NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.6 — Teknik Tubuh Kekosongan

Xiao Yun masih terduduk di depan batu besar yang baru saja berhasil ia angkat ketika rasa tidak percaya perlahan memenuhi wajahnya. Kedua tangannya masih menempel pada permukaan batu yang kasar, seolah ia khawatir semua yang baru saja terjadi hanyalah ilusi. Dadanya naik turun karena terkejut, sementara matanya terus menatap benda besar di hadapannya yang beberapa saat lalu berhasil terangkat dari tanah berkat kekuatan tubuhnya sendiri.

Selama lima tahun hidupnya, ia selalu menjadi anak yang dianggap paling lemah di Desa Kabut. Jangankan mengangkat batu sebesar ini, membawa seikat kayu bakar yang terlalu berat saja sering membuat kedua lengannya terasa nyeri selama berhari-hari. Namun sekarang, setelah satu malam menjalani latihan yang hampir membuatnya kehilangan kesadaran, tubuhnya benar-benar telah mengalami perubahan yang dapat dirasakan secara nyata.

Masih sulit dipercaya.

Namun kenyataan berada tepat di depan matanya.

Dengan penuh semangat ia kembali menarik napas panjang lalu merendahkan tubuhnya. Kedua tangannya menggenggam sisi bawah batu sebelum seluruh tenaga yang dimilikinya dikerahkan sekali lagi.

"Hyaaah!"

Otot-otot di lengan dan bahunya langsung menegang. Urat-urat kecil terlihat samar di bawah kulitnya ketika ia mengangkat batu tersebut dengan sekuat tenaga.

Perlahan.

Sangat perlahan.

Batu itu kembali terangkat.

Kali ini jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Meski hanya beberapa saat sebelum akhirnya jatuh kembali ke tanah dengan suara berat yang menggema di dalam gua, hal itu sudah cukup membuat wajah Xiao Yun dipenuhi kegembiraan yang sulit disembunyikan.

"Aku berhasil!"

teriaknya penuh semangat.

"Aku benar-benar berhasil!"

Ia melompat berdiri lalu berlari mengelilingi batu itu seperti anak kecil yang baru mendapatkan hadiah terbesar dalam hidupnya. Senyum lebar menghiasi wajahnya. Untuk pertama kalinya sejak kematian kakeknya, ia merasakan kebahagiaan yang begitu sederhana namun begitu nyata.

Luo Hai yang melayang tidak jauh dari sana hanya tertawa kecil melihat reaksi muridnya.

Pemandangan itu membuatnya teringat pada masa lalu yang telah lama berlalu. Dahulu ia juga pernah menjadi seorang anak yang penuh rasa ingin tahu sebelum akhirnya menempuh jalan kultivasi dan mencapai puncak dunia.

"Ini baru permulaan." ucapnya tenang.

"Kekuatan yang kau rasakan sekarang bahkan belum bisa dianggap sebagai langkah pertama."

Xiao Yun langsung menoleh.

Matanya masih berbinar penuh semangat.

"Belum langkah pertama?"

"Tentu saja."

Luo Hai tersenyum tipis.

"Tubuhmu baru saja mulai ditempa. Jika kau terus berlatih dengan sungguh-sungguh, suatu hari nanti kau akan mampu melakukan hal-hal yang saat ini bahkan tidak dapat kau bayangkan."

Xiao Yun langsung membayangkan dirinya menghancurkan batu besar dengan satu pukulan.

Kemudian membayangkan dirinya mampu melompat melintasi jurang.

Lalu membayangkan dirinya mengalahkan Serigala Iblis dengan mudah.

Semakin jauh pikirannya melayang, semakin bersemangat dirinya.

Namun kegembiraan itu perlahan memudar ketika sebuah pertanyaan kembali muncul di dalam benaknya.

Pertanyaan yang sejak kemarin terus mengganggunya.

Ekspresinya menjadi lebih serius.

"Guru."

"Hm?"

"Apa sebenarnya yang tersegel di dalam tubuhku?"

Suasana mendadak berubah sunyi.

Luo Hai yang semula tampak santai perlahan kehilangan senyum tipis di wajahnya.

Pikirannya langsung kembali pada pemandangan yang dilihatnya saat memeriksa tubuh Xiao Yun.

Pusaran hitam tanpa batas.

Rantai-rantai kuno yang melingkar di sekeliling segel misterius.

Simbol-simbol yang bahkan tidak mampu dikenali olehnya.

Semakin ia mengingatnya, semakin besar perasaan tidak nyaman yang muncul di dalam hatinya.

Sebagai seorang Dao Master yang pernah berdiri di puncak Benua Tianxu, Luo Hai telah melihat banyak rahasia dunia.

Namun segel di dalam tubuh Xiao Yun berada di luar pemahamannya.

Dan hal itu membuatnya waspada.

Setelah beberapa saat terdiam, ia akhirnya menggeleng pelan.

"Saat ini kau belum cukup kuat untuk mengetahui semuanya."

Jawaban itu membuat Xiao Yun sedikit kecewa.

Namun ia tidak membantah.

Ia tahu Luo Hai tidak akan menyembunyikan sesuatu tanpa alasan.

Luo Hai kemudian mengalihkan pembicaraan.

"Daripada memikirkan hal-hal yang belum mampu kau pahami, lebih baik fokus pada hal yang ada di depanmu."

Mata Xiao Yun kembali berbinar.

Ia langsung mengerti maksud gurunya.

"Kultivasi?"

"Tepat sekali."

Luo Hai mengangkat satu jari.

Cahaya putih samar segera berkumpul di udara.

Puluhan simbol kuno bermunculan satu demi satu dan mulai berputar mengelilingi mereka seperti bintang-bintang kecil yang bergerak mengikuti orbit tertentu.

Pemandangan itu membuat Xiao Yun menahan napas.

Meski sudah melihat beberapa kemampuan Luo Hai sebelumnya, setiap kali gurunya menunjukkan kekuatan seperti ini, ia tetap merasa kagum.

"Teknik yang kuberikan kemarin." kata Luo Hai.

"Seni Penempaan Tubuh Kekosongan."

Xiao Yun segera duduk bersila dengan punggung tegak.

Wajahnya dipenuhi kesungguhan.

Melihat sikap muridnya, Luo Hai mengangguk puas.

"Teknik ini berbeda dari metode kultivasi biasa."

Ia mulai menjelaskan dengan suara tenang.

"Kebanyakan kultivator menyerap Qi langit dan bumi untuk membangun fondasi kultivasi mereka. Namun tubuhmu tidak dapat menempuh jalan itu."

Tatapan Luo Hai menjadi lebih serius.

"Nadi Kekosongan milikmu menolak Qi biasa. Karena itu, jalan yang akan kau tempuh juga berbeda dari seluruh kultivator yang ada di dunia ini."

Xiao Yun mendengarkan setiap kata dengan penuh perhatian.

"Langkah pertama teknik ini disebut Kulit Kekosongan."

Luo Hai melanjutkan.

"Tujuannya adalah memperkuat tubuhmu hingga mencapai tingkat yang mampu menahan kekuatan yang tersegel di dalam dirimu."

Xiao Yun mengangguk.

Ia mulai memahami mengapa latihan yang diberikan gurunya begitu berat.

Bukan sekadar untuk membuatnya lebih kuat.

Namun untuk mempersiapkan tubuhnya menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar.

"Tutup matamu." perintah Luo Hai.

Xiao Yun segera menurut.

"Dengarkan napas mu."

"Kosongkan pikiranmu."

"Rasakan keberadaan tubuhmu."

Suara Luo Hai terdengar perlahan namun jelas.

Xiao Yun mengikuti setiap petunjuk dengan sungguh-sungguh.

Pada awalnya ia tidak merasakan apa pun.

Hanya kegelapan.

Kemudian secara perlahan kesadarannya mulai tenggelam semakin dalam.

Suara dunia luar menghilang.

Tubuhnya seakan lenyap.

Yang tersisa hanyalah kesadaran murni.

Lalu tiba-tiba.

Whuuush!

Segala sesuatu di sekitarnya berubah.

Ketika Xiao Yun membuka mata, ia tidak lagi berada di dalam gua.

Ia berdiri di tengah ruang gelap tanpa batas.

Tidak ada langit.

Tidak ada tanah.

Tidak ada arah.

Hanya kehampaan yang membentang sejauh mata memandang.

Rasa dingin menjalar di sepanjang punggungnya.

"Apa ini?" gumamnya pelan.

Sebelum ia sempat bergerak lebih jauh, sebuah pusaran hitam raksasa perlahan muncul di hadapannya.

Pusaran itu begitu besar hingga ia tidak mampu melihat ujungnya.

Berputar perlahan.

Diam.

Namun memancarkan aura kuno yang sulit dijelaskan.

Jantung Xiao Yun berdetak lebih cepat.

Entah mengapa ia merasa sangat akrab dengan benda itu.

Seolah pusaran tersebut telah berada bersamanya sejak hari pertama ia dilahirkan.

"Nadi Kekosongan..." bisiknya tanpa sadar.

Kemudian matanya menangkap sesuatu yang lain.

Jauh di balik pusaran itu.

Terdapat rantai-rantai hitam raksasa yang melingkar tanpa ujung.

Jumlahnya begitu banyak hingga tidak mungkin dihitung.

Masing-masing dipenuhi simbol kuno yang memancarkan tekanan mengerikan.

Dan di pusat seluruh rantai tersebut...

Ada sesuatu yang tersegel.

Sesuatu yang tidak dapat ia lihat dengan jelas.

Rasa penasaran langsung menguasai dirinya.

Xiao Yun melangkah maju.

Namun tepat ketika ia mencoba melihat lebih dekat...

BOOOOM!

Gelombang kekuatan tak terlihat menghantam kesadarannya.

Rasa sakit luar biasa langsung meledak di kepalanya.

"Aahhh!"

Segala sesuatu hancur seperti kaca yang pecah.

Xiao Yun langsung membuka mata.

Napasnya memburu.

Keringat membasahi seluruh tubuhnya.

Di hadapannya, Luo Hai sedang menatapnya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.

"Guru..." ucap Xiao Yun sambil terengah-engah.

"Apa yang kau lihat?" tanya Luo Hai.

Xiao Yun segera menceritakan seluruh pengalamannya tanpa menyembunyikan apa pun.

Semakin lama Luo Hai mendengarkan, semakin besar keterkejutan yang muncul di dalam hatinya.

Ia tidak menyangka muridnya mampu memasuki pusat Nadi Kekosongan pada percobaan pertama.

Bahkan kebanyakan jenius sekte besar membutuhkan waktu berbulan-bulan hanya untuk mencapai tahap awal meditasi batin.

Namun Xiao Yun melakukannya hanya dalam satu kali percobaan.

"Monster kecil..." gumam Luo Hai tanpa sadar.

"Hah?"

"Tidak ada."

Luo Hai segera menggeleng.

Namun jauh di dalam hatinya, keyakinan yang selama ini samar mulai berubah menjadi kepastian.

Murid yang ditemukannya bukanlah seorang jenius biasa.

Dan rahasia yang tersembunyi di dalam tubuh bocah itu mungkin akan mengguncang seluruh dunia suatu hari nanti.

Malam pun perlahan turun menyelimuti Lembah Iblis.

Setelah berlatih hingga kelelahan, Xiao Yun akhirnya tertidur di sudut gua dengan napas yang tenang.

Namun ketika kesadarannya tenggelam ke dalam tidur, jauh di dalam ruang gelap Nadi Kekosongan, salah satu rantai kuno perlahan bergetar.

Clink...

Clink...

Suara rantai menggema di dalam kehampaan.

Lalu sebuah suara tua yang sangat lemah terdengar dari balik segel.

"Pewaris..."

Suara itu hampir tidak terdengar.

Namun keberadaannya nyata.

Dan sesuatu yang telah tertidur selama ribuan tahun perlahan mulai terbangun.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!