NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Yan Kai masih berdiri di tepi sungai kecil itu, menatap pantulan wajahnya sendiri yang kini tampak begitu asing. Jemarinya perlahan menyentuh pipinya, memastikan bahwa semua yang dilihatnya bukanlah ilusi.

Kulitnya benar-benar telah berubah. Bekas luka yang selama bertahun-tahun menghiasi tubuhnya lenyap tanpa jejak. Rambutnya yang dahulu kusam kini tampak hitam legam dan berkilau. Bahkan tubuhnya terasa jauh lebih ringan, seolah beban yang selama ini menekan setiap langkahnya telah menghilang.

Namun perubahan itu sama sekali tidak membuatnya merasa tenang. Tatapannya kembali menyapu hamparan Dimensi Tak Berujung yang luas tanpa batas.

"Lalu... bagaimana aku pulang?"

Pertanyaan itu terus terngiang di dalam kepalanya. Ia sudah mencoba berjalan ke berbagai arah, tetapi semakin jauh melangkah, semakin ia merasa tempat ini tidak memiliki ujung.

Pulau-pulau yang melayang tetap berada di langit. Air terjun yang menggantung di udara tetap mengalir tanpa henti. Pemandangan di setiap sudut begitu indah, tetapi tidak satu pun terlihat seperti jalan keluar.

Yan Kai mencoba berteriak. "Apakah ada orang di sini?!"

Suaranya bergema di antara pulau-pulau melayang. Namun tidak ada jawaban. Hanya keheningan yang kembali menyelimuti dunia itu.

Yan Kai mulai merasa cemas. "Kalau aku benar-benar terjebak di sini... lalu bagaimana dengan dunia luar?" Apakah waktu di tempat ini berjalan sama? Apakah baru beberapa saat, atau justru sudah berhari-hari? Ia sama sekali tidak mengetahuinya. Semakin dipikirkan, dadanya semakin sesak.

Meski kehidupan di Sekte Hutan Bambu penuh penderitaan, setidaknya ia masih mengetahui tempatnya berada. Di sini, ia benar-benar sendirian.

Yan Kai kembali melangkah tanpa tujuan. Namun baru beberapa langkah—

Buuummm!!

Seluruh Dimensi Tak Berujung tiba-tiba bergetar hebat.

"Apa?!"

Yan Kai hampir kehilangan keseimbangan. Tanah di bawah kakinya berguncang seperti diterjang gempa besar. Pulau-pulau yang melayang mulai bergetar, air terjun di langit bergelombang hebat, dan retakan-retakan tipis mulai muncul di langit biru yang sebelumnya tampak sempurna.

Krek... krek...!

Suara retakan itu semakin jelas. Yan Kai mendongak dengan wajah pucat. Langit sedang pecah—retakan berwarna hitam menyebar ke segala arah seperti kaca yang dihantam palu. Angin bertiup semakin kencang, dan seluruh dimensi mulai dipenuhi suara gemuruh yang memekakkan telinga.

"Apa yang terjadi?!" Yan Kai berteriak panik. Tidak ada yang menjawab.

Bummm!!

Getaran berikutnya jauh lebih kuat. Sebuah pulau melayang di kejauhan mulai runtuh menjadi pecahan batu yang jatuh ke dalam kehampaan. Pepohonan berguncang hebat. Sungai yang melayang di udara mulai kehilangan bentuknya dan berubah menjadi hujan deras yang jatuh ke segala arah.

Yan Kai benar-benar diliputi kepanikan. Ia bahkan tidak tahu harus berlari ke mana. Kalau seluruh dunia ini hancur, bukankah dirinya juga akan ikut musnah?

"Tidak... tidak..." Ia mengepalkan tangan. "Aku tidak boleh mati di tempat seperti ini!"

Saat itulah di kejauhan, sekitar puluhan langkah dari tempatnya berdiri, ruang tiba-tiba berputar membentuk pusaran cahaya keperakan. Pusaran itu semakin membesar, perlahan berubah menjadi sebuah portal.

Yan Kai membelalakkan mata. "Itu...?"

Portal tersebut memancarkan aura yang sangat mirip dengan cahaya yang menyedotnya ke Dimensi Tak Berujung sebelumnya. Belum sempat ia berpikir lebih jauh, retakan di langit kembali melebar.

Brakkk!!

Sebagian langit benar-benar runtuh. Melihat keadaan yang semakin mengerikan, Yan Kai tidak lagi memiliki waktu untuk mempertimbangkan apa pun. Ia menggertakkan gigi.

"Apa pun yang ada di balik sana, lebih baik daripada tetap di sini!"

Tanpa ragu sedikit pun, Yan Kai mengerahkan seluruh tenaganya dan berlari menuju portal tersebut. Semakin dekat ia melangkah, semakin kuat daya tarik yang keluar dari dalam portal. Angin kencang menerpa tubuhnya, pakaiannya berkibar liar. Begitu tiba di depan pusaran cahaya, Yan Kai langsung melompat masuk.

Wusss!!

Dalam sekejap, tubuhnya ditelan oleh cahaya keperakan. Pandangan Yan Kai kembali dipenuhi cahaya yang menyilaukan, tubuhnya terasa ringan, seolah melayang di ruang tanpa batas. Ia menutup kedua matanya secara refleks.

Entah berapa lama kemudian, kakinya akhirnya kembali menginjak sesuatu yang keras. Kesunyian pun kembali menyelimuti sekitarnya. Yan Kai perlahan membuka mata.

Hal pertama yang ia lihat adalah deretan rak-rak kayu tua yang dipenuhi kitab kuno. Lantai kayu. Jendela kecil yang memancarkan cahaya matahari sore. Serta buku tua tanpa judul yang kini telah tertutup rapat dan tergeletak tenang di atas lantai.

Yan Kai terdiam beberapa saat, menyapukan tatapannya ke seluruh ruangan.

"Lantai... tiga perpustakaan..."

Ia segera mengangkat kedua tangannya, memeriksa telapak, lengan, hingga seluruh tubuhnya dengan napas yang memburu.

"Ini..."

Tangannya perlahan menyentuh pipinya sendiri. Kulitnya masih terasa halus. Bekas luka yang selama ini berada di pelipisnya benar-benar telah menghilang.

Ia lalu menggulung lengan bajunya—bekas memar, goresan, hingga kapalan tebal yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari tubuhnya kini lenyap tanpa jejak. Yan Kai kembali meraba rambutnya. Rambut yang sebelumnya kusam dan kasar kini terasa jauh lebih lembut.

Semua perubahan itu masih ada.

"Bukan mimpi..." Ia bergumam lirih. "Semuanya benar-benar terjadi."

Untuk sesaat ia hanya berdiri diam, pikirannya masih dipenuhi kebingungan mengenai semua yang baru saja dialaminya. Dimensi Tak Berujung. Naga Kegelapan. Buah aneh yang menyembuhkan seluruh lukanya. Hingga perubahan yang terjadi pada akar spiritualnya, meski ia sendiri belum menyadarinya. Semuanya terasa begitu tidak masuk akal.

Saat Yan Kai masih tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba terdengar suara lirih dari depan.

Kress...

Yan Kai langsung menoleh. Matanya membelalak. Buku tua tanpa judul yang sebelumnya tergeletak di lantai perlahan mulai retak. Retakan itu semakin banyak, lalu buku usang tersebut perlahan hancur, halamannya berubah menjadi serpihan-serpihan abu berwarna keabu-abuan yang melayang pelan di udara.

Dalam beberapa tarikan napas saja, seluruh buku itu telah lenyap. Yang tertinggal hanyalah sedikit abu yang kemudian ikut terbawa angin yang masuk dari jendela.

Yan Kai menatap tempat itu tanpa berkedip. "Hilang... kenapa bisa seperti ini?" Ia mencoba mencari sisa-sisa buku tersebut. Namun tidak ada apa pun, seolah buku itu memang tidak pernah ada sejak awal.

Yan Kai menggeleng pelan. Semakin lama ia memikirkan semua kejadian hari ini, semakin banyak pertanyaan yang tidak memiliki jawaban. Ia lalu melangkah menuju jendela yang berada di sisi ruangan. Cahaya matahari masih menyinari halaman sekte.

Yan Kai mengernyit. "Tunggu... tadi bukankah matahari hampir tenggelam?" Ia memperhatikan posisi matahari dengan saksama. Dari perkiraannya, waktu di luar hanya bergeser sedikit—paling lama hanya beberapa menit. Padahal di dalam Dimensi Tak Berujung, ia merasa telah berjalan berjam-jam.

Ia berbicara dengan Naga Kegelapan, kehilangan kesadaran, menjelajahi dimensi itu, bahkan sempat memakan buah misterius. Semua itu jelas tidak mungkin terjadi hanya dalam hitungan menit.

"Berarti... waktu di Dimensi Tak Berujung berbeda dengan dunia luar..." Yan Kai bergumam pelan. Meski tidak mengerti bagaimana hal itu bisa terjadi, setidaknya ia mulai memahami bahwa dimensi misterius tersebut tidak mengikuti hukum waktu yang sama dengan dunia tempatnya berasal.

Ia menarik napas panjang. "Aku harus segera pergi." Jika terlalu lama berada di perpustakaan, para penjaga bisa saja mulai curiga.

Yan Kai segera berjalan menuju tangga. Namun baru beberapa langkah, ia tiba-tiba menghentikan langkahnya. Tatapannya perlahan beralih ke rak-rak kitab yang memenuhi lantai tiga.

"Kalau dipikir-pikir, ini adalah pertama kalinya aku berada di perpustakaan. Mungkin aku tidak akan pernah mendapat kesempatan seperti ini lagi."

Yan Kai memang bukan seorang kultivator. Namun bukan berarti ia tidak mengetahui pentingnya teknik kultivasi. Selama bertahun-tahun menjadi pelayan, ia sering mendengar para murid membicarakan berbagai teknik pernapasan dan kitab kultivasi yang menjadi dasar kekuatan mereka.

Dulu ia tidak pernah memedulikannya, karena akar spiritualnya terlalu lemah—sekalipun membaca kitab-kitab itu, ia tetap tidak akan mampu berkultivasi. Namun entah mengapa, setelah semua kejadian hari ini, muncul perasaan bahwa dirinya seharusnya mencoba.

Lagipula, Yan Kai memang mampu membaca. Ketika masih kecil, sebelum penyakit merenggut nyawa ibunya, wanita itu selalu meluangkan waktu mengajarinya mengenal huruf.

Malam-malam mereka sering dihabiskan di bawah cahaya lampu minyak yang redup, sang ibu dengan sabar menggenggam tangan Yan Kai kecil, mengajarinya menulis setiap huruf di atas kertas tua.

"Kai'er. Walaupun kita miskin, kau harus belajar membaca. Orang yang bisa membaca akan melihat dunia lebih luas daripada orang yang hanya mengandalkan mata."

Nasihat itu tidak pernah dilupakan Yan Kai. Meski delapan tahun terakhir hidupnya hanya dipenuhi pekerjaan kasar, kemampuan membaca dan menulis yang diajarkan ibunya tetap melekat dalam ingatannya.

Yan Kai pun mulai menyusuri rak-rak kitab dengan hati-hati. Ia tidak berniat mengambil kitab itu, hanya ingin melihat-lihat—barangkali ada sesuatu yang dapat ia pelajari.

Setelah beberapa saat mencari, tatapannya berhenti pada sebuah kitab bersampul biru tua. Tulisan di sampulnya cukup sederhana: Teknik Kultivasi Bulan Purnama.

Yan Kai mengernyit. Judulnya terdengar cukup menarik. Ia membuka kitab itu perlahan. Di halaman pertama tertulis bahwa teknik tersebut merupakan teknik kultivasi dasar yang menyerap energi spiritual ketika cahaya bulan mencapai kondisi paling sempurna.

Teknik ini menekankan ketenangan batin, peredaran energi yang stabil, serta fondasi yang kokoh sebelum melangkah ke ranah yang lebih tinggi.

Yan Kai membaca beberapa bagian penting dengan saksama. Ia menghafalkan cara duduk bermeditasi, menghafalkan jalur peredaran energi yang dijelaskan di dalam kitab, serta beberapa poin dasar mengenai cara merasakan energi spiritual di alam. Berulang kali ia mengingat setiap kalimat itu di dalam kepalanya.

Setelah merasa cukup, ia menutup kembali kitab tersebut lalu mengembalikannya ke tempat semula dengan sangat hati-hati. Yan Kai tidak ingin seorang pun mengetahui bahwa ia sempat membacanya.

Ia kemudian menuruni tangga menuju lantai pertama. Sesampainya di depan pintu, ia menunjukkan kembali surat tugas dari Tetua Lu kepada kedua penjaga. Mereka hanya mengangguk singkat sebelum membuka pintu.

Yan Kai melangkah keluar dari perpustakaan. Sinar matahari sore menyinari wajahnya.

Tak seorang pun di Sekte Hutan Bambu menyadari bahwa pelayan yang baru saja berjalan melewati mereka bukan lagi Yan Kai yang sama seperti beberapa menit sebelumnya.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
yos helmi
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!