NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 22

Cahaya matahari masuk melalui celah celah kamar kora, ia menggeliat terbangun dari tidurnya. Matanya memiliki lingkaran hitam karena tidak bisa tidur dengan lelap.

Saat ia baru turun dari kasur ia melihat jas yang di kenangkan Hendra kemarin tergelatak begitu saja di lantai, apakah Hendra sudah pulang.

Kora berlari kecil menuruni anak tangga ia berharap dapat melihat Hendra, namun ia tak menemukan sosok yang ia cari. Disana ia mendapati wanita paruh baya yang sudah lama bekerja dirumah itu.

" tuan sudah berangkat, katanya ada perjalanan bisnis mungkin akan pulang larut malam lagi!"

Bibi itu hanya tersenyum ia tau nona nya ini sedang mencari suaminya, ia tau betul bagaimana sikap manja dan manisnya kora pada Hendra. Namun akhir-akhir ini ia juga merasakan perubahan dalam rumah ini yang tak lagi hangat seperti dulu, terlebih lagi Debora sudah jarang datang atau bahkan sudah tak pernah lagi datang.

Mungkin ia kecewa pada kenyataan bahwa kora saat ini adalah wanita mandul, namun bibi tak bisa berbuat banyak ia hanya bekerja seperti biasa ia disini hanya lah bekerja bukan siapa-siapa.

Kora hanya menghela nafasnya lagi kenapa Hendra seperti selalu menghindar dari nya, kora tidak tau bahwa keluarga nya sudah tau bahwa ia mandul. Ia tidak tau tentang perihal surat keterangan dokter yang di kirim kerumahnya waktu itu.

" nona!"

Kora terhenti saat wanita paruh baya tersebut memangil nya, ia membalikkan badannya menghadap ke arah bibi

" waktu itu surat ini pernah dikirim oleh seseorang ke rumah !"

bibi menyerahkan sepucuk surat yang sudah tampak kusut karena telah dibuang di tempat sampah, namun ia mengambil nya lagi jika nanti di perlukan.

" apa ini?"

Kora meraih surat tersebut ia membuka nya matanya terbelalak melihat isi nya, langkahnya sedikit mundur kebelakang. Ia tak percaya bahwa surat ini ternyata telah berada di rumah ini ia ingat betul surat ini sudah ia buang saat berada di bukit hijau.

Tidak seperti nya ini bukan surat yang pernah ia buang, kora seketika terdiam apakah karena ini semua orang berubah?

Pantas saja kemarin malam para pembantunya membicarakan kemandulan nya, ternyata semua orang sudah tau namun mereka semua tampak terlihat biasa saja seolah semua tak terjadi.

" terimakasih!"

Kora melangkahkan kakinya meninggalkan bibi yang hanya menatap nya iba, kora segera masuk kedalam kamar nya ia merasa bersalah ia benar-benar menyesal menyembunyikan masalah ini dari suaminya.

Ia tak bermaksud untuk menyembunyikan ini semua, melainkan ia akan berusaha keras mencari sesuatu yang dapat membantu nya agar bisa memiliki anak. jika ia langsung jujur ia takut Hendra akan pergi dan berpaling darinya ia tak punya rumah untuk pulang hanya suaminya lah rumah tempat ia pulang.

" maaf kan aku!"

Kora tak ingin terlalu larut dalam kesedihan ini ia akan mencari cara agar ia dapat seperti wanita lainya, ia segera mengambil pakaian kotor milik Hendra yang akan ia cuci sendiri karena sudah lama begitu sibuk dengan dirinya sendiri sampai lupa untuk sekedar berbenah sebentar.

Ia memungut pakaian suaminya dengan pelan namun sesuatu yang asing menusuk indra penciuman nya, wangi ini bukan milik Hendra ataupun dirinya. Kora mengendus pakaian itu untuk memastikan penciuman nya tak bermasalah, tak salah lagi pakaian Hendra tercium aroma asing aroma yang bukan miliknya atau Hendra.

" kenapa wangi parfum ini seperti tak asing?"

kora mencium lagi aroma yang ada di setiap baju suaminya, wanginya sama apa ini hanya wangi parfum dari staff kantor yang kebetulan menempel pada jas suaminya.

Kora lalu memasukkan nya dalam keranjang kotor sebelum ia mencuci nya, ia akan melakukan kegiatan nya seperti layaknya istri pada umum nya. Kali ini ia akan mencoba menebus kesalahannya kepada Hendra karena telah menyembunyikan hasil tes kesuburan nya.

...----------------...

Hendra dan Nisa tengah mengadakan kunjungan untuk proyek yang baru akan di luncurkan oleh perusahaan mereka, perusahaan keduanya menjalin kerja sama untuk proyek ini atas permintaan dari kedua orang tua masing-masing.

Saat makan siang Hendra memilih makan bersama Nisa sahabat baik istri nya.

" nisa!"

Nisa menatap Hendra ia memperhatikan raut wajah Hendra yang tampak tak enak untuk berbicara padanya.

" ada apa?"

" bagaimana dengan kora akhir-akhir ini?"

Pertanyaan Hendra membuat alis Nisa bertaut, bukan kah Hendra suami kora kenapa ia malah bertanya pada Nisa?

Nisa kemudian menatap tajam pada Hendra ia mulai melihat jejak keretakan dalam rumah tangga sahabat nya, Nisa bangkit berdiri ingin rasanya ia memukul Hendra mewakili kora.

" lelaki macam apa kau ini, bahkan keadaan istrimu saja kau tidak tau.!"

Hendra tersenyum canggung banyak mata tertuju pada mereka, tak terkecuali Tiara yang juga ada di tempat itu, matanya menatap tajam kearah Hendra dan Nisa.

" Jika kau tak bisa menjaga nya kenapa tidak melepaskan nya!"

Ucapan menohok Nisa membuat Hendra terdiam, Nisa tidak punya apa apa lagi untuk ia katakan. Ia memilih meninggalkan tempat itu, ia jujur muak dan benci saat melihat wajah Hendra ia benci kenapa lelaki itu harus menjadi tempat pelabuhan kora. Dari dulu ia memang tak pernah setuju hubungan kora dengan Hendra namun kora sendiri lah yang memilih Hendra.

Nisa mencekram ujung wastafel toilet ia geram ia marah dengan ini semua, tiba-tiba Tiara muncul ia berdiri di sebelah Nisa.

" jangan pernah mencoba untuk membantu, jika itu terjadi kau tau konsekuensi nya!"

Nisa menatap Tiara ia tampak geram namun ia tak bisa berbuat apa apa, tiara tersenyum remeh padanya.

" hanya orang-orang lemah yang akan mati sebelum maju!"

Nisa menarik kerah baju Tiara emosinya sudah berada di puncak, ingin sekali ia menampar mulut berbisa itu dengan tangan nya. Kenapa Tiara palsu dan asli sama saja sama sama menyebalkan.

tiara tersenyum ia menggegam tangan Nisa yang menarik kerah bajunya, ia perlahan melepas tangan Nisa dari bajunya, pergerakan nya tampak anggun ia tak balik marah namun tersenyum senang.

" ingat kau juga terlibat dalam masalah ini!"

Perkataan Tiara membuat Nisa terdiam seribu bahasa ia menyadari ia juga adalah penjahat yang ada diantara mereka, dia adalah musuh dalam selimut itu sendiri. Bagaimana jika kora tau tentang ini semua apa kora akan memaafkan nya?

" pikirkan lah bagaimana cara mu menebus dosa mu nanti, jangan sibuk dengan hal yang bukan tugas mu!"

Setelah berbisik di telinga Nisa dengan pelan, tiara merapikan dirinya ia berjalan dengan angun meninggalkan Nisa yang tampak mulai runtuh dan dilema dengan ini semua.

" jika nanti kau tak bisa memaafkan ku, maka pergilah ke tempat dimana kau merasa bahagia!"

Nisa seolah memberi pesan lewat angin pada sahabatnya, ia juga berperan dalam permainan ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!