NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ceo

Transmigrasi Ceo

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 PERTEMUAN TAK TERDUGA

Hujan musim gugur yang rintik-rintik mulai membasahi atap-atap bangunan batu megah di kompleks taman barat kekaisaran sore itu, menciptakan suasana sunyi yang diselimuti oleh kabut tipis yang dingin. Anya berjalan sendirian di sepanjang selasar kayu panjang paviliun teratai, membiarkan Qiu Er dan Kasim Wang menunggu di kejauhan agar dirinya bisa menikmati ketenangan sesaat untuk menyusun rencana jangka panjang berikutnya. Tangan kanannya memegang sebuah payung kertas minyak berwarna putih polos, sementara sepasang matanya yang pekat memandangi riak air hujan yang jatuh di atas permukaan kolam teratai tempat di mana kehidupan lamanya sebagai CEO berakhir dan kehidupan barunya sebagai Permaisuri dimulai.

“Dunia ini penuh dengan kepalsuan yang jauh lebih pekat daripada dunia bisnis korporasi modern yang kutinggalkan,” batin Anya sambil menghela napas pendek, menciptakan kepulan asap tipis dari mulutnya karena suhu udara yang dingin. “Di duniaku yang lama, musuh menyerang dengan menggunakan kontrak hukum, pengambilalihan saham secara paksa, atau sabotase fisik. Di sini? Mereka menyerang dengan senyuman manis, racun di dalam cangkir teh hangat, dan tikaman politik yang bisa melenyapkan seluruh klan keluarga dalam satu malam. Namun, tidak ada jalan untuk kembali pulang. Aku harus memenangkan permainan ini dan naik hingga ke puncak tertinggi, demi diriku sendiri dan demi membalaskan penderitaan jiwa Xian yang asli.”

"Memikirkan sesuatu yang begitu mendalam hingga tidak menyadari ada orang lain yang berdiri di dekatmu... apakah itu adalah kebiasaan baru dari Permaisuri Xian yang agung?"

Sebuah suara bariton yang sangat rendah, berat, namun memiliki magnet kewibawaan mutlak yang sangat kuat tiba-tiba terdengar memecah keheningan selasar paviliun dari arah belakang tubuh Anya.

Anya tersentak kecil di tempatnya berdiri, insting bisnisnya yang tajam langsung mendeteksi adanya bahaya tingkat tinggi yang mendekat. Dia membalikkan tubuh fisiknya dengan perlahan dan anggun, menurunkan sedikit payung kertas minyaknya untuk melihat siapa sosok pengganggu yang berani mendekatinya tanpa suara kaki sedikit pun.

Tiga langkah di depannya, berdiri seorang pria tinggi tegap dengan pembawaan diri yang sangat megah dan intimidatif. Pria itu mengenakan sebuah jubah panjang dari kain sutra hitam pekat yang bersulam benang emas murni membentuk pola naga cakar lima yang tampak hidup dan gagah—sebuah simbol kekuasaan mutlak yang hanya boleh dikenakan oleh satu orang saja di seluruh daratan ini. Wajahnya yang tampan tampak sangat tegas, dengan rahang kokoh yang terahat sempurna, hidung mancung, dan sepasang mata elang berwarna hitam pekat yang sangat tajam, dingin, dan seolah sanggup menembus langsung ke dalam lubuk jiwa terdalam siapa pun yang berani menatapnya. Pria itu adalah Kaisar Liang, penguasa tertinggi Kekaisaran Han yang agung.

Anya menatap pria di depannya dengan fokus penuh selama beberapa detik. Berdasarkan memori ingatan Xian, ini adalah pertama kalinya setelah satu tahun penuh mereka tidak pernah bertemu atau saling bertegur sapa sejak malam pernikahan mereka yang dingin dan tanpa kata. Anya tidak menunjukkan kepanikan, ketakutan, atau histeria emosional seperti yang biasa dilakukan oleh para wanita istana belakang ketika mendadak bertemu dengan sang Kaisar. Dia tetap berdiri tegak dengan punggung lurus sempurna, menurunkan payungnya sedikit lebih rendah sebagai bentuk penghormatan formal yang sah menurut aturan kekaisaran, namun tatapan matanya tetap tenang, datar, dan sejajar menatap lurus ke dalam sepasang mata elang Kaisar Liang.

"Hamba, Permaisuri Xian, memberikan salam hormat yang setinggi-tingginya kepada Baginda Kaisar Liang. Semoga Anda menikmati kesehatan yang panjang dan kejayaan yang abadi," ucap Anya dengan nada suara yang sangat teratur, merdu, namun tidak memiliki kehangatan atau kepasrahan sedikit pun di dalamnya—sebuah nada bicara formal yang biasa digunakannya saat menyambut kedatangan investor asing dari perusahaan kompetitor.

Kaisar Liang tidak langsung membalas salam dari Anya. Dia melangkah maju satu babak, mendekati posisi Anya hingga jarak di antara mereka berdua kini hanya tersisa kurang dari satu meter. Aura penguasa mutlak yang memancar dari tubuh tingginya begitu kuat hingga sanggup membuat pelayan biasa langsung berlutut bersujud memohon ampun, namun Anya tetap berdiri kokoh seperti batu karang di tengah hantaman ombak samudra.

"Kau sungguh telah berubah banyak, Xian," Kaisar Liang berucap dengan suara rendah yang bergetar di udara dingin, sepasang mata elangnya meneliti setiap detail ekspresi wajah pucat Anya dengan kilatan ketertarikan mendalam yang sangat nyata. "Kemarin aku melihatmu menampar kepala pelayan Istana Anggrek dengan kekuatan yang mengagumkan dari balik paviliun atas, dan hari ini aku mendengar laporan bahwa kau berhasil membuat Kasim Sun berlutut pucat pasi menyerahkan otoritasnya hanya dalam hitungan menit. Ke mana perginya wanita lemah, penakut, dan bodoh yang setahun lalu menangis memohon belas kasihanku di malam pernikahan kita?"

Anya menarik napas panjang, menstabilkan detak jantungnya yang sempat berdegup kencang karena tekanan aura pria di depannya. Sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman tipis yang sangat menawan namun sedingin es musim gugur.

"Wanita yang lemah, penakut, dan bodoh yang Baginda maksudkan itu telah mati tenggelam di dasar kolam teratai itu kemarin sore akibat kelalaian dan kekejaman istana belakang Anda yang penuh kepalsuan ini, Baginda," jawab Anya dengan keberanian yang luar biasa, menatap lurus tanpa ada keraguan sedikit pun ke dalam manik mata sang Kaisar. "Jiwa yang berdiri di depan Anda saat ini adalah jiwa yang baru—jiwa yang telah terbangun dari tidur panjangnya dan menyadari bahwa di dalam lingkungan istana yang kejam seperti ini, menjadi lemah lembut dan pasrah tidak akan pernah bisa melindungimu dari tikaman musuh. Jika Baginda Kaisar merasa terganggu dengan perubahan diri hamba ini, Anda memiliki hak penuh untuk menjatuhkan hukuman apa pun atau mencopot gelar permaisuri ini dari atas kepalaku hari ini juga."

Kaisar Liang tertegun mendengarnya, ekspresi wajahnya yang biasanya selalu datar dan sedingin es batu sempat memperlihatkan kilatan rasa terkejut yang amat sangat selama beberapa detik sebelum akhirnya digantikan oleh sebuah suara tawa pendek yang sangat jarang terdengar keluar dari mulut sang kaisar berdarah dingin itu.

"Menarik... sungguh sangat menarik," Kaisar Liang bergumam dengan nada suara yang kini dipenuhi oleh rasa penasaran yang mendalam, rasa ketertarikan yang belum pernah dirasakannya terhadap wanita mana pun di dalam hidupnya yang penuh dengan intrik palsu ini. Dia melangkah mendekat, mendekatkan wajah tampannya tepat di samping telinga Anya hingga Anya bisa merasakan hembusan napas hangatnya di tengah udara musim gugur yang dingin. "Aku tidak akan pernah mencopot gelarmu, Xian. Justru sebaliknya... aku ingin melihat seberapa jauh jiwa barumu ini bisa mengobrak-abrik dan membersihkan papan catur politik istana belakangku yang sudah terlalu lama membusuk karena pengaruh klan Cui. Anggap saja kehadiranku sore ini sebagai bentuk restu resmiku untuk permainan besarmu."

1
evi carolin
sat set libas semua ,basmi abis ampe keturunan dan nol ga punya harta jabatan dan gelar 😱
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awal langsung panas... semangat
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: suka kok tapi klo bisa Jangan terus sebut dunia ku... biar ngga bocor klo Permaisuri nya bukan asli kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!