NovelToon NovelToon
JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:222
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lian Yue terbangun tanpa ingatan dan segera menyadari dirinya bukan manusia biasa. Di sisi lain, Shen Rui adalah pemburu siluman yang sejak kecil diajarkan untuk membunuh Ular Putih.

Namun saat mereka bertemu, keduanya justru merasa seolah pernah saling mengenal.

Sedikit demi sedikit, terungkap bahwa selama seribu tahun mereka selalu dipertemukan, jatuh cinta, lalu dipisahkan oleh kematian.

Kini Lian Yue dan Shen Rui harus memilih: tunduk pada kutukan lama, atau melawan takdir demi satu kehidupan bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: PEDANG YANG MENOLAK MEMBUNUH

Sisa-sisa kabut hijau racun milik Qing Luo merayap perlahan menembus pelataran batu Kuil Seribu Bayang, namun gelombang energi itu tak memicu amarah di dada Shen Rui. Yang menguasai batin sang pemburu siluman saat ini adalah keheningan yang menyesakkan—dan getaran liar yang tak mereda dari pedang di genggamannya.

Pedang Zhaoyang.

Pusaka perunggu bertuliskan mantra suci pembasmi iblis yang telah diturunkan selama belasan generasi di Paviliun Tianjian. Senjata yang ditempa dari meteorit besi bumi suci, dirancang khusus untuk memotong urat nadi siluman dan memusnahkan roh-roh jahat. Sepanjang sejarahnya, tak pernah sekalipun bilah baja ini gagal memancarkan pendar emas pembunuh sewaktu berhadapan dengan energi siluman murni.

Namun malam ini, di hadapan perempuan bernama Lian Yue, hukum itu runtuh selamanya.

Shen Rui mengangkat Pedang Zhaoyang sejajar dengan matanya. Bilah perunggu kuno itu tampak meredup. Alih-alih memancarkan hawa murni pembasmi iblis yang dingin dan tajam, pedang itu justru bergetar pelan dalam nada ganjil—sebuah getaran rendah yang terdengar seperti rintihan kepedihan yang ditahan selama seribu tahun.

"Mengapa?" bisik Shen Rui pada senjatanya sendiri. Suaranya bergema samar di tengah pilar-pilar kuil yang runtuh. "Mengapa kau menolak membunuhnya?"

Shen Rui mengerahkan qi spiritual dari dalam danau meridiannya. Ia menyalurkan energi pembasmi siluman tingkat tinggi ke sepanjang lengan kanannya, memaksakan niat membunuh masuk ke dalam gagang pedang. Cahaya emas sempat memercik di sepanjang mata bilah, memantulkan kilatan berbahaya ke dinding batu.

Namun saat Shen Rui mencoba membayangkan wajah Lian Yue—mata peraknya yang jernih, keputusasaannya saat terbangun di bawah pohon plum, serta senyum tipisnya yang tanpa dosa—aliran qi emas di pedangnya mendadak terputus paksa.

Cring!

Daya tolak spiritual meledak dari dalam Pedang Zhaoyang, menghantam balik telapak tangan Shen Rui. Pria itu terdorong mundur tiga langkah, jarinya terasa kebas, dan bilah baja itu secara otomatis meluncur kembali masuk ke dalam sarung perunggunya dengan bunyi clank yang keras.

Shen Rui menggenggam tangan kanannya yang bergetar. Keringat dingin menetes dari pelipisnya.

Bagi murid Paviliun Tianjian, pedang pembasmi iblis adalah cermin dari jiwa pemegangnya sekaligus hakim atas kesucian takdir. Jika senjata suci itu menolak menumpahkan darah seekor siluman, hanya ada dua kemungkinan: pertama, siluman itu tidak memiliki niat jahat sedikit pun di dalam jiwanya; atau kedua... ada ikatan yang jauh lebih tua dan lebih sakral dari hukum perguruan yang mengunci senjata tersebut darinya.

Sementara itu, di balik lebatnya Hutan Bambu Hitam yang berjarak beberapa mil dari situs kuil, langkah kaki Lian Yue terhenti.

Qing Luo mendarat di samping batu besar seraya melepaskan pegangan tangannya dari lengan Lian Yue. Napas siluman ular hijau itu agak memburu, mata zamrudnya tak berhenti mengawasi kegelapan rimba di belakang mereka.

"Kita aman di sini," kata Qing Luo pelan seraya menyapu gaun kerjanya dari debu malam. "Array perlindungan bambu hitam akan menyamarkan aroma esensimu dari pemburu Tianjian itu."

Lian Yue berdiri mematung di antara tingginya rumpun bambu yang meliuk ditiup angin. Ia memandangi kedua telapak tangannya sendiri. Sisik-sisik perak yang tadi muncul di bawah terpaan bulan purnama kini telah menyerap kembali ke dalam kulit manusianya, meninggalkan permukaan halus yang sangat pucat.

"Qing Luo..." suara Lian Yue terdengar pelan dan ragu. "Pria pemburu tadi... siapa dia sebenarnya?"

Qing Luo menegang sejenak. Wajahnya yang semula tegas mendadak diliputi oleh bayang-bayang kegelapan dan emosi yang amat rumit. "Dia adalah pembunuh dari Paviliun Tianjian. Musuh abadi dari kaum kita. Kau tidak boleh lagi berada di dekatnya, Lian Yue."

"Tapi pedangnya..." Lian Yue menyentuh dada kirinya, tepat di mana jantungnya berdetak lambat. "Saat dia menghunus pedangnya ke arahku di dalam kuil... aku tidak merasakan bahaya. Pedang itu bergetar... dan rasanya persis seperti detak jantungku sendiri."

"Cukup!" potong Qing Luo dengan nada tajam yang tidak sabar. Namun melihat raut bingung dan ketakutan di wajah Lian Yue, siluman ular hijau itu menghembuskan napas berat, melunakkan suaranya.

"Kau belum mengingat apa pun, Lian Yue," ujar Qing Luo dengan mata bergelombang kesedihan. "Ada kebenaran yang sengaja kututup rapat darimu karena mengingatnya saat ini hanya akan merobek jiwamu menjadi kepingan. Yang perlu kau tahu... pemuda berpakaian perunggu itu membawa takdir yang berbahaya untukmu."

Lian Yue menatap mata Qing Luo yang pekat. "Apakah aku mengenal pemburu itu sebelum aku tertidur?"

Qing Luo tidak menjawab. Ia membuang mukanya ke arah kegelapan hutan bambu, menyembunyikan kilatan rahasia yang tersimpan rapat di balik manik zamrudnya.

"Istirahatlah di balik batu ini," kata Qing Luo dingin, menghindari pertanyaan tersebut. "Esok sebelum fajar tiba, kita harus meninggalkan kawasan Gunung Wuyin."

Namun Lian Yue tahu, di balik bungkamnya Qing Luo dan di balik penolakan pedang milik Shen Rui, ada benang merah tak kasatmata yang tengah menarik mereka bertiga menuju sebuah kebenaran seribu tahun yang belum terungkap.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!