NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Flossie mencengkeram dadanya sendiri dan merasakan detak jantungnya berdegup kencang. Di dalam rahimnya, ada nyawa kecil yang ingin dia lindungi, namun masalah di depannya terlalu besar.

"Aku istrimu! Dua tahun kita hidup bersama, apa di matamu aku ini monster?"

​"Dua tahun, benar."

Alfie terkekeh sinis dan sebuah tawa yang terdengar mengerikan di koridor sunyi itu.

"Dua tahun aku membiarkan wanita miskin bermuka dua bersikap seolah dia adalah malaikat paling tulus di rumahku dan malam ini topengmu lepas berantakan."

​"Apa maksudmu bermuka dua? Aku selalu menghormati Ibu, aku selalu melayanimu dengan semua yang aku punya!"

​"Melayaniku?"

Alfie mendengus, lalu ia merogoh saku dalam jas hitamnya dan mengeluarkan sebuah amplop berwarna cokelat tua, lalu melemparkannya tepat ke dada Flossie.

Brak! Amplop itu jatuh terbuka di lantai rumah sakit.

"Lalu apa yang dilakukan pelacur murahan ini di belakangku?!"

Flossie tersentak dan pandangannya turun ke lantai. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat melihat lembaran-lembaran kertas foto yang berserakan di atas ubin putih.

​Di sana terpampang foto dirinya. Namun, wanita di foto itu sedang mengenakan pakaian minim yang robek di beberapa bagian, berada di atas ranjang sebuah hotel mewah, dan sedang berpelukan mesra dengan seorang pria asing berambut gondrong dan bertato.

Ada belasan foto dengan sudut pengambilan gambar yang berbeda dan semuanya memperlihatkan keintiman yang menjijikkan.

​"T-Tidak. Ini bukan aku."

Flossie menggeleng histeris. Ia berlutut dan memungut foto-foto itu dengan tangan yang bergetar hebat.

"Alfie, ini bukan aku! Aku bersumpah demi nyawaku, aku tidak pernah pergi ke hotel ini! Aku tidak kenal pria ini!"

​Alfie berjongkok di depan Flossie dan mencengkeram dagu wanita itu dengan jari-jarinya yang kuat hingga Flossie terpaksa mendongak.

​"Foto itu diambil tiga hari lalu, tepat saat kamu pamit pergi mengunjungi ibumu yang sakit di pinggiran kota.Ternyata ini caramu merawat ibumu? Di atas ranjang pria lain?" ujar Alfie tepat di depan wajah Flossie.

"Ini fitnah, Alfie! Ini rekayasa digital. Seseorang sengaja mengedit wajahku!"

Air mata Flossie menetes deras dan membasahi jemari Alfie yang mencengkeram rahangnya.

"Tolong, periksa kembali! Mengapa kamu lebih percaya pada selembar kertas sialan ini daripada istrimu sendiri?"

​Alfie mengempaskan dagu Flossie sehingga kepala wanita itu tertoreh ke samping. Ia berdiri dan menatap Flossie dari ketinggian dengan pandangan penuh rasa jijik.

​"Karena aku sudah memeriksa aliran rekeningmu, Flossie," ujar Alfie dingin.

"Sepuluh ribu dollar keluar dari tabungan pribadimu ke rekening pria bertato itu di hari yang sama. Mau beralasan apa lagi? Kamu membayar selingkuhanmu menggunakan uang dari keluargaku!"

Flossie terpaku di lantai.

"Aliran rekening? Tabungannya? Bagaimana mungkin? Uang di tabungan itu adalah sisa uang bulanan yang ia kumpulkan untuk biaya persalinan nanti jika sewaktu-waktu ia hamil," pikirnya.

Ia tidak pernah menyentuhnya sama sekali.

​Willa. Sebuah nama tiba-tiba terlintas di benak Flossie. Dua hari lalu, Willa meminjam ponselnya dan kartu identitasnya dengan alasan untuk mendaftarkan asuransi kesehatan keluarga.

"Apakah semuanya sudah direncanakan serapi ini?" pikirnya lagi.

​"Alfie, dengarkan aku, ini jebakan."

Flossie merangkak dan memeluk kaki celana panjang Alfie.

"Ibu meminjam ponselku dua hari lalu. Aku bersumpah bukan aku yang mengirim uang itu! Ada seseorang yang ingin menghancurkanku, Alfie! Tolong, demi an ...."

Kata-kata Flossie terputus. Kata anak itu tertelan kembali di tenggorokannya saat Alfie menarik kakinya dengan kasar dan membuat Flossie terjatuh tengkurap di lantai koridor.

​"Cukup, Flossie! Jangan pernah berani menuduh Ibuku lagi!" bentak Alfie.

"Kamu berselingkuh, lalu saat Ibuku memergoki kelakuan busukmu, kamu mencoba melenyapkannya dengan racun agar kamu bisa menguasai harta warisan Kincaid setelah aku mati, bukan? Wanita miskin sepertimu memang hanya mengincar uang sejak awal!"

Hati Flossie rasanya seperti diremas hingga hancur berkeping-keping. Dua tahun pernikahan dan pria ini masih menganggapnya sebagai wanita oportunis yang haus harta.

Semua ketulusannya dan semua malam-malam sepi yang ia lalui demi menunggu pria ini pulang kerja tidak ada artinya sama sekali untuknya.

​Flossie perlahan bangkit berdiri. Tangannya tanpa sadar bergerak melindungi perutnya dan mendekap janin empat minggu yang bahkan belum sempat diketahui oleh ayahnya.

"Tidak," batin Flossie getir, "Pria ini tidak berhak menjadi ayahnya."

​Alfie menatap dingin ke arah Flossie yang berdiri diam dengan tatapan mata yang perlahan mulai kehilangan cahayanya. Dari balik saku jas hitamnya yang mahal, Alfie mengeluarkan selembar kertas putih yang terlipat rapi.

Ia membuka lipatan itu dengan sekali sentakan, lalu menyodorkannya tepat di depan wajah Flossie.

Di bagian atas kertas itu, tercetak huruf tebal yang sangat jelas. SURAT PERJANJIAN PERCERAIAN.

​"Tanda tangani ini atau aku pastikan seluruh keluargamu membusuk di penjara malam ini juga," ancam Alfie yang sanggup membekukan seluruh darah di tubuh Flossie.

Flossie menatap lembaran kertas di depannya. Huruf-huruf tebal bertuliskan SURAT PERJANJIAN PERCERAIAN itu tampak mengabur, terhalang oleh lapisan air mata yang kembali menggenang di pelupuk matanya.

​"Kau mengancam keluargaku, Alfie?" suara Flossie nyaris berupa bisikan dan bergetar di antara keputusasaan dan rasa tidak percaya.

"Ayahku sedang sakit keras, ibuku tidak tahu apa-apa dan kamu ingin menjebloskan mereka ke penjara atas tuduhan palsu ini?"

​"Itu bukan tuduhan palsu jika aku yang memegang kendali hukumnya, Flossie."

Alfie melangkah lebih dekat. Ia menatap Flossie dengan tatapan yang sanggup menguliti harga diri wanita itu.

"Satu telepon dariku ke kepala kepolisian dan seluruh keluargamu akan diseret dari rumah reot mereka sebelum fajar menyingsing. Pilihannya ada di tanganmu. Tanda tangani atau tonton kehancuran mereka."

"Baik."

Flossie membuka matanya. Sorot matanya yang semula penuh permohonan, sekarang digantikan oleh kekosongan.

"Ambilkan pulpen!"

1
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
sunaryati jarum
Flossie semangat demi kedua janin di rahimmu dan membalas perlakuan Madam Willa dan Alfie
sunaryati jarum
Berarti.foto- foto editan perselingkuhan Flossie itu kerjasama Wiila dan Nadia
sunaryati jarum
Xavier mafia dan musuh Kincaid
sunaryati jarum
Kau cari sepanjang sungai sampai muara laut tidak akan ketemu,Alfie
sunaryati jarum
Ada maksud lain Xavier menolong kamu
sunaryati jarum
Setelah tidak terlihat menyesal
sunaryati jarum
Semoga bayimu kuat seperti kamu Flossie
sunaryati jarum
Akhirnya dapat pertolongan
sunaryati jarum
Kuat dan jadi orang hebat Flossie
sunaryati jarum
Kuat dan tabah semoga kau menemukan kesuksesan bersama anak yang kau kandung Flossi
sunaryati jarum
Baru mampir
Miarosa: makasih sdh mau mampir 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ditunggu lanjutannya kk 💪
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!