Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.
Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.
PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
APAKAH AKU BISA MENANGKAP NYA?
Mereka terus melanjutkan patroli sampai akhirnya mereka berhenti untuk beristirahat di dekat taman.
Lee Hyejin yang hanya duduk dan mengamati daerah sekitar tiba-tiba terkejut karena Kim Da Eun tiba-tiba memberikan minum tepat di depan mukanya…
"Ini.. minum.." ucap Da Eun sembari memberikan minumannya.
"Ya terimakasih…" jawab Hyejin sambil menerima minuman itu.
"Apa yang kau pikirkan kenapa kau kelihatan gelisah?" Tanya Da Eun pada Hyejin.
"Ah tidak… aku tidak memikirkan apa-apa.." Hyejin mengelak .
Menghela nafas " jangan berpura-pura… kau kira aku tidak mengenal mu.." Da Eun menatap Hyejin.
"Saya hanya memikirkan siapa yang menjadi dalang pembunuhan ini dan apa motifnya.." ucap Hyejin sembari memainkan botol minumnya.
"Ah begitu… tenanglah terlebih dahulu nanti juga kita bisa menangkapnya…" Da Eun mencoba menenangkan Hyejin.
"Engg tetapi bagaimana dengan rekaman cctv nya? apakah anda menemukan sesuatu?" Tanya Hyejin dengan memalingkan badannya agar menghadap ke Da Eun.
"Aku belum dihubungi oleh Kang Dae Hyun… mungkin nanti dia akan menghubungi ku jadi jangan khawatir kan itu..oke?" Da Eun berusaha menenangkannya.
"Oh baiklah…" Hyejin masih saja khawatir.
Selang beberapa menit Da Eun menerima telepon dari Kang Dae Hyun..
"Eng ini aku.. bagaimana? Apa kau menemukan sesuatu?" Tanya Da Eun.
"Ya.. saya menemukan sebuah video yang menunjukkan bahwa seorang pria yang sangat mencurigakan,ia pergi tengah malam menuju ke puncak pegunungan gyejok dengan membawa sebuah koper yang amat sangat besar dan lebih anehnya lagi ia menyeret koper tersebut dan saya mengasumsikan nya ia membawa barang atau orang di dalam koper tersebut. Dan anda sebelumnya juga membahas tentang sepatu pendaki bukan? Dia juga mengenakannya. Jadi kalau benar tabakan saya maka orang itulah yang membunuh korban tersebut." Jelas Kang Dae Hyun dengan panjang lebar.
"Benarkah? Kalau begitu tolong kirimkan videonya padaku.." pinta Kim Da Eun.
"Ya saya akan segera mengirimkannya pada anda…" ucap Dae Hyun.
"Engg makasih…" ucap Da Eun dengan menutup telponnya.
Video telah terkirim ke ponsel Da Eun.
"Kenapa?apakah ada perkembangan?" Tanya Hyejin dengan penasaran.
"Engg Dae Hyun mengirimkan video yang merujuk pada pelaku pembunuhan di gunung gyejok." Ucap Da Eun.
Mereka akhirnya menonton video itu bersama dan tanpa sengaja muka mereka saling mendekat dan mereka akhirnya saling menatap.
"Ehemm bagaimana jika kita bahas saja di kantor bersama rekan lainnya…" Da Eun berusaha untuk tidak canggung dan langsung menghindari tatapan mata Hyejin.
"Ya itu tindakan yang tetap… mari kita kembali.." ucap Hyejin yang juga berusaha untuk tidak canggung.
Mereka berdua berjalan dengan merasa canggung satu sama lain dan akhirnya Da Eun berusaha membuka obrolan agar tidak terlalu canggung.
"Kya Lee Hyejin informasi mu tadi pagi juga kita bahas di kantor nantinya.. " ucap Da Eun yang berusaha untuk membuka obrolan.
"Ya.. tentu.." jawab Hyejin dengan canggung.
Sesampai di kantor…
"Nah.. semua mari berkumpul untuk membahas kasus pembunuhan yang terjadi di pegunungan gyejok." Perintah kepala Kim Da Eun pada semua orang.
"Yaa…" ucap semua orang.
Mereka semua berkumpul dan Kim Da Eun dengan Lee Hyejin berada di depan mereka untuk menjelaskan tentang kasusnya.
"Ya.. saya akan memulai dengan identitas korban…" buka Hyejin
"Cho Jiwoo berusia 25 tahun ia bekerja di salon kecantikan dan hanya tinggal bersama neneknya karena ibu dan ayahnya berada di luar negeri. Ia juga memiliki kekasih yang bernama Kim Beom Seok yang diduga telah menghilangkan jejaknya setelah kasus pembunuhan ini terjadi… jadi kami berasumsi apakah ia ada hubungannya dengan pembunuhan kekasih nya itu.." menunjuk foto Kim Beom Seok.
"Kapten Lee bagaimana dengan keseharian Kim Beom Seok?" Tanya wakil kepala Nam.
"Ah benar.. keseharian nya adalah berada di museum karena ia merupakan kolektor lukisan. Ia juga lulusan universitas Daejeon sama dengan korban." Jelas Hyejin dengan panjang lebar.
"Oh begitu berarti kita harus menemukan Kim Beom Seok terlebih dahulu agar kita tahu apakah dia benar-benar melakukannya.." ucap petugas Choi.
"Benar sekali..tapi sebelum itu, mari kita lihat video yang tertangkap kamera cctv di dekat pegunungan gyejok." Da Eun menunjukkan video itu melalui monitor.
Da Eun menghentikan videonya yang menunjukkan bahwa orang itu membawa sebuah koper besar yang muat untuk di masuki seseorang dewasa.
"Nah kalian perhatikan.. koper tersebut sangat aneh bukan? Dan kalian ingat bahwa kapten Lee Hyejin juga menemukan sebuah jejak sepatu di pegunungan itu? Dan jejak itu cocok dengan model sepatu yang dikenakan oleh orang ini… tetapi yang membuat kita bingung adalah kita belum bisa mengidentifikasi siapa orang ini.." Da Eun merasa tertekan karena belum bisa mengidentifikasi pelaku.
"Benar sekali jadi kita haru menelusuri siapa saja yang mempunyai sepatu pendaki model yang sama dengan orang itu.." ucap Hyejin menambahkan.
"Benar tapi apakah mungkin kita bisa menemukan nya karena pasti banyak yang memiliki sepatu seperti itu.." ucap petugas Park.
"Anda benar tapi lihatlah ada tanda api yang di ukir di dua sisi sepatu itu dan mungkin saja itu adalah ciri khas orang itu jadi kita bisa saja menemukan nya." Ucap Hyejin sembari menunjukkan tanda api itu.
"Wah anda sangat teliti kapten Lee…" puji wakil kepala Nam pada Hyejin.
"Ya? Ah itu saya selalu memperhatikan semua dengan seksama makanya saya tahu hehe.." tawa Hyejin.
"Jadi dengan penjelasan ini semoga membantu kalian untuk mencari pelakunya dengan segera agar kita dapat memecahkan kasus ini.. apa kalian mengerti?" Ucap Da Eun dengan tegas.
"Ya kami mengerti.." semua menjawab.
"Silahkan kalian kembali bekerja.." Da Eun mempersilahkan mereka kembali ke tempatnya.
"Ya … pak.." jawab semua rekannya.
"Kya Lee Hyejin tetap lah di sini.." ucap Da Eun dan semua orang langsung terhenti langkahnya karena mendengar ucapan Da Eun.
"Ya? Saya? Kenapa bukankah kita sudah selesai untuk berdiskusi?" Hyejin kebingungan.
Semuanya merasa bahwa Hyejin dan Da Eun benar-benar memiliki hubungan.
"Dan kalian semua cepat pergi!" Ucap Da Eun mengusir mereka.
Da Eun menuju ke pintu dan langsung menguncinya.
"Kenapa dikunci?" Hyejin semakin bingung.
Da Eun mendekat ke Hyejin dan Hyejin berusaha menghindari nya dengan mundur perlahan tetapi Da Eun terus berjalan ke dekat Hyejin.
Karena di belakang Hyejin ada meja maka Hyejin berhenti untuk menjauh tetapi Kim Da Eun terus mendekati nya sehingga badannya terlalu dekat dengan Hyejin dan membuat Hyejin membelalakkan matanya.
"A-a-apa yang anda lakukan?" Hyejin merasa takut.
"Tidak hanya sebentar.." ucap Da Eun dengan semakin mendekatkan wajahnya ke dekat wajah Hyejin.
Hyejin hanya bisa menelan ludah karena ia merasa gugup.
"Bisakah kau.." ucapan Da Eun terpotong karena Hyejin menampar nya..
"Plak.." suara tamparan di pipi Da Eun.
"Arghh Kya kau gila?" Da Eun mengerang kesakitan.
"Justru Sunbae yang gila kenapa harus mendekat seperti itu?" Jawab Hyejin dengan terengah-engah.
"Kya aku mendekat ke kamu karena aku mau membisikkan sesuatu tetapi kau menampar ku dengan sangat keras… ishhh benar-benar tidak dapat ku percaya.."Da Eun terus memegang pipinya.
"Jika anda ingin mengatakan sesuatu lebih baik anda mengatakan dari sana jangan mendekat seperti itu Anda membuat ku takut…" keluh Hyejin.
"Ah maaf aku tidak bermaksud begitu.. aku hanya ingin mengatakan bahwa nanti aku akan mengantarmu pulang karena anak anjing yang kemarin masih ada di sebrang jalan sana mungkin karena ia kehilangan rumahnya." Jelas Da Eun pada Hyejin.
"Benarkah?" Hyejin tidak percaya.
"Eng.. kalau kau tidak percaya tidak apa-apa kau akan menangis di sebrang jalan sana nantinya…" goda Da Eun.
"Jangan bilang begitu.. baik anda boleh mengantarkan saya pulang nanti malam…" jawab Hyejin dengan terpaksa.
"Oke.." Da Eun tersenyum walau tetap merasa perih di pipi.
Sementara di luar ruangan…
"Wah kira-kira apa yang dilakukan pak kepala Kim Da Eun dengan kapten Lee Hyejin di dalam sana ya sampai mengunci pintunya?" Pikiran kotor terlintas di benak petugas Park..
"Kya jangan berpikir yang macam-macam mungkin saja mereka sendang berdiskusi…" ucap wakil kepala Nam.
"Dasar kau otak kotor… plak" suara pukulan topi yang keras dari petugas Choi pada petugas Park.
Hyejin langsung keluar dari ruangannya dan semua menatap Hyejin dengan tersenyum.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?" Tanya Hyejin kebingungan.
"Tidak lanjutkan saja pekerjaan anda kapten Lee hehe.." tawa wakil kepala Nam.