Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.
Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.
500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.
Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.
Mereka salah besar.
Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.
Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.
Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:
Menagih darah dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26: Kayu Tulang Naga Kuno
Dengan ditemani Pemimpin Yun, Lin Xuan menuruni tangga menuju kedalaman Menara Kuali Raksasa. Semakin dalam mereka pergi, semakin pekat tekanan spiritual yang memenuhi udara.
"Tuan Muda Lin, izinkan saya mewakili Asosiasi Alkemis meminta maaf atas perbuatan Penatua Feng. Sebagai gantinya, kami mengizinkan Anda memilih tiga harta terbaik dari Perbendaharaan Terlarang."
Lin Xuan tetap berjalan.
"Menarik. Kalian beruntung aku sedang tidak ingin membuat keributan. Kalau tidak, Inti Api Bumi kalian mungkin sudah kubawa pergi bersama menara ini."
Keringat dingin membasahi punggung Pemimpin Utama Yun. Ia tahu pemuda itu tidak sedang bercanda.
Tak lama kemudian, mereka tiba di depan pintu perunggu setinggi sepuluh meter. Sembilan puluh sembilan lubang kunci spiritual bergerak tanpa henti di permukaannya.
Pemimpin Utama Yun hendak membuka segelnya saat Lin Xuan mendengus.
"Formasi Kunci Bintang Sembilan? Sudah usang. Simpul energinya bocor di kiri bawah."
Ia mengangkat tangan dan menjentikkan Kekuatan Jiwa ke sudut pintu.
KRAK!
Kesembilan puluh sembilan lubang kunci berhenti bergerak. Pintu perunggu itu pun terbuka perlahan tanpa perlu kunci.
Pemimpin Utama Yun terpaku.
Formasi yang bahkan sulit ditembus kultivator Inti Emas baru saja dibuka Lin Xuan semudah membuka pintu biasa.
Di balik pintu terbentang Perbendaharaan Terlarang. Ribuan Mutiara Malam menerangi ruangan yang dipenuhi harta hasil ratusan tahun.
Gunungan Batu Roh tingkat menengah memenuhi sudut ruangan. Rak giok berjajar membawa gulungan teknik kuno. Kotak-kotak kristal menyimpan berbagai herbal langka.
Namun, Lin Xuan hanya menggelengkan kepalanya.
"Rongsokan." Ia terus berjalan. "Rongsokan."
Tatapannya berhenti sejenak pada beberapa herbal tua.
"Yang ini dipanen terlalu cepat. Esensinya sudah banyak terbuang."
Bagi sekte-sekte Benua Bawah, semua harta itu sangat berharga. Namun bagi Lin Xuan, sebagian besar bahkan tidak layak dipandang.
Tiba-tiba, Kekuatan Jiwanya menangkap hawa Yang yang sangat kuat dari sudut terdalam perbendaharaan.
Langkah Lin Xuan terhenti.
Tatapannya berubah menjadi tajam.
"Menarik. Ada sesuatu yang benar-benar layak di sini."
Lin Xuan mendekati sebuah pilar kristal es. Di dalamnya melayang buah sebesar kepalan tangan yang bentuknya menyerupai jantung manusia. Warnanya merah menyala dan terus berdenyut. Hawa panas yang dipancarkannya perlahan mengikis lapisan es di sekitarnya.
"Jantung Buah Matahari."
Lin Xuan tersenyum tipis.
"Bagus. Energi Yang di dalamnya cukup untuk meracik Pil Yang Sejati untuk menyembuhkan racun es Su Yue'er."
Api Teratai Bumi Terdalam menyala di telapak tangannya. Dalam sekejap, kristal es mencair tanpa menyentuh buah tersebut.
Lin Xuan menyimpan Jantung Buah Matahari ke dalam botol giok.
"Pilihan pertama."
Pemimpin Utama Yun segera mencatatnya.
"Pilihan yang bijak. Silakan pilih dua harta lagi."
Lin Xuan kembali mengamati perbendaharaan.
Sebentar lagi ia akan menembus Pembentukan Fondasi. Ia membutuhkan bahan untuk meracik Pil Fondasi Kaisar. Pil itu dapat memperluas Dantian jauh melampaui batas kultivator biasa.
Tatapannya akhirnya jatuh pada tumpukan barang tak berguna di sudut ruangan.
Di bawah pedang patah dan perisai berkarat, terdapat sepotong kayu hitam keabu-abuan. Kayu itu tampak lapuk dan tidak mengandung sedikit pun Qi.
Namun, saat Lin Xuan mendekat, Kuali Naga Hitam di dalam jiwanya bergetar pelan.
Ia segera mengambil kayu tersebut.
Permukaannya terasa sekeras baja surgawi.
"Tuan Muda," ujar Pemimpin Utama Yun ragu. "Itu hanya kayu mati dari Reruntuhan Lembah Kematian. Qi tidak bisa mengalir di dalamnya dan Api Bumi pun tidak mampu membakarnya. Kami sudah lama menganggapnya tak berguna."
Ia menunjuk tumpukan sampah itu.
"Anda yakin ingin memilihnya?"
Lin Xuan memasukkan kayu itu ke dalam Cincin Penyimpanan.
Pemimpin Utama Yun tidak tahu bahwa kayu mati itu sebenarnya adalah Kayu Tulang Naga Kuno.
Kayu tersebut tumbuh di tanah yang pernah dibasahi darah naga purba puluhan ribu tahun silam. Benda itu adalah bahan utama untuk meracik Pil Fondasi Kaisar.
Dengan kayu ini, tulang dan sumsum Lin Xuan akan ditempa hingga mencapai tingkat yang jauh melampaui tubuh kultivator biasa.
Untuk pilihan terakhir, Lin Xuan menunjuk sebuah kotak kaca.
Di dalamnya tersimpan separuh peta kulit kuno. Sebagian besar permukaannya telah hangus terbakar.
"Aku pilih peta itu."
“Peta Reruntuhan Lautan Pasir?” Pemimpin Utama Yun tampak terkejut. “Tuan Muda, itu adalah peta menuju wilayah terlarang di perbatasan Benua Bawah dan Benua Tengah. Konon, Api Pembakar Surga berada di sana. Namun, tak seorang pun yang pernah masuk kembali hidup-hidup.”
Api Pembakar Surga? Kemungkinan besar salah satu dari Delapan Belas Api Surgawi.
Mata Lin Xuan berkilat. Api Surgawi keduanya ternyata sudah berada dalam jangkauannya.
Dengan Jantung Buah Matahari, Kayu Tulang Naga Kuno, dan Peta Reruntuhan Lautan Pasir, ia telah mendapatkan tiga harta paling berharga di perbendaharaan.
****
Malam Hari
Di paviliun penginapan Lin Xuan, Su Yue'er duduk gelisah. Wajahnya pucat dan hawa dingin terus keluar dari tubuhnya. Segel di Dantiannya sudah hampir runtuh.
Di sampingnya berdiri Paman Qin. Sementara itu, Xiao Ya menyiapkan sebuah bak kayu besar yang dipenuhi darah tiga Ular Api Tingkat 2 dan ekstrak teratai merah. Uap panas mengepul dari permukaannya.
Pintu terbuka.
Lin Xuan masuk sambil membawa botol giok yang memancarkan cahaya keemasan.
“Tuan Muda Lin,” Su Yue'er segera berdiri.
“Lepaskan pakaian luarmu dan masuk ke dalam bak,” kata Lin Xuan tenang.
Wajah Su Yue'er langsung memerah. “A-apa? Di sini?”
Paman Qin segera melangkah maju.
“Tuan Muda Lin! Nona Su adalah putri Keluarga Su. Bagaimana mungkin dia...”
Wusss!
Domain Penekan Naga Sejati meledak dari tubuh Lin Xuan.
Paman Qin langsung pucat. Tekanan itu menekan kultivasinya hingga lututnya gemetar dan hampir jatuh.
“Diam,” kata Lin Xuan dingin. “Aku sedang menyelamatkan nyawanya. Kalau kau mengganggu, kau sendiri yang akan menanggung akibatnya.”
“Aku alkemis, bukan pria hidung belang yang mengincar tubuh wanita.” Suara Lin Xuan berubah dingin. “Kutukan Yin Kutub telah membekukan meridian terdalamnya selama bertahun-tahun. Tanpa darah Ular Api, Pil Yang Sejati akan membakar jantung dan otaknya. Panas harus menundukkan dingin. Tubuhnya juga harus dipersiapkan untuk menerimanya.”
Lin Xuan menunjuk bak darah di hadapan Su Yue'er.
“Pilih. Menjaga harga diri atau menyelamatkan nyawamu. Jika ingin mati dengan pakaian lengkap, pintunya ada di sana.”
Su Yue'er menatapnya. Tatapan Lin Xuan tetap tenang tanpa sedikit pun nafsu.
“Paman Qin, keluar dan jaga pintu. Xiao Ya, bantu aku.”
Paman Qin mengertakkan gigi lalu mengangguk. Ia keluar dan menutup pintu rapat.
Dengan bantuan Xiao Ya, Su Yue'er melepas jubah dan pakaian luarnya. Ia hanya menyisakan pakaian dalam sutra tipis sebelum perlahan masuk ke dalam bak berisi darah Ular Api.
“Ah!”
Tubuhnya bergetar hebat. Darah panas itu terasa seperti ribuan jarum menusuk kulitnya. Namun, hawa panasnya segera mulai mengusir embun beku yang menyelimuti tubuhnya.
Lin Xuan membuka botol giok di tangannya. Sebutir pil merah keemasan tampak menyala seperti matahari kecil.
“Pil Yang Sejati. Telan dan jangan sampai pingsan. Jika kesadaranmu hilang, Qi-mu akan berhenti mengalir dan tubuhmu bisa meledak.”
Su Yue'er mengangguk dengan wajah pucat.
Lin Xuan menjentikkan pil itu ke mulutnya.
Boom!
Energi dahsyat meledak di dalam tubuh Su Yue'er. Matanya melebar dan tubuhnya menegang. Darah panas di dalam bak langsung bergolak.
Pil Yang Sejati mulai larut. Energi Yang murni mengalir deras melalui meridiannya.
Pada saat yang sama, Kutukan Yin Kutub yang telah tertidur selama bertahun-tahun ikut bangkit. Hawa dingin yang mengerikan menyembur dari Dantiannya dan berusaha membekukan energi Yang tersebut.
“A-argh!”
Su Yue'er menjerit kesakitan.
Di dalam tubuhnya, panas dan dingin bertabrakan hebat. Satu ingin membakar segalanya. Yang lain ingin membekukan seluruh tubuhnya.
Pertarungan hidup dan mati pun dimulai.
“Kendalikan napasmu! Alirkan Qi ke Titik vitalmu!” teriak Lin Xuan.
Ia menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Su Yue'er. Api Teratai Bumi Terdalam menyusup ke tubuh gadis itu. Api Surgawi tersebut menahan benturan dua energi ekstrem. Dengan Kekuatan Jiwa, Lin Xuan mengarahkan energi Yang agar tidak merusak organ dalam dan menekan hawa Yin kembali ke Dantian.
Proses itu berlangsung selama tiga jam.
Darah dalam bak perlahan kehilangan warnanya. Seluruh hawa panas telah diserap tubuh Su Yue'er untuk melawan kutukan Yin.
Saat fajar tiba, pergolakan dalam tubuhnya akhirnya mereda.
Puk!
Sebuah suara ringan terdengar dari Dantian Su Yue'er.
Bukan kehancuran.
Itulah suara terobosan.
Energi Yin dan Yang yang sebelumnya saling bertabrakan kini menyatu menjadi pusaran Qi yang jauh lebih kuat.
Su Yue'er bersandar lemas di tepi bak. Napasnya terengah-engah. Wajah pucatnya kini dipenuhi rona sehat.
Kutukan yang menyiksanya selama bertahun-tahun telah lenyap.
Namun, sebelum sempat mengucapkan terima kasih, tubuh Lin Xuan tiba-tiba terhuyung.
Darah mengalir dari sudut bibirnya.
“Tuan Muda!”
Xiao Ya segera menopangnya.
Lin Xuan menyeka darah itu. Tatapannya berubah tajam.
Qi dalam tubuhnya telah mencapai batas. Sebagian energi Yin Kutub yang ia serap saat menyembuhkan Su Yue'er membuat Dantiannya semakin penuh. Ditambah energi dari Putaran Ketiga, terobosannya tak lagi bisa ditahan.
“Xiao Ya...” napas Lin Xuan terdengar berat. “Kunci semua pintu. Aktifkan formasi pelindung dari cincin Master Yan. Jangan biarkan siapa pun masuk. Bahkan Paman Qin.”
“Tuan Muda, apa yang terjadi?”
“Tak ada waktu.”
Lin Xuan duduk bersila di lantai. Ia mengeluarkan potongan Kayu Tulang Naga Kuno dari cincin penyimpanannya.
“Aku harus menerobos ke Pembentukan Fondasi... sekarang!”