namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6 pertama kalinya bagi saya.
Suara Alarm berbunyi untuk yang kedua kalinya.dengan kepala yang masih terasa berat seira mencoba meraihnya.
Seira mengendarakan pandangannya kesegala sisi ruangan.
" Ini kamarku kan?"
Seira menyambak rambutnya frustasi,samar samar ingatannya kembali kejadian semalam saat dia dorong keranjang dengan seorang lelaki.
" Tidak tidak.semalam laki laki itu tidak melakukannya kan."?
Seira mencoba mengingat ngingat kembali peristiwa semalam.tapi tetap saja ia tidak bisa mengingat sesuatu yang lebih.
Pintu terbuka,Rina masuk dengan secangkir teh hangat.
" Kamu sudah bangun seir." Ucap Rina dengan nada yang terdengar santai.
Seira memicingkan mata menatap Rina.
" Mi,seira tiba tiba ada disini? seingat aku tadi malam..."
" Tadi malam kamu diantar pulang oleh lelaki berjas dalam keadaan mabuk.mami sampai malu melihat keadaan kamu yang begitu kacau tadi malam..."
" Seorang lelaki,apa laki laki itu yang tadi malam menindih tubuhku."batinya.
" " Sekarang kamu mandi lalu minum tehnya."
Seira mengingit bibirnya,haruskah dia memberitahu maminya tentang pria yang membawanya kekamar, tidak tidak seira tidak akan melakukan itu.itu sama saja dengan mengalih kuburanya sendiri.
Seira turun dari ranjang,berjalan kearah toilet, tidak ada yang aneh dari tubuhnya,cara jalanya normal normal saja, tidak ada yang sakit dibagian bawah sana dan itu sedikit membuat seira sedikit tenang.
Tapi saat ia menatap dirinya dipantulan cermin didalam toilet.netranya tertuju pada tanda merah dilehernya.
" Ahhhhhhh tidak mungkin."
Kakinya terasa lemas melihat tanda itu,bagi seira tanda itu cukup membuktikan apa yang terjadi semalam.
" Seira kamu kenapa? Kamu baik baik saja kan." Ucap sang mami didepan toilet.
" Tidak mi ,seira tidak apa apa." Ucapnya dengan suara yang bergetar.
Mami Rina menghelai nafasnya berat,ia berusaha untuk tidak mendikte hidup seira lagi.pertengkaranya dengan seira kemarin cukup membuatnya tertampar,seira benar dia terlambat mendidik anaknya,jika ingin menjadikan anaknya pribadi yang lebih baik bukankah dia harus melakukannya sedari kecil.bukanya malah menentang anaknya dikalah anaknya sudah terlalu jauh melangkah.mungkin ia harus mencari cara lain untuk menjadikan seira menjauhi sesuatu yang dilarang oleh agamanya.
" Baiklah seir,mami tunggu kamu diluar."
" Ia mi."
Seira menggosokkan kissmark yang ada dilehernya dengan tangan dengan perasaan jijik.
" Oh tuhan apa mungkin aku sudah tidak perawan lagi."?
Kamar mandi seakan menjadi saksi bagi seira menumpahkan air matanya.matanya mulai membengkak.pipinya panas ia membasuh wajah berkali kali tapi tanda merah itu tidak hilang hilang.
Sedangkan diluar handphonenya tidak berhenti berdering.
Rina yang merasa tergangu dengan bunyi ponsel itu,meraihnya terlihat nama Hana tertera disana entah sudah berapa kali Hana menelpon seira.
" Astagfirullah seira, sebenarnya apa yang kamu lakukan didalam kamar mandi? Dari tadi Hana terus menelepon mu"
Seira mencoba menarik nafas dalam,mencoba melupakan semuanya.kali ini ia harus berusaha tenang.sampai menemukan siapa laki laki yang telah merenggut kesucianya.
Ia keluar dari kamar mandi dengan wajah tenang meskipun dengan mata yang sembab.
" Hallo Han."
" Astagfirullah seira,kenapa panggilan ku tidak dijawab sedari tadi."
" Maafkan aku Hana, kepalaku rasanya masih pusing."
" Kamu masih pusing gara gara mabuk semalam.?"
" Han,kok kamu tahu,aku...."
" Lihat akun gosip seir, sekarang kamu lagi viral,foto foto dan Vidio kamu saat mabuk ditonton sampai 10 juta kali."
" Hahhhhhhhh."
Dengan tangan gemetar seira membuka akun gosip.
Dalam Vidio terlihat jelas seira tengah berjoget dengan wine ditangannya,dikelilingi oleh para laki laki yang memandangnya penuh nafsu.
Seira terlulai lemas ia menjatuhkan tubuhnya dengan lemas dikasur.
" Mampus aku."
Seira memilih untuk tidak melihat komentar netizen terhadapnya,ia sudah tahu pasti semua orang diluaran sana berkomentar negatif tentang dirinya.tapi bukan itu yang penting bagi seorang seira.tapi ia baru saja akan memulai syuting pertamanya yang ia takutkan berita ini akan membuatnya kehilangan projek itu.dan tentu saja itu bisa mempengaruhi karir seorang seira Aurora.
Ponsel digenggamnya kembali berbunyi.
" Hallo Han."
" Seira,kamu harus segera kekantor sekarang?"
Tubuh seira semakin lemas.
" Bodoh kamu seira, seharusnya kamu tidak usah melakukan hal bodoh seperti tadi malam hanya gara gara sakit hati melihat Kevin dan perempuan lain."
\*\*\*
Kacamata hitam melekat dimatanya,saat ia berada didalam mobil banyak wartawan didepan kantornya,tentu saja gara gara Vidio yang semalam viral.seira menghelai nafasnya berat.
Pintu mobil dibuka pelan,seira turun dari mobilnya dengan kacamata yang masih bertengger dihidungnya,seira melangkah tatapanya lurus ia tidak menoleh ke kanan atau kekiri pandangannya lurus, meskipun wartawan berusaha mengulurkan microfonya,dengan penjagaan satpam disampingnya seira berhasil lolos dari wartawan.
Saat seira merasa legah lolos dari wartawan,disaat yang sama seorang laki laki tidak sengaja menatap seira dengan jantung yang berdetak tak menentu.
Dengan pelan ia menyeret kakinya mendekati seira.
"Assalamualaikum saya laki laki yang kemarin..." Suara Gus Hanif seperti tertelan sendiri.
Seira menoleh ke sumber suara.
" Waalaikum salam ada apa yah.."?
" Hmm saya laki laki yang kemarin tidak sengaja mencium kamu didalam litf." Wajah Gus Hanif memerah saat mengatakan itu,degub jantungnya berpacu lebih cepat,seaakan ada gelombang yang terasa ingin meledak didalam sana.
" Sejujurnya saya terus memikirkan kejadian itu,itu pertama bagi saya,dan saya merasa perlu mempertanggungjawabkan apa yang telah saya lakukan kepadamu."
Alis seira terangkat.
" Udah lupakan saja,kita kan sama sama tidak sengaja.jadi tidak perlu dibesar besarkan." Seira mencoba cuek karna tidak mau memperumit keadaan.baginya itu hanya sebuah kecelakaan yang tanpa disengaja tidak ada unsur pelecehan didalamnya.berbeda dengan Gus Hanif yang merasa hal itu harus dipertanggung jawabkan dirinya.
" Tapi saya merasa perlu.hal itu pertama kalinya bagi saya dan saya merasa sulit untuk melupakannya."
Tiba tiba saja seorang wartawan berhasil lolos dari pengamanan dari luar.
" Seira Aurora."
Seira menoleh
" Oh astaga."
dengan cepat seira berlari secara reflek ia menarik tangan Gus Hanif untuk berlari bersamanya.
" Eh nona."
Seira berlari kesubuah ruangan kosong dengan Gus Hanif,seira terlihat panik dan tangannya masih mengengam tangan Gus hanif.tubuh Gus Hanif kembali terasa lemas,berulang kali ia mencoba melepas genggaman tanganya dari jeratan tangan seira tapi seira terlalu kuat mengengam tangan itu.
Hingga akhirnya seira tersadar dan mengempaskan tangan itu.
" Astaga."
Gus Hanif masih berdiri di samping seira dengan ekspresi kaku,dengub jantungnya sungguh tidak normal.
"Saya betulan ingin mempertanggungjawabkan kejadian kemarin,saya berniat menikahi kamu."
Seira menoleh kearah Gus Hanif dengan rahang yang mengeras, bagaimana bisa laki laki ini mengucapkan kata pernikahan dengan mudahnya.
" Hahhhhhhhha menikahi saya, bukankah Anda ini seorang Gus ya,yang mengisi kajian selama tiga puluh menit distasiun tv swasta.anda tidak tahu siapa saya?,apa anda belum menonton Vidio saya yang mabuk semalam?.anda sangat lucu Gus, bagaimana mungkin seorang Gus yang menarik perhatian emak emak dengan ceramahnya tiba tiba ingin menikahi artis yang penuh skandal seperti saya."?
" Dengar ya gus,saya sudah bilang kita lupakan kejadian kemarin,itu hanya kecelakaan."!
" Tapi itu yang pertama kalinya bagi saya,dan saya merasa tidak nyaman."
Seira memutar bola matanya keatas.
" Seharusnya yang merasa dilecehkan itu saya sebagai pihak perempuan,bukanya malah anda yang merasa mendapatkan pelecahan ditubuh anda hanya karna anda baru pertama kalinya melakukan itu. Lalu dengan alasan itu anda berniat menikahi saya.sungguh itu tidak lucu."
" Ingat ya gus,saya yakin anda lebih paham daripada saya, pernikahan itu bukan untuk main main.!"
Gus Hanif tersenyum tapi pandanganya tetap menunduk.
" Saya paham maksud kamu, saya sudah shalat istikharah berkali kali dan hati saya selalu condong keperempuaan yang merebut ciuman pertama saya."
Seira merasa jengah,dia fikir laki laki didepanya ini sudah gila.
Ia keluar dari ruangan itu karna sudah merasa aman dari wartawan, meninggalkan Gus Hanif dengan perasaan sedikit kecewa tapi ada suatu perasaan yang lain dihatinya.getaran halus yang membuatnya senyam senyum.