NovelToon NovelToon
Melarikan Diri dari Sang Mafia

Melarikan Diri dari Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:0
Nilai: 5
Nama Author: Meche

Di siang hari, Arkana Baswara adalah pengusaha paling terhormat di kota, sosok tampan berkuasa yang diperebutkan setiap wanita. Namun ketika malam turun, ia berubah menjadi Sang Iblis: penguasa dunia hitam yang paling ditakuti, seorang pria yang tak pernah mengizinkan siapa pun menyentuh hatinya.

Salsabila hanyalah gadis penjual bunga miskin dengan satu mimpi sederhana: menjadi dokter dan mengangkat keluarganya dari kesulitan. Sampai satu malam kelam mengubah seluruh hidupnya, dan meninggalkan sebuah rahasia yang harus ia jaga dengan nyawanya.

Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini sang mafia menemukan apa yang selama ini disembunyikan darinya, dan ia tak akan melepaskannya begitu saja. "Kau dan dia adalah milikku," katanya. Tapi Salsabila punya satu tekad: melarikan diri, sejauh apa pun, berapa kali pun.

Namun bagaimana caranya kabur dari seorang pria yang menguasai seluruh kota? Bagaimana caranya membenci pria yang perlahan meruntuhkan setiap tembok di hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 — Ibu dari Anaknya

Salsabila jauh lebih tenang sekarang, karena anaknya sudah berada jauh dari iblis tampan yang dulu pernah menodainya. Ia tak bisa mengingkari bahwa ayah anaknya itu memang pria yang rupawan dan gagah.

"Mama, kenapa kamarku dipindah?" tanya Alika. "Aku suka yang kemarin karena bisa lihat kota. Yang ini jendelanya jelek."

"Karena kamu harus berada di tempat yang lebih aman," jawab Salsabila. "Kamu akan dioperasi, dan kamar yang tadi terlalu berisik. Banyak orang lalu-lalang."

"Beneran, Mama? Atau karena Om yang berjenggot itu? Dia teman Mama, ya?"

"Dia teman lama Mama, dan bukan, ini bukan karena dia. Mama sudah jelaskan alasannya, jadi berhenti bertanya terus dan jadi anak yang penurut."

Salsabila tahu betul betapa banyaknya pertanyaan anaknya. Ia harus menjaga wajahnya tetap datar saat menjawab, kalau tidak Alika akan tahu ia sedang berbohong.

"Mama, aku mau makan apel. Bisa belikan aku beberapa?"

"Baiklah, Mama turun sebentar beli sekeranjang buah."

Di tengah kesibukan memindahkan anaknya ke kamar baru, Salsabila lupa membawa perbekalan. Besok pagi jadwal operasinya, dan Alika tidak boleh makan sampai jam yang sudah ditentukan.

Salsabila keluar mencari sekeranjang buah, tanpa menyadari kehadiran pria yang membuntutinya.

Ia menuju pasar terdekat dan memilih buah-buah paling besar dan segar untuk anaknya. Pria yang menyamar sebagai dokter itu mengikuti hanya beberapa langkah di belakangnya, tak melepaskan pandangannya sedetik pun, membuntutinya sampai tahu di kamar mana ia berada.

"Mama cepat sekali," sambut Alika.

"Iya, sayang, Mama tadi cepat," ucap Salsabila. "Biar Mama cuci dulu apelnya supaya bisa kamu makan."

Salsabila pergi mencuci buah-buah itu, sementara seorang dokter masuk ke kamar.

"Halo, cantik. Bagaimana perasaanmu?" sapa Arkana.

"Halo. Aku baik-baik saja, tapi lapar sekali."

"Sebentar lagi mamamu akan bawakan buah. Sekarang, ceritakan padaku, apa permainan kesukaanmu?"

"Aku suka boneka dan bermain rias-riasan."

"Kau tahu, aku bawakan hadiah untukmu karena kau anak yang baik selama di rumah sakit."

"Beneran? Aku pejamkan mata dulu, ya?"

"Biarkan matamu terbuka, cantik."

Arkana mengeluarkan sebuah boneka berwarna merah muda dari jubahnya. Ukurannya cukup besar, dan bila perutnya ditekan, boneka itu menyala, memancarkan berbagai gambar ke dinding. Ada pula alunan lembut untuk mengantar tidur, yang bisa menenangkan anak mana pun.

"Terima kasih, lucu sekali."

"Sekarang kau harus memberinya nama. Coba pilih, nama apa yang kau suka?"

"Karena aku suka sekali yang manis-manis, aku mau menamainya Permen. Kamu suka nama itu?"

"Sempurna. Sekarang jadi anak baik, ya, dan habiskan semua yang mamamu bawa."

"Iya, aku akan jadi anak baik. Kamu akan datang lagi?"

"Aku janji akan menemanimu saat operasi."

Arkana mencium kening putrinya lalu meninggalkan ruangan itu. Bagi Alika, dokter itu terasa tak asing. Ia mengingat aroma yang menyenangkan itu, dan meski pria itu memakai masker, ia masih bisa merasakan jenggotnya.

Salsabila kembali membawa buah yang sudah dicuci.

"Nah, sekarang saatnya makan, Nona, lalu istirahat," ujarnya.

"Lihat, Mama, boneka beruang yang dikasih dokter itu."

"Om Adnan yang bawakan boneka itu, sayang?"

"Bukan, Mama, dokter yang satunya. Yang lebih ganteng."

Salsabila termenung sejenak, dokter mana kira-kira yang membawakan hadiah itu untuk anaknya. Ia tak terlalu memusingkannya dan mulai menyuapi anaknya buah. Besok pagi adalah hari operasi, dan itu membuatnya sangat gugup.

Alika asyik bermain dengan boneka beruangnya hingga malam tiba. Ia menyukai melodinya dan cahaya yang memantulkan begitu banyak gambar; ada bulan, bintang, planet, dan matahari besar.

Saat fajar tiba, para dokter spesialis sudah menyiapkan Alika untuk operasi. Salsabila berada di sisinya, menunggu di kamar sampai anaknya dibawa masuk. Sarafnya tegang, dan ia tak sabar menanti ibunya datang menemaninya.

"Bila, maaf, ya," ucap dr. Adnan. "Anak ini akan masuk ruang operasi. Kau harus menunggu dan bersabar."

"Baik, tenang saja, aku akan sabar. Aku percaya padamu."

Alika anak yang sangat pemberani dan tak takut menghadapi operasi. Ia justru bersemangat, karena sebentar lagi ia akan jadi anak yang benar-benar sehat dan bisa berolahraga sepuasnya setelah operasi.

"Putri Mama yang cantik, jadi anak berani dan tetap tenang, ya," bisik Salsabila.

"Tenang, Mama. Dokter yang kasih aku boneka bilang dia akan menemaniku."

Adnan dan Salsabila saling berpandangan, tak mengerti maksud ucapan anak itu. Keduanya akan mendapat kejutan terbesar dalam hidup mereka. Sebab Arkana Baswara telah membeli seluruh rumah sakit dan memindahkan para pasien lain, meninggalkan seluruh gedung itu hanya untuk putrinya.

Semua pasien telah dipindahkan ke rumah sakit lain dengan seluruh biaya ditanggung.

Hal terakhir yang ia inginkan saat ini adalah bertengkar dengan ibu dari anaknya. Ia yakin benar wanita itu akan memberinya perlawanan sengit. Kali ini ia harus bermain dalam pertandingan yang adil. Wanita itu ibu dari anaknya, dan ia takkan melukai putrinya lewat ibunya.

Anak itu telah dibawa ke ruang operasi. Lorong-lorong kosong, dan kedamaian serta keheningan menguasai tempat itu.

Adnan-lah yang mendorong brankar dan akan mendampingi Alika sepanjang proses. Hanya saja, begitu masuk ruang operasi, ia tercengang oleh apa yang dilihat matanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!