Cerita ini Menceritakan tentang Perjalanan Hidup dan cinta gadis muda.
Dahulu dia adalah Seorang Gadis yang Ceria, Manja dan Dia juga Terlahir dari Keluarga Pengusaha.
Semenjak Ayahnya pergi Kehidupannya mulai tersiksa, Hari-harinya penuh Siksaan dan Cacian.
Awal mula kehidupan baru terjadi, Dia Di pertemukan dengan Seorang Pengusaha, di pertemukan di tempat dan waktu yang salah.
Pertemuan mereka begitu pahit, Namun akan kah berbuah manis pada akhirnya?
Ikuti Cerita ini ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GIRL MEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENYEMANGATI
Suara notifikasi Phonsel Alika berbunyi, mereka pun segera menghentikan tawanya. Alika melangkahkan kaki menuju ranjang lalu meraih phonsel yang terletak di atas nakas di samping ranjang, kemudian melihat notifikasi tersebut dan membacanya, Alika begitu kaget melihat notifikasi pesan yang masuk.
"SMA TETRA PELAGI?" guman Alika, dia merasa tidak percaya kalau dia mendapatkan pesan dari Sekolah, Arjuna melihat Alika dengan tatapan penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
"Pesan dari Siapa?" tanya Arjuna lalu berdiri di samping Alika.
"Dari Pihak Sekolah kakaa." jawab Alika, lalu memperlihatkan pesan itu kepada Arjuna, Arjuna yang melihat isi pesan berpura-pura tidak terjadi apa-apa, padahal dia tau itu semua terjadi karena ulah dia.
"Berarti Lusa aku bisa kembali kesekolah!" ucap Alika antusias, Arjuna kembali tersenyum melihat Alika yang terlihat sangat bahagia.
"Tapi...." ucapan Alika terhenti sejenak, lalu dia menoleh ke arah Arjuna.
"Tapi apa? Kka tidak melarang kamu untuk tidak sekolah kan, lagian itu demi kebaikan kamu juga, jadi nikmatilah masa sekolah mu." ucap Arjuna ketika Alika melihat dirinya.
"Mulai sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi, semua kebutuhanmu biar kaka yang urus, kamu cukup belajar dengan rajin." lanjut Arjuna sambil mengelus rambut Alika, Alika masih merasa tidak percaya.
"Tidak perlu kaka, beberapa hari ini aku selalu merepotkan mu." lirih Alika setelah mendengar ucapan dari Arjuna, sebenarnya dia tidak mau menolak tapi dia merasa tidak enak.
"Tidak! kamu tidak merepotkan ku, kamu harus nurut sama aku, tidak boleh menolak, kamu akan tetep tinggal bersama ku dan aku akan mengurus semua keperluanmu." perintah Arjuna untuk Alika, Alika masih bingung dia harus berbuat apa.
"Aku tidak mau kamu terluka, jika kamu keluar dari rumah ini kamu pasti bakalan terluka lagi dan lagi dan aku tidak mau itu semua terjadi." ucap Arjuna untuk meyakinkan Alika supaya dia tidak menolak permintaan Arjuna.
"Tapi bagaimana kata orang nanti, kita tinggal di satu atap tanpa ada ikatan apapun, aku takut kaka jika mereka menuduhku yang bukan-bukan." jawab Alika yang kini mulai merasa sedih, Arjuna melihat wajah Alika kemudian sedih, dia meraih kedua tangan Alika dan menggemgam nya erat.
"Kamu dengarkan kaka! kamu tidak perlu menghiraukan apa kata mereka, selagi kita tidak melalukan apa yang mereka bilang, lagian di rumah ini bukan cuma kita saja yang tinggal, para pelayan dan yang lainnya juga tinggal di sini bukan? terus kenapa kamu masih merasa takut?" ucap Arjuna untuk meyakinkan Alika supaya tetap tegar.
"Kakaa.." ucap Alika, kemudian Alika kembali menangis, karena dia tidak bisa menahan tangisnya lagi, Arjuna berusaha menenangkan nya lagi dan lagi.
"Kenapa kamu menagis? kaka tidak suka melihat mu terlalu cengeng." ucap Arjuna kemudian menyeka air mata Alika yang jatuh membasahi pipi.
"Jika kamu terus menangis mereka akan berbuat semaunya pada dirimu. Jadi ayolah! sekarang coba lah untuk menjadi gadis yang lebih tegar, jangan perlihatkan air mata mu lagi pada orang lain, cukup kepada kaka saja." Arjuna memeluk Alika lagi, kini Alika menyembunyikan wajah nya di depan dada datarnya Arjuna.
"Kaka kenapa kamu melakukan ini semua kepada ku? Apa karena kesalahan kemaren atau kaka merasa kasian kepada ku?" tanya Alika. Tapi dia tidak mau melihat wajah Arjuna.
"Aku melakukan ini semua karna aku Sayang kepadamu. Semenjak kamu datang ke rumah ini, kamu merubah semuanya yang ada pada diriku begitu cepat. Kamu membuatku begitu nyaman dengan semua ini, jadi jangan berfikir yang tidak lagi." ucap Arjuna lalu mangangkat wajah Alika supaya Alika menatap matanya.
"Kaaka.." ucap Alika namun ucapannya terpotang oleh Arjuna.
"Sudahlah kamu tidak perlu memikirkan apapun lagi, cukup kamu belajar dengan rajin itu sudah cukup untukku." ucap Arjuna kemudian melepaskan pelulannya.
"Cepat bersiap-siap kita akan keluar sore ini untuk mencari perlengkapan sekolahmu." perintah Arjuna, tanpa berfikir lama Alika pun pergi untuk bersiap-siap.
******
Kini tubuh Lidia begitu lemas bahkan untuk bangun dari lantai pun saja dia sudah tak mampu lagi, akibat ulah para anak buah Arjuna yang begitu sadis.
Bram yang melihat Lidia seperti itu dia merasa sangat puas, menyaksikan para anak buah Arjuna mempermainkannya, rasa cinta Bram sudah berubah menjadi dendam.
Kini di dalam ruangan itu hanya tinggal Bram dan Lidia. Lidia terletang di lantai tampa mengenakan pakaian sehelai benangpun, tidak ada lagi yang menutupi tubuhnya.
"Bagaimana Sayang? apa kau sangat puas, bukankah mereka begitu perkasa." tanya Bram kepada Lidia yang kini berbaring di lantai. Lidia hanya bisa menangis menyaksikan dirinya sendiri yang sudah hancur.
"Sudahlah sayang, tak perlu kau menangis, bukankah ini yang kau inginkan." lanjut Bram menatap Lidia dengan senyuman kemenangan.
"Kenapa kau lakukan ini Bram?" tanya Lidia dengan suara isak tangis, sambil melihat Bram.
"Bukan Aku. Tapi kau sendiri yang melakukannya, kau menghianatiku Lidia." lirik Bram kesal, melihat Lidia dengan tatapan tajam, kini Lidia hanya bisa pasra dengan nasip yang telah dia dapatkan dari akibat keserakahannya.
"Apa kau lupa? Aku sangat mencintai dan menyayangi dirimu, bahkan melebihi diriku sendiri. Semua yang kau inginkan telah ku beri, tapi apa balasanmu?" bentak Bram kepada Lidia, namun Lidia tidak menjawab, dia masih terus menangis.
"Mulai sekarang jangan pernah kau ganggu hidupku lagi, anggap saja kita tidak pernah bertemu." perintah Bram kepada Lidia lalu melepaskan cincin pertunangan mereka yang sempat mereka samatkan diri jari masing-masing.
"Aku masih membiarkanmu hidup, aku melarang mereka untuk membunuhmu, jadi pergunakan lah sisa hidupmu dengan baik." lanjut Bram kemudian dia pergi meninggalkan Lidia di dalam ruangan itu sendirian, kini Lidia hanya menangis merasakan apa yang telah ia perbuat.
DI KANTOR
Hari ini Syam sangat sibuk, begitu banyak tugas yang harus dia selesaikan sendiri, di tambah lagi sekretaris Arjuna tidak ada lagi.
Kenapa aku terjebak di tempat ini, tidak adakah orang yang mau membantuku melakukan semua pekerjaan ini? aku benar begitu lelah, kalau bukan karena Bost Adipura aku tak mau melakukan ini semua.
Ketika Syam sedang melamun tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu ruangan. Seketika Syam sadar dari lamunan.
Tok tok tok....
"Iya Masuk!" ucap Syam.
"Maaf tuan. Apa aku mengganggu mu?" tanya salah seorang gadis yang baru datang. Syam pun melihat gadis itu, dia tidak mengenalnya karena dia baru kali pertama ini datang ke kantor ini.
"Tidak, Silahkan duduk." ucap Syam sambil berdiri dan berjalan menuju sofa, kemudian dia juga ikut duduk di sofa di dalam ruangan itu.
"Kamu siapa dan mau apa kamu ke sini?" tanya Syam dengan nada datar, sebenarnya Syam mengagumi gadis cantik dan seksi itu tapi dia tidak mau gadis itu tau.
"Aku Nadira Aufa." ucap Aufa lalu menyodorkan tangannya kepada Syam, Syam menerima jabatan tangannya.
"Aku Syam Olcyno." ucap Syam.
"Aku kesini disuruh oleh tuan Arjuna untuk membantu mu mengerjakan pekerjaan kantor hari ini." ucap Aufa sambil melihat Syam.
Tuan Arjuna mengirim gadis cantik ini untuk membantu pekerjaanku, bukan malah fokus lagi gue malah dibikan gagal fokus di bikinnya ini, Tuan Arjuna bisanya nyuruh gadis cantik dan seksi ini, kayak ngak tau gue ini kan laki-laki normal apa?
"Kenapa tuan? kok malah bengong?" tanya Aufa menyadarkan lamunan Syam. Syam menatap gadis itu lalu tersenyum.
"Tidak. Kamu jangan panggil aku tuan, panggil Syam saja." jawab Syam menatap gadis itu dengan tatapan yang tidak bisa dia mengerti.
"Baiklah Syam." ucap Aufa lalu kembali terseyum melihat Syam yang tersenyum.
Kenapa dengan jantungku, kenapa dia begitu menggoda ku, kau benar-benar keterlaluan tuan Arjuna, aku menunggu penjelasanmu.
Setelah berkenalan.
Kini mereka berdua bekerjasama untuk mengerjakan pekerjaan kantor yang begitu banyak hari ini berdua, ketika bekerja sama sekali-kali Syam melirik gadis itu, begitupun juga dengan Aufa.
deg2an jg bc y selamat dr kucing garong mlh masuk kandang buaya, mudah2an si buaya mau bertanggungjawab kpdmu