunya eh ini aku baca pas udh baca cerita Jesi sama anaknya ArMi... gak apa2 deh yg penting seruuuuu... lanjut ah baca kisah Ridwan dan renatha .....cus.....
Muliana
Luar biasa
N Wage
semua karya2 kak net gak ada yg gak bagus.
semuanya👍👍👍👍👍
N Wage
baca utk yg ke 2 kali
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
seson 3 ardi rahardian .kamiya.adik arkana .
Dina Marliana
Suami mana suami,......arghhhhhh😅🤭
Dina Marliana
lailahailaallah,....thorrrr nanggung panjangin dikit napah part nya wkwkwk😁🤭
Dina Marliana
yaa elahh thorrr lagi nanggung juga 😅😂🤭
Dina Marliana
tuh kn jadi🤭jadi ikutan seneng juga🤗
Dina Marliana
berharap cuma ngeprank ni si tante-tante😭😭
Dina Marliana
Mmm,... jodohnya Wildan datang😏
Dina Marliana
,👣👣👣👣👣👣😁
Dina Marliana
belum baca yg cerita nya Ardi sama miya gass keunnnn 👍👍😁
aisyah
kisah terberat yg ditulis kak net
aisyah: aq baca ulang semua cerita kak net
total 3 replies
aisyah
aku ikut mewek lagi😭
Fikha Clara
👍
Ratna Nanda Juwita
aku lebih dl bca kisahnya jesi dri pd kisah nya freya arka,miya ardi sama kaleng dirga...jd ky flas back jatohnya.tp ttp seru...lanjut lg kk othor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!