NovelToon NovelToon
Istri Polos Tuan Garra

Istri Polos Tuan Garra

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Bad Boy
Popularitas:42.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Tubuh Elisa bergetar hebat di ambang pintu kamar hotel. Di depannya, seorang pria berdiri tegap menatapnya dingin. Asing. Berbahaya dan malam ini, pria itulah yang memegang nyawa ibunya.

Satu malam. Jika Elisa berhasil memuaskan pria itu, ibunya tetap hidup. Jika ia gagal, selang dan alat-alat medis ibunya akan dicabut.

Elisa tidak punya pilihan. Gadis lugu yang bahkan belum pernah pacaran itu harus menukar kesuciannya demi napas ibunya.

"Mandilah. Aku benci menyentuh perempuan kotor!"

Suara itu dingin, menghina, menusuk sampai tulang.

Demi selamatkan ibunya, Elisa terpaksa melakukan ini, hanya satu malam. Tak disangka pria itu menagihnya seumur hidup. Karena pria itu tidak hanya menginginkan tubuhnya. Dia menginginkan seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jual Mahal

"Masuklah!"

Suara Anggara pendek. Tidak ada ramah, tidak ada senyum.

Elisa melangkah masuk dengan kepala terus menunduk. Pintu hotel yang berat itu tertutup di belakangnya dengan bunyi klik yang membuat jantungnya seperti berhenti.

Kamar itu sangat luas, sangat wangi, dan sangat dingin. Jauh berbeda dengan kos sempit miliknya.

Anggara menatapnya. Riasan di wajah gadis itu, dress hitam yang kebesaran di bagian dadanya, sepatu hak yang jelas bukan ukurannya. Semua terlihat dipaksakan.

"Siapa yang mendandani mu seperti ini?" tanya Anggara dingin.

Elisa tidak menjawab. Bibirnya gemetar.

Anggara menghela napas. Ia sudah muak dengan parfum menyengat dan lipstik mencolok.

"Buka sepatu mu. Masuk ke kamar mandi. Bersihkan semua itu."

Anggara memberikan perintah yang sangat tegas. Dan harus dilakukan segera.

Elisa mendongak kaget. "Ma... maksud Bapak?"

"Aku tidak suka riasan. Aku mau kamu bersih. Mandi! Di sana sudah ada perlengkapan."

Sekali lagi itu bukan permintaan. Itu perintah.

Elisa mengangguk pelan dan berjalan menuju kamar mandi dengan langkah yang masih gontai. Pintu kaca kamar mandi itu ia tutup, tapi tangannya terlalu gemetar untuk menguncinya. Di dalam, ia menatap wajahnya sendiri di cermin besar.

Lipstik merah. Alis tebal. Pipi yang dipoles blush on. Ini bukan dia. Dengan air yang hangat, ia mencuci wajahnya berkali-kali. Ia menggosoknya sampai kulitnya memerah. Ia ingin menghapus bukan hanya make-up itu, tapi juga rasa malu yang menempel di dirinya.

Lima belas menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka.

Elisa keluar.

Wajahnya tanpa make-up sama sekali. Rambut panjangnya basah dan terurai. Ia hanya memakai bath robe putih tebal milik hotel yang ukurannya kebesaran, yang tadi sudah disiapkan di dalam kamar mandi. Tangannya memegang ujung robe itu erat-erat, menutupi tubuhnya rapat-rapat. Seolah di depannya ada bahaya mengancam.

Dan Anggara yang sedang duduk di sofa sambil menuang air putih, terdiam sedetik.

Tanpa riasan, gadis itu terlihat jauh berbeda. Lebih muda dari 20 tahun. Wajahnya polos, bersih, cantik alami. Matanya yang sembab karena menangis justru membuatnya terlihat begitu lugu. Bukan seperti wanita-wanita langganan yang biasa datang. Menarik.

Ada rasa lain yang aneh di dada Anggara saat melihatnya. Tapi sedetik kemudian, logikanya kembali.

(Sama saja. Semua sama saja ...)

"Pantas," gumam Anggara pelan, nadanya kembali dingin dan merendahkan. "Tanpa polesan pun kamu memang cantik. Tidak heran kamu dibayar mahal."

Elisa menunduk. Kata-kata itu terasa seperti tamparan di mukanya.

"Demi uang, perempuan bisa melakukan apa saja ..." gumam Anggara yang terkesan merendahkan.

Air mata Elisa yang tadi sudah berhenti, kembali menggenang.

"Bukan... bukan seperti itu, Pak," suaranya lirih hampir tidak terdengar. "Saya memang sedang terdesak, terpaksa!"

Anggara tertawa pendek. Tawa yang tidak ada lucunya sama sekali.

"Alasan klasik. Aku sudah sering dengar."

Elisa terdiam membisu. Pembelaan apapun, pasti tidak akan mempengaruhi apapun. Nyatanya dia sudah ada di kamar hotel tersebut, bersama seorang pria asing, demi sejumlah uang.

"Tunggu di sini! Aku akan mandi!"

Anggara pergi, suasana di kamar langsung hening seperti tak ada penghuni. Elisa memegangi jantungnya yang berdegup kencang. Ia melirik pintu, rasanya ingin lari dan kabur dari sana. Tapi bagaimana dengan uang yang dijanjikan Tante Rita?

Tidak lama kemudian, muncul Anggara. Pria itu keluar dari kamar mandi hanya pakai handuk putih yang melilit di pinggangnya. Rambutnya masih sedikit basah. Ia berjalan mendekati Elisa. Jarak mereka kini hanya tinggal satu meter.

Elisa mundur selangkah, punggungnya hampir menempel di dinding. Kelihatan takut. Tubuhnya gemetar. Ia memejamkan mata, sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi. Ia sudah menyiapkan hati untuk malam terburuk dalam hidupnya.

Anggara menatap gadis yang gemetar ketakutan di depannya itu. Seperti kelinci kecil yang siap dimakan serigala lapar di hutan.

Ia melihat bahu kecil yang naik turun karena menahan tangis. Ia melihat tangan yang memegang kerah bath robe begitu erat sampai kuku jarinya memutih, bukan untuk menggoda, tapi untuk melindungi diri.

"Cih!"

(Kau sedang berakting ya)

Penilaian negatif tertuju pada Elisa. Di mata Anggara, mungkin Elisa sangat hina dina.

Padahal, sesungguhnya ini bukan tatapan seorang wanita yang menginginkan uang. Ini tatapan seorang anak kecil yang tersesat dan tidak tahu harus pulang ke mana.

Tiba-tiba, Elisa mundur lagi. Sudah tidak ada sekat antara tubuhnya dan tembok. Hatinya ketakutan manakala merasakan tangan asing menyentuh tengkuknya.

(Selamatkan aku ... selamatkan aku!!!)

Berkali-kali Elisa berharap ini adalah mimpi buruk, saat ia bangun, semuanya kembali seperti semula. Ia jadi anak ibu yang tidak pernah aneh-aneh. Menjaga diri dan pergaulan. Tidak pacaran, tidak ciuman.

Namun, harapan Elisa hanya tinggal angan-angan. Sebab, bibirnya kemudian merasakan sesuatu yang dingin dan terasa seperti mint.

Matanya terbelalak, bibir pria di depannya melahap habis, tidak mengijinkan dia berbicara barang sedetik saja. Elisa hampir kehilangan kontrol napas, Anggara menyesap sangat dalam dan lama.

Setelah ciuman itu selesai, Elisa terisak dan mendorong pelan dada Anggara. Bukan dorongan menggoda. Dorongan orang yang benar-benar ketakutan.

Anggara berhenti.

Ia menatap gadis di depannya yang kini menunduk, bahunya naik turun menahan tangis. Bath robe putih itu ia pegang erat-erat.

Biasanya, wanita yang dikirim Alex akan memeluknya balik, merayu, membuatnya lupa penat. Malam ini tidak.

"Jual mahal?" desis Anggara dingin. Nada kecewanya jelas. "Kamu tahu berapa yang sudah aku bayar malam ini?"

Elisa menangis. "Maaf, Pak... maaf... saya tidak bisa..."

Bersambung

**Tulis komentar yaaa 🤣 🤭

1
Sri Rahayu
itu Gara2 minum obat sengaja atau dijebak orang... iya kali sengaja biar.bisa mengeksekusi Elisa 🤩🤩🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Eka ELissa
di ksih jatah kah... entahlah hy emak yg tau.... bersambung besok yooo gaess 🤣🤭
Kar Genjreng
🤭🤭 lagi menahan ya Tuan takut singkong rebus nya itu itu Lo anu itu,,,,
gagal kena serangan fajar ini hampir kena serangan setelah Isya 😂Ay ga coment ahhh takut dosa ,,,Tuan lagi di bekukan agar semua kenceng biar ga berisik!!!!!!! besok bangun Bobo panggilan nya ganti ya Elisa jangan Tuan tapi Den Kang Mas Garra,,, Pembaca jangan pada Traveloka ya,,🤣🤣
mrs younge
Hayuk gasss mumpung ada kesempatan gar
PK dokter di macetin dulu aje KK dept 🤭🤣🤣🤣
Mia Camelia
aduh Elisa kena juga🤣🤭😭
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
semoga bukan modus
Sept September: 🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
berisik pngen ngerasain surga y bang🤣🤣🤣👻👻👻🤭🤭
Sept September: jangan suudzon 🤭🤣🤣🤣🤣🙏
total 1 replies
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
berisik pngen ngerasain surga y bang🤣🤣🤣👻👻👻🤭🤭
Nur Azizah
piye iki kak sept singkong matang.e rong sido d entas po piye🤣🤣🤣
Bu Yudi Wahono
kak sept mana lagi
mrs younge
next KK 💪
*Septi*
awww di bikin penasaran 🤣🤣🤭
Ayla Pratama
🤣
Eka ELissa
di ksih gak ya...ma elisa 🤣🤣🤣 entahlah Hnya emak yg tau....
Nur Azizah
pagi² sarapan singkong matang🤣
Sept September: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🙏
total 1 replies
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
tinggal kasih keju mozarella sama susu kental manis ya el
hemmmm yumii🤭🤭🤭🤭
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
buaya buntung👻👻👻
Sept September: 🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
Ooommoo 🤭 singkong mageeell. berulah harus menemukan sarang nya supaya bisa menyalurkan benih Garra Junior OO,, langsung Traveloka. boleh ya sayang ini si
magell pingin di semai supaya tetap. waras pemiliknya ,,,siap Tuan Putri. Elisa
pakai donk. gombalan muara piye si endang kondo. sambil senyum manis tanpa biang 😂 nah kalau lagi puyeng belum tersalurkan. jadi sikap manis behhh ga enek si g ngiro. ,,,,Juragan MBG. lagi
menginginkan Apem milik Elisa jadi. ga garamg. wiss passs selak kewengen,,,
besok ga bisa bangun Lo lemes abis kena serangan tengah malam hahaha ngakak shubuh,,,🤣🤣
Kar Genjreng: sekarang ga MBG lagi ahhh sudah mesummm,,,pasti akan baik ya walaupun banyak mata nya si ga masalah pokonya,,
sudah ke priskolog kelihatan nya jadi ga kongslet lagi Barra Berre 🤣
total 1 replies
stranger
lama 🦖
Maya's ❤️
singkong keju enak kak sept 🤭😂
Sept September: makannya pas gerimis 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!