NovelToon NovelToon
Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Hutang budi membuat Pria setengah baya itu lupa pada gadis belia yang dulu menolongnya saat pingsan dalam melaksanakan tugas. Bertahun-tahun ia mencari, hingga akhirnya ia menemukan gadis itu dan menjodohkannya dengan 'putranya', Letnan Julang Wengkar (Elang), perwira muda yang gagah, berani, dan namanya di kenal kemiliteran.

Namun takdir punya jalan yang tak terduga. Di balik kesediaan gadis itu menerima perjodohan, tersimpan rahasia yang selama ini ia pendam dalam diam.. Hatinya bukan untuk Elang. Ia justru mencintai Letnan Dante, sahabat Elang sendiri.. Juga 'putra' dari mendiang sahabat Pak Riegan semasa muda dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Gadis cantik.

Bang Dante tertegun dalam pelukan itu, dadanya berguncang hebat. Perkataan Pak Riegan yang memintanya suatu saat untuk menikah agar hidup lebih terarah membuat hatinya terhantam hatinya. Ia mengangguk pelan, tapi air mata jatuh membasahi bahu pria yang memang sudah seperti ayahnya sendiri.

"Siap, Yah..." suaranya tersendat. "Saya janji. Saya akan berjuang. Bukan hanya untuk saya sendiri. Tapi untuk... orang yang saya sayangi."

Pak Riegan melepaskan pelukannya, menatap mata itu lekat-lekat. "Bagus. Mulai hari ini, tidak ada rahasia lagi. Kita hadapi bersama. Opini publik, proses hukum, pemulihan — semuanya. Ayah sudah bicara dengan dokter. Proses detoks dan rehabilitasi akan diatur secara ketat di rumah sakit militer, dirahasiakan, dan dipantau tim medis terbaik. Tidak ada yang boleh mengganggumu." Ucap tegas Pak Riegan. "Tapi.. Sambil semuanya berjalan, coba dekatilah Shanli. Ayah lihat Shanli gadis yang baik, hanya sedikit polos saja."

Ada rasa Bang Dante ingin menolaknya, tapi.. Demi kasih sayang 'kedua orang tuanya', ia pun menurut.

"Iya yah, saya coba dekati Shanli." Jawab Bang Dante.

Di samping tirai, tidak ada yang menyangka, Cherry diam tapi mendengarkan semua meskipun suara Pak Riegan dan Bang Dante begitu lirih. Tangannya menutup mulut, ia syok menahan tangis yang nyaris meledak.

Cherry sudah mendengar semuanya. Bukan pecandu yang sengaja. Bukan orang lemah yang tak bisa mengendalikan diri. Melainkan korban yang berjuang tanpa banyak mengeluh, sendirian dalam waktu yang tidak sebentar, bahkan bertahun-tahun dan pria itu tetap berusaha menjadi pelindung bagi orang lain.

Saat itu, Cherry pura-pura tidak tau. Ia memilih memejamkan mata saat Pak Riegan mengintip dari balik tirainya.

"Suara kita nggak kencang kan?? Ini si Kinan masih tidur." Tanya Pak Riegan.

"Nggak yah, dari tadi dia nggak ada pergerakan. Mungkin mati suri." Jawab Bang Dante. "Dia lebih pantas di panggil Cherry daripada si Kinan. Kinan itu hanya untuk gadis yang lembut, bukan yang macam dia."

Cherry yang mendengarnya hanya bisa mengepalkan jemarinya, sedangkan Pak Riegan tersenyum geli mendengarnya.

"Jangan begitu, dia juga sama cantiknya dengan Elang. Begitu juga, dia calon istri saudaramu." Kata Pak Riegan.

//

Suasana kamar kost Shanli dan Cherry.. suasana masih hening. Bang Elang duduk mematung di tepi tempat tidur, menatap lurus ke depan. Di sebelahnya, Shanli duduk menyembunyikan diri di balik selimut, tepat di sudut kamar. Wajahnya masih merah padam dan ketakutan.

"Jadi..." Shanli memecah keheningan, suaranya pelan dan gemetar. "Kita... kita......"

"Kita tidur bersama, tanpa ingatan apapun." Bang Elang menyelesaikan kalimatnya, napasnya berat. "Saya minta maaf, Shanli. Saya benar-benar tidak ingat apa yang terjadi. Saya ingat kita makan malam di cafe, setelahnya kita pulang, lalu... Yaa.. Begitu lah."

"Aku juga cuma ingat kita makan malam, lalu... saya tidak tau lagi." Shanli menunduk dalam. "Ini salahku juga. Aku tidak seharusnya minum minuman itu."

Bang Elang menoleh, menatap gadis itu lebih dalam. Ada rasa bersalah yang luar biasa menyergap hatinya. "Apa pun yang terjadi, saya akan bertanggung jawab. Saya tidak akan meninggalkanmu begitu saja. Apapun di balik insiden ini, saya akan menanggungnya."

Shanli mendongak, matanya berkaca-kaca. "Tapi Om... Om itu calon suaminya Cherry? Dan akuu.. Aku nggak hamil."

"Rencana perjodohan adalah keinginan manusia, tapi sepertinya takdir punya rencana lain untuk kita." Ia menghela napas panjang lalu membuangnya perlahan untuk sekedar mendamaikan hati. "Saya tidak tau apa yang akan terjadi ke depannya. Tapi saya janji, saya akan menjagamu. Bukan karena kesalahan ini saja, tapi karena kamu berhak bahagia. Tidak boleh ada dunia yang menghakimimu."

...

Siang itu, langit mulai cerah kembali. Di rumah sakit militer, Dante berbaring tenang, siap memulai proses pemulihan. Di sampingnya, Cherry diam tanpa kata. Ia hanya menatap televisi dengan pandangan kosong. Sedari tadi Letnan Dante sedang menonton drama Barbie sambil terus mengunyah makanan.

"Saya mau tanya, Om." tanyanya lembut

"Silakan, Non."

Ekor mata kecil Cherry melirik Bang Dante. "Haruskah om mendekat Shanli??"

Sekilas Bang Dante menoleh, ia tak menyangka ternyata Cherry mendengar obrolannya dengan ayah tadi pagi. "Ada yang salah?? Bukankah Shanli juga gadis yang baik."

"Jangan mempermainkan gadis polos." Kata Cherry dengan nada setengah mengancam.

Bang Dante tersenyum tipis. "Tidak ada yang polos bagi gadis yang sudah paham lawan jenis."

"Apa seburuk itu semua wanita di mata Om Dante???" Tanya Cherry lagi.

"Wanita itu adalah makhluk penipu, makhluk penuh rekayasa, tak mau mengaku kalah, tangisnya drama, tidak setia, mudah berpaling..................."

"Apa tidak terbalik???? Laki-laki yang penuh drama, memanfaatkan wanita dan setelah mendapatkan apa yang dia mau, dia pergi begitu saja." Potong Cherry sembari mengomel.

"Ini salah satu contohnya. Tidak mau kalah, kan??"

Cherry terdiam sejenak. Belum sempat banyak membalas tapi pria yang berada di ranjang tepat di sampingnya itu sudah menekannya.

"Kenapa bukan laki-laki yang mengalah. Bukankah laki-laki harus mendidik istrinya????"

"Konteks pertanyaanmu untuk gadis umum. Bukan istri." Jawab Bang Dante tenang. "Lalu membahas soal istri.. Istri siapa yang kau maksud??? Kalau istri saya jelas saya berusaha mengalah, tapi tetap... Ada poin tentang cara didik saya, bukan untuk menekan, semua hanya untuk melindunginya."

Bang Dante kembali fokus pada tayangan di televisi nya. "Daripada kau terus mengoceh, sumpal mulutmu pakai makanan di depanmu..!!"

Cherry mencibir jawaban Bang Dante. Entah kenapa rasanya ia selalu muak setiap berurusan dengan pria itu. Kaku dan dingin adalah sifat pria yang jauh dari harapannya. "Biar sial.. Sial.. Siaall, perempuan yang jadi istrinya." Ia bergumam kecil kemudian menyendok klappertart. "Hmmm.. Enaaakk.. Ini apa namanya ya?? Bubur kelapa??" Gumamnya lagi sambil memperhatikan makanan di hadapannya.

"Laki-laki mana yang kuat dengan tingkah randomnya. Kalau nggak mabok, berarti gila." Bang Dante pun bergumam malas, tapi kemudian ia menarik senyum tipis sambil menyendok lagi klappertart di tangannya.

'Kamu benar-benar polos, semoga Elang melindungimu dengan baik.. Bidadari tercantik yang pernah saya lihat di bumi ini.'

.

.

.

.

1
dyah EkaPratiwi
bian😭😭
Tanti
pengen tak skip, tp penasaran ceritanya....nek tak baca, ga kuat bacanyaa....🥹🥹😭😭😭

maaf ya mba Naraa/Pray/...tetep tak baca koq meskipun nyesek banget🥹
Tanti: Terima kasih mba Nara
total 2 replies
Jero Rina
kok jdi mewek sih kak Nara...😭😭
Bojone_Batman: Sebenarnya ini lebih ekstrem sih. Cuma landai dulu kali yaa.. takut pembaca agak kaget
total 1 replies
Adriana Simanjuntak
walaahhh makin berat sakit Bian, makin stress nih bang Wira
Bojone_Batman: Parah sih. Mudah-mudahan jadi yang terbaik aja🥲
total 1 replies
Tanti
aduh mba Nara...pengen 😭😭😭
Bojone_Batman: 😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Maysuri
tuhan ......😭😭😭
Bojone_Batman: 😭😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
berat sekali cobaan bang dante
Bojone_Batman: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Tanti
sabar dan tenangkan hatimu Bian... smua pasti akan berlalu... yakinlah klo Bang Dante mampu mengatasinya....

lanjut mba Nara
Tanti
siippp Bang Dante, lindungi marwah istrimu👍👍
Tokoh ceritanya mba Nara...pria² yg bertanggungjawab👍
Maysuri
siiippp lah mbak nara,....👍🏻👍🏻👍🏻
Tanti
Aman mba Nara....ditunggu cerita lanjutnya mba👍👍🥰
Tanti
baca sambil ngebayangin adegannyaaa..bikin merinding ngeriii...

lanjut mba nara👍
Tanti: asssiyaappp mba Nara🤭
total 4 replies
Maysuri
kau bangunkan macan yg lg tidur y vivian...awas kau....🤣🤣🤣🤣
Bojone_Batman: tinggal tunggu saja hasil dari karyanya.
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
cari masalah aja vivian
Bojone_Batman: Tapi watak manusia emang ada yang gitu sih.
total 1 replies
Tanti
sedih bacanya🥺😭😭
mba Nara, ngasih bawangnya banyak bgt🥹🥹

huaaa...ga rela klo pada pisah😭
Tanti
tabir masa lalu akhirnya terbuka, smuanya sdh jelas...tinggal masing² menata hati dan pikiran
lanjut mba Nara🥰
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian 😭
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian
Maysuri
ohhhh gitu toh kejadiannya....semangat mbak nara 💪💪
Tanti
aduh... ini tau- tau datang lg ibu² bikin rusuh rmh org...bikin gedegg ae....
itu lg si vivian...melu² ngobong blarak....adeeehhh koq yo ora kapok... njaluk dijak gelud ae iki

lanjut mba nara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!