NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN TANPA CINTA

PERNIKAHAN TANPA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: myranda

Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral dan suci. Setiap orang menginginkan pernikahan yang bahagia. Akan tetapi bukan semua pernikahan lahir dari cinta. Namun beberapa memilih bertahan hanya karena alasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Di kantor Grace sengaja menyibukkan dirinya lembur karena dia ingin mengalihkan kesedihan dihatinya atas meninggalnya ibunya Arga, karena bagaimana pun juga ibunya Arga sangat berperan semasa Grace tinggal di kampung dan sejak ibunya meninggal ibu Arga lah yang mengurus dan merawat Grace.

Kini sudah jam 10 Grace baru saja tiba dirumah, dia pun kangsung mengambil handuk dan pergi menuju kamar mandi.

Baru saja Grace selesai mandi kini ponselnya berdering dan itu panggilan dari asisten Hendra

" hallo" ucap Grace

" selamat malam bu, saya Iwan asisten pak Hendra. Beliau baru saja mendapat informasi dari sekretaris pak Carson bahwa sekarang juga anda harus berangkat ke bandara karena besok anda beserta pak Carson sudah harus meninjau lapangan. Dan saat ini pihak pak Carson menunggu anda di Bandara" ucap Iwan

" bisa tidak memberikan informasi itu jangan terburu-buru pak, saya juga harus punya persiapan?" ucap Grace kesal.

" maafkan saya bu, kita juga baru dapat info dari pihak Pak Carson. Beliau juga hanya memilki waktu besok, itu sebabnya mereka mendesak waktu kita " ucap Iwan

" baiklah, saya akan segera berkemas " ucap Grace

" tapi bu, mereka juga mengatakan tidak ingin menunggu lebih lama. Soal tiket dan yang lainnya pihak pak Carson sudah mengurusnya " ucap Iwan.

" huh......." Grace pun menarik nafasnya dengan berat sambil menahan amarahnya.

" oke baik, sampaikan kepada mereka saya baru saja siap mandi jadi saya perlu sedikit waktu untuk memakai pakaian saya." ucap Grace dan setiap mengucapkan kata dia sengaja menekannya dengan penuh tekanan. Setelah itu Grace pun memutuskan panggilan nya dengan kesal.

" dia bisa berpikir waras tidak sih, semua orang tau dia memang sangat sibuk tapi tidak bisa juga dia berbuat sesukanya menyita waktu orang lain" Grace berbicara sambil mengeluarkan beberapa pakaiannya dari dalam lemari.

" dia memang punya asisten dan yang lainnya yang bisa mempersiapkan seluruh keperluannya, tapi dia tidak boleh dong menyamakan dirinya denganku " kata Grace sambil memasukkan pakaian itu kedalam koper yang akan dia bawa.

" andai saja dia bilang tadi siang bahwa dia hanya punya waktu besok, aku udah bisa mengatur waktu ku agar lebih cepat pulang dan aku tidak perlu lembur sampai aku terburu-buru seperti ini" ucap Grace tidak berhenti berbicara meluapkan kekesalannya.

Baru saja beberapa menit berlalu kini ponsel Grace kembali berdering dan itu panggilan dari Iwan.

" bagaimana bu, pihak pak Carson baru saja menghubungi ku" ucap Iwan

" katakan kepadanya bahwa saat ini saya sudah dalam perjalanan menuju bandara dan sepertinya akan sedikit lama tiba karena jalanan lumayan macet" ucap Grace berbohong dan sambil memasukkan laptopnya kedalam koper setelah itu membawa tasnya dan menutup pintunya.

Grace pun langsung menyetop taksi yang lewat.

" pak menuju bandara, kita lewat dari jalan tol ya pak biar cepat " ucap Grace

" baik bu," kata pengemudi itu.

Didalam mobil Grace pun membuka isi tas nya. Disana hanya terdapat peralatan seadanya yang biasa dia bawa saat bekerja. Lipstik, sisir, ikat rambut, tissu, dompet dan sebuah parfum hanya itu yang terdapat didalam tas nya. Grace sibuk merapikan dirinya.

Hampir satu jam berlalu, kini Grace sudah tiba di bandara dan seseorang pun menghampiri Grace.

" mari bu, silahkan lewat sini" ucap pria itu membawa koper milik Grace

" tunggu dulu, laptop saya ada didalam koper itu" ucap Grace menahan koper nya. Mendengar itu pria itu pun tersenyum dan mengerti maksud Grace.

" soal itu ibu Grace tidak perlu khawatir, mari Bu ikut saya" ucap pria itu membawanya ke sebuah pintu khusus. Grace mengikuti pria itu dan sambil memperhatikan sekitarnya, disekitarnya sangat sunyi dan hanya mereka berdua saja yang berjalan disana hingga tidak lama kini mereka sudah tiba di sebuah lapangan yang sangat luas dan disana hanya terparkir sebuah pesawat.

" orang kaya memang seperti ini, semuanya serba khusus" batin Grace masuk kedalam pesawat itu.

Saat Grace masuk kedalam pesawat dia melihat Carson sudah duduk disana, Carson pun sejenak melirik jam tangannya.

Disana hanya terdapat empat buah kursi penumpang, masing-masing dua kursi disetiap sisi.

Asisten tersebut duduk disisi yang berbeda dengan Carson dan Grace pun mengikuti pria itu duduk tepat di belakang pria itu.

"jadi ternyata begini model pesawat pribadi"

" okelah.... Sangat jauh berbeda dengan pesawat yang pernah aku naiki sebelumnya" batin Grace

Baru saja pesawat bergerak, kini seorang pramugari menghampiri mereka dan bertanya makanan apa yang harus mereka sediakan.

" jika aku memesannya"

"apa aku harus membayarnya"

" apa harganya mahal, di pesawat yang biasa aku naiki harga sebuah mi cup saja sudah mencapai lima puluh ribu per pisces nya, lalu bagaimana dengan disini" batin Grace dan kini pramugari tersebut menghampiri Grace.

" nona, silah kan anda beritahukan saya apa yang anda butuhkan " ucap wanita itu

" maaf.... Saya tidak membutuhkan apapun " ucap Grace sambil tersenyum kepada wanita itu.

" bagaimana jika saya merekomendasikan beberapa menu andalan kami, mungkin saja anda tertarik" ucap wanita itu.

"'maaf, saya sudah makan beberapa menit yang lalu. Jadi untuk saat ini saya tidak membutuhkan apapun " ucap Grace

" jika begitu bagaimana dengan makanan ringan, kami juga memiliki beberapa jenis makanan ringan " ucap wanita itu.

" maaf ya mba, saat ini yang saya butuhkan hanya ingin istirahat. Jadi saya rasa mba mengertikan maksud saya" ucap Grace tersenyum dengan terpaksa.

" baiklah,,, terimakasih untuk waktunya nona silahkan beristirahat. Permisi" kata wanita itu setelah mengatakan itu dia pun pergi meninggalkan Grace.

Grace pun memandang keluar jendela walaupun tidak ada hasil yang bisa dia lihat. Kini pikiran Grace kembali dengan bayangan ibunya Arga, air mata Grace terjatuh dan dia buru-buru menyekanya. Grace pun mengingat bahwa seharian ini dia belum menghubungi Arga.

Grace pun membuka ponselnya.

" oh.... Ternyata di pesawat pribadi jaringan aktif, jika itu pesawat biasa pasti itu akan non aktif otomatis, jangan kan jaringan bahkan perangkat bluetooth saja tidak bisa tersambung " batin Grace.

" tapi apa tidak masalah jika aku menghubungi seseorang, bagaimana jika itu mempengaruhi signal penerbangan" batin Grace

Grace pun melirik kearah Carson, namun karena ukuran dan desain kursi pesawat yang cukup besar hampir menutupi seluruh badan Carson pandangannya tidak dak dapat menjangkau Carson dan hanya ujung kaki jenjangnya saja yang terlihat oleh Grace.

Grace pun menatap ke pria yang duduk di depannya, bahkan apapun tidak bisa dia lihat, akhirnya Grace pun kembali menyimpan ponselnya karena tidak memilki keberanian menggunakan jaringan Internet tersebut.

1
Dian Fitriana
update
airynsihaan@gmail.com: ok kak....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!