NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28 : Malam kudeta berdarah

Duaaar!

Suara ledakan keras mendadak mengguncang gerbang pelataran istana luar. Benturan hebat itu membuat lampion-lampion merah yang tergantung indah putus dan jatuh, membakar kain-kain sutra perjamuan. Pekikan panik dari para menteri dan tangisan para selir langsung memecah keheningan malam festival bulan purnama.

"Pemberontak! Pasukan pemberontak mendobrak gerbang barat!" teriak seorang jenderal pengawal dengan zirah yang sudah berlumuran darah, berlari masuk ke tengah pelataran sebelum akhirnya tumbang.

Dari balik reruntuhan gerbang kayu yang hancur, ratusan prajurit berbaju zirah abu-abu dengan lilitan kain merah di lengan pasukan bayaran milik faksi Menteri Wang merangsek masuk seperti air bah. Di barisan paling depan, Menteri Wang melangkah tegap didampingi oleh Jenderal Lin yang memegang pedang besar berlumuran darah.

"Kaisar Yan! Waktumu sudah habis!" raung Menteri Wang, wajah tuanya yang biasa licik kini dipenuhi kegilaan kekuasaan. "Serahkan takhta kekaisaran ini padaku, atau malam ini pelataran istana ini akan menjadi kuburan massal untukmu dan seluruh pengikutmu!"

Suasana pelataran langsung kacau balau. Beberapa menteri korup yang menjadi kaki tangan Menteri Wang langsung berdiri dan menarik belati tersembunyi, bersiap menusuk rekan-rekan mereka dari belakang.

Di tengah kepanikan massal itu, Ara tidak bergerak mundur selangkah pun. Refleks dan mental premannya yang sudah biasa menghadapi kepungan tawuran antar-sekolah justru membuatnya tetap tenang secara abnormal. Dia menarik Yuan-er yang sedang menangis histeris ke belakang tubuhnya.

"Vitamin! Lu ngumpet di bawah meja marmer itu sekarang! Jangan keluar sampai gua panggil, paham?!" bentak Ara tegas.

Yuan-er mengangguk cepat sambil merangkak masuk ke kolong meja dengan tubuh gemetaran. Setelah memastikan pelayannya aman, Ara memutar tubuhnya, sepasang mata bulatnya berkilat tajam penuh semangat bertarung yang menggebu-gebu.

Sreeet!

Kaisar Yan menarik pedang gioknya dari sarung dengan sentakan keras yang memicu bunyi desingan nyaring. Pria penguasa berdarah dingin itu melompat turun dari undakan takhta, berdiri di garis paling depan menghadapi ratusan pemberontak. Namun, sebelum dia melangkah lebih jauh, sesosok tubuh ramping berpakaian hitam-emas sudah melesat maju mendahuluinya.

"Woi, paman tambun tua bangka!" teriak Ara menggelegar, suaranya mengalahkan bisingnya suara senjata. Dia menarik dua belati baja hitam Bilah Bayangan Hitam hadiah dari Kaisar Yan, memutarnya di sela-sela jarinya dengan kecepatan gila. "Lu kalau mau tawuran bilang-bilang napa! Kagak usah pake ngebakar lampion segala, merusak dekorasi aja lu! Sini maju lu semua, biar gua ajarin gimana caranya baku hantam yang bener!"

Menteri Wang melotot geram melihat kelancangan Ara. "Jenderal Lin! Habisi wanita jalang itu pertama kali!"

Tiga prajurit pemberontak bertubuh kekar dengan tombak panjang langsung melesat maju mengepung Ara. Tombak pertama menusuk cepat ke arah perut Ara. Dengan kelincahan tubuh yang sudah terlatih sempurna, Ara menekuk tubuhnya ke belakang hingga membentuk sudut ekstrem, gerakan limbo modern yang membuat mata tombak itu melesat kosong di atas hidungnya.

Dari posisi melengkung itu, Ara bertumpu pada kedua tangannya di lantai marmer, lalu meluncurkan dua tendangan ganda yang bertenaga tepat ke arah rahang pengawal pertama.

Bugh!

Pria itu langsung terangkat dari lantai dan jatuh pingsan dengan rahang bergeser. Ara melompat bangkit kembali dengan lincah. Dua prajurit sisanya mencoba menebas dari kiri dan kanan secara bersamaan. Ara menyilangkan kedua belati hitamnya, menahan hantaman tombak besi itu hingga memercikkan bunga api yang terang di kegelapan malam.

Tinggg!

"Kekuatan lu berdua lembek amat! Kurang makan ayam panggang ya?!" cibir Ara sangar.

Dengan satu sentakan kuat, Ara memutar pergelangan tangannya, mengunci mata tombak lawan dengan celah bilah belatinya, lalu menariknya dengan paksa hingga senjata musuh terlepas. Detik berikutnya, Ara melakukan putaran tubuh 360 derajat, menyabetkan belati hitamnya ke arah lengan kedua prajurit tersebut dengan presisi militer yang mematikan.

Sreeet!

Darah segar menyembur, dan kedua prajurit itu menjerit kesakitan sambil mundur memegangi lengan mereka yang terluka parah.

Kaisar Yan yang baru saja menebas kepala seorang pemberontak di dekatnya sempat menoleh sekilas ke arah Ara. Sepasang mata elangnya berkilat penuh kekaguman yang amat pekat melihat keganasan Permaisuri barbarnya yang bertarung di tengah kobaran api. Senyuman miring andalannya terukir jelas di wajah tampannya yang kini kecipratan noda darah musuh.

"Kerja bagus, Permaisuriku! Jaga punggungku!" seru Kaisar Yan penuh semangat bertarung yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

"Siap, Mas Bro! Lu urus yang sebelah kanan, yang sisa gerombolan babi ini biar gua yang ratain!" balas Ara ceplas-ceplos sembari melesat kembali menembus kerumunan musuh seperti badai hitam yang haus darah.

1
Yadi
bab ini paling senang gue ngulang bacanya 🤣🤣🤣
Yadi
Semua masalah pada ludes jika Ibu Bar Bar Negara yg turun tangan 🤣🤣
Yadi
tawuran...?? 🤣🤣🤣
Yadi
Lanjut Thor..
Yadi
hahahaha..
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣

ketawa mulu mah gue
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
daacanss
jangan lupa mampir komen terus yaa, biar author semangat nulis nyaa😊
Yadi
Ratu Bar Bar Pedas beraksi
Yadi
Lanjuuuiut...

kok nggak ada yg komen ya?

apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Yadi
Gue yakin ilmu beladiri Permaisuri satu tingkat diatas Kaisar 😄😄😄
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Yadi
🤣🤣🤣🤣

Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣
daacanss: yakan,gak menye menye jadi seru,gak lemah terus🤭🤣
total 1 replies
Emalia
Lanjut kk
daacanss: tunggu kelanjutan nya besok ya kak😙
total 1 replies
Hatijah Cantik
cukup menghibur
daacanss: makasih kak kalo suka sama ceritanya,tunggu terus ya kelanjutan cerita nya🥰
total 1 replies
Hatijah Cantik
cerita menarik , diawali dgn ngamuk2👍🤣🤣🤣🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: saling support yo ka
total 2 replies
Ame Joh
aku mampir thor sepertinya seru
daacanss: iyaa makasih ya udah mau mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!