NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui jendela besar di kamar yang di tempati Dion dan Raisa. Kamar yang memiliki walk-in closet, sofa santai, dan kamar mandi dalam yang dilapisi marmer putih.

Raisa selama menempati kamar ini memang tidur bersama dengan Dion, namun untuk Dion sendiri belum pernah menyentuh Raisa. Dion sendiri juga jarang pulang, jika pulang kadang Dion lebih memilih tidur di sofa----dibandingkan tidur satu ranjang dengan sang istri yang begitu di bencinya.

Namun, bagi Raisa kamar ini adalah tempat dimana dirinya bisa terus bersama Dion, agar berperan selayaknya istri. Pagi ini, Raisa mengenakan gaun satin lengan pendek sampai lutut berwarna hijau lime. Tangannya dengan gerakan yang telaten dan tanpa suara, nampak merapikan tempat tidur king size---tangannya menghaluskan sprei putih bersih itu dengan hati-hati.

Seolah jika melakukannya dengan sempurna, keretakan dalam rumah tangganya juga di hapus. Di belakangnya ada sang suami, Dion berdiri di depan cermin besar. Dion Raharja mengenakan kemeja putih bersih dan celana formal navy, sepertinya tengah bersiap pergi ke tempat kliennya.

Tangannya merapikan kancing kemejanya sendiri tanpa bantuan istrinya, dengan gerakan kaku. Mata Dion menatap Raisa yang membelakanginya, tampak menggoda tubuhnya.

"Cantik sih...tapi sayang dulu ngeselin," ucap Dion mencelos dalam hatinya.

Tubuh Raisa mengenakan gaun satin lengan pendek, dan memperlihatkan lekuk tubuhnya. Sungguh Dion ingin sekali menyentuh Raisa, namun takut jika dirinya memiliki ikatan dengan Raisa----kehamilan. Tentu Dion tak mau mengakui anak dari kandungan wanita yang sudah membuat masa kecilnya menjadi hina.

Dion tak mau membuat juniornya pagi ini berdiri, jadi fokus utamanya berdiri di depan cermin besar. Dion merapikan kemejanya sendiri dengan gerakan kaku. Raisa sempat melirik dasi merah yang tergeletak di atas kursi kayu tepat di depan Dion.

Jujur saja, dirinya ingin sekali untuk mendekat, memakaikan dasi itu di leher suaminya. Sebuah tindakan sederhana yang dilakukan istri-istri pada umumnya, namun Raisa segera mengurungkan niatnya itu. Raisa tak berani menyentuh baju Dion kecuali di suruh, apalagi memakaikannya dasi. Pengalamannya selama tiga bulan pernikahan mengajarkan bahwa inisiatif kecil darinya sering kali berakhir makian.

"Aku nengok mama ajalah, toh sarapan nanti biar Bi Lis aja," ujarnya dalam hati.

Setelah memastikan kamar rapi, Raisa bermaksud keluar untuk menengok ibu mertuanya. Ibu mertua yang sudah mau menerimanya, dan bahkan memperlakukannya selayaknya anak sendiri. Raisa ingin membersihkan tubuh wanita itu, mengganti pakaiannya, dan menyuapkan makanan sekaligus memberikan obat. Namun, langkahnya terhenti di depan pintu, baru saja tangannya menyentuh gagang pintu yang menjulang tinggi.

"Raisa!" panggil Dion masih sibuk menyesuaikan kerah kemejanya di depan cermin.

Suara Dion terdengar berat, mampu menghentikan langkahnya. Raisa menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang. Menghela napas pendek, seolah siap dirinya kena cacian dan bahkan omelan lagi.

"Ada apa, Mas?" tanya Raisa dengan nada rendah.

Raisa berusaha meredam ketegangan diantara mereka, dan berusaha bersikap baik. Dion akhirnya berbalik menatap Raisa dengan tatapan tajam namun menuntut. Raisa bisa melihat mata Dion berwarna hijau khas orang luar negeri, dan Dion menatap mata Raisa yang hitam.

"Kamu siapkan saya sarapan," pintanya dengan nada rendah.

Tidak ada sapaan hangat, apalagi permintaan maaf atas apa yang terjadi semalam.

"Iya, Mas. Aku siapin dulu," jawab Raisa dengan patuh.

Namun, Dion belum selesai.

"Ingat, harus ada sayuran dan protein yang seimbang. Jadi istri itu yang berguna sedikit! Jangan cuma tahu cara dandan tapi ngurus meja makan aja nggak becus!" titahnya lagi.

Kalimat itu menghujam jantung Raisa.

Meski perih namun Raisa hanya mau kedamaian pagi ini, jadi dirinya hanya mengangguk dan patuh.

Sekaligus tak ingin ada keributan lagi yang bisa terdengar sampai ke kamar ibu mertuanya.

"Iya Mas, akan aku siapkan ya," ujar Raisa.

Dion hanya mendengus, lalu kembali sibuk dengan jam tangan mahalnya. Raisa segera keluar kamar menutup pintu dengan pelan, dirinya akan segera menuruni anak tangga menuju dapur. Setelah kepergian Raisa keluar, Dion langsung terduduk di atas kursi---dirinya tak bisa lagi membayangkan hasrat kepada Raisa.

Saat bercinta setiap malam dengan Chelsea dirinya malah dengan bodohnya menyebut nama Raisa sampai tiga kali. Hal membuat Chelsea kesal, namun Dion belum mau menerima Raisa. Raisa baginya hanyalah trauma masa kecilnya, dirinya pernah di rendahkan oleh Raisa----padahal waktu itu mereka masih kecil.

"Akhhh...Shittt!!" teriak Dion.

Dion meruntuki pikirannya, tangannya mengusap rambutnya yang tipis----seolah dirinya ingin sekali meniduri istrinya. Dan kebetulan semalam, dirinya mendapatkan kabar dari mulut istrinya jika sang ibu mau memiliki cucu. Namun, Dion masih tak sudi menyentuh Raisa.

Dion memang pernah hubungan badan sejak kuliah, dengan teman kampusnya----sementara Raisa masuk jurusan tata Busana, sebagai gadis baik. Hanya saja setelah menikah Dion melarang istrinya untuk berkarir sebagai perancang busana, karena berniat menghancurkan hidup istrinya. Dion membalas dengan menghancurkan impian Raisa yang ingin menjadi perancang busana, dan bahkan menjadikan Raisa---istri rumahan.

"Rancangan kampungan."

"Rancangan nggak guna."

"Kamu itu istri saya, kamu mau pilih rancangan busana! Saya pastikan dengan pengaruh saya, karirmu dalam sekejap hancur!" ancam Dion.

Ucapan-ucapan Dion yang menyakitkan hati, membuat semangat Raisa turun---Raisa sebagai istri seorang pengacara terkenal di Indonesia, harus menelan pil pahit. Sesuai keinginan Dion, dirinya harus menjadi ibu rumah tangga.

Raisa sendiri sudah menuruni anak tangga menuju dapur, wanita ini berjanji pada dirinya sendiri jika akan tetap menjalankan baktinya---kepada suami. Bakti kepada suami dan kepada ibu mertuanya yang sedang sakit Stroke. Raisa sendiri percaya jika kesabaran adalah ibadah paling berat, dan hasilnya pasti akan manis.

Tangan Raisa tengah berkutik di dapur, memasak telur dan sayuran----sesuai keinginan Dion masakan harus ada protein dan sayuran. Raisa tak sadar saat memasak Dion menatapnya, pikiran Dion sudah kotor saja. Melakukan ibadah di dapur, saat menatap tubuh Raisa yang sedang berlenggak-lenggok menyiapkan makanan.

Dion Raharja hanya bisa menelan salivanya, menatap istrinya---untuk meminta saja rasanya gengsi. Sebuah gengsi yang di besarkan, baginya wanita harus berlutut padanya---bukan dirinya yang meminta pada wanita.

*

*

*

*

1
Ma Em
Puuaas , itu pilihanmu Dion wanita yg kamu cinta tapi emang dasar pelacur walaupun sdh diangkat dari lumpur yg hina tetap saja TDK berubah .
Putri Sabina: Emang modenya begitu kak🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Namanya psk ya begitu, diminta seperti Raisa ya tidak bisa instan.Mungkin tidak bisa.Itu pilihan kamu ,tujuan kamu membuat Raisa menderita dan hancur,namun malah sebaliknya Raisa jadi bersinar sedangkan hidupmu seperti sampah karena rumah kamu dijadikan pesta barang haram istrimu
Putri Sabina: Bukan PSK kak tapi LC.
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat usahamu telah berjalan sesuai harapan kamu Raisa, bahkan sudah balik modal diakali lipat.Jika pesanan banyak sebaiknya cari pekerja jait dan ngepak paket yang dipesan online
Putri Sabina: rejeki orang terzalimi🤭 tinggal tunggu karma Dion dan Chelsea
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
bini model lont3 dipelihara👻👻🤣🤣
Putri Sabina: Pilihan hidupnya dia🤣🤣🤣LC lagian di cinta yang endingnya luka🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Rumah jadi tempat maksiat , penghuninya bisa sial.Kebiasaan di klub malam di bawa ke rumah, jadi jauh dari berkah.
Putri Sabina: ini baru awal🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Ternyata bayi Raisa menyiksa ayahnya yang telah kejam pada mamanya.Sedangkan mamanya nyaman membawanya dan dapat bekerja,sungguh adil Authoor.
Sukses selalu Raisa,semoga baby membawa hoky setiap langkah usamu
Putri Sabina: Ini baru awal karma Dion, dan nanti akan lebih kejam lagi, tunggu karmanya😄
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah , sebetulnya kamu itu cinta namun tertutup kebencian kamu.Bulan madu? Sebelum jadi istri setiap sudah ngangkang dan berbagi peluh ,Masih bulan madu.🤣🤣🤣
Putri Sabina: Malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
awas jadinya obsesi.. kau MANUSIA LAKNATULLAH
Putri Sabina: malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
buang aja itu bayi nanti si dion malah ngejar ngejar lagi
Putri Sabina: tunggu karmanya kak, nanti ada kok karmanya😄
total 5 replies
Jamayah Tambi
Macam Ragat wanita Syri yg dinikahi arwah menteri besar di negeri ku.Alih2 bila suaminya meninggal habis harta ditukar atas namanya.
sunaryati jarum
Berani melanggar wasiat dari ibumu Dion, kesialan hidup yang akan kau dapat.Alhamdulillah kandungan Raisa sehat.Somoga kesehatan dan kemurahan rezeki yang berlimpah untukmu Raisa.
Putri Sabina: biarin aja nanti kena karma instan
total 1 replies
Jamayah Tambi
Pakai la yg sopan Raisa.Seluar pendek.Tak ada ke seluar panjang.
Jamayah Tambi
Ambik la pembantu.Bayar hari ke.Ni kerja semua nak buat sendiri
Jamayah Tambi
Rumah sebesar itu duduk sorang Raisa.Kau cari bibik buat teman.
Jamayah Tambi
Kenapa wartawan tak serbu Dion yg ada simpanan semasa sidang tu.Hancurkan reputasi Dion sebagai pengacara kondang.Natizen pasti penci pada pelakor seperti Chelssa.Dah la LC sama mcm pelacur.
Di tempat kita kalau menghadiri persidangan nikah cerai di pejabat agama pakaian mesti sopan menutup aurat,bertudung .Ah lain negara lain peraturannya.
Putri Sabina: iya kak di Malaysia mungkin lebih condong ke hukum syariat, kalo Indonesia kan lebih bebas ada 6 agama. Jadi beda peraturan, meski di Malaysia ada agama lain tahu kok mayoritas islam😄
total 1 replies
Jamayah Tambi
Semoga Dion kena HIV kerana main dgn pelacur
Putri Sabina: bukan cuman HIV tapi karmanya lebih pedih tunggu aja yaa
total 1 replies
Jamayah Tambi
Perempuan ni keja nak nanges jer.Patutnya kau bahagia kerana Dion menceraikan mu.Bebad,tidak di seksa.Harga diri mu tidak di injsk2 lagi.Kau bebas perempuan.Jadi orang kena tegas.Apa lagi jadi janda.
Jamayah Tambi
Baju macam emak2 je Raisa
Jamayah Tambi
Kan dah mendapat Dion Bijak tp bodo.Pelacur tu perasan kamu mencintainya.Sepatutnya kamu tak memberinya rumah.Cukupnjumpa dan guna di cukup saja.
Jamayah Tambi
Betapa sakit hati seorang dibilang sundal oleh suaminya.Dion kau pendosa,zina,mengainaya isteribdgn perbuatan dan mulut longkangmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!