NovelToon NovelToon
SELIR DI DALAM TUBUH NAYA

SELIR DI DALAM TUBUH NAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dide_Lara

Dulu dia mati karena diam. Sekarang dia hidup untuk bersuara.*

lie yun vei, seorang selir cerdas di era dinasti, mati tragis karena dijebak dan difitnah.
Di kehidupan barunya, dia bereinkarnasi jadi selebriti bawahan yang juga ditindas manajernya, Hans.

Tapi kali ini Naya tidak akan diam.
Dengan otak selir dan mental baja, dia akan membalikkan keadaan.
Di tengah drama, skandal, dan paparazzi... muncullah CEO dingin yang tiba-tiba tertarik padanya.

*Dendam harus dibayar. Ketenaran harus direbut.*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dide_Lara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENCARI BUKTI

"AAARRGGHHHH!!!" teriak Puri.

Aku yang kaget langsung keluar kamar menuju Puri, Alex pun terbangun langsung menghidupkan lampu.

"Puri ada apa?" tanya aku dan Alex.

"Tadi seperti ada yang menyenggol kakiku saat aku minum," jawab Puri.

Tiba-tiba ada suara ngik.. ngik.. ngik. Suara Choco. Puri dan Alex mencarinya, aku hanya diam berdiri mematung. Mereka menemukan Choco.

"Anjing!" Alex dan Puri menatapku.

"Naya kenapa ada anjing di rumah ini, jangan bilang kamu yang membawanya," ucap Puri dengan wajah kesal.

Aku langsung menggendong Choco dan meminta maaf.

"Maaf Puri, Alex. Aku bingung, saat aku ke rumah Hans siang tadi anjing ini mengikutiku dan tidak tega meninggalkannya."

Puri dan Alex menghela napas tanpa mengucap satu kata pun. Aku menurunkan Choco dari gendonganku dan pergi tidur kembali.

Setelah gelap malam tanpa ada cahaya bulan di langit, suara angin yang menusuk tulang, suasana dingin yang membuat seluruh tubuh seperti berada di dalam lemari es. Aku menarik selimut hangatku.

Malam telah berlalu, matahari mulai datang lagi membawa sinar hangat dengan cerahnya. Kali ini aku yang bangun lebih dulu karena merasa bersalah dengan kejadian semalam.

Aku memasak menu sarapan dengan stok yang ada, masakanku cukup terkenal enak saat aku masih menjadi dayang.

"Hmmm wanginya," Puri keluar dari kamar masih dengan rambut berantakannya.

"Alex bangun sudah pagi," Puri membangunkan Alex.

"Wangi apa ini, Naya kamu masak?" tanya Alex.

"Iya untuk sarapan kita sekaligus tanda terima kasih dan maafku kepada kalian atas apa yang telah kuperbuat dengan membawa Choco tanpa izin kalian terlebih dulu," ucapku sambil menyiapkan sarapan.

Mereka tersenyum, Puri pergi membersihkan badan, setelah Puri keluar dari kamar mandi, gantian Alex yang membersihkan badan.

Sarapan sudah siap, aku memanggil mereka sarapan bersama sambil berbincang panjang karena kemarin mereka sibuk dengan pekerjaannya.

"Naya kamu sudah pulih?" tanya Puri.

Aku mengangguk.

"Apa kamu tidak ingin datang ke kantor, dan kemarin kamu ada jadwal sebagai figuran menjadi dayang, kamu tidak datang jadi kamu diganti dengan figuran lain," ucap Puri.

"Niatku hari ini aku ingin ke kantor memberikan surat pengunduran diriku."

"Kamu serius Naya?" tanya Alex.

"Iya, kita berangkat bareng ya."

"Lalu bagaimana dengan rencanamu menghancurkan manajer Hans?" tanya Puri.

"Aku tidak boleh gegabah, seperti katamu Hans bukan orang yang mudah dihancurkan, kita perlu menyusun rencana dengan rinci dan harus ada plan lain untuk jaga-jaga. Aku hari ini akan bertemu dengan istri Hans, semoga saja dia tidak keberatan. Puri tolong cari tahu tentang dokumen Hans, dan dokumen artis-artis yang dibawa oleh Hans," perintahku terhadap Puri, karena hanya Puri yang punya akses masuk ke ruang kerja Hans.

"Oke beres Naya," Puri sambil mengacungkan jempolnya.

"Alex kapan kau meliput acara Mely?"

"Besok Nay," jawab Alex.

Tidak terasa makanan kami telah habis dan langsung siap-siap pergi ke tujuan yang sama, sementara aku belum bisa mengajak Choco keluar pergi jalan-jalan karena urusanku belum selesai dengan Hans. Alex dan Puri sudah menungguku di mobil, aku masih memberi Choco makanan, aku takut Choco kelaparan saat kutinggal. Selesai menuangkan makanan dan minumnya Choco, aku pergi menyusul mereka di mobil.

Mobil pun berjalan, setelah 45 menit perjalanan kami sampai di gedung agensi YOY ENTERTAINMENT tempat kami mencari sesuap nasi. Kami berpisah dengan urusannya masing-masing.

Aku pergi ke ruangan sekretaris pribadi CEO yang berada di lantai 45, untuk memberikan surat pengunduran diriku. Di dalam ruangan aku tidak melihat batang hidung siapapun, suratku hanya kuletakkan di atas meja lalu pergi.

Aku turun ke lantai bawah dan pergi ke kantin untuk memesan teh hangat seraya menghubungi istri Hans, semoga saja dia bisa diajak kerja sama.

Tut.. tut.. suara telepon berbunyi, aku menelepon Alea istri Hans, setelah lama suara telepon menyambung diangkat olehnya.

"Halo ini siapa?" tanya Alea seperti suara yang sedang menangis.

"Alea ini aku Naya, kamu kenapa? Suaramu seperti sedang menangis."

"Kita bertemu di Sungai Chang Jiang," jawab Alea sambil mematikan telepon.

Kutinggalkan teh yang belum habis dan aku membayarnya dengan menyelipkan dolar di bawah gelas teh.

Aku keluar dan mencari taksi, aku seperti melihat pria yang tidak asing, tapi pikiran itu langsung kutepis, aku buru-buru menemui istri Hans.

Setibanya di Sungai Chang Jiang aku melihat wanita memakai topi hitam, kacamata dan mantel bulu, terlihat dari outfitnya aku yakin itu Alea istri Hans.

Aku menghampirinya dan duduk di sebelahnya. Gaya Alea sangat elegan benar-benar menandakan dia dari kalangan elit.

"Naya apa yang ingin kau tahu tentang Hans?" Alea sambil membuka kacamatanya.

Aku terkejut melihat penampakan wajah Alea yang cantik dengan khas wajah Eropanya tiba-tiba ada lingkaran biru di matanya.

"Astagaa! Alea kenapa dengan matamu?"

Alea menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Aku mengelus pundaknya.

"Naya apa yang harus aku lakukan? Aku ibu yang sangat bodoh tidak bisa melindungi putriku, hikss."

"Apa maksudmu tidak bisa melindungi putrimu? Apa yang terjadi dengan putrimu?"

"Putriku, Velyn dijual oleh Hans ke lelaki paruh baya demi usaha kotornya itu, bagaimana bisa padahal Velyn putri kandungnya," Alea sambil menangis.

Aku yang mendengarnya membuat darahku mendidih, bagaimana bisa darah dagingnya dijajakan kepada paruh baya hidung belang.

"Alea kamu tenang, aku yakin Velyn bisa menjaga dirinya," seraya aku menenangkan Alea.

Alea langsung terdiam sambil menyerahkan flashdisk, lalu pergi.

Sedangkan Puri masih di kantor saat semua staf sudah pada pulang. Puri masuk ke ruang kerja Hans, mencari dokumen para artis yang dibawa oleh Hans dan memfoto semua berkas-berkas. Saat ingin hendak pergi matanya tidak bisa berpaling dari loker Hans, Puri pernah melihat Hans membuka loker itu di depannya. Puri mencoba memasukkan sandi ternyata sandi yang Puri tekan benar. Ada map coklat yang masih terikat lalu Puri membukanya. Di dalam map coklat itu ternyata berkas rumah bordil ilegal Hans dan foto-foto tidak senonoh. Puri langsung memotonya dan mengembalikan seperti semula. Setelah misinya selesai Puri keluar dengan keringat dingin.

"Gilaaa jantung mau copot rasanya," ucap Puri sambil mengelus dada.

Aku menelepon Puri. Tut.. tut.. Puri langsung menjawab teleponku.

"Halo Nay, aku sudah memfoto semua berkas para artis yang dibawa oleh manajer Hans termasuk Mely," Puri bicara sambil berjalan menuju pintu keluar dengan buru-buru.

"Baiklah nanti malam kita cocokkan semua bukti yang sudah kita dapat dan ada yang ingin aku sampaikan pada kalian," aku langsung mematikan telepon Puri.

Bersambung..

1
Rosdianah 🌷
revisi kak, pelayan ku.
Nurull Sef Az: oke ka makasih
ya ka
total 1 replies
Nurull Sef Az
plotwis banget
muhammad fikriaz
suka sama alur ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!