Zee Chou, atau yang dikenal dengan nama panggung Choi Heesung, adalah idola K-Pop paling populer dan dicintai jutaan penggemar. Di atas panggung, ia bersinar sempurna, tampan, dan memiliki citra bersih yang dijaga sangat ketat. Namun di balik kemegahan itu, ia menyembunyikan satu kenyataan pahit: warisan perusahaan keluarga yang terancam bangkrut. Demi menyelamatkan segalanya, Zee terpaksa menyetujui pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan—menikahi Park Hye-ri, gadis biasa dan sederhana, putri sahabat orang tuanya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia hiburan.
Pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan di atas kertas, rahasia yang harus dijaga mati-matian dari publik dan penggemar. Tidak ada cinta, tidak ada perasaan, hanya kewajiban dan aturan ketat. Bagi Zee, Hye-ri hanyalah kewajiban yang mengganggu karir cemerlangnya. Bagi Hye-ri, Zee hanyalah idola dingin, angkuh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Eunbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertahan di Tengah Badai
Malam itu tidak membawa ketenangan bagi kediaman keluarga Chou. Kabar buruk menyebar semakin cepat, seolah ada angin yang sengaja meniupkan api ke mana-mana. Keesokan paginya, berita utama di seluruh media bisnis menyoroti tajam: "Direktur Heesung Chou Terjerat Kasal Lama? Kepercayaan Pemegang Saham Terancam!"
Hyeri bangun lebih awal dari biasanya. Ia melihat Heesung sudah duduk di meja kerja, menatap berkas-berkas dengan mata lelah namun tajam. Di bawah matanya sudah terlihat lingkaran gelap tanda ia hampir tidak tidur semalaman.
Hyeri berjalan mendekat, meletakkan secangkir teh hangat di meja.
"Minumlah sedikit, Heesung. Kau harus tetap kuat," ucapnya lembut.
Heesung mengangkat wajah, senyum tipis terukir di bibirnya saat melihat Hyeri. Ia meraih tangan gadis itu dan mengecupnya sekilas.
"Terima kasih, Sayang. Jangan khawatir, aku tidak akan menyerah. Jung Soo-ah berpikir dia bisa membuatku runtuh, tapi dia lupa satu hal... Aku tidak berjuang sendirian lagi sekarang."
Tepat saat itu, telepon berdering. Panggilan dari ruang rapat utama. Rapat darurat akan dimulai dalam 30 menit, dan seluruh pemegang saham serta dewan komisaris sudah berkumpul. Ini adalah pertempuran terpenting bagi masa depan Heesung.
"Aku harus pergi. Tetaplah di sini ya, aman di dalam rumah," pesan Heesung sebelum bergegas keluar.
Namun Hyeri tidak bisa hanya diam menunggu. Di dalam hatinya, ia bertekad: Aku juga bagian dari cerita ini. Aku tidak akan menjadi beban, aku akan menjadi kekuatannya.
Hyeri segera menghubungi Pak Kang. Ia ingat sesuatu yang penting dari cerita-cerita lama.
"Pak Kang... Saat kejadian proyek lima tahun lalu, bukankah ada arsip cadangan yang disimpan di ruang data lama? Tempat yang jarang diketahui orang lain?" tanya Hyeri dengan antusias.
Pak Kang tertegun, lalu matanya berbinar. "Benar, Nona Hyeri! Di gedung lama di belakang kantor pusat. Semua catatan asli, surat perjanjian, dan log perjalanan tersimpan di sana. Jung Soo-ah hanya memanipulasi data digital yang ada di server utama, tapi dia mungkin lupa dengan arsip fisik itu."
"Ayo kita ke sana sekarang. Kita harus menemukannya sebelum terlambat," kata Hyeri tegas.
Sementara itu di ruang rapat yang megah namun penuh ketegangan, Heesung berdiri di depan semua orang. Di ujung meja panjang itu, duduklah Jung Soo-ah dengan pakaian kerjanya yang sangat rapi dan senyum kemenangan yang sulit disembunyikan. Di sebelahnya duduk ketua dewan dari Grup Daeshin, mitra bisnis yang kini berbalik arah.
"Nyonya dan Tuan sekalian," Jung Soo-ah berbicara dengan suara merdu namun tajam. "Bukti yang saya miliki sangat jelas. Tuan Heesung Chou telah mengambil keuntungan pribadi dan mengorbankan modal perusahaan demi ambisinya sendiri. Pemimpin yang melakukan kecurangan tidak pantas memimpin perusahaan besar seperti Grup Chou."
Beberapa pemegang saham mulai berbisik-bisik, ada yang mengangguk percaya. Nenek Chou duduk di kursi utama, wajahnya tenang tapi matanya penuh kekhawatiran. Beliau menatap cucunya, memberi isyarat agar Heesung membela diri.
"Yang dikatakan Nona Jung hanya setengah kebenaran," jawab Heesung tenang, meski tekanan di pundaknya sangat berat. "Data yang dia tunjukkan telah diubah. Proyek itu berhasil dan menguntungkan perusahaan selama bertahun-tahun. Tidak ada satu sen pun yang hilang atau saya ambil."
"Kata-kata saja tidak cukup, Tuan Heesung. Di dunia bisnis, kita butuh bukti nyata," ejek Jung Soo-ah sambil tersenyum miring.
Saat suasana mulai memanas dan banyak yang mulai ragu, pintu ruang rapat terbuka lebar.
Hyeri masuk diikuti Pak Kang, tangan gadis itu memegang sebuah kotak dokumen besar berwarna cokelat. Napasnya sedikit terengah karena berlari, tapi tatapannya sangat berani dan tegas.
"Maaf mengganggu, Tuan dan Nyonya. Tapi saya membawa bukti yang mungkin lebih lengkap dan asli," suara Hyeri bergema di ruangan hening itu.
Semua mata tertuju padanya. Jung Soo-ah terkejut, senyumnya langsung hilang berganti wajah pucat.
"Hyeri..." bisik Heesung tak percaya, namun hatinya merasa sangat lega dan bangga.
Hyeri meletakkan dokumen itu di meja besar, tepat di hadapan Nenek Chou.
"Ini adalah arsip asli, tanda tangan asli, dan laporan keuangan harian yang dicatat tangan oleh tim saat itu. Di sini tertulis jelas, setiap pengeluaran dan pemasukan. Tidak ada angka yang dimanipulasi. Dan lihatlah di sini..." Hyeri menunjuk satu tanda tangan.
"Dokumen yang Nona Jung tunjukkan tadi memiliki tanda tangan yang berbeda. Ini adalah bukti pemalsuan. Nona Jung Soo-ah... sepertinya dialah yang sebenarnya mencoba bermain kotor demi menjatuhkan nama baik keluarga Chou."
Keheningan melanda ruangan, lalu perlahan bisik-bisik berubah menjadi anggukan percaya. Bukti fisik itu sangat kuat dan tak terbantahkan.
Jung Soo-ah mundur selangkah, wajahnya merah padam menahan marah dan malu. Rencananya gagal total.
"Kau... gadis tidak tahu diri!" geramnya pelan, cukup terdengar oleh Hyeri.
Hyeri menatap lurus ke mata wanita itu, tidak takut sedikit pun.
"Status atau kekayaan tidak membuat seseorang menjadi mulia, Nona Jung. Kejujuran dan hati nurani itulah yang membuatnya berharga. Heesung tidak bersalah, dan kebenaran akan selalu menang."
Nenek Chou tersenyum bangga, matanya berkaca-kaca melihat keberanian gadis yang dipilih cucunya itu. Beliau berdiri dan mengetuk meja.
"Rapat ditutup. Keputusan mutlak: Tuduhan terhadap cucuku tidak berdasar. Dan Grup Daeshin serta Nona Jung Soo-ah kami putuskan kerja sama selamanya karena telah mencoba merusak nama baik perusahaan ini."
Setelah semua orang bubar, Jung Soo-ah berjalan melewati Heesung dan Hyeri. Ia berhenti sejenak, menatap mereka berdua dengan pandangan penuh kebencian namun juga rasa kalah.
"Kalian menang kali ini. Tapi ingatlah... dunia bisnis itu kejam. Dan kita belum selesai," ancamnya dingin lalu pergi meninggalkan ruangan.
Setelah sosoknya menghilang, Heesung langsung menarik Hyeri ke dalam pelukan eratnya. Ia memeluk gadis itu seolah takut jika ia melepaskannya, Hyeri akan hilang.
"Kau hebat sekali... Kau menyelamatkan segalanya, Hyeri. Kau bukan beban, kau adalah malaikat pelindungku," bisik Heesung penuh haru.
Hyeri membalas pelukan itu, menyandarkan kepalanya di dada Heesung.
"Aku berjanji, Heesung. Seperti yang kau katakan... kita hadapi semuanya bersama-sama. Masalahmu adalah masalahku juga."
Mereka berdua berjalan keluar ruangan bergandengan tangan. Di koridor, Nenek Chou sudah menunggu. Beliau mendekat dan menggenggam tangan mereka berdua.
"Nenek bangga sekali pada kalian berdua. Heesung, kau membuktikan kau pantas menjadi pewaris. Dan Hyeri... kau membuktikan bahwa kau adalah wanita yang tepat untuk mendampingi cucuku. Keberanian dan kecerdasanmu sama indahnya dengan hatimu yang baik."
"Tapi Nenek," kata Heesung serius. "Jung Soo-ah masih mengancam. Dia tidak akan diam saja."
"Biarkan saja," jawab Nenek Chou sambil tersenyum bijak. "Selama kalian bersatu dan saling percaya, tidak ada badai yang bisa merobohkan keluarga ini. Ingatlah, pondasi yang dibangun di atas cinta dan kejujuran akan bertahan selamanya."
Sore itu, matahari bersinar cerah kembali. Kabut ancaman mulai hilang, namun mereka tahu perjalanan belum selesai. Jung Soo-ah mungkin masih mengintai di kegelapan, tapi satu hal yang pasti: ikatan antara Heesung dan Hyeri kini jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Mereka belajar bahwa cinta sejati bukan hanya tentang kebahagiaan saat damai, tapi tentang seberapa kuat mereka berpegangan tangan saat dunia mencoba memisahkan mereka.