NovelToon NovelToon
Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Kak Luis, tolong jangan ... ini menyakitkan!" titah Laura dengan wajah memerah. Bahkan ia memalingkan wajahnya ke arah lain. "Kamu berani menegurku!" Wajah Luis nampak menyeramkan. "Kak Luis ... Maafkan aku ... " Ucapan Laura saat tiba-tiba Luis beralih menciumnya. "Ini adalah hukuman karena kamu berani menentang perintahku Laura Ana ... " Kedua bola mata Laura membelalak sempurna, saat Luis ingin ... Luis Lucian sangat membenci Laura Ana, ia menganggap jika Laura anak haram dari ayahnya yang membuat ibunya pergi. Padahal yang sebenarnya terjadi, saat Lucian berumur 15 tahun, ibunya pergi karena berselingkuh. Sementara Laura anak dari sahabat ayah Lucian yang kedua orang tuanya meninggal saat kecelakaan. Saat umur 16 tahun, Laura dibawa kerumah Lucian dan tinggal disana. Karena kelebihan yang diderita Laura, Lucian mengira Laura pernah hamil dan melahirkan. Dia terus menganggu dan mempermainkan perasaan Laura, walaupun bagi Luis, ia dan Laura saudara satu ayah. Luis akan membuat Laur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.

"Luis ... !! Apa yang kamu lakukan?" Terdengar suara penuh amarah dari Wilson.

Luis yang sebelumnya diliputi amarah, sontak kesadarannya pun kembali.

Ia langsung melepaskan tangannya dari leher Laura.

Wilson berjalan mendekat dan langsung menampar wajah putranya.

Luis memegang pipinya, ia malah membalas tatapan ayahnya dengan marah juga, "kenapa ayah memukulku?"

Wilson menghembuskan napas kasar, "kamu hampir membunuh seseorang di rumah sakit. Hanya dipukul itu bentuk kemurahan hati, lebih baik sekarang kamu keluar!! Ada hal yang ingin aku bicarakan padamu."

Lalu tatapan Wilson beralih ke arah Nigel, "Paman minta tolong, kamu jaga Laura dulu!"

Nigel yang sedan memberikan minum untuk Laura pun mengangguk.

Hal itu membuat Luis tidak terima dan ingin memberontak, tapi ucapan Wilson langsung membuat Luis terdiam.

"Selama tiga tahun, kamu selalu mengambil uang saku Laura yang aku berikan bukan," ucap Wilson.

Lalu tatapannya beralih menatap ke arah Laura, ia menatap Laura dengan tajam seolah-olah mengatakan, "kamu mengadu pada ayah, hah."

Laura segera memalingkan pandangannya, lalu menunduk ketakutan.

Nigel menatap tangan Laura yang gemetar tak berdaya, seolah ketakutan itu mengalir dari setiap jari yang bergetar.

Tanpa ragu, ia meraih tangan itu dan menggenggamnya erat, mencoba menyalurkan kekuatan dan ketenangan yang ia miliki. "Laura, ada aku di sini. Kalau kamu takut tinggal serumah dengan Luis, aku bisa berikan apartemenku untukmu," ucapnya dengan suara lembut namun tegas, penuh perhatian.

Namun, Laura menggeleng dengan wajah yang masih menyimpan keberanian meski matanya berkaca-kaca. "Aku nggak takut sama dia," jawabnya singkat, mencoba mempertahankan harga dirinya.

Nigel menghembuskan napas kasar, dadanya naik turun menahan gelombang emosi yang berkecamuk saat matanya tak sengaja menangkap leher Laura yang merah membiru akibat cekikan Luis.

"Baiklah," katanya pelan tapi penuh arti. "Kamu itu pacarku, walaupun kamu hilang ingatan."

Dengan penuh kasih sayang, Nigel mengambil sendok dan menyuapi bubur ke mulut Laura.

Gadis itu menerima dengan patuh, tak menolak sama sekali karena tangan kirinya terpasang infus, membuatnya tak berdaya namun tetap bertahan dalam diam.

Sementara itu, didepan ruangan Laura. Wilson menampar putranya lagi, lalu menyerahkan hasil tes dari Laura.

Luis dengan malas menerimanya, dan membacanya sekilas. Ia melihat jika Laura menderita kekurangan gizi kronis.

"Dia makan sangat banyak," sahut Luis acuh tak acuh.

Wilson memutar bola matanya jengah, ia memilih mengungkapkan rahasia Laura. "Tapi dia beda, Laura memiliki sindrom aneh. Setelah kecelakaan itu, ada trauma yang mendalam, yang mengakibatkan hormonnya tidak stabil."

"Jadi Laura menderita kelebihan hormon di bagian ..."

Belum sempat menjelaskan lebih lanjut, telepon diponsel Wilson berbunyi lagi.

Wilson meminta ijin pada putranya, untuk menjawab telepon.

Sementara Luis sudah marah, memilih pergi ke balkon untuk merokok. Ia tidak mengerti akan perasaannya, melihat Laura berinteraksi dengan lawan jenis.

Ntah kenapa ia tidak bisa mengendalikan amarah pada dirinya, ia senang melihat Laura menderita. Tapi ia benci saat melihat gadis itu terluka.

Perasaan rumit ini, sungguh membuat hatinya terasa aneh.

Tak berselang lama, Wilson pun menghampiri putranya. "Aku harap kamu meminta maaf pada Laura."

"Kenapa aku harus minta maaf padanya?" Sahut Luis dengan nada angkuh.

"Luis astaga, jadi selama ini kamu sering menindas Laura. Apakah kamu lupa? Waktu Laura pindah ke rumah kita, waktu itu Laura sangat gemuk. Dan sekarang, Laura sangat kurus dan kurang gizi. Bagaimana aku menjelaskan pada ibunya disurga," jelas Wilson.

Saat membahas ibu Laura, amarah Luis seakan menjadi. Ia pun berkata, "barusan aku mencekiknya karena dia itu kotor. Melakukan hal tak senonoh dengan pacarnya Nigel. Sampai dia hamil ... "

Wilson pun menyela, "tutup mulutmu Luis!" Dadanya naik turun, amarahnya kembali naik.

Melihat kemarahan ayahnya, Luis tersenyum tipis. "Apakah ayah lupa? Ibuku pergi dari rumah karena tahu ayah berselingkuh dengan ibunya Laura. Aku sungguh sangat membenci Laura!!"

Setelah mengatakan hal itu, Luis berlari meninggalkan ayahnya yang mematung.

Wilson tidak menyangka. Putranya salah paham, membenci Laura karena mengira ibu Laura seorang pelakor.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!