NovelToon NovelToon
Cinta Wanita Pedang

Cinta Wanita Pedang

Status: tamat
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?

Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.

Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?


Baca kisahnya... Di

— Cinta Wanita Pedang —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Akhir perang

" Kau!, Puteri Agung! " Mata Lelaki itu membola melihat wanita bersurai panjang yang diikat tersebut.

" Ya dan kau lelaki bengis!, yang berani nya dengan rakyat!. " Sarkas Anya ia mendekati lelaki berbadan kekar berkulit hitam tersebut. Dengan cepat ia mengambil Pedangnya yang menancap di tangan lelaki tersebut

Gian Zhou dengan gerakan cepat mengeluarkan sebuah panah yang begitu besar sekali dari balik jubahnya. Ia tersenyum penuh kemenangan

" Kalian akan lenyap! " Seru Gian Zhou

" Kau yang akan lenyap! " Sengit lelaki tampan tersebut serempak dengan Anya

" Eh ngga usah ikut-ikut! " Cebik Anya kepada sosok lelaki tampan tersebut, namun tidak di gubris oleh lelaki itu

𝘚𝘳𝘦𝘦𝘵𝘵!!

Sebuah anak panah melesat ke arah Anya, gadis itu tidak bisa menghindari nya dengan gerakan cepat lelaki berparas tampan tersebut— menarik tubuh Anya ke pelukannya.

Tatapan keduanya terkunci, seolah ada sebuah energi masuk ke dalam tubuh Anya — rasa yang tidak pernah ia rasakan dari siapapun penyebabnya adalah sosok lelaki tampan yang baru saja ia kenal.

" Puteri Agung!, apakah kau baik-baik saja? " Tanya Barata dan Arta dengan wajah cemas mereka bergegas mendekati keduanya

" Puteri mu tidak apa-apa! " Sahut Lelaki tersebut sembari mengurai pelukan mereka, Anya pun menghilang kan keterkejutan nya karena gerakan dari lelaki tampan.

" Putera mahkota, Sembah kami pada Yang Mulia Putera mahkota. Terimakasih sudah menyelamatkan nyawa Puteri Agung! "

Barata dan Arta menaruh tangan mereka di dada dengan postur tubuh sedikit membungkuk, kepala mereka menunduk hormat

" Dia adalah Calon Permaisuri ku! " Kata Yan Qian dengan ekspresi datar, ia mengambil pedangnya lalu melemparnya ke arah Gian Zhou yang sedang tertawa puas.

𝘚𝘳𝘦𝘦𝘵𝘵!

𝘊𝘩𝘶𝘴𝘴!!

Sebuah pedang nan tajam itu melesat ke udara. Mendarat di leher Gian Zhou membuat lelaki itu tumbang, Yan Qian tersenyum miring melihat lawan nya tumbang hanya karena pedang pusaka Dinasti Yan

Anya cemberut melihat aksi Yan Qian, ia mendekati Yan Qian " Heh!, kenapa kamu bunuh dia? Harusnya kan aku?. Mentang-mentang bisa pakai pedang jadi seenaknya ambil lawan orang! " Protes Anya

Yan Qian menarik kedua sudut bibir nya, tangannya tergerak mengelus kepala gadis tersebut membuat Anya mati kutu. Wajahnya bersemu merah

" Aku menang dari mu Mayang Sari! " Kata Yan Qian sembari melangkah ke kuda hitamnya,

Anya tidak mau kalah ia langsung berlari ke arah Yan Qian, " Eh tunggu!, kita harus obati dulu mereka! " Cakap Anya sembari menunjuk para Rakyat yang terkulai lemah di tanah dekat rumah-rumah mereka yang hancur berkeping-keping.

" Itu bukan tugas kita!, itu tugas pemilik wilayah desa rakyat ini!. Lagipula nanti tabib akan datang " Sahut Yan Qian dengan raut wajah serius

" Ngga punya hati!, biar aku saja mereka terluka dan tidak akan bisa bertahan kalau menunggu tabib datang " Cakap Anya sembari melangkah kan kakinya ke arah seorang wanita paruh baya di pelukan nya ada anak kecil berusia lima tahun.

Yan Qian menatap gadis itu di bawah sinar rembulan yang begitu indah, ia menginstruksikan kepada pasukannya untuk tinggal membantu gadis itu.

Yan Qian dengan lincah turun dari atas punggung si kuda hitam. Ia menghampiri gadis yang tengah sibuk menyuruh-nyuruh Barata Zhou

" Ambilkan air!, luka ini begitu parah kalau tidak di perban sekarang! " Perintah Anya

" Baik! " Arta bergegas mengambil air di sungai dekat tempat para rakyat tinggal. Ia mengasih satu baskom air ke Anya,

" Puteri apakah bisa anda mengobati mereka? " Tanya Barata Zhou nampak begitu tidak percaya pasalnya sudah ada beberapa yang banyak terkena pedang dan beracun pedangnya tersebut.

" Bisa!, kita butuh beberapa obat! Tunggu disini aku akan mencarinya! " Kata Anya sembari bangkit

" Yang Mulia Puteri Agung ingin kemana? " Tanya Barata Zhou dengan raut siaga

" Sebentar!, demi rakyat! " Tekan Anya sembari berjalan ke belakang rumah warga. Ia mengosok-ngosok kalung Gioknya

" Aku mohon!, bisa lah ke apartemen ku!.. Aku ingin mengambil alat-alat ku dan obat-obatan untuk rakyat!. Kalau tidak mereka bisa lenyap Tuhan! " Doa Anya

Cahaya yang begitu menyilaukan mata terlihat begitu jelas, Anya tersenyum lembut — ia akhirnya bisa ke apartemen nya lagi begitu sampai di dimensi sekarang ia bergegas. Mengambil beberapa obat-obatan

" Obat antiseptik, Obat penurun demam, obat pasca operasi, penghilang nyeri! " Gumam nya sembari mengambil beberapa obat-obatan lalu dahi Anya berkerut melihat hal yang tidak biasa. " Hah kok ngga habis - habis ya? " Tanya Anya lalu ia tersenyum

" Berarti ngga terbatas! " Sorak Anya

Ia bergegas ke ruang kerjanya, mengambil alat-alat miliknya — yang tersusun rapi di kotak ia juga membawa beberapa makanan dan minuman untuk rakyat. Selepas itu ia bergegas kembali ke dimensi zaman kuno,

1
Memey
Bagus ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!