NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 — Kehancuran Pertama

.

Pagi itu, suasana di kantor pusat Wijaya Group terasa berbeda. Sejak dua hari terakhir, laporan keuangan yang masuk ke meja Arsen terus menunjukkan angka yang membuat pengusaha muda itu menahan nafas. Beberapa pembayaran dari mitra belum masuk, sementara sejumlah kewajiban perusahaan jatuh tempo dalam waktu dekat.

Awalnya Arsen menganggapnya sebagai gangguan biasa dalam arus bisnis. Namun, ketika hari menjelang siang, tiba-tiba saja satu per satu mitra mulai menarik diri tanpa memberikan alasan yang jelas. Arsen mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Arsen menatap layar laptopnya dengan rahang mengeras. Baru saja beberapa menit lalu Mario, asistennya, keluar setelah melaporkan pembatalan kerjasama dari salah satu perusahaan besar.

Lalu sekarang asistennya itu kembali masuk ke dalam ruangannya dengan nafas tersengal, bahkan sampai lupa mengetuk pintu.

“Maaf, Pak. Perusahaan Hanif Group baru saja meminta penghentian sementara kerja sama,” ujar asistennya sambil menyeka keringat. “Dan mereka juga tidak memberikan alasan, Pak.”

“Hubungi mereka lagi. Cari tahu masalahnya,” perintah Arsen tegas.

“Sudah kami coba, Pak. Mereka hanya mengatakan keputusan itu berasal dari jajaran direksi.”

Arsen mengusap wajahnya kasar sebelum menyandarkan punggungnya dengan keras hingga kursi yang ia duduki berguncang. Pria itu bahkan menarik dasinya yang terasa mencekik leher. Beberapa hari lalu, semuanya masih terlihat baik-baik saja. Bagaimana bisa sekarang dalam waktu singkat, masalah seolah datang dari berbagai arah.

Ketika matanya terpejam, tiba-tiba saja bayangan Keira melintas di depan kepalanya. Selama empat tahun terakhir, setiap kali menghadapi masalah seperti ini, Keira selalu berada di sisinya. Perempuan yang ia anggap hanya seorang yatim piatu dan sama sekali tidak mengerti seluk-beluk bisnis. Tetapi nyatanya, perempuan itulah yang selalu tahu bagaimana membuat dirinya merasa tenang. Keira dengan sikapnya yang sabar, dan wajahnya yang lembut, akan menyeduhkan kopi, duduk di sampingnya, lalu mengatakan bahwa masalah apa pun pasti bisa diselesaikan.

Dan ajaibnya, setelah itu selalu ada jalan keluar yang datang tanpa diundang. Terkadang sebuah pembayaran masuk lebih cepat dari perkiraan. Kadang sebuah perusahaan yang terkenal sulit malah tiba-tiba datang menawarkan kerjasama. Bahkan pernah ketika Wijaya Group hampir kehilangan proyek besar, tiba-tiba ada investor yang bersedia memberikan suntikan dana dengan persyaratan yang sangat menguntungkan bagi perusahaannya.

Selama ini Arsen menganggap semua itu sebagai keberuntungan. Namun, pagi ini ketika tidak ada satu pun jalan keluar yang muncul, membuat Arsen teringat pada perempuan yang telah meninggalkan rumah beberapa hari lalu.

“Keira...” gumamnya pelan.

Ada rasa asing yang menyusup ke dalam dadanya. Ia merindukan perempuan itu. Bukan karena membutuhkan seseorang untuk mengurus rumah atau menyiapkan keperluannya, tetapi tiba-tiba ia ingin wanita itu datang, duduk di sampingnya, mengusap lengannya, dan mengatakan… “Semuanya akan baik-baik saja.”

“Keluarlah!” Arsen menggerakkan telapak tangannya memberinisyarat pada Mario bahwa ia ingin sendiri.

Begitu dalam ruangan itu hanya tinggal dirinya sendiri, Arsen mengambil ponselnya yang ada dalam saku jas lalu mencari nama Keira. Sesaat pria itu terpaku saat melihat ruang chat antara dirinya dan sang istri. Ternyata sudah tiga hari Keira sama sekali tidak mengirim pesan padanya. Padahal biasanya wanita itu selalu chat ini itu dan anu. Mengingatkan makan, atau harus pulang cepat. Mengatakan akan memasak makanan kesukaannya. Tapi sudah tiga hari ini ruang chat itu sepi.

Arsen menggeser layar, melihat chat sebelumnya. Hanya Keira yang berinisiatif mengirim pesan. Sementara dirinya hanya menjawab sekedarnya. Dulu ia menganggap semua pesan Keira itu bukan sesuatu yang penting. Tapi sekarang saat menyadari Keira tidak lagi mengirim pesan, kenapa rasanya ada yang kurang?

Arsen menekan tombol panggil. Beberapa saat menunggu, yang terdengar hanya operator yang mengatakan nomor tidak bisa dihubungi. Sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.

Arsen mencoba lagi, tetapi hasilnya tetap sama. Hanya operator yang menjawab. Bahkan ketika sepuluh kali percobaan, hasilnya pun tetap sama.

Arsen menegakkan tubuhnya merasa gusar. Ia kembali membuka room chat dan mengetik sebuah pesan…

“Kamu di mana? Sampai kapan akan terus merajuk?”

Tapi beberapa saat menunggu, status pesan itu tetap centang satu.

“Kemana mana sebenarnya Keira ini?” gumamnya sambil menurunkan ponselnya dengan kesal. Bahkan tanpa sadar pria itu kemudian melempar ponsel dengan kasar di atas meja kerjanya.

“Ah, sudahlah. Ngapain juga aku mikirin dia?” Akhirnya pria itu menyandarkan kembali tubuhnya ke kursi, berusaha menyingkirkan bayangan Keira dari kepalanya.

“Nanti juga balik kalau sudah nggak ngambek,” gumamnya, lalu kembali menatap laporan di hadapannya. Pria itu masih saja berpikir bahwa Keira hanya sedang marah. Dan nanti setelah marahnya reda, Keira pasti akan kembali dengan sendirinya.

Arsen sama sekali tidak tahu, bahwa pada saat yang sama, Keira sedang membuat keputusan yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

 

Di tempat lain, Keira duduk tenang di sebuah ruang pertemuan di lantai atas gedung miliknya. Di hadapannya duduk seorang pengacara kepercayaannya yang telah lama menangani berbagai urusan legal perusahaan. Naufal Baskara, S.H., LLM.

“Urus pengajuan perceraian antara saya dengan Arsen Wijaya,” perintah Keira lalu meletakkan sebuah map hitam ke atas meja.

Pengacara itu mengangguk dan membuka map yang berisi dokumen milik Keira yang dibutuhkan untuk persyaratan mengajukan gugatan dan juga ada alamat tempat tinggal Arsen saat ini. Selain itu juga adanya alasan yang membuat Keira mengajukan gugatan.

Pengacara Naufal mengangkat wajahnya menatap ke arah Keira. “Apakah Nona sudah benar-benar yakin?”

“Sudah.” Keira menatap lurus ke depan. Sama sekali tidak ada keraguan dalam wajah maupun suaranya. “Akan lebih baik kalau Arsen langsung menandatangani persetujuan perceraian. Jika tidak, katakan aku akan membawa gugatan itu ke pengadilan. Dan aku ingin semua itu diproses secepatnya.”

Pengacara Naufal pun mengangguk sikap. “Baik, Nona. Akan saya pastikan sendiri. Dokumen itu tiba secepatnya di tangan tuan Arsen.”

Keira mengangguk lalu mengisyaratkan bahwa pengacara itu sudah boleh keluar dari ruangannya.

Pengacara Naufal memasukkan map itu ke dalam tas kerjanya kemudian berdiri dan membungkukkan sedikit badannya sebelum kemudian melangkah keluar dari ruangan Keira.

 

Menjelang sore, keadaan di kantor Wijaya Group semakin kacau. Penampilan Arsen yang biasanya gagah dan rapi, kini tampak kusut dengan dasi yang longgar. Pria itu baru saja selesai membaca laporan terbaru ketika pintu ruangannya diketuk.

“Masuk,” serunya tanpa mengangkat wajah.

Asisten Mario membuka pintu, tetapi kali ini ia tidak sendirian. Di belakangnya berdiri seorang pria berjas rapi dengan tas kerja berwarna hitam berada di tangannya. Naufal Baskara, S.H., LLM. Ternyata bergerak dengan begitu cepat melaksanakan perintah dari Keira.

“Pak Arsen, ada pengacara yang ingin bertemu dengan Anda,” ucap asisten Mario.

Arsen yang semula fokus pada berkas laporan di tangannya seketika mengangkat wajah seraya mengerutkan kening. “Pengacara?”

Asisten Mario melangkah mendekat diiringi oleh pengacara Naufal. Pria itu kemudian berdiri tegak di depan meja kerja Arsen dan memperkenalkan diri.

“Perkenalkan. Saya Naufal Baskara. Kedatangan Saya kemari adalah untuk menyampaikan dokumen resmi dari Ibu Keira Anindita.”

1
merry
duduk drmhh lh renungin penyesalan kliann
Aditya hp/ bunda Lia
mampus ....
vania larasati
lanjut
Muft Smoker
hellloooooo ,,
pegangin nyawa ny pak darma yg udh muak tinggal di raga ny sendiri ,,
selama ini anda begitu sombong ,, menyepelekan keira ,,
skarang kenyataan siapa keiraa ,,
jantungan kn andaa ,,
Muft Smoker
datang laa petir di tengah ruang rapat ,,
🤭🤭😁😁😁
Susan Paulina
Lanjut lagi Thor
Noey Aprilia
Kmna aja klian????
ga nyangka kn kl wnita yg jd babu d rmh klian,bhkn d usir krna wnita lain trnyta holang kaya????
mkanya,jgn songong jd orng.....😛😛😛
ryuka
wwkwkwkwk.. mampusss kaliannn 🤣🤣🤣🤣🤣 nikmati lah kesombongan kalian sekarang 🫠🫠🫠
Lucy
baru nyadar kau Arsen,terlambat sudah🤣🤣🤣
mama
mampus tu si darma sm arsen🤣
naya yanti
akhirnya terucap juga kata kata itu🤭
Adinda
lanjut thor
Oma Gavin
modarrr kalian berdua udah salah masih saja nyolot makan itu gengsi dan kekalahan menuju kebangkrutan
Ilfa Yarni
Knp kagaet kalian bahahahaha nyesal2 deh udah cerai sama keira gmn arsen seneng ga km pasti ga lah ya yg Ada nyesel km arsen
Mundri Astuti
tdk mungkin gimane ..ya mungkin lah... ( bae" sen papamu stroke)

up lagi thor 🤭🙏
Tini Uje
jgn lama2 up nya thorr..dah bejamur nih nunggu nya 😂
Dwi Setyaningrum
jantungan ga tuh darma..bisa msk UGD tuh🤪
Ani_Sudrajat
Lanjut thor. 😄
Monica Nanik
Tau rasa kau Arsen meremeh kan istri solehah 😄😄😄
merry
cari tender di perusahaan milik mntn binimu y senn🤣🤣🤣🤣ternyata yg menang org lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!