NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:327
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minum tinggal minum, apa susahnya?

Marcus mengatur nafasnya dan mengelap keringat dingin di dahinya.

“Anak muda! Ini ramuan kebangkitan spiritual atribut bawaan melihat masa depan milikmu. Minum dan seraplah.” Ucap Marcus menyerahkan ramuan itu dengan senyuman mengembang di wajah tuanya.

Dien terdiam melihat ramuan aneh dan tampak beracun itu, lalu menoleh melihat Bent yang belum pergi.

“Apakah tidak masalah aku meminumnya?” Tanya Dien menunjuk ramuan di tangan Marcus.

Bent mengangguk.

“Kamu yakin?” Dien bertanya tidak yakin.

Bent sekali lagi mengangguk.

Ramuan yang mendidih itu meledakkan gelembung dan menyebarkan uap panas yang mencekik pernafasan.

“Apakah kamu tidak menginginkan kemampuan melihat masa depan ini?” Tanya Dien kembali dan membuat Bent bingung sesaat.

Pertanyaan itu memang ditujukan kepada Bent, namun sebenarnya Dien ragu untuk meminum ramuan kebangkitan spiritual tersebut. Apa yang Dien khawatirkan membuat Marcus dan Every mengerutkan kening marah, mereka berdua tampak tidak puas dengan sikap Dien.

“Meskipun aku menginginkannya, aku jelas tidak bisa meminumnya. Seseorang hanya bisa meminum ramuan kebangkitan spiritual satu kali dalam seumur hidupnya. Tidak ada yang kedua kali.” Ucap Bent menjelaskan kesulitannya.

“Jika ada yang minum ramuan kebangkitan spiritual untuk kedua kali, maka orang itu berpotensi kehilangan kendali dan dikalahkan oleh kehendak monster. Pada akhirnya dia akan bermutasi menjadi monster tanpa akal dan hanya memiliki satu akhir, yaitu kematian. Aku jelas tidak ingin kehilangan kendali dan menjadi monster. Tidak akan ada yang akan mencegahmu mendapatkan kekuatan tersebut. Minumlah!” Ucap Bent mendorong Dien agar meminum ramuan itu.

Dien mengerti dan melihat ramuan yang mendidih itu sesaat. Dien baru saja membuka mulut hendak bertanya kembali, namun tiba-tiba Every menyumpal mulutnya dengan ramuan sihir kebangkitan spiritual.

“Minum tinggal minum. Apa susahnya?” Ujar Every mencekoki Dien secangkir ramuan sihir kebangkitan spiritual.

Dalam waktu singkat Dien dipaksa meminum ramuan kebangkitan spiritual hingga habis tanpa sisa. Setelah dipaksa menenggak habis ramuan kebangkitan spiritual Dien tampak oleng, kepalanya pusing dan berdenyut-denyut seakan dunia berputar dengan kecepatan tinggi, langkahnya sempoyongan, dan keseimbangannya terganggu.

Dien memegang tenggorokannya yang terasa terbakar api.

Dalam kesakitan dan hampir kehilangan kendali Dien merasakan bahwa ramuan sihir segera meresap ke dalam tubuh, aliran darah, tulang, dan setiap sel tubuhnya. Energi spiritual dari ramuan sihir membangkitkan energi spiritual asli Dien, lalu menarik energi alam secara gila-gilaan, membuat energi alam berkumpul di jantungnya dan menimbulkan rasa sakit yang mengerikan.

“Kontrol energi spiritualmu dan kelola energi alam menjadi energi spiritual!” Pekik Marcus mengarahkan.

“Apa yang kau lakukan wanita gila? Kenapa kau memaksanya?” Bent tidak percaya dengan tindakan Every yang sangat tergesa-gesa.

Every tidak peduli.

Dien oleng dan meledakkan energi spiritual yang sangat kuat hingga tiga orang itu terpental jauh membentur dinding, serta membuat dinding ruangan retak perlahan-lahan, membuatnya terlihat seperti jaring laba-laba.

“Kuat sekali. Jantung monster sihir tingkat berapa yang menjadi bahan ramuan itu?” Gumam Every menahan sakit, melirik Bent yang juga meringis kesakitan.

Ruangan alkimia yang diperkuat formasi sihir penguat ternyata tidak mampu menahan ledakan energi spiritual Dien. Dinding ruangan alkimia yang retak jaring laba-laba perlahan-lahan hancur akibat tekanan besar energi spiritual Dien.

“Sepertinya kita membutuhkan formasi sihir penahan kerusakan yang lebih kuat dan lebih kokoh lagi.” Ucap Every melihat ruangan yang sangat mudah hancur.

“Sebenarnya monster sihir tingkat berapa yang kamu dapatkan? Kenapa tekanan energi spiritualnya sangat kuat?” Tanya Marcus kepada Bent.

Bent terlihat muntah darah menahan tekanan mengintimidasi energi spiritual Dien Moretz yang sangat kuat.

“Itu… itu jantung monster sihir tingkat 8. Kami mendapatkannya saat dia terluka parah akibat bertarung melawan monster lain.” Balas Bent setelah ragu-ragu.

Sontak Marcus kaget bukan main.

“Pantas saja, tekanan energi spiritualnya begitu kuat. Kenapa kamu tidak mengatakannya lebih awal?” Tanya Marcus tidak habis pikir.

“Maaf aku lupa memberitahumu, tuan Marcus!” Balas Bent merasa bersalah.

“Jika kamu mengatakannya lebih awal, aku akan memasukkan rumput seribu kehidupan untuk menahan efek energi spiritual monster tersebut. Maka hal ini tidak akan terjadi. Dasar bodoh!” Pekik Marcus benar-benar marah kepada Bent yang lalai.

Bent menundukkan kepala, merasa sangat bersalah. Marcus juga merasa sangat bersalah, karena terlalu terburu-buru membuat ramuan tanpa memperhatikan kelengkapan bahan. Disisi lain Every tidak peduli dan bahkan terlihat sangat senang, tampaknya wanita itu sangat membenci Dien Moretz. Apalagi dia yang menyembunyikan rumput seribu kehidupan.

Dien yang kurus seketika kembung akibat terlalu banyak menyerap energi alam, membuat jantungnya membesar dan mempengaruhi tubuhnya. Tubuhnya terutama jantung terus membesar dan membesar. Dien seperti bom energi yang terus membesar dan membesar hingga pada akhirnya akan meledak dan menghancurkan semua hal jika dibiarkan begitu saja.

Kejadian itu disaksikan oleh kapten Medi yang berada di ruang kantornya. Kapten Medi menghisap rokok dengan acuh, lalu membuang abu rokok ke dalam asbak yang sudah disiapkan, dan asapnya dihembuskan ke atas.

Asap rokok itu segera menghilang di kehampaan udara tanpa memicu sirine kebakaran.

“Seharusnya aku tidak merekrut orang awam ini. Mentalnya tidak siap untuk mendapatkan kekuatan spiritual.” Gumam Kapten Medi melihat layar monitor CCTV yang terhubung dengan ruangan alkimia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!