NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:34.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zyan is Back

Begitu nomor yang mengirimkan pesan menghubunginya lagi, tanpa pikir panjang Kael langsung menjawabnya.

“Apa yang kamu tahu? Katakan!” seru Kael tanpa basa-basi.

“Penculikan Arsela tidak sesederhana yang terlihat. Ada konspirasi besar dibaliknya.”

“Siapa yang berusaha menculiknya? Apa motifnya?”

“Aku tidak bisa memberitahumu melalui sambungan telepon. Temui aku. Akan aku kirimkan lokasinya padamu.”

KLIK!

Hubungan telepon terputus begitu saja. Sekejap kemudian ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk—titik koordinat tanpa nama.

Untuk sesaat Kael terdiam. Masih ada sedikit keraguan di hatinya. Salah langkah sedikit saja, nyawa Arsela yang jadi taruhannya.

Persetan!

Kael mengenakan jaketnya, menyelipkan pistol ke balik pinggangnya. Gambling? Mungkin saja. Namun hanya ini petunjuk yang dimilikinya. Diam dan tak melakukan apa-apa, sama saja membiarkan Arsela mati.

Secepatnya pria itu keluar dari kamarnya. Dia menemui Erik lebih dulu.

“Aku harus pergi,” ujarnya pelan sambil menarik Erik ke sudut ruangan.

“Kamu mau kemana?”

“Aku akan menyelidiki soal penculikan Arsela. Kasus penculikannya tidak sesederhana itu.”

“Tapi kamu hanya ditugaskan membawanya pulang.”

“Aku serahkan tugas itu padamu. Aku akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Aku serahkan Arsela padamu,” Kael menepuk lengan temannya pelan.

“Berapa lama kamu akan pergi?”

“Tidak tahu.”

“Kamu yang ditugaska presiden untuk membawa pulang Arsela.”

“Menemukan penyebabnya lebih penting saat ini. Aku harus pergi.”

“Aku akan menunggumu.”

“Jika besok aku tidak kembali, kamu segera bawa pulang Arsela.”

Karena Kael bersikeras, Erik pun tidak punya pilihan kecuali mengiyakan permintaan rekannya itu.

“Orang yang menculik Arsela tidak akan menyerah. Aku yakin mereka pasti akan mengejar sampai ke sini. Tempatkan lebih banyak personel untuk berjaga.”

“Baiklah.”

“Tempatkan juga seorang sniper untuk membantu kalian jika terjadi masalah genting.”

“Oke.”

Sekali lagi Kael menepuk lengan Erik, sebelum akhirnya pria itu meninggalkan safe house tersebut.

***

Erik berdiri resah di depan jendela. Matanya terus menatap ke jalan yang menuju safe house yang ditinggalinya.

Sudah 48 jam sejak Kael meninggalkan tempat ini. Sampai sekarang pria itu belum kembali. Bahkan Erik tak mendapatkan kabar apa pun darinya.

Sudah beberapa kali Erik mencoba menghubungi, tetapi panggilannya hanya terhubung pada kotak suara.

Dari lantai atas, Arsela turun. Sama seperti halnya Erik, wanita itu juga menunggu kepulangan Kael. Namun sampai sekarang batang hidung pria itu tidak terlihat sama sekali.

“Apa kamu sudah dapat kabar dari Kael?” tanya Arsela yang sudah berada di belakang Erik.

“Belum,” jawabnya seraya membalikkan diri. “Sudah waktunya kita kembali ke Jakarta,” putusnya. Semakin lama mereka di sini, semakin berisiko.

“Aku tidak akan kemana-mana tanpa Kael.”

“Kael sudah mengatakan padaku, jika dia tidak kembali dalam waktu 24 jam, aku harus membawamu pulang.”

“Aku tidak mau pulang! Aku ingin menunggu Kael!” tegas Arsela menunjukkan pendiriannya.

Erik menghela nafas panjang. Berhadapan dengan Arsela yang keras kepala ternyata sulit juga. Sudah sejak kemarin dia mengajak Arsela pulang, tetapi wanita itu bersikeras untuk tinggal.

BIP …

Pesawat genggam di pinggang Erik berbunyi, tanda ada yang masuk ke salurannya. Pria itu segera mengambil alat tersebut.

“Dua mobil hitam mendekat, kecepatan 30. Ganti,” lapor personel yang mengintai.

BIP …

“Copy. Jarak ke titik? Ganti.”

BIP …

“Sekitar 400 meter. Plat tidak terlacak, jumlah personel lima orang, senjata lengkap. Ganti.”

BIP …

“Tahan mereka di 200. Beri waktu lima mike untuk ekstraksi. Delaying action di 100. Jangan engage total. Break contact T+5. Ganti.”

BIP …

“Copy.”

Setelah memberi arahan pada tim pengintai, Erik langsung bersiap mengevakuasi. Dengan cepat Arsela mengambil barangnya kemudian mengikuti Erik menuju garasi.

Tak sampai lima menit, mobil yang dikendarai Erik melaju dengan Arsela di dalamnya.

Di belakangnya, sebuah mobil mengikuti.

Sementara itu, tim pengintai menghadang dua mobil yang hendak mendekati safe house. Dua buah tembakan diberikan dan tepat mengenai roda kendaraan tersebut.

Sang pengemudi terpaksa mengerem mobil sebelum menabrak pembatas jalan. Semua orang di dalamnya keluar dan mengarahkan senjata ke sembarang arah. Mencari sniper yang sudah menembak mereka.

Sementara itu, sang sniper langsung membereskan peralatannya setelah mendapatkan laporan Arsela berhasil dievakuasi. Sambil membawa senapan runduknya, pria tersebut meninggalkan atap gedung yang berjarak satu kilometer dari safe house.

***

Jakarta, Indonesia

Terhitung dua minggu sudah Kael alias Arkan menjalankan tugas khusus yang diberikan presiden untuk membawa anaknya pulang. Sejak meninggalkan safe house di Hamtramck, Kael sama sekali belum kembali.

Kabar menghilangnya Arkan sudah sampai ke telinga Zyan. Sebagai mentor sekaligus ayah angkat Arkan, Zyan terpanggil untuk mencari keberadaan pria itu.

Setelah mendapat ijin dari istrinya, Zyan akan segera berangkat menuju Hamtramck untuk mencari keberadaan Arkan.

Sambil menggendong tas ranselnya, Zyan berjalan keluar dari kamarnya. Di belakangnya Nisa menyusul. Waktu keberangkatan Zyan sudah tiba. Pria itu berhenti di depan kedua anaknya, Alya dan Abi.

“Ayah berapa lama perginya?” tanya Alya.

“Ayah belum tahu. Tapi secepatnya Ayah akan kembali begitu pekerjaan selesai. Apa kamu mau dibawakan oleh-oleh?”

“Nggak,” jawab Alya sambil menggeleng. Anak itu mendekati Zyan, kemudian memeluknya. “Alya hanya mau Ayah pulang dengan selamat.”

Segurat senyum tercetak di wajah Zyan. Alya memang lebih manja padanya, mungkin karena anak perempuan. Pria itu lalu melihat pada Abi yang masih berdiri di tempatnya.

“Abi mau oleh-oleh apa?”

“Nggak. Sama kayak Kak Alya, Abi cuma mau Ayah pulang selamat.”

Zyan tertawa kecil. Kedua anaknya memang masih belia. Alya baru saja ulang tahun yang ke-13, Abi sendiri baru berusia 10 tahun.

Namun keduanya sudah tahu pekerjaan apa yang digeluti ayahnya. Dan jika Zyan pergi seperti ini, berarti sang ayah sedang menjalankan tugas penting dan berbahaya.

Zyan menarik Abi ke dekatnya. Pria itu memeluk kedua anak kesayangannya sekaligus.

“Ingat, selama Ayah tidak ada, kalian harus saling menjaga. Harus nurut sama Bunda. Mengerti?”

“Iya, Ayah,” jawab Alya dan Abi bersamaan.

Perlahan Zyan mengurai pelukannya. Pria itu melihat pada Abi. “Abi … saat tidak ada Ayah di rumah, kamu itu lelaki satu-satunya di rumah ini. kamu harus menjaga Ibu dan Kakakmu. Mengerti?”

“Siap, Kolonel!” jawab Abi sambil memberikan hormatnya. Zyan membalas penghormatan anaknya.

Diciumnya bergantian puncak kepala kedua anaknya. Kemudian dia beralih pada Nisa yang masih setia berdiri di dekatnya.

“Abang pergi sekarang, sayang.”

“Iya, Bang. Hati-hati. Aku akan selalu mendoakan keselamatan Abang. Bawa kembali Arkan dengan selamat.”

“Tentu saja, sayang.”

Sambil memeluk pinggang Nisa, pria itu segera keluar dari rumah diikuti kedua anaknya. Di depan rumah, sebuah jeep berwarna hijau botol sudah menunggunya.

“Abang titip anak-anak.”

“Iya, Bang.”

Zyan memeluk sang istri erat. Lalu dia mencium Nisa untuk beberapa saat, yang diakhiri dengan kecupan singkat di bibir.

Bergegas Zyan menaiki mobil yang disupiri oleh salah satu personel TNI. Dibukanya kaca jendela, kemudian melambaikan tangannya pada istri dan kedua anaknya ketika mobil yang ditumpanginya mulai melaju.

“Ini dokumen Kolonel,” sang pengemudi menyerahkan amplop coklat pada Zyan.

Pria yang tahun ini genap berusia 44 tahun itu membuka amplop, lalu mengeluarkan isi di dalamnya. Di dalamnya terdapat dokumen tentang dirinya dan juga tiket pesawat. Zyan mengambil paspor, kemudian membukanya.

Tertera nama Kenzo Samudra sebagai nama Zyan saat ini. Untuk usia disamakan dengan usianya saat ini. Hanya saja statusnya sekarang adalah single.

Zyan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas ranselnya.

Dalam waktu dua jam, mobil yang mengantarkannya sudah tiba di bandara Soekarno Hatta. Dia akan menggunakan pesawat komersil untuk terbang ke Hamtramck.

***

Siapa yang kangen Zyan?🙋🏻‍♂️

1
dewi rofiqoh
Alhamdulillah, rencana pengecohan berhasil. Semoga upaya penyelamatan aset berikutnya juga lancar dan mereka tidak terdeteksi pihak vexion
Maure Nia
semoga berhasil Sergio dan dkk💪👌
Eka Burjo
tegang euy🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
woukehh 👌🏻.. perintah laksanakan 👍🏻👍🏻👍🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wouw wouw.....target udah kena pukat yg tebar Arman..... Timur dan Priya udah otw...mereka akan tandang ke meja eksekusi sebagai korban persembahan untuk di isep darahnya😭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
yuupp betul ..meskipun sdh mengecoh musuh....tdk menutup kemungkinan suatu saat akan ketauan oleh pihak musuh...dan harus siap untuk menghadapi kemungkinan itu bila terjadi ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
syukur deh akhirnya selamat dan tiba di safe house.....dgn penjagaan yg ketat untuk sementara' bisa lega....sebelum menghadapi masalah yg lebih besar lg 🫣
Ria alia
Yaampun udah berasa jdi agent aku ikut ama mrka beraksi 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha sue gk berhasil nangkep Arsela sama Lyra kezelll dia.....
iddiiiihhhh Arman ngaamuk....
coba Kamu kerjakan sendiri becus gk nangkep mereka 😏
tehNci
Licik banget sih Global Pharma mendapatkan asetnya. Kedok beasiswa jadi andalan mereka. Semoga Kael dan Sergio bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Timur dan Priya bisa langsung ke safe house tanpa berurusan lagi dengan global Pharma vlexion
Safitri Agus
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Safitri Agus
siap laksanakan 🫡🫡🫡
choowie
duuh kayanya bakalan bucin ini
Munas Tuti
waduuuh makin tegang mbak Author...
Lila
semakin tegang nih cerita...
Warni Khairiyah
dibikin tegang dulu,setelh selesai baru romantisan🤭
Mio Amore
ndak duk bca nya bun
RosMa🌹🌹🌹
ada cinta di mata Arsela buat Kael 😍😍
vania larasati
lanjut kak
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
cocok nih 👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!