NovelToon NovelToon
Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Agen Wanita / Time Travel
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Amber Mist

Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan. Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut. Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Lahirnya Mata-Mata Ganda

Aroma anyir darah memenuhi kamar tidur Istana Dingin yang berdebu. Empat pengawal bertubuh kekar tergeletak tak berdaya di lantai kayu. Dua di antaranya pingsan dengan tubuh kaku akibat racun kelumpuhan, sementara dua lainnya mengerang menahan sakit akibat urat nadi kaki mereka yang terputus.

Cui Er, pelayan senior yang biasanya angkuh di Istana Selir Hua, kini berlutut dengan tubuh gemetar hebat. Dinginnya ujung pedang baja yang menempel di bawah dagunya membuat keringat dingin membasahi seluruh jubah sutra mahalnya. Ia menatap Lin Meilin dengan mata membelalak penuh horor.

"P-Permaisuri... Ampun... Hamba hanya menjalankan perintah..." ratap Cui Er dengan suara bergetar, air mata merusak riasan wajahnya yang tebal.

Meilin sedikit menekan ujung pedangnya, membuat goresan kecil yang mengalirkan setetes darah segar di leher Cui Er. "Menjalankan perintah untuk membunuhku? Cui Er, menurutmu seberapa bodohnya aku hingga mau menerima alasan murah seperti itu?"

"Hamba salah! Hamba pantas mati! Tapi hamba mohon, belas kasihani nyawa anjing hamba!" Cui Er bersujud berkali-kali hingga dahinya menghantam lantai berdarah, mengabaikan harga dirinya yang runtuh total.

Meilin menarik kembali pedangnya dengan gerakan anggun, lalu menyerahkannya kepada Xiao Cui yang berdiri waspada di sampingnya. "Xiao Cui, bawa dua pelayan tua di luar masuk. Suruh mereka membersihkan sampah-sampah ini dan mengunci para pengawal ini di gudang bawah tanah."

"Baik, Permaisuri!" Xiao Cui bergerak cepat.

Setelah para pengawal diseret keluar, menyisakan Cui Er yang masih bersujud ketakutan, Meilin duduk kembali di kursi kayunya. Ia menopang dagunya dengan tangan kanan, menatap Cui Er seolah sedang melihat bidak catur yang sangat berguna.

"Aku bisa membiarkanmu keluar dari Istana Dingin ini dalam keadaan hidup," kata Meilin santai, memecah keheningan yang mencekam.

Cui Er mendongak, matanya memancarkan secercah harapan. "Benarkah, Permaisuri? Apa pun... apa pun yang Anda perintahkan, hamba akan melakukannya!"

"Sederhana saja. Mulai hari ini, kau adalah mataku dan telingaku di Istana Selir Hua," Meilin tersenyum tipis, namun senyuman itu membuat Cui Er merinding. "Setiap pergerakan, setiap rencana, dan siapa saja menteri yang berhubungan dengan Selir Hua atau ayahnya, kau harus melaporkannya kepadaku tanpa terlewat satu kata pun."

Cui Er tertegun. "M-Mata-mata ganda? Tapi Permaisuri, jika Selir Hua tahu, dia akan menguliti hamba hidup-hidup!"

"Lalu, apakah kau pikir aku tidak bisa mengulitimu sekarang?" Meilin menyipitkan mata, auranya kembali mendingin. "Kau punya dua pilihan, Cui Er. Mati sekarang di tangan seorang 'monster' seperti yang kau sebut tadi, atau bertaruh nyawa untuk membantuku menjatuhkan Selir Hua. Jika aku naik kembali ke takhta kekuasaan, posisi kepala pengurus seluruh istana belakang akan menjadi milikmu. Pikirkan baik-baik."

Sebagai mantan agen intelijen, Meilin tahu cara terbaik mengendalikan orang: gabungan antara ancaman kematian yang nyata dan janji kekuasaan yang menggiurkan.

Cui Er menelan ludah. Menghadapi Permaisuri Lin yang baru ini terasa jauh lebih mengerikan daripada menghadapi amarah Selir Hua. Aura tak terlihat yang memancar dari tubuh Meilin begitu menekan, seolah ia adalah seorang penguasa sejati yang mengendalikan hidup dan mati seseorang.

"H-Hamba bersedia, Permaisuri! Hamba bersumpah akan setia kepada Anda!" Cui Er kembali bersujud, kali ini dengan tekad untuk bertahan hidup.

"Bagus. Untuk laporan pertamamu hari ini kepada Selir Hua, katakan padanya bahwa racunnya berhasil. Katakan bahwa tubuhku melemah dan aku diperkirakan tidak akan selamat melewati musim dingin ini. Biarkan dia lengah dan merayakan kemenangan palsunya," perintah Meilin.

"Baik, Permaisuri. Hamba akan menyampaikan persis seperti itu," jawab Cui Er patuh.

Meilin melemparkan sebuah botol kecil berisi pil penawar sementara—racun kram perut ringan yang sama dengan yang ia berikan pada dua pelayan tua sebelumnya. "Minum itu setiap tujuh hari sekali dariku, atau kau tahu apa akibatnya pada organ dalammu. Sekarang, rapikan pakaianmu dan pergilah."

Cui Er menerima botol itu dengan tangan gemetar, meminumnya, lalu segera merapikan penampilannya sebelum melangkah keluar dari Istana Dingin dengan terburu-buru, berpura-pura membawa berita duka ke Istana Selir Hua.

--

Sementara itu, di Istana Utama Kencana, suasana tampak sunyi dan megah.

Kaisar Long Feng duduk di balik meja kerja mahogani besarnya, memeriksa tumpukan gulungan laporan militer dari perbatasan barat. Namun, fokusnya malam ini buyar. Pikirannya terus melayang kembali ke ruang bawah tanah Istana Dingin, kepada wanita bernama Lin Meilin yang berani menodongkan jarum beracun ke lehernya dan mengatainya "pria bodoh".

"Gao Zan," panggil Long Feng dengan suara baritonnya yang berat.

Sesosok pria berpakaian pelindung perak, panglima pengawal bayangan kaisar, mendadak muncul dari balik pilar dan berlutut dengan khidmat. "Hamba di sini, Yang Mulia."

"Bagaimana hasil penyelidikanmu tentang Permaisuri Lin?" tanya Long Feng tanpa mengalihkan pandangan dari gulungan kertasnya, mencoba terdengar acuh tak acuh.

"Melapor pada Yang Mulia," Gao Zan membungkuk lebih dalam. "Semua catatan medis dan laporan dari Istana Dingin selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa Permaisuri Lin memiliki sifat yang sangat penakut, lemah fisik, dan selalu mengurung diri. Dia bahkan tidak pernah mempelajari ilmu beladiri atau pengobatan medis sedikit pun dari keluarganya."

Long Feng meletakkan kuas tintanya. Matanya menyipit penuh kilatan tajam. Sifat yang lemah? Tidak tahu beladiri?

"Apakah ada kemungkinan dia menyembunyikan kemampuannya selama ini?" tanya Kaisar lagi.

"Sangat kecil kemungkinannya, Yang Mulia. Pengawasan dari mata-mata Selir Hua di masa lalu sangat ketat. Jika Permaisuri memiliki kemampuan sehebat itu, dia tidak akan membiarkan dirinya difitnah hingga dibuang ke Istana Dingin tiga bulan lalu." Gao Zan menjeda sejenak sebelum melanjutkan, "Namun, ada laporan aneh dari dua hari lalu. Pelayan pribadi Selir Hua, Cui Er, pergi ke Istana Dingin dan kembali dengan wajah pucat. Dia melaporkan bahwa Permaisuri Lin saat ini sedang sekarat dan menderita sakit sakral."

Long Feng menyandarkan punggungnya pada kursi takhta. Sekarat? Pria itu hampir ingin tertawa. Wanita yang mematahkan engsel sendi tangannya dengan satu gerakan taktis tidak mungkin mati semudah itu oleh racun harem istana.

Ada misteri besar yang menyelimuti permaisurinya sendiri. Wanita itu seolah-olah berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda dalam semalam—seorang prajurit elit yang terjebak dalam tubuh seorang permaisuri yang rapuh.

"Gao Zan, perketat pengawasan bayangan di sekitar Istana Dingin. Jangan biarkan pelayan Selir Hua menyentuhnya lagi tanpa izinku. Tapi ingat, lakukan secara rahasia. Jangan sampai Permaisuri menyadari keberadaan kalian," perintah Long Feng dengan nada mutlak.

"Baik, Yang Mulia!" Gao Zan menjatuhkan tubuhnya dalam tunduk hormat sebelum menghilang kembali ke dalam bayang-bayang.

Long Feng berdiri, berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke arah barat istana—arah di mana Istana Dingin yang sunyi berada. Tangannya meraba luka di dadanya yang kini hampir sembuh total berkat ramuan herbal Meilin.

1
sasa adzka
cerita makin keren ey 😍😍
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
Amber Mist: 😍 baik lah terima kasih
total 1 replies
Lina Hibanika
jangan kasih ampun pelayan calutak seperti itu mah
Amber Mist: uda baca ampe bab brp kakak?
total 1 replies
sasa adzka
wahhh sebentar lagi bucin neh si kaisar long sama meilin🤭🤭🤭
Amber Mist: Siap2, ya Yang Mulia. Lebih suka upload jam brp kak?
total 1 replies
Lina Hibanika
hadiah perkenalan,, segelas kopi buat author ☕
Amber Mist: 😍 terima kasih Yang Mulia
total 1 replies
sasa adzka
I like it permaisuri meilin😍😍😍 aku suka karakter nya... pertahan kan kak.. pokok nya harus kuat mah MC cewek nya😍😍😍😍
semangat ya
Amber Mist: wahhh, makasi Yang Mulia, dukung aku terusnya "follow" dan jangan lupa "bintang5nya"
total 1 replies
sasa adzka
hallo baru mampir kak othor...
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪
Amber Mist
Yang Mulia Datu Zahra, bagian mana ya yg fisiknya brubah? coba dibaca ulang, karena Meilin ahli racun kak, itu bukan fisik yg brubah tapi jiwanya uda ganti kak
Datu Zahra
Dibab sebelumnya disebutin udah lewat seminggu, tambah dua hari seudha kaisar pergi sampe fisik berubah, ya kali nyebut racun semalam. ngaco
Amber Mist: Yang Mulia, sepertinya harus baca ulang ya
total 1 replies
Amber Mist
Halo Yang Mulia Ratu pembaca setia Permaisuri Lin, Salam Kenal.

Yuk, voting, kalian lebih suka aku upload di jam brp?

Yang setia ikutin, pencet " ikuti" + kasih 💫 bintangmu ya.

Hamba butuh dukungan kalian
Alia Chans
suka.... like + bunga😉
semangat thor nulisnya nya🤭




kalo berkenan mampir thor😉
Amber Mist: 😍👍 siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!