Ren, seorang pemuda yang hidupnya hancur di dunia modern, terbangun di dunia yang ia kenal hanya melalui layar kaca—dunia Shinobi yang penuh dengan darah, air mata, dan pengkhianatan.
Tepat saat ia lahir di tengah kekacauan serangan Kyuubi, Ren menyadari bahwa ia tidak memiliki garis keturunan klan hebat, tidak memiliki chakra yang melimpah, dan hanya dianggap sebagai sampah oleh dunia.
Namun, tepat saat ia menginjak usia 6 tahun, sebuah layar transparan muncul di depannya: [Selamat datang, Ren. Sistem Evolusi Shinobi telah aktif.]
Dengan pengetahuan tentang masa depan yang pahit dan sistem yang memungkinkan segalanya, Ren bersumpah untuk mengubah nasib. Dari seorang anak yatim piatu yang diabaikan, ia akan bangkit, melampaui para Hokage, hingga menantang para dewa yang bermain-main dengan takdir dunia ini.
Bukan sebagai pahlawan, bukan pula sebagai penjahat. Dia adalah Faktor X yang akan mengubah dunia Shinobi selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jutsu Pertama
Layar holografis di depan mata Ren berkedip cepat saat bilah pemindaian mencapai angka mutlak. Seberkas gelombang data tak kasatmata mendadak meledak di dalam kesadarannya, mengalir menembus dahi dan terintegrasi secara paksa ke dalam korteks serebralnya. Sensasi itu layaknya sengatan listrik statis yang dingin, mereorganisasi jutaan sel sarafnya dalam hitungan detik.
[Ekstraksi Berhasil! Anda Mendapatkan Informasi Intelijen Perang & Gulungan Teknik Keterampilan: 'Katon: Ryūka no Jutsu']
[Menganalisis Keterampilan: 'Katon: Ryūka no Jutsu' (C-Rank)]
[Protokol Sains Evolusi Aktif: Mengoptimalkan formula sirkulasi chakra dan membuang 3 segel tangan yang tidak efisien...]
[TING! Jutsu Berhasil Berevolusi -> 'Katon: Ryūka no Jutsu — Formasi Senyap']
*Efek:* Konsumsi Chakra berkurang 35%, kecepatan rambat energi meningkat 50%, dan menghilangkan efek suara raungan api (Mode Senyap).
Ren merasakan sentakan informasi baru yang membanjiri otaknya dengan presisi yang mengerikan. Di dunia ini, Ryūka no Jutsu (Teknik Api Naga) adalah jutsu ofensif peringkat C yang sangat identik dengan klan Uchiha—terkenal karena raungan apinya yang masif dan membutuhkan rentetan segel tangan yang rumit untuk memicu kompresi elemen di tenggorokan.
Namun, sistem berbasis sains evolusi milik Ren baru saja melakukan kalkulasi ulang yang ekstrem terhadap hukum dunia luar tersebut. Sistem memandang belasan segel tangan konvensional sebagai sebuah kegagalan struktural; sebuah metode kuno yang membuang-buang waktu dan energi termal hanya untuk memandu chakra secara manual. Melalui optimasi sistem, rumus sirkulasi chakra yang bertele-tele itu dipangkas habis. Jalur tenketsu di sepanjang lengan hingga paru-parunya dirombak menjadi jalur tol energi yang paling lurus, instan, dan efisien di dalam tubuh kecilnya.
Bersamaan dengan pembaruan jutsu tersebut, sisa data intelijen perang yang diekstrak oleh sistem tidak sekadar mengalir sebagai teks hafalan, melainkan meledak menjadi rangkaian simulasi taktis tiga dimensi di dalam kepalanya. Ren seolah dipaksa menyaksikan rekaman kilat pertempuran gerilya dari unit garis depan Konoha saat menghadapi sergapan brutal ninja Iwagakure belasan tahun lalu.
Di dalam benaknya, dia melihat bagaimana darah muncrat, bagaimana ninja veteran memanfaatkan sudut mati penglihatan musuh di balik rimbunnya pohon, dan bagaimana kesalahan sekecil satu derajat dalam membaca arah angin bisa membuat kertas peledak berbalik membakar sekutu sendiri. Data mentah tentang metode penempatan jebakan di medan kritis dan manipulasi psikologi lawan mengalir runtut, seketika mendongkrak intuisi taktis dan kecerdasan tempurnya ke level yang menakutkan. Dia bukan lagi seorang reinkarnator teoritis yang hanya mengandalkan ingatan anime; kini dia adalah seorang analis medan perang yang jeli dengan insting membunuh yang terasah.
Sebelum melangkah keluar dari rongga tebing yang pengap, Ren menggunakan ketajaman indranya yang baru untuk memeriksa saku ninja usang yang menempel di pinggang kerangka. Di balik robekan kain yang telah membusuk dan dipenuhi sarang laba-laba, jemari kecilnya menyentuh sebuah tabung silinder kecil berlapis segel lilin kedap udara. Ketika dia mengikis lilin pelindung tersebut dan membukanya, Ren menemukan satu rol Kawat Chakra Khusus Militer yang masih berkilau keperakan, sepenuhnya terhindar dari korosi waktu berkat perlindungan material tingkat tinggi.
Sempurna, batin Ren, sebuah rencana taktis langsung tersusun rapi di kepalanya. Kawat chakra ini adalah media penghantar terbaik untuk bereksperimen dengan kekuatan barunya tanpa perlu membuang energi menciptakan jangkauan api secara mandiri.
Ren melangkah keluar ke lapangan terbuka pangkalan rahasianya. Kabut subuh masih menggantung pekat di antara barisan pohon raksasa, memberikan tirai pelindung alami yang ideal dari intaian luar. Dengan gerakan cepat dan presisi motorik tubuhnya yang telah berevolusi setara Genin, Ren mengikatkan ujung kawat chakra khusus tersebut di antara dua tunggul pohon raksasa yang telah lapuk, meregandkannya hingga sekencang senar gitar, lalu menyamarkannya di balik rimbunnya pakis hutan.
Dia mengambil jarak lima langkah ke belakang. Tatapan matanya yang sedingin es mengunci kawat tipis yang nyaris tak terlihat di dalam kabut.
Basic Stealth: Aktif.
Seketika itu juga, perubahan fisiologis terjadi di dalam tubuh Ren. Suhu permukaan kulitnya menurun secara mikro untuk menyelaraskan diri dengan hawa dingin kabut subuh. Denyut jantungnya yang semula memburu konstan dijinakkan hingga ke titik nadir, meredam getaran mikro pada tanah tempatnya berpijak. Riak energi chakranya yang baru bangkit tersedot masuk ke dalam inti sel, tenggelam sepenuhnya hingga dia menyatu dengan kesunyian hutan di sekelilingnya. Di mata dunia, dia kini tak berbeda dari seonggok batu mati.
Ren kemudian menarik napas dalam, merasakan pusat energinya di perut bawah bergolak panas. Kedua tangan kecilnya bergerak membentuk segel tangan yang sudah dimodifikasi oleh sistem—hanya dalam satu kedipan mata, gerakannya begitu ringkas dan minimalis.
Katon: Ryūka no Jutsu — Formasi Senyap!
Energi chakranya langsung melesat deras dari jalur tenketsu menuju telapak tangan, lalu ditembakkan lurus ke ujung kawat keperakan.
Kontras yang mengerikan langsung tercipta di tempat latihan kuno itu. Tidak ada raungan naga api yang memekakkan telinga untuk mengintimidasi lawan, tidak ada gelombang panas masif yang menghanguskan dedaunan di atasnya, dan tidak ada kilatan cahaya merah terang yang menembus langit subuh seperti versi konvensional milik klan Uchiha.
Yang ada hanyalah sebaris garis merah membara yang setipis benang jahat. Garis api berkonsentrasi tinggi itu melesat secepat kilat sepanjang kawat secara senyap, membelah kegelapan kabut. Begitu energi termal ekstrem itu menyentuh kedua tunggul pohon raksasa yang lapuk, tidak ada ledakan sama sekali. Garis merah itu hanya membelah bagian tengah tunggul pohon tersebut layaknya pisau plasma panas memotong mentega, meninggalkan bekas potongan yang sangat halus, membara, dan langsung menghitam menjadi abu dalam keheningan total yang mencekam.
Sebuah teknik pembunuhan senyap yang mutlak dan mengerikan.
"Hah... Hah..."
Ren mendadak berlutut dengan satu kaki bertumpu pada tanah yang basah, dadanya naik-turun dengan cepat memburu oksigen. Layar sistem di sudut matanya menunjukkan indikator warna biru yang merosot tajam—kapasitas chakranya langsung berkurang setengahnya hanya dalam satu kali eksekusi serangan. Jutsu peringkat C, meskipun telah dipangkas konsumsinya sebesar 35% oleh silsilah evolusi sistem, tetap memakan porsi yang terlalu besar dari wadah tubuh anak enam tahun yang kapasitas chakranya baru menyentuh angka 3.
Namun, di tengah napasnya yang terengah-engah dan rasa lelah yang mulai merayap di otot lengannya, mata hitam pekat Ren memancarkan kilatan kepuasan yang luar biasa. Efek mematikan dari jutsu modifikasi ini melampaui ekspektasinya. Di dalam kabut tebal atau kegelapan malam, musuh bahkan tidak akan menyadari dari mana kepala mereka terpenggal sampai seluruh kesadaran mereka lenyap.
Menolak untuk terlena, Ren segera bergerak dengan disiplin taktis seorang veteran. Dia melepas kawat chakra militer tersebut, menggulungnya kembali dengan rapi, lalu menyimpannya bersama tabung gulungan kuno di dalam celah batu tebing yang tersembunyi. Dia mengatur kembali batu persegi penutup rongga dan menyusun kembali lapisan lumut serta semak berduri di sekitarnya hingga tidak ada satu pun jejak visual buatan manusia yang tertinggal bagi ninja sensor atau pelacak yang kebetulan lewat.
Sambil melangkah membelah kabut subuh yang mulai menipis untuk menyelinap kembali ke panti asuhan, pikiran Ren bekerja dengan kalkulasi yang dingin.
Minggu pendaftaran Akademi Ninja Konoha tinggal menghitung hari. Ren sangat tahu bagaimana struktur sosial desa militer ini bekerja. Anak-anak dari klan besar seperti Uchiha atau Hyuga akan selalu diprioritaskan, mendapatkan sumber daya terbaik dan tatapan penuh hormat, sementara anak-anak sipil dan yatim piatu tanpa latar belakang hanya dipandang sebelah mata—dididik untuk menjadi umpan meriam di garis depan demi melindungi kepentingan para elit. Konoha, di balik jargon 'Kehendak Api' yang hangat, adalah mesin penggiling daging yang diskriminatif.
Sebuah senyuman dingin dan sinis terukir di wajah kecilnya yang kusam. Biarkan saja seluruh pengurus panti asuhan, anak-anak lain, dan warga desa tetap mencapnya sebagai si sampah sipil yang tidak berguna. Biarkan mereka menikmati ilusi superioritas palsu tersebut. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa di balik baju usang dan kemiskinan yang mengurungnya, sang anomali kini telah resmi memiliki kekuatan rahasia yang siap merobek takdir tirani dunia shinobi ini dari akarnya.