NovelToon NovelToon
Biang LaLove

Biang LaLove

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Spin-of Baby's breath untuk Aretha

Arlo dan Queena sudah bersahabat sejak kecil, sebenarnya di bilang sahabat juga bukan atau lebih tepatnya musuh bebuyutan. Lebih pada Queena adalah sasaran empuk kejahilan dan kenakalan Arlo, si cantik putri dari pasangan Rega dan Rhea tersebut sudah menjadi target keusilan putra Hana dan Leo sedari Queena masih bayi.

“Apa? Mi-mom jangan bercanda, ya!” Arlo terkejut saat mi-mom Hana memberikan usulan untuk menikahkan Arlo dan Queena diusia mereka yang masih muda.

Arlo mengusak rambutnya frustasi, kecerobohannya memanjat balkon kamar Queena membuatnya terjebak dalam situasi yang membuat kedua orang tuanya dan orang tua Queena murka. Dan satu-satunya orang yang harus di salahkan adalah kakak sepupu Arlo yang tidak lain adalag Gavin.

Lalu apa alasan Arlo dan Queena menyembunyikan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6 # Membuatmu kesal

Arlo, Queena dan Azura baru saja keluar dari flowers cafe. Sedangkan Gavin sudah lebih dulu pulang, sepupu Arlo tersebut pulang dengan membawa senyuman lebar. Dia berhasil membuat Azura bersedia menjadi sekutunya, dia sedikit merasa lega. Setidaknya itu adalah langkah awal yang baik untuk meraih kembali hati Aretha.

“Kamu pulang dulu saja, Arlo. Aku sudah janji pada Azura untuk bawa dia jalan-jalan dulu,” ucap Queena.

Azura langsung berkacak pinggang di hadapan Arlo, gadis kecil itu mendongak menatap pemuda itu. “Ndak bica, abang Allo Bandung ndak boleh pulang. Abang cudah janji tulutin cemua yang Zula mau,”

Jeder…

Arlo tidak menyangka kalau Azura ingat dengan ucapannya tadi siang, dan sekarang gadis kecil itu sedang menagih janji Arlo padanya.

“Harus sekarang?” tanya Arlo diangguki Azura. “Becok-becok abang pacti lupa. Olang dewaca kan cuka begitu, di kilana Zula bica di kibuli gitu? Ya ndak bicalah,” sahut Azura.

Arlo menjatuhkan rahangnya, lagi dan lagi dia tidak mengira jika Azura bisa punya pemikiran seperti itu. Dia lantas menatap Queena, berharap gadis itu menolongnya.

“Aku tidak bisa membantumu kalau soal itu,” ujar Queena, dari pada nanti dia yang kena tantruman dari Azura.

“Aku harus tetap ikut ini?” tanya Arlo diangguki kompak Azura dan Queena.

Sepertinya Queena tahu bagaimana cara untuk mengatasi Arlo, Azura jawabannya. Hari itu dia punya kesempatan untuk Queena balik mengerjai Arlo, selama ini dia tidak pernah bisa menghindar jika putra papi Leo itu menjahilinya.

“Kamu sudah janji sama Zura, Arlo. Keburu makin sore, ayo!” ajak Queena pada Arlo.

“Ayo… ayo… ayo,” Azura menggoyang-goyangkan lengan kanan Arlo. “Ayo abang Allo Bandung! Zula cudah ndak cabal mau beli banak jajan,” ocehnya.

Arlo menghela napas. “Oke-oke, ayo!” Arlo menggandeng Azura, mereka bertiga menuju grocery shopping untuk belanja.

Sepupu kecil Queena tersebut girang bukan main, Azura bahkan sampai menggoyang-goyangkan tangan Arlo yang menggenggam tangan mungil si bungsu mansion Damian tersebut.

Arlo mengambil troli untuk mereka belanja.

“Plincess mau naik… mau beldili di kelanjang,” rengeknya pada Arlo.

“Zura ndak boleh naik, nanti pak satpam marahin kita. Kamu sama kak Queen saja,” ujar Arlo.

“Ciapa yang malah? Nanti plincess jewel,” balasnya pada Arlo.

“Ck… ini bocil makan apa sih? Cerewetnya bukan main,” gerutu Arlo.

“Eeeee… Zula dengal ya,” sahutnya.

Arlo hanya bisa menghela napas, entah sudah berapa kali dia melakukan hal itu. Menemani Azura ternyata  lebih berat dari pada menemani mi-mom Hana belanja bulanan.

Queena menggeleng, bisa-bisanya Arlo malah berdebat dengan bocah yang bahkan mandi saja masih di bantu mommynya. Dia langsung mengangkat Azura dan menurunkan sepupu kecilnya tersebut di dalam troli belanja. “Makin lama kalau kamu berdebat terus sama Zura, Arlo. Ini sudah jam tiga,” ucap Queena.

“Ekheheh… kakak Ueena memang telbaik,”  Azura berdiri di dalam troli. “Ayo abang Allo Bandung, kita belangkat! Zula mau macukin banak jajan ke cini,”

“Iya-iya,” Arlo mulai kesal, dia berdiri di samping Queena. Mereka mendorong troli bersama dengan Azura yang berada di dalam troli.

Azura mengambil berbagai macam snack, dia langsung menaruhnya ke dalam troli tanpa bertanya pada Arlo. Putra sulung mi-mom Hana tersebut hanya bisa menggaruk kepala saat melihat Azura mengambil banyak snack, ucapan tentang minta semua jajan bukan isapan jempol belaka. Nyatanya Azura melakukan hal tersebut, bahkan bukan hanya satu troli. Bocah itu minta tambahan satu troli lagi pada Arlo.

“Zura minta satu troli lagi,” Queena memberitahu Arlo.

“Apa? Satu troli lagi?” Arlo memijat tulang hidungnya. “Itu satu troli saja sudah penuh, Queen. Dia mau buka mini market di mansion? Atau kamu yang kasih ide Azura ya, Queen?” Arlo tidak percaya bocah yang masih duduk di taman kanak-kanak tersebut punya ide beli jajan sebanyak itu.

“Enak saja nuduh aku. Dari awal kamu yang salah, Arlo. Aku bilang jam sebelas sampai sekolah Zura, kamunya yang ngeyel. Akhirnya Zura ngambek, kamu sendiri yang bujuk. Pake janji mau nurutin semua yang dia mau,” kesal Queena karena Arlo menuduhnya. “Zura paling tidak bisa di kasih janji, ingatan dia terlalu bagus. Dia pasti nagih janji itu,” lanjut Queena.

“Ekhee… beldua malah pacalan,” celetuk Azura.

“Pacaran? Sama dia?” Queena dan Arlo saling tunjuk. “Ogah,” jawab keduanya kompak.

Azura terkikik melihat tingkah kedua manusia dewasa tersebut. “Olang dewaca memang libet. Cuka bilang ndak cuka, nanti di lebut olang ngamuk. Jadi olang dewaca bikin cetles,” oceh Azura membuat Arlo dan Queena melongo.

“Malah cocplay jadi patung. Tlolina mana? Zula ini cudah lindu mommy, mau cepat pulang ke mancion. Abang Allo bandung lemot cekali ini,”  protes Azura.

“Haha… lemot gak tuh,” ledek Queena. “Gimana rasanya di kerjai bocil? Asik dong ya,” imbuhnya.

Tuk

Arlo mengetuk kening Queena dengan punggung jari telunjuknya. “Awas kamu Queen. Tunggu saja pembalasanku Queen,” bisiknya pada Queena sebelum dia pergi mengambil satu troli lagi.

“Kenapa jadi aku yang di balas? Aku tidak melakukan apapun padamu, Arlo. Harusnya kamu protes ke bang Gavin,” Queena mencebik, dia menghentakkan kakinya di lantai.

Senyum tipis tersirat dari sudut bibir Arlo saat pemuda itu melihat Queena yang kesal, menjadi kepuasan tersendiri untuk Arlo saat bisa membuat Queena kesal.

***

Pukul empat sore mereka baru keluar dari mall, dua keranjang troli penuh berisi berbagai macam camilan dan minuman yang Azura pilih sendiri. Tentunya Arlo yang menjadi sumber dana untuk gadis kecil itu.

Bahkan bagasi mobil Arlo tidak muat menampung plastik-plastik berisi jajanan yang di beli Azura, dia sampai harus menaruhnya di kursi penumpang belakang dan tengah.

“Habis morotin dia enak tidur. Mana pules banget,” gerutu Arlo.

“Kesel, kan?” tanya Queena.

“Siapa? Aku?” tunjuk Arlo pada dirinya sendiri dan diangguki Queena. “Biasa saja,” jawab Arlo sok.

“Ck… biasa saja tapi dari tadi ngeluh, ikutan tantrum juga seperti Zura. Sekarang paham, kan? Keselnya aku kamu isengin terus,” Queena menatap Arlo yang baru saja menyalakan mesin mobil.

“Tujuanku hidupku itu…” dia menginjak pedal gas sebelum melanjutkan ucapan. “Membuatmu kesal, Queen.” Mobil Arlo melaju meninggalkan parkiran mall.

“Haah!” Queena benar-benar heran dengan pemuda di sampingnya yang sedang fokus menyetir tersebut. “Mama bilang kamu bahkan sudah menjahiliku sejak aku baru berumur beberapa hari. Memangnya kamu tidak bosan? Aku saja yang kamu isengin sudah bosan,”

Alih-alih menjawab pertanyaan yang Queena lontarkan padanya, Arlo justru hanya mengangkat kedua bahunya dan dia tetap fokus pada kendali setir.

Queena berdecak, mengenal Arlo dari orok membuatnya tahu betul karakter dan kebiasaan salah satu cucu keluarga besar Pradipta tersebut. Namun tetap saja Queena tidak bisa menebak alasan Arlo selalu menjahilinya, dia juga tidak bisa mengelak.

“Jangan langsung ke mansion! Kita ke panti mendiang oma Alana dulu,” pinta Queena pada Arlo.

Arlo melirik gadis yang duduk memangku Azura tersebut. “Kenapa kepanti?” tanya Arlo.

“Kamu kira Zura bisa menghabiskan semua jajanan itu! Lagi pula mommy Rena pasti marah kalau tahu Zura bawa banyak jajanan ke mansion,” tunjuk Queena kearah plastik-plastik berisi jajanan.

"Kenapa dia minta kalau memang tidak bisa habiskan? Mubazir jadinya,” Arlo bingung dengan gadis kecil itu, sudah tahu tidak bisa menghabiskan. Namun tetap saja minta di belikan semua jajan yang ada di grocery shopping.

“Azura si princess cimol ini minta di belikan jajanan bukan untuk dia, Arlo. Tapi untuk di kasih ke anak-anak panti,” terang Queena. “Azura dari kecil sudah di biasakan untuk selalu berbagi dengan anak-anak panti, mommy dan daddy mengajarkan padanya. Jika dia bahagia harus ingat dengan anak-anak yang di panti, jadi Azura harus berbagi kebahagiaan dengan mereka dalam bentuk apapun. Sekalipun hanya sebuah senyuman tulus,” lanjut Queena.

Arlo terdiam sejenak, dia tidak menyangka di balik tingkah polah yang membuatnya kesal tersebut ada hati seorang anak kecil yang benar-benar tulus. Ketulusan yang mungkin lebih besar dari yang Arlo miliki.

“Aku kira dia hanya bisa membuat kesal. Ternyata hatinya memang princess,” ucap Arlo.

“Memangnya kamu? Sudah ngeselin, bikin darah tinggi mulu. Si manusia red flag,” Queena mendadak jadi kesal saat ingat kalau dia selalu di buat kesal oleh Arlo.

“Sudah aku bilang tadi, tujuan hidupku membuatmu kesal. Jangan harap bisa sembunyi dariku,” Arlo tertawa sendiri dengan ucapannya.

Plak

“Jangan berisik! Nanti Zura bangun, kamu juga yang pusing kalau dia tantrum.” Queena barusan menggeplak lengan Arlo.

Jalanan sore itu cukup lengang, mereka sampai di panti sekitar jam lima sore. Queena membangunkan Azura, mereka bertiga di sambut oleh pimpinan yayasan yang baru. Azura tampak antusias, dia bahkan sempat bicara dengan anak seusianya yang kebetulan sedang bersama ibu panti saat mereka datang.

Cekrek

Arlo mengambil potret Azura.

Arlo

Take a picture 📷

Hari ini isi dompet di kuras si bocil cimol. Tapi oke juga si cimol ini, jajanin semua anak panti. Aku dukung abang berjuang buat mbak Aretha.

Bang Gavin

Take a picture 📷

Aku ganti uang jajan Azura. Sisanya anggap saja uang jajan untukmu dan Queena.

Kedua sudut bibir Arlo melengkung membentuk senyuman, notifikasi m-banking baru saja masuk dalam ponselnya. Abangku satu itu peka juga ternyata.

1
muthia
sehat selalu ❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk... kk jg ya❤️❤️❤️
total 1 replies
muthia
❤❤❤❤❤❤❤
muthia
❤❤❤❤❤❤❤❤
muthia: sehat selalu 🙏❤
total 2 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah...semangat thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kakak juga ya 💗💗
total 3 replies
Enz99
Bagus
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk💗💗
total 1 replies
zhelfa_alfira
keren
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimksh kkk 💗💗💗
total 1 replies
muthia
ayo Arlo
muthia: ❤❤❤❤❤❤
total 4 replies
muthia
gegara itu l akhirnya Arlo nikah sama Queen
muthia: 😂😂😂😂😂😂❤❤❤
total 2 replies
Anto D Cotto
menarik
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk.. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
Anto D Cotto: ok,,see 👍
total 2 replies
muthia
semangat dan sehat selalu thor 🙏
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤
total 2 replies
muthia
Langsung mampir
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trimaksh kk cntikq ❤️❤️❤️💗
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Waduh dalam sehari udah triple kill aja ngisengin Uena😮‍💨
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤣🤣🤣🤣 emg biang rusuh kan ya dia... anehnya cm ke ueena aja dia gt
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Yuhuuuuu..akhirnya cerita si babang Arlo yang sedari orok ngekeep si neng cantik Uena launching juga🥳🥳.
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ❤️❤️❤️❤️ berkat dkgn kk jg akhirnya mrk bs lauching
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!